Menengok 'Dapur' Halo BCA, Meningkatkan Pelayanan Nasabah Serba Digital



Selama ini nasabah yang membutuhkan informasi lebih atau membutuhkan jawaban mengenai BCA, pastinya akan menelpon ke Contact Center Officer (CCO) Halo BCA di nomor 1 500 888.  Kalau saya pribadi biasanya memanfaatkan akun Twitter @HaloBCA dan direspon cepat oleh adminnya.

Jadi Self Employed itu Berat Kawan, Ini Cerita Gue.


Self Employed. Kerja sendiri, jadi karyawan untuk, dan dari diri sendiri. Nggak ada yang gaji, nggak ada yang bayar. Semuanya dilakukan sendiri. Sukur-sukur kalau berkembang bisa punya karyawan, aamiin.

7 Inspirasi Padu Padan Sepatu Sneakers Agar Semakin Fashionable



Sepatu sneakers, hari gini siapa yang nggak suka memakai nya? Dengan berbagai tampilan, rasanya cocok saja menggunakan sepatu sneakers sebagai alas kaki, penampilan pun tetap modis. Saya termasuk sebagai penggemar sepatu sneakers sejak jaman sekolah dulu. Menurut saya penggunaan sepatu sneakers mudah dipadukan dengan berbagai jenis busana.

Pengalaman Berobat Tumor di dr Paulus W Halim di BSD City



Wait, bukan saya yang kena tumor. Alhamdulilah genks, saya sehat waalfiat. Saya hanya ingin berbagi cerita, siapa tahu bisa membantu orang yang membutuhkan. Siapa tahu ada yang sedang mencari metode pengobatan yang cocok, setelah lelah kemana-mana nggak ada progress.

SGM Eksplor Complinutri. Dukung Potensi Prestasi Anak Generasi Maju


SGM Eksplore beberapa waktu lalu menggelar kegiatan Grand Final Festival Sahabat Generasi Maju di Summarecon Mall Bekasi. Salah satu yang saya bikin penasaran ke acara ini adalah karena lokasinya di SMB, iseng aja gitu mau bandingin Summarecon Mal di Bekasi sama Serpong, Lols.

Papsmear di YKI Lebak Bulus Ternyata Bisa Pakai BPJS


Heyy genkss..saya papsmear lagii..Yup! Sudah setahun lalu sejak saya berbagi cerita tentang papsmear di YKI Sunter. Sekarang saya mencobanya di YKI Lebak Bulus, hehehe berasa nyobain semua YKI. Rajin amat yakss papsmear.

Baca:
Pengalaman Papsmear dan USG Payudara di YKI Sunter
Jadi Self Employed Itu Berat Kawan

Alasan saya memilih YKI adalah, biaya lebih murah. Rumah saya di Serpong, dan sudah mengecek semua rumah sakit yang rata-rata biayanya mahal, di atas Rp 300 ribu. Namanya emak-emak, pasti cari aja yang lebih murah, yegak. Sebenarnya saya mengincar USG Payudara yang diminta dokter untuk cheki cheki dari 6 bulan lalu. Lantaran Sunter jauh dari Serpong,  lalu saya mencoba ke Lebak Bulus bisa bablas tol keluar Fatmawati kan. Sekalian barengan sama adik sepupu juga periksa di sana.

Lokasinya sejajaran dengan Giant Lebak Bulus. Kalau dari arah Pondok Kopi, setelah Dealer Toyota Auto 2000 belok kiri langsung nyampe.


Pertama saya ke bagian pendaftaran. Yang bikin suprise adalah papsmear bisa pake BPJS lhooo..yess!! Bagian pendaftaran hanya minta kartu BPJS asli dan KTP, lalu dia mengecek soal kartu BPJS itu, kalau bisa langsung diproses.

Lalu saya mengutarakan keinginan untuk USG Payudara. Ternyata, harus dapat rujukan dokter dulu, sedangkan saya nggak bawa rujukan apapun saat itu. Sebenarnya ada di rumah, tapi nggak kepikiran untuk bawa. Karena dikira sama kayak di YKI Sunter, ngucluk-ngucluk daftar diperiksa bayar, selesai.

Lantaran udah nyampe sana, tanggungkan bolbal, saya minta didaftarkan ke dokter di sana untuk dapat rujukan ke bagian USG Payudara.

Lalu saya disuruh nunggu di bagian untuk papsmear.


Baca:7 Inspirasi Padu Padan Sneakers Agar Tampil Fashionable
Pengalaman Berobat Tumor di dr Paulus W Halim BSD City
5 Jajanan Enak di Lurik Coffe & Kitchen, Dijamin Bikin Ketagihan

Antrian nggak begitu panjang, tak lama saya dipanggil. Dilakukan papsmear, sebentar lalu diminta datang lagi sekitar 2 minggu untuk ambil hasil (Ini belum sempat ngambil, jauh yakss. Semoga sehat-sehat).

Tempat ambil hasil papsmear

Lalu saya ke dokter untuk minta surat rujukan USG, dokter hanya periksan Sadari (Periksa Payudara Sendiri). Kata dia ada kista di bagian ini itu tapi kecil. Perasaan udah nggak enak, soalnya setahun lalu cuma ketemu satu dan ukurannya cuma 0,03.

Lalu dokter yang semuanya perempuan itu (yaiyalaaa, ogah saya kalau lakimah), memberikan saya surat rujukan. Saya harus lebih dulu membayar, biaya semuanya di luar papsmear itu Rp 360 ribu. Saya mesti menunggu dokter selama 2 jam karena dokter adanya jam 2 siang. Untuk USG Payudara ini antrian lumayan banyakan. Tak lama nama saya dipanggil.

Nah yang USG ini dokternya masih muda. Dia serius memperhatikan layar USG. Saya yang doyan bertanya, seperti pantangan makanan, saya harus ngapain, apakah berbahaya kalau kista, dll, jawabannya selalu sama.

"Maaf ya bu, nanti untuk treatment dan konsultasi bisa tanyakan ke dokter bedah, beliau lebih paham."

Mendengar kata dokter bedah, udah parno duluan dong, serasa penyakit berat, padahal hanya kista. Tapi ya sudahlah, Lalu hasilnya bisa didapat saat itu juga.

Ketika ke kasir yang ruangan menyatu dengan bagian pendaftaran, ibu penjaganya bertanya, "Mau sekalian ke dokter bedah? Nanti ada jam 4."

Saya bengong, ini udah seharian di rumah sakit. "Dokter bedah di luar bolehkan? Soalnya saya ada meeting."

Si ibu tersenyum menganggukkan kepala.


Lalu saya pulang. Mikir juga sih, kalau hormon kecil-kecil nggak sampai setengah senti itu treatmennya seperti apa ya. Si dokter sih sempat bilang, "Pasien saya yang monopause kistanya hilang, tapi ada juga menetap."

Well, yang pasti harus hidup sehat, menjaga pola makan, olahraga teratur, jangan sering makanan MSG dan diawetkan.

Saling sharing yukkkk...

Semoga Bermanfaat

AAL




Rasakan Perjalanan Luar Biasa di Masa Kehamilan dan Menyusui, Anmum Luncurkan Digital Platform #Mumtomum


Semua sudah tahu, kalau Air Susu Ibu (ASI) sangat baik untuk bayi. Ternyata, di Indonesia kesadaran seorang ibu untuk memberikan ASI ekslusif bagi bayinya masih dinilai kurang. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2017 mencatat pemberian ASI eksklusif di Indonesia hanya sekitar 35 persen, di bawah rekomendasi WHO sebesar 50 persen.

Ketika Wuling Motors akan Keluarkan Mobil Listrik dan SUV , Ini Penampakannya

Ada Fariz RM di Booth Wuling Motors

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 yang diselenggarakan pada 2-12 Agustus 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang hadir kembali. Saya termasuk yang setia datang ke GIIAS lantaran dekat rumah, hampir tiap tahun berkunjung jadi lumayan mengetahui perkembangan atau pertumbuhan pengunjung GIIAS.

5 Jajanan Enak di Lurik Coffee & Kitchen, Dijamin Bikin Ketagihan


foto: Lurik 
Kadang kalau lagi iseng, dan lewat jam makan, suka bingung cari jajanan cemilan. Nah biar nggak 'mati gaya' karena bingung pilah pilih, nih saya mau rekomendasi 5 jajanan enak di Restoran Lurik Coffe & Kitchen yang baru saja dibuka. Lokasinya di Lippo Mall Kemang  UG Floor Unit OD-08 Avenue of the Star.  Resto ini milik dari pasangan artis Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama.

Sempat Menolak Anak Nyantri, Akhirnya Anak Masuk Pesantren



Sejak dulu saya paling nggak mau kalau anak masuk pesantren. Banyak pertimbangan, mulai dari mendengar cerita-cerita miring, baca bagaimana pergaulan di pesantren sampai efek psikologis anak. Saya hanya ingin anak-anak selalu berada di pengawasan saya, setiap hari kelihatan di depan mata, bisa diajak ngobrol, dipeluk, dicium setiap hari. Pokoknya lebay banget dah jadi emak.

Baca: Ke Semarang: Pengalaman Pertama Kali Naik Kereta Api dengan Anak Balita 

Ini 3 Tips Agar Video Slow Motion Makin Paripurna


Perkembangan teknologi terus saja berkembang dengan sangat pesat. Teknologi informasi dalam hal ini smartphone memiliki fitur kamera yang semakin canggih dan membuat blogger serta vlogger seperti saya bisa memberikan gambar yang kece.

Ke Semarang: Pengalaman Pertama Naik Kereta Api dengan Anak Balita



Melakukan perjalanan dengan anak, apalagi yang balita tentunya susah-susah gampang. Di usia balita, anak lagi lasak, gak bisa diam, dan gampang tantrum. Jadi tantangan tersendiri bawa anak umur segitu, naik transportasi umum pula.  Nah ini pertama kalinya saya keluar kota dengan si bontot, 3 tahun, ke luar kota alias Semarang. Naik kereta api ekonomi pula.

Sempat Mau Tutup Bisnis Kosmetik, Ussy Sulistiawaty Malah Luncurkan Dissy Reborn


Suprise juga ketika mengetahui kalau Ussy Sulistiawaty bakal nge-reborn semua produk kosmetiknya yang bernama Dissy (gabungan Andhika dan Ussy).  Pada Maret lalu, Ussy mengontak saya untuk meminta tolong menghandle media demi Dissy yang sangat dicintainya. Saya yang memang sedang beralih profesi dari pekerja kantoran sebagai jurnalist, sekarang menjadi self employee dengan membuka kantor kecil-kecilan sebagai media relations, (menekuni sidejob yang dulu, jadi serius) tentu seneng banget dapat 'proyek' ini.

Jangan salfok ke Andhika yang lagi asik main game, Lol
Saya mengenal Dissy sejak 2016, - sudah muncul sejak 2014 lewat penjualan online. Saya sudah mencoba beberapa produk Dissy, mulai dari lipstik, lip matte melted, two way cake, bedak tabur, banyak deh. Lalu saya bandingkan dengan produk kosmetik lainnya, Dissy memang berbeda.

Bingung Cari Kendaraan Mudik? Tenang, Ada TRAC Astra Rent Car


Belum juga Ramadhan, udah banyak banget bertebaran penawaran mudik bersama atau paket lainnya. Itulah Indahnya Indonesia, mudik bukan sekedar pulang kampung tapi sebagai sebuah tradisi yang menjadi khas masyarakat indonesia selama bertahun-tahun.

Ini Fakta yang Ada di Bakso Bonanza


Siapa sih yang nggak suka bakso.  Nyaris semua orang suka bakso, dibuat dari daging cincang dicampur tepung dan bumbu lalu dibentuk bulat. Campuran dengan mie atau bihun, ditambah saos, kecap, dan sambell, rasanya segaarrr.  Bakso itu bisa dibilang menjadi salah satu makanan khas Indonesia. Kalau nggak percaya tanya deh, mahasiswa yang sekolah di luar negri, pasti makanan yang bikin mereka kangen adalah bakso.

Jangan Takut Beli Properti via Online


Zaman serba digital, semua dilakukan hanya lewat handphone. Sama halnya dengan membeli properti. Perkembangan jual beli properti melalui internet di Indonesia terbilang lambat dibandingkan dengan negara lainnya seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Festival Ibu dan Buah Hati ala SelebMom



Pernikahan dini dan kekerasan terhadap anak, kedua isu itu menjadi agenda utama bagi Komunitas Cerita Ibu Cerdas (CIC) yang bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk menggelar  Festival Ibu dan Buah Hati 2018 di Intermark BSD City, Tangerang Selatan, 5-6 Mei 2018.

Hey Mom Dads, Sayangilah Anak-anakmu


Saya cuma istigfar dan menatap kasihan jika melihat ada anak dikasari orang tuanya di tempat umum. Jika anaknya masih balita, pasti saya akan bereaksi. Menegur ibu atau bapaknya, paling imbasnya saya diomeli mereka karena terlalu ikut campur. Tapi bagaimana kita bersikap jika anaknya sudah besar? Misal 10 atau 11 tahun? Lalu, ketika insiden itu terjadi, saya bersama anak-anak, dan mereka melihat kejadian itu langsung di depan mata. Kita sebagai orang tua harus berbuat apa ya?

Saya punya pengalaman gini:

Tips Mudah Merawat Gamis Katun agar Tahan Lama

foto: Google

Hidup di negara tropis, tentunya pingin mengenakan baju berbahan adem dan nyaman dipakai. Apalagi musim panas sudah mulai terasa, yang biasanya 'menemani' bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang.

Pingin ke Danau Segara Anak, Baca Dulu Tips untuk Mendaki Gunung Rinjani

foto: Istimewa

Berbicara soal Lombok, banyak banget destinasi yang belum saya lakukan ketika mengunjungi Pulau Lombok pada Maret lalu. Apalagi soal Gunung Rinjani yang terlihat indah dari atas pesawat dan ketika landing di Bandara Lombok Praya.

Ke Singapura: Pertama Kali ke Luar Negri Bareng Anak


Belum lama ini saya ke Singapura , Insya Allah saya akan sharing beberapa perjalanan mengenai Singapura. Memang siihh..udah banyak yang menulis soal Singapura, secara tinggal loncat doang cepet nyampe. Tapi, tiap orang punya pandangan berbeda, masing-masing punya keunikan tersendiri. Saya bawa anak laki 3 dan bapaknya, jadi total kita berlima 'menjajah' Singapura. Ini artikel yang kedua, yang pertama di sini. Dibaca yuk.


Yuk Stimulasi Anak Jadi Generasi Maju




"Anak terlihat sehat belum tentu dibilang generasi maju. Anak berani tampil belum tentu percaya diri," kata  Anna Surti Ariani, Psikolg Anak dan Keluarga S.Psi., M.Si., Psi di acara Media Blogger Gathering  SGM Eksplor Dukung Anak Indonesia Jadi Generasi Maju, baru-baru ini di Jakarta. 


Kalimat tersebut sempat membuat saya mikir dan mencernanya.  Selama ini penilaian masyarakat (saya juga), adalah melihat seorang anak sehat dan tampil berani di muka umum, sudah menjadi patokan bakal menjadi generasi maju. Karena mereka bisa menguasai keadaan dengan keberaniannya itu.

Tanpa Disadari, Orang Tua Lakukan Kesalahan dalam Pola Asuh Gizi pada Anak


Talkshow 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak
Di zaman teknologi digital sekarang ini, mudah sekali mendapatkan informasi apapun. Termasuk saya, jika muncul pertanyaan di kepala, saya langsung buka google. Semua lengkap, apapun pertanyaanya, nyaris selalu ada jawaban di internet.

Apalagi soal tumbuh kembang anak. Saya termasuk emak digital, jika ada perubahan kecil pada si bontot, Fatih, 3 tahun, saya pasti langsung googling. Bisa dibilang parnoan. Kalau sakit ringan misal hanya flu, demam, saya tetap saja bukan hape. Padahal ini anak ketiga, pastinya sudah lebih berpengalaman. Tapi demi merasa nyaman, saya googlinglah.


11 Tahun Setelah Chrisye Pergi, Adakah yang Menggantikan Posisinya


Foto: Google

Siapa yang tak kenal Chrisye. Penyanyi lawas dan seorang legenda di dunia musik. Mendengar suaranya, orang pasti tahu kalau itu Chrisye sedang bernyanyi. Saya termasuk beruntung, bisa bertemu dan wawancara Chrisye di masa hidupnya. Ketika masih menjadi wartawan di Harian Rakyat Merdeka, saya beberapa kali hadir dan wawancara perihal proses kreatif lagu-lagunya.
Saya juga beruntung bisa menyaksikan beberapa konsel Chrisye di Jakarta dengan panggung dan tata suara yang mewah.

Yang menjadi ciri khas Chrisye adalah, mau panggung semegah apapun atau semewah apapun, gesture tubuhnya yang kaku tetap saja dia berdiri di satu titik itu sampai lagu selesai. Jika pun berjalan, hanya seputar di depan panggung saja, dan senyum sekilas. Itulah Chrisye, penyanyi apa adanya, nggak neko-neko, pribadi yang tenang, seperti tanpa emosi dan nggak merasa dia seorang legenda musik di Indonesia.

Lagu-lagunya nggak pernah kehilangan kharismanya meski telah 11 tahun Chrisye ‘pergi’, meninggalkan 'warisan' yang  nilainya tak bisa dinilai dengan uang. Sampai sekarang saya masih mendengarkan lagu-lagu Chrisye, terutama ketika menyetir mobil sendiri. Lagu-lagunya dengan lirik yang memesona dan suaranya yang jernih, lumayan bikin adem ketika menyetir di siang hari yang panas. 
Foto: Google

Traveling Anti Mainstream ke Lombok (2)


Hehehhe, padahal nggak ada niat bikin tulisan ini bakal berseri. Pas endingnya menggantung, dan ternyata responnya pada penasaran, yaudah deh gue terusin ceritanya.

Baca: Cari Air Minum Gratis di Singapura

Belakangan, pas jadi sering traveling sendiri (maksudnya tanpa ada undangan untuk kerja gitu), ada aja drama yang bikin deg-degan. Sejak drama menghebohkan di Kuala Lumpur, baca di sini, gue jadi deg-degan terus kalau ada kejadian di luar expetasi. Lalu gue membatin sendiri (secara gue orangnya ceroboh), apa yang salah ya? Apakah ada yang kelupaan? Apa lagi sih ini?

Nah, kejadiannya sama ketika tiket pulang dari C*t*l*nk gue dibatalkan karena nggak ada penerbangan hari itu. Untuk yang belum baca kejadian pertama, baca di sini. Jadi setelah gue kontak direct ke petugasnya berhasil, dia menjanjikan gue bakal dapet penerbangan dengan B*T**k. Tapi sampai malam, gue hubungi dia untuk conform susah banget masuknya. Telpon nggak diangkat, telpon kantor C*t*l*k nggak diangkat juga (anehkan, padahal itu kantor, masa nggak ada operatornya?), SMS nggak dibales, email juga sama.

Gue jadi suuzon apakah mereka berkonpirasi supaya gue nggak dapet penerbangan pengganti? (hehehe kebanyakan nonton film detektif). Kenapa semua jalur komunikasi susah banget masuknya. Padahal semua temen seperjalanan, udah janjian mau ke Gili Terawang Senin paginya, lalu Selasanya ada yang lanjut ke Bali dan Pinky Beach. Jadi gue gimana dong?

Nggak mungkin juga ikut mereka. Pertama ijin pak suamik cuma ampe hari Senin. Ada si bontot di rumah yang tiap video call bikin kangen, lalu banyak tanggung jawab sebagai emak yang menanti.


Setelah deg-degan hampir malam gak ada kabar, eng ing eng... tak lama masuk SMS yang memberikan kode booking. Phuiihh..gue lega. Supaya bener itu kode bookingnya, gue pun langsung mencoba check in online ke B*t*k , Alhamdulillah lancar jaya. Gue udah dapet nomor kursi di penerbangan.

Berpisah

Senin pagi, yang pingin ke Gili Terawang udah siap-siap pergi, ada Elf yang menanti mereka. Gue pun sendiri di penginapan (eh ada sih Trio Guru Sulawesi itu yang nggak ikut karena ada penerbangan sore).

CARI AIR MINUM GRATIS DI SINGAPURA


Baru beberapa hari lalu pulang dari Singapura, berasa banget air minum itu penting di tengah panasnya cuaca di Singapura. Menurut gue, lebih panas Singapura dibanding Jakarta.

Baca: Traveling Anti Mainstream ke Lombok

Kalau di Jakarta beli air mineral gampang banget, bertebaran warung-warung dipinggir jalan. Harganya pun terbilang murah, ada yang 3000, 4000 malah air mineral merk gak beken bisa cuma seribu. Lalu berapa air mineral di Singapura sebotol yang ukuran 600 ml?

Hohohohoho, you know lah, nilai dolar Singapura sekarang terbilang gede. Nyaris menyamai dolar Australia. Kaget juga pas nuker dolar Singapura udah di angka 10500. Pada 2010 gue ke negri Singa itu belum nyampe 7000.

So, lumayan kan irit Rp 10500 kalau bawa botol sendiri, mending uangnya bisa untuk naik MRT atau nambahin jajan bahkan bisa berlebih kalau beli es krim roti di Orchard Road atau juice di Bugis Junction yang cuma 1 SGD.

Jadi kalau lagi hoki bisa tuh dapet 1 SGD sebotol air mineral di Singapura. Tapi kalau tempat lain, kayak Sevel bisa 1,80 SGD.

So, daripada beli dengan harga mahal, gue mengakalinya dengan membawa botol dari rumah dalam keadaan kosong. Atau bekas botol air mineral di hotel gue bawa, pas ketemu tempat air minum, langsung deh diisi.

Menulis dengan Cinta ala Dini Fitria


"Menulis dengan Cinta bersama Dini Fitria"
Begitu flyer yang saya lihat di Instagram dan Facebook Komunitas Indonesian Social Blogpreneur.
Siapa ya Dini Fitria, begitu saya membatin, ketika sekilas membacanya. Lalu terlupakan.

Tak berapa lama para blogger heboh membahas hasil worksop tersebut, bahkan ada pemenang tulisannya. Sayapun kepo.

Beberapa hari kemudian muncul lagi flyer yang sama, tapi kini dengan embel-embel batch 2. Saya mulai tertarik lalu mendaftar.  Ternyata, nama saya sebagai salah satu peserta yang terpilih. Baru deh saya browsing siapa Dini Fitria itu.

Cara Belanja Murah Kain Tenun di Lombok



Beli kain tenun khas suatu daerah susah-susah gampang. Kalau nggak ngerti dan nggak ke tempat pembuatannya langsung, bisa-bisa dibohongin. Pasalnya kalau dari foto, semua kain tenun terlihat sama ajakan.Tapi yang menentukan adalah ketika menyentuhnya.

Baca juga: Traveling Anti Mainstream ke Lombok

Gue cuma mau sharing sedikit soal kain tenun di Lombok, terutama soal harga. Jujur aja, gue nggak ahli soal kain tenun, ini cuma sharing aja.



Jadi belum lama ini gue ke Lombok, karena berangkat sendiri (nggak selalu dengan teman serombongan), gue masuk ke Desa Sade Lombok sendiri. Udah taukan bagaimana Desa Sade yang penghuninya didominasi dengan mencari uang lewat menenun. (khusus soal Desa Sade ntar gue tulis sendiri ya).

1. Desa Sade

Belajar menenun dong...kliatan udah jago kan
Desa Sade terletak di pinggir jalan, tepatnya berada di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.  Dari pinggir jalan sebelum pintu masuk Desa Sade aja udah ada penjual kain tenun, tepatnya di samping pintu masuk. Lantaran pengunjung langsung masuk ke dalam, dagangan penjual di pinggir jalan ini justru nggak laku.
Setelah selesai menyusuri Desa Sade gue keluar, tetiba seorang ibu menawarkan gue bahan tenun dengan harga murah. Dia menyodorkan kain itu. "Ini murah saya kasih Rp 200 ribu, nggak ada yang datang ke sini, jadi saya kasih murah," katanya dengan wajah memelas.

Traveling Anti Mainstream ke Lombok


"Cara terbaik menghargai diri sendiri adalah salah satunya dengan traveling , tak hanya memberikan rasa riang tapi juga rileks. Traveling juga menciptakan energi kreatif, juga  kado manis untuk diri sendiri."

Kenapa gue tulis anti mainstream? Karena traveling kali ini gue merasa beda dari traveling sebelumnya yang pernah gue lakuin. Biasanyakan liburan itu ke tempat yang banyak turisnya, tempat wisata, hotel yang nyaman, makanan yang gampang didapet. Yah bisa dibilang traveling cantiklah.

Baca Juga: Pengalaman Berkunjung ke Pabrik Mitsubishi Xpander dan Test Drive

Nah, traveling ini bisa dibilang buat gue anti mainstream. Tapi gue heppi, karena memang yang kayak gini yang gue mau. Ke pelosok daerah,  dan jarang ada turis. Masih natural, alami. Jikapun suatu saat berkunjung ke sebuah negara, misal Amerika, Inggris, Denmark, Swedia, Turki, dll (Amin Ya Allah), dengan senang hati gue lebih memilih ke desanya. Nggak melulu kota besar yang sering dipake sebagai lokasi syuting film-film Hollywood. Yegak.

Jadi gini ceritanya nih genks...

foto: aal
Awalnya ada seorang teman yang memberikan informasi bahwa acara Festival Budaya Homestay Lombok mengundang siapapun yang bersedia datang dengan fasilitas makan dan homestay gratis, kecuali tiket pesawat. Mendengar Lombok, lalu ada budayanya, pikiran gue langsung melayang.  Alarm traveling di badan gue udah mulai berdering-dering, tanda minta harus pergi.

Gue yang emang udah gatel banget pengen traveling lagi, mencoba browsing dulu soal tiket pesawat. Kalau mahal kebangetan, gue juga nggak mau. Kaget juga sih, cuma Rp 500 ribu -an. Tadinya gue berfikir bakal nyampe Rp 800 ribu an, nggak beda jauh sama tiket ke Bali. Ternyata Lombok lebih murah lho.

Lalu gue kontak PIC nya, dan dikasihlah ittin serta mepo.

Kenapa gue mau terima tawaran ini?

1. Lombok. Gue nggak pernah ke Lombok, cuma mendengar lebih indah dari Bali, You know what, ketika mendengar kata Lombok yang ada dalam pikiran gue itu acara bakal di pantai, laut dan sekitarnya. (nantikan kisah di bawah yah, hahaha)

2. Acara kebudayaan, pasti menarik karena bakal mengulik hal unik, tradisi dan kebiasaan masyarakat sekitar.

3. Gratis makan dan nginap, heheheh

4. Ketemu temen baru

5. Me time. Healing my soul, emak butuh piknik you know, Lolsss.

foto: aal
Oke, sip. Gue cuma berbekal ransel kecil dan koper kecil. Sebenarnya sih tadinya mau pake ransel thok, tapi gue sadar umur layaaa.. Nggak kayak jaman sekolah dulu rela bawa ransel lebih tinggi dari badan gue, terus pake naik turun gunung segala dengan gagah perkasa.

Nggak kebayang, abis pulang dari Lombok, bahu gue benjol kepegelan karena bawa ransel besar. Hiks

The Power of Quotes Si Emak

Foto: AAL

Apa kalimat atau quotes yang menjadi pemecut keberhasilanmu? Dan bangkit dari rasa terpuruk?


"Semua yang terjadi di dunia ini atas izin Allah, dan selalu yakin ini pasti akan ada hikmahnya."


Langsung deh merasa tenang, dan biasanya saya kemudian menganalisa sendiri atas sebuah kejadian, lalu meraba-raba, mungkini yang Allah inginkan dan ini tentu untuk kebaikan diri sendiri.

Kalau terus-terusan mengeluh dan menyalahkan, gak bakal selesai, meskipun saya masih khilaf suka nggak bersyukur.

Saya cuma mau sedikit sharing soal 'kalimat-kalimat' sakti yang diucapkan untuk ketiga anak di rumah. Anak saya laki tiga-tiganya, banyak yang bilang anak laki beda sama anak perempuan (sepertinya). Anak laki lebih baperan, anak laki lebih seneng santai dibanding anak perempuan yang sering bantu ibunya di rumah, anak laki lebih seneng main games, beberapa perbedaan lainnya.

Meski ada juga yang bilang, "ah jaman sekarang mah anak laki sama aja sama anak perempuan."

Entahlah, bisa jadi.

Ketika Merasa Minder, Lakukan Hal Ini Aja



Kalimat rendah diri, dan menyiksa diri sendiri kadang jadi sugesti sehingga memicu untuk tidak menghargai diri sendiri. Atau bisa jadi, perkataan orang lain yang merendahkan terbawa oleh kita sehingga kita merasa seperti itu (kalau ketemu orang kayak gini mending menjauh).

Kalimat kayak gini pernahkah ada di dalam pikiran kita ketika rasa percaya diri berada di titik nol. Misal, "siapa sih gue? cuma remahan rempeyek." atau "Gue tuh nothing!" "Gue nobody!"

Pernahkan? Ketika kita merasa di posisi berada di paling bawah kasta kehidupan (hahahah..kayak kalimat sinetron).

Kalau gue? Pernah bangeeettt..

Meski dari luar gue terlihat cuek dan tegar (tsaahh lagunya Rosa), tapi yang namanya manusia biasa, pernahlah berfikir tentang diri sendiri yang minder. Menurut gue sih wajar. Yang namanya manusia nggak melulu merasa bahagia dan percaya diri. Bahkan seorang artis kelas atas pun, pernah merasa di posisi itu. Nggak percaya? Percayain aja, gue gitu lochh yang tau kehidupan artis ampe ke dalem-dalemnya (sotoy).

Pengalaman Berkunjung ke Pabrik Mitsubishi Xpander dan Test Drive

Foto: AAL

Kaget juga ketika diundang untuk datang ke acara Mitsubishi yang tentunya untuk para blogger Otomotif. Apalagi acaranya adalah membedah pabrik pembuatan mobil Mitsubishi Xpander di kawasan industri GIIC Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.

Sebelumnya saya juga pernah menulis pengalaman mengemudi bersama Mitsubishi Xpander, baca di sini:

Pengalaman Cantik Bersama Mitsubishi Xpander

Pada Rabu 7 Februari 2018 lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), di kawasan industri GIIC Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.

Tempatnya luas banget, 30 ha

Bahkan ada sesi test drive dengan track khusus didampingi oleh trainer untuk menjajal kemampuan Xpander. So genks, saya ceritain dulu nih dari awal.

Foto: AAL

Pada siang hari, saya dan beberapa teman blogger tiba di pabrik Mitsubishi Xpander dan langsung diarahkan ke dalam ruang conference. Ternyata di dalam sudah penuh oleh teman wartawan, dan teman komunitas Mitsubishi XPander Club Indonesia. Keren ya, mobilnya baru diluncurkan hitungan bulan, tapi udah ada komunitasnya yang solid.

Foto: Istimewa

Awalnya, kita dibagi dalam sejumlah kelompok yang masing-masing dipimpin oleh seorang guide.  Kelompok digiring menuju ruang stamping untuk memulai acara plant tour tersebut.

1. Stamping
Masuk ke dalam saya takjub juga sih, bagaimana lempengan baja yang di press untuk dipakai pada panel body. Ada untuk pintu, kaca depan dan belakang. Di sini seluruhnya nyaris menggunakan robot, karena katanya robot mampu melakukan 10 stroke per menit. Pekerja manusianya menyapa kami lewat senyum yang berdiri berjejer di pinggir, sangat sopan dan ramah. Malah, saya yang emang gatel kalau nggak bertanya gitu, mereka jawab dengan jelas dan cepat (secara kita harus jalan terus).

2. Welding
Lalu naik bus lagi sebentar, kita turun di ruangan welding yang nggak gitu jauh. Nah di bagian ini kita melihat proses pengelasan mobil sebelum dicat. Meski yang saya lihat satu line hanya bisa dilakukan pada satu mobil, tapi manusianya (yang tentu juga dibantu robot) bekerja cepat dan seirama. Mereka malah saya lihat seperti robot saking cepatnya hahaha, mereka sempat senyum lho sama kita yang lewat padahal lagi sibuk.

3. Assembling
Di sini, Xpander udah keliatan kece dan gagah. Pokoknya sudah kinclong karena sudah melewati proses painting dan tinggal melakukan finishing. Saya jadi ngayal melihat warna Xpander yang beragam, ada merah, putih dan hitam. Saya mah pilih hitam aja deh, kayaknya gue banget (Lols, ngimpiii).

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa