Bingung Cari Kendaraan Mudik? Tenang, Ada TRAC Astra Rent Car


Belum juga Ramadhan, udah banyak banget bertebaran penawaran mudik bersama atau paket lainnya. Itulah Indahnya Indonesia, mudik bukan sekedar pulang kampung tapi sebagai sebuah tradisi yang menjadi khas masyarakat indonesia selama bertahun-tahun.

Ini Fakta yang Ada di Bakso Bonanza


Siapa sih yang nggak suka bakso.  Nyaris semua orang suka bakso, dibuat dari daging cincang dicampur tepung dan bumbu lalu dibentuk bulat. Campuran dengan mie atau bihun, ditambah saos, kecap, dan sambell, rasanya segaarrr.  Bakso itu bisa dibilang menjadi salah satu makanan khas Indonesia. Kalau nggak percaya tanya deh, mahasiswa yang sekolah di luar negri, pasti makanan yang bikin mereka kangen adalah bakso.

Jangan Takut Beli Properti via Online


Zaman serba digital, semua dilakukan hanya lewat handphone. Sama halnya dengan membeli properti. Perkembangan jual beli properti melalui internet di Indonesia terbilang lambat dibandingkan dengan negara lainnya seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Festival Ibu dan Buah Hati ala SelebMom



Pernikahan dini dan kekerasan terhadap anak, kedua isu itu menjadi agenda utama bagi Komunitas Cerita Ibu Cerdas (CIC) yang bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk menggelar  Festival Ibu dan Buah Hati 2018 di Intermark BSD City, Tangerang Selatan, 5-6 Mei 2018.

Hey Mom Dads, Sayangilah Anak-anakmu


Saya cuma istigfar dan menatap kasihan jika melihat ada anak dikasari orang tuanya di tempat umum. Jika anaknya masih balita, pasti saya akan bereaksi. Menegur ibu atau bapaknya, paling imbasnya saya diomeli mereka karena terlalu ikut campur. Tapi bagaimana kita bersikap jika anaknya sudah besar? Misal 10 atau 11 tahun? Lalu, ketika insiden itu terjadi, saya bersama anak-anak, dan mereka melihat kejadian itu langsung di depan mata. Kita sebagai orang tua harus berbuat apa ya?

Saya punya pengalaman gini:

Tips Mudah Merawat Gamis Katun agar Tahan Lama

foto: Google

Hidup di negara tropis, tentunya pingin mengenakan baju berbahan adem dan nyaman dipakai. Apalagi musim panas sudah mulai terasa, yang biasanya 'menemani' bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang.

Pingin ke Danau Segara Anak, Baca Dulu Tips untuk Mendaki Gunung Rinjani

foto: Istimewa

Berbicara soal Lombok, banyak banget destinasi yang belum saya lakukan ketika mengunjungi Pulau Lombok pada Maret lalu. Apalagi soal Gunung Rinjani yang terlihat indah dari atas pesawat dan ketika landing di Bandara Lombok Praya.

Ke Singapura: Pertama Kali ke Luar Negri Bareng Anak


Belum lama ini saya ke Singapura , Insya Allah saya akan sharing beberapa perjalanan mengenai Singapura. Memang siihh..udah banyak yang menulis soal Singapura, secara tinggal loncat doang cepet nyampe. Tapi, tiap orang punya pandangan berbeda, masing-masing punya keunikan tersendiri. Saya bawa anak laki 3 dan bapaknya, jadi total kita berlima 'menjajah' Singapura. Ini artikel yang kedua, yang pertama di sini. Dibaca yuk.


Yuk Stimulasi Anak Jadi Generasi Maju




"Anak terlihat sehat belum tentu dibilang generasi maju. Anak berani tampil belum tentu percaya diri," kata  Anna Surti Ariani, Psikolg Anak dan Keluarga S.Psi., M.Si., Psi di acara Media Blogger Gathering  SGM Eksplor Dukung Anak Indonesia Jadi Generasi Maju, baru-baru ini di Jakarta. 


Kalimat tersebut sempat membuat saya mikir dan mencernanya.  Selama ini penilaian masyarakat (saya juga), adalah melihat seorang anak sehat dan tampil berani di muka umum, sudah menjadi patokan bakal menjadi generasi maju. Karena mereka bisa menguasai keadaan dengan keberaniannya itu.

Tanpa Disadari, Orang Tua Lakukan Kesalahan dalam Pola Asuh Gizi pada Anak


Talkshow 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak
Di zaman teknologi digital sekarang ini, mudah sekali mendapatkan informasi apapun. Termasuk saya, jika muncul pertanyaan di kepala, saya langsung buka google. Semua lengkap, apapun pertanyaanya, nyaris selalu ada jawaban di internet.

Apalagi soal tumbuh kembang anak. Saya termasuk emak digital, jika ada perubahan kecil pada si bontot, Fatih, 3 tahun, saya pasti langsung googling. Bisa dibilang parnoan. Kalau sakit ringan misal hanya flu, demam, saya tetap saja bukan hape. Padahal ini anak ketiga, pastinya sudah lebih berpengalaman. Tapi demi merasa nyaman, saya googlinglah.


11 Tahun Setelah Chrisye Pergi, Adakah yang Menggantikan Posisinya


Foto: Google

Siapa yang tak kenal Chrisye. Penyanyi lawas dan seorang legenda di dunia musik. Mendengar suaranya, orang pasti tahu kalau itu Chrisye sedang bernyanyi. Saya termasuk beruntung, bisa bertemu dan wawancara Chrisye di masa hidupnya. Ketika masih menjadi wartawan di Harian Rakyat Merdeka, saya beberapa kali hadir dan wawancara perihal proses kreatif lagu-lagunya.
Saya juga beruntung bisa menyaksikan beberapa konsel Chrisye di Jakarta dengan panggung dan tata suara yang mewah.

Yang menjadi ciri khas Chrisye adalah, mau panggung semegah apapun atau semewah apapun, gesture tubuhnya yang kaku tetap saja dia berdiri di satu titik itu sampai lagu selesai. Jika pun berjalan, hanya seputar di depan panggung saja, dan senyum sekilas. Itulah Chrisye, penyanyi apa adanya, nggak neko-neko, pribadi yang tenang, seperti tanpa emosi dan nggak merasa dia seorang legenda musik di Indonesia.

Lagu-lagunya nggak pernah kehilangan kharismanya meski telah 11 tahun Chrisye ‘pergi’, meninggalkan 'warisan' yang  nilainya tak bisa dinilai dengan uang. Sampai sekarang saya masih mendengarkan lagu-lagu Chrisye, terutama ketika menyetir mobil sendiri. Lagu-lagunya dengan lirik yang memesona dan suaranya yang jernih, lumayan bikin adem ketika menyetir di siang hari yang panas. 
Foto: Google

Traveling Anti Mainstream ke Lombok (2)


Hehehhe, padahal nggak ada niat bikin tulisan ini bakal berseri. Pas endingnya menggantung, dan ternyata responnya pada penasaran, yaudah deh gue terusin ceritanya.

Baca: Cari Air Minum Gratis di Singapura

Belakangan, pas jadi sering traveling sendiri (maksudnya tanpa ada undangan untuk kerja gitu), ada aja drama yang bikin deg-degan. Sejak drama menghebohkan di Kuala Lumpur, baca di sini, gue jadi deg-degan terus kalau ada kejadian di luar expetasi. Lalu gue membatin sendiri (secara gue orangnya ceroboh), apa yang salah ya? Apakah ada yang kelupaan? Apa lagi sih ini?

Nah, kejadiannya sama ketika tiket pulang dari C*t*l*nk gue dibatalkan karena nggak ada penerbangan hari itu. Untuk yang belum baca kejadian pertama, baca di sini. Jadi setelah gue kontak direct ke petugasnya berhasil, dia menjanjikan gue bakal dapet penerbangan dengan B*T**k. Tapi sampai malam, gue hubungi dia untuk conform susah banget masuknya. Telpon nggak diangkat, telpon kantor C*t*l*k nggak diangkat juga (anehkan, padahal itu kantor, masa nggak ada operatornya?), SMS nggak dibales, email juga sama.

Gue jadi suuzon apakah mereka berkonpirasi supaya gue nggak dapet penerbangan pengganti? (hehehe kebanyakan nonton film detektif). Kenapa semua jalur komunikasi susah banget masuknya. Padahal semua temen seperjalanan, udah janjian mau ke Gili Terawang Senin paginya, lalu Selasanya ada yang lanjut ke Bali dan Pinky Beach. Jadi gue gimana dong?

Nggak mungkin juga ikut mereka. Pertama ijin pak suamik cuma ampe hari Senin. Ada si bontot di rumah yang tiap video call bikin kangen, lalu banyak tanggung jawab sebagai emak yang menanti.


Setelah deg-degan hampir malam gak ada kabar, eng ing eng... tak lama masuk SMS yang memberikan kode booking. Phuiihh..gue lega. Supaya bener itu kode bookingnya, gue pun langsung mencoba check in online ke B*t*k , Alhamdulillah lancar jaya. Gue udah dapet nomor kursi di penerbangan.

Berpisah

Senin pagi, yang pingin ke Gili Terawang udah siap-siap pergi, ada Elf yang menanti mereka. Gue pun sendiri di penginapan (eh ada sih Trio Guru Sulawesi itu yang nggak ikut karena ada penerbangan sore).

CARI AIR MINUM GRATIS DI SINGAPURA


Baru beberapa hari lalu pulang dari Singapura, berasa banget air minum itu penting di tengah panasnya cuaca di Singapura. Menurut gue, lebih panas Singapura dibanding Jakarta.

Baca: Traveling Anti Mainstream ke Lombok

Kalau di Jakarta beli air mineral gampang banget, bertebaran warung-warung dipinggir jalan. Harganya pun terbilang murah, ada yang 3000, 4000 malah air mineral merk gak beken bisa cuma seribu. Lalu berapa air mineral di Singapura sebotol yang ukuran 600 ml?

Hohohohoho, you know lah, nilai dolar Singapura sekarang terbilang gede. Nyaris menyamai dolar Australia. Kaget juga pas nuker dolar Singapura udah di angka 10500. Pada 2010 gue ke negri Singa itu belum nyampe 7000.

So, lumayan kan irit Rp 10500 kalau bawa botol sendiri, mending uangnya bisa untuk naik MRT atau nambahin jajan bahkan bisa berlebih kalau beli es krim roti di Orchard Road atau juice di Bugis Junction yang cuma 1 SGD.

Jadi kalau lagi hoki bisa tuh dapet 1 SGD sebotol air mineral di Singapura. Tapi kalau tempat lain, kayak Sevel bisa 1,80 SGD.

So, daripada beli dengan harga mahal, gue mengakalinya dengan membawa botol dari rumah dalam keadaan kosong. Atau bekas botol air mineral di hotel gue bawa, pas ketemu tempat air minum, langsung deh diisi.

Menulis dengan Cinta ala Dini Fitria


"Menulis dengan Cinta bersama Dini Fitria"
Begitu flyer yang saya lihat di Instagram dan Facebook Komunitas Indonesian Social Blogpreneur.
Siapa ya Dini Fitria, begitu saya membatin, ketika sekilas membacanya. Lalu terlupakan.

Tak berapa lama para blogger heboh membahas hasil worksop tersebut, bahkan ada pemenang tulisannya. Sayapun kepo.

Beberapa hari kemudian muncul lagi flyer yang sama, tapi kini dengan embel-embel batch 2. Saya mulai tertarik lalu mendaftar.  Ternyata, nama saya sebagai salah satu peserta yang terpilih. Baru deh saya browsing siapa Dini Fitria itu.

Cara Belanja Murah Kain Tenun di Lombok



Beli kain tenun khas suatu daerah susah-susah gampang. Kalau nggak ngerti dan nggak ke tempat pembuatannya langsung, bisa-bisa dibohongin. Pasalnya kalau dari foto, semua kain tenun terlihat sama ajakan.Tapi yang menentukan adalah ketika menyentuhnya.

Baca juga: Traveling Anti Mainstream ke Lombok

Gue cuma mau sharing sedikit soal kain tenun di Lombok, terutama soal harga. Jujur aja, gue nggak ahli soal kain tenun, ini cuma sharing aja.



Jadi belum lama ini gue ke Lombok, karena berangkat sendiri (nggak selalu dengan teman serombongan), gue masuk ke Desa Sade Lombok sendiri. Udah taukan bagaimana Desa Sade yang penghuninya didominasi dengan mencari uang lewat menenun. (khusus soal Desa Sade ntar gue tulis sendiri ya).

1. Desa Sade

Belajar menenun dong...kliatan udah jago kan
Desa Sade terletak di pinggir jalan, tepatnya berada di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.  Dari pinggir jalan sebelum pintu masuk Desa Sade aja udah ada penjual kain tenun, tepatnya di samping pintu masuk. Lantaran pengunjung langsung masuk ke dalam, dagangan penjual di pinggir jalan ini justru nggak laku.
Setelah selesai menyusuri Desa Sade gue keluar, tetiba seorang ibu menawarkan gue bahan tenun dengan harga murah. Dia menyodorkan kain itu. "Ini murah saya kasih Rp 200 ribu, nggak ada yang datang ke sini, jadi saya kasih murah," katanya dengan wajah memelas.

Traveling Anti Mainstream ke Lombok


"Cara terbaik menghargai diri sendiri adalah salah satunya dengan traveling , tak hanya memberikan rasa riang tapi juga rileks. Traveling juga menciptakan energi kreatif, juga  kado manis untuk diri sendiri."

Kenapa gue tulis anti mainstream? Karena traveling kali ini gue merasa beda dari traveling sebelumnya yang pernah gue lakuin. Biasanyakan liburan itu ke tempat yang banyak turisnya, tempat wisata, hotel yang nyaman, makanan yang gampang didapet. Yah bisa dibilang traveling cantiklah.

Baca Juga: Pengalaman Berkunjung ke Pabrik Mitsubishi Xpander dan Test Drive

Nah, traveling ini bisa dibilang buat gue anti mainstream. Tapi gue heppi, karena memang yang kayak gini yang gue mau. Ke pelosok daerah,  dan jarang ada turis. Masih natural, alami. Jikapun suatu saat berkunjung ke sebuah negara, misal Amerika, Inggris, Denmark, Swedia, Turki, dll (Amin Ya Allah), dengan senang hati gue lebih memilih ke desanya. Nggak melulu kota besar yang sering dipake sebagai lokasi syuting film-film Hollywood. Yegak.

Jadi gini ceritanya nih genks...

foto: aal
Awalnya ada seorang teman yang memberikan informasi bahwa acara Festival Budaya Homestay Lombok mengundang siapapun yang bersedia datang dengan fasilitas makan dan homestay gratis, kecuali tiket pesawat. Mendengar Lombok, lalu ada budayanya, pikiran gue langsung melayang.  Alarm traveling di badan gue udah mulai berdering-dering, tanda minta harus pergi.

Gue yang emang udah gatel banget pengen traveling lagi, mencoba browsing dulu soal tiket pesawat. Kalau mahal kebangetan, gue juga nggak mau. Kaget juga sih, cuma Rp 500 ribu -an. Tadinya gue berfikir bakal nyampe Rp 800 ribu an, nggak beda jauh sama tiket ke Bali. Ternyata Lombok lebih murah lho.

Lalu gue kontak PIC nya, dan dikasihlah ittin serta mepo.

Kenapa gue mau terima tawaran ini?

1. Lombok. Gue nggak pernah ke Lombok, cuma mendengar lebih indah dari Bali, You know what, ketika mendengar kata Lombok yang ada dalam pikiran gue itu acara bakal di pantai, laut dan sekitarnya. (nantikan kisah di bawah yah, hahaha)

2. Acara kebudayaan, pasti menarik karena bakal mengulik hal unik, tradisi dan kebiasaan masyarakat sekitar.

3. Gratis makan dan nginap, heheheh

4. Ketemu temen baru

5. Me time. Healing my soul, emak butuh piknik you know, Lolsss.

foto: aal
Oke, sip. Gue cuma berbekal ransel kecil dan koper kecil. Sebenarnya sih tadinya mau pake ransel thok, tapi gue sadar umur layaaa.. Nggak kayak jaman sekolah dulu rela bawa ransel lebih tinggi dari badan gue, terus pake naik turun gunung segala dengan gagah perkasa.

Nggak kebayang, abis pulang dari Lombok, bahu gue benjol kepegelan karena bawa ransel besar. Hiks

The Power of Quotes Si Emak

Foto: AAL

Apa kalimat atau quotes yang menjadi pemecut keberhasilanmu? Dan bangkit dari rasa terpuruk?


"Semua yang terjadi di dunia ini atas izin Allah, dan selalu yakin ini pasti akan ada hikmahnya."


Langsung deh merasa tenang, dan biasanya saya kemudian menganalisa sendiri atas sebuah kejadian, lalu meraba-raba, mungkini yang Allah inginkan dan ini tentu untuk kebaikan diri sendiri.

Kalau terus-terusan mengeluh dan menyalahkan, gak bakal selesai, meskipun saya masih khilaf suka nggak bersyukur.

Saya cuma mau sedikit sharing soal 'kalimat-kalimat' sakti yang diucapkan untuk ketiga anak di rumah. Anak saya laki tiga-tiganya, banyak yang bilang anak laki beda sama anak perempuan (sepertinya). Anak laki lebih baperan, anak laki lebih seneng santai dibanding anak perempuan yang sering bantu ibunya di rumah, anak laki lebih seneng main games, beberapa perbedaan lainnya.

Meski ada juga yang bilang, "ah jaman sekarang mah anak laki sama aja sama anak perempuan."

Entahlah, bisa jadi.

Ketika Merasa Minder, Lakukan Hal Ini Aja



Kalimat rendah diri, dan menyiksa diri sendiri kadang jadi sugesti sehingga memicu untuk tidak menghargai diri sendiri. Atau bisa jadi, perkataan orang lain yang merendahkan terbawa oleh kita sehingga kita merasa seperti itu (kalau ketemu orang kayak gini mending menjauh).

Kalimat kayak gini pernahkah ada di dalam pikiran kita ketika rasa percaya diri berada di titik nol. Misal, "siapa sih gue? cuma remahan rempeyek." atau "Gue tuh nothing!" "Gue nobody!"

Pernahkan? Ketika kita merasa di posisi berada di paling bawah kasta kehidupan (hahahah..kayak kalimat sinetron).

Kalau gue? Pernah bangeeettt..

Meski dari luar gue terlihat cuek dan tegar (tsaahh lagunya Rosa), tapi yang namanya manusia biasa, pernahlah berfikir tentang diri sendiri yang minder. Menurut gue sih wajar. Yang namanya manusia nggak melulu merasa bahagia dan percaya diri. Bahkan seorang artis kelas atas pun, pernah merasa di posisi itu. Nggak percaya? Percayain aja, gue gitu lochh yang tau kehidupan artis ampe ke dalem-dalemnya (sotoy).

Pengalaman Berkunjung ke Pabrik Mitsubishi Xpander dan Test Drive

Foto: AAL

Kaget juga ketika diundang untuk datang ke acara Mitsubishi yang tentunya untuk para blogger Otomotif. Apalagi acaranya adalah membedah pabrik pembuatan mobil Mitsubishi Xpander di kawasan industri GIIC Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.

Sebelumnya saya juga pernah menulis pengalaman mengemudi bersama Mitsubishi Xpander, baca di sini:

Pengalaman Cantik Bersama Mitsubishi Xpander

Pada Rabu 7 Februari 2018 lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), di kawasan industri GIIC Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.

Tempatnya luas banget, 30 ha

Bahkan ada sesi test drive dengan track khusus didampingi oleh trainer untuk menjajal kemampuan Xpander. So genks, saya ceritain dulu nih dari awal.

Foto: AAL

Pada siang hari, saya dan beberapa teman blogger tiba di pabrik Mitsubishi Xpander dan langsung diarahkan ke dalam ruang conference. Ternyata di dalam sudah penuh oleh teman wartawan, dan teman komunitas Mitsubishi XPander Club Indonesia. Keren ya, mobilnya baru diluncurkan hitungan bulan, tapi udah ada komunitasnya yang solid.

Foto: Istimewa

Awalnya, kita dibagi dalam sejumlah kelompok yang masing-masing dipimpin oleh seorang guide.  Kelompok digiring menuju ruang stamping untuk memulai acara plant tour tersebut.

1. Stamping
Masuk ke dalam saya takjub juga sih, bagaimana lempengan baja yang di press untuk dipakai pada panel body. Ada untuk pintu, kaca depan dan belakang. Di sini seluruhnya nyaris menggunakan robot, karena katanya robot mampu melakukan 10 stroke per menit. Pekerja manusianya menyapa kami lewat senyum yang berdiri berjejer di pinggir, sangat sopan dan ramah. Malah, saya yang emang gatel kalau nggak bertanya gitu, mereka jawab dengan jelas dan cepat (secara kita harus jalan terus).

2. Welding
Lalu naik bus lagi sebentar, kita turun di ruangan welding yang nggak gitu jauh. Nah di bagian ini kita melihat proses pengelasan mobil sebelum dicat. Meski yang saya lihat satu line hanya bisa dilakukan pada satu mobil, tapi manusianya (yang tentu juga dibantu robot) bekerja cepat dan seirama. Mereka malah saya lihat seperti robot saking cepatnya hahaha, mereka sempat senyum lho sama kita yang lewat padahal lagi sibuk.

3. Assembling
Di sini, Xpander udah keliatan kece dan gagah. Pokoknya sudah kinclong karena sudah melewati proses painting dan tinggal melakukan finishing. Saya jadi ngayal melihat warna Xpander yang beragam, ada merah, putih dan hitam. Saya mah pilih hitam aja deh, kayaknya gue banget (Lols, ngimpiii).

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Apakah Ciri Khas Blog Pengaruhi Branding?



Kalau ditanya apa isi blog lu? Saya akan jawab.. campur-campur. Yes,  I'm going to write about everything. I'm a lifestyle blogger.

Ketika menjadi wartawan, desk saya hanya seputar film, musik, sinetron, fashion, artis, dan hal yang berbau entertainment lainnya. Salah satu keinginan saya memiliki blog adalah saya bisa menulis apa saja yang menurut saya menarik dan bermanfaat.

Saya bisa menulis parenting (apalagi si bontot masih balita), saya bisa menulis kesehatan, saya bisa menulis soal belanjaan yang menjadi kesibukan para emak, dan kategori terbaru di blog saya adalah, saya bisa menulis otomotif meski saya nggak ngerti amat soal mobil.

Buku Aplikasi Pencari Rezeki, Ketika Rezeki Datang Tanpa Diduga




Bicara soal rezeki, pasti semua orang fokus kepada materi, padahal rezeki bukan melulu soal uang, tapi juga kepada keberkahan hidup, anak-anak yang soleh dan solehah, kehidupan yang nyaman, suamik yang bertanggung jawab, tetangga yang siap membantu, dan banyak faktor lainnya.


"Dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah akan melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu." QS. At-Talaq: 3


Saya senang banget ketika diberi buku Aplikasi Rezeki lalu membacanya. Sebanyak nyaris 200 halaman, di semua lembarannya berisi kalimat yang sangat baik dan positif. Kalima-kalimat motivasi bagi orang yang sabar menanti rezeki yang datang.

Di lembaran awal (halm: 13) saya lumayan terkesima dengan tulisan mengenai sholat lima waktu yang terkait dengan warna alam serta sifat dan karakter manusianya. Dalam hadist disebutkan "Amalan yang paling baik di dunia ini adalah sholat tepat pada waktunya."


Ini saya tuliskan:


Dibalik Kesulitan Pasti akan Ada Kemudahan, Life is a Circle


Foto: AAL

Assalamualaikum,

One day one post day 3...

Hidup itu nggak ada yang sempurna. Hidup itu naik turun, kadang berada di bawah, kadang berada di atas. Life is a circle.

Baca juga: Reuni itu Banyak Manfaat atau Mudharatnya

Ada banyak kejadian di dalam kehidupan ketika kita di posisi atas dan banyak pula kesedihan ketika berada di bawah. Itu udah fitrahnya kehidupan. Namun, yang namanya manusia, meski udah menyadari hal itu, tetap saja kadang lupa untuk bersyukur.

Beberapa tahun lalu...

Saya merasa sangat beruntung dan banyak mendapatkan rezeki itu ketika mengenal seorang konglomerat sekaligus politikus. Waktu itu saya dikenalkan oleh bos saya di kantor, kebetulan konglomerat ini sedang membutuhkan infotainment untuk meliput pernikahan putranya yang mewah dan tentu mahal.

Saya yang sedang asik meliput film, di telpon pak bos untuk datang ke kantor si konglo ini. Langsunglah saya ngacir. Ini pertama kalinya ketemu seorang konglo bukan kapasitas saya sebagai seorang wartawan dan narasumber.

Komentar pertama ke konglo itu dia seperti raja. Omongannya nggak boleh dibantah, harus manut dan nurut, dan apa yang dia inginkan harus dapat. Sejak itu berturut-turut saya diberi proyek oleh konglo ini. Mulai dari soft opening hotelnya di Bali, lagi-lagi saya harus membawa infotainment.

Lalu saya diberi proyek pembuatan buku, dan masih banyak lagi. Saya jadi diberi kemudahan datang ke rumahnya di malam hari, ketika si pak konglo ini dalam keadaan santai. Saya berada di tengah keluarganya yang sedang berkumpul (jadi tahu, orang setajir apapun, sehari-harinya nggak jauh dari kita kok, meski rumahnya segede istana).  Alhamdulillah, saat itu penghasilan saya (di luar gaji) terbilang lumayan besarla.

Itu bisa dibilang saat saya berada di atas ya.

Reuni itu Lebih Banyak Manfaatnya atau Mudharatnya


foto: google
Assalamualaikum,

ODOPFeb18 hari kedua ini, eng ing eng...

Reuni? Biasanya kalian dateng nggak kalau reuni?

Banyak orang yang semangat banget jika datang undangan reuni. Apalagi jika di dalam grup reuni itu ada mantan pacar, waduh bisa semangat 45 dan rajin memilah-milah baju yang bakal dipakai.

Weiitt...tunggu dulu. Inget pasangan di rumah! Jangan baper kalau reuni.

Nah, ini yang menjadi pertimbangan saya belakangan ini untuk datang ke reuni sekolah, entah SMP, SMA atau teman kuliah.

Sejak resign dari kantor dan memutuskan menjadi freelancer, tentu banyak waktu luang, meski kesibukan domestik sebagai IRT gak bisa juga dibilang luang. Saya beberapa kali datang ke majlis taklim, sehingga mengubah sedikit mindset saya soal reuni.

Pak ustad mengatakan, datang ke reuni lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya. Masa sih? Nih kita tengok omongan beliau.

1. Ketemu mantan pacar sehingga menimbulkan debar-debar asmara yang sudah berlalu puluhan tahun lalu. Ini bisa menimbulkan selingkuh hati atau jalan menuju perselingkuhan.

2. Jadi ngomongin orang. Secara nggak langsung, ketika reuni kita pasti menanyakan kabar teman lain, dan tentu bisa dijadikan bahan obrolan seru. Apalagi jika teman itu bercerai, selingkuh, atau jadi miskin dan bermasalah lainnya.

3. Ajang pamer dan riya. Tanpa disadari, ketika datang ke reuni, tentu kita akan memperlihatkan kesuksesan dan keberhasilan kita dong, bisa lewat kendaraan yang dibawa, penampilan yang semakin membahana juga keberhasilan dalam bekerja.

4. Menimbulkan minder. Nasib nggak ada yang tahu, kehidupan setelah sekolah yang tidak sebaik dulu, tentu menimbulkan minder dan tak percaya diri apalagi jika teman-temannya jadi tajir melintir.

Tapi, dibalik kekurangan pasti ada kelebihannya dari sebuah reuni, ini menurut saya.

1. Jadi lebih bersyukur. Setelah bertemu teman lama, tentu kita bisa lebih bersyukur karena mungkin kehidupan kita lebih baik dari teman lain, lantaran saat di masa sekolah dia orang yang popular, pintar dan cantik.

2. Saling membantu. Untuk teman-teman yang berhasil serta sukses, bisa membantu teman yang kesusahan dengan cara urunan uang. Atau memberikan lowongan kerja kepada teman yang nganggur, atau bahkan bisa dicarikan jodoh untuk yang jomblo.

3. Mengenang masa-masa indah di sekolah sehingga menimbulkan semangat baru.

Kalau saya pribadi ketika memutuskan untuk datang ke sebuah reuni, dilihat dulu apa yang paling urgent. Kalau misal dari reuni itu isinya teman-teman yang aktif kontak dan kadang beberapa dari mereka sering hang out bareng, biasanya saya skip.

Ada yang Nyebelin? Ini Cara Berdamai dengan Diri Sendiri ala Aal

foto: Google
Assalamualaikum..

Ini hari perdana saya ikutan ODOP018 (one day one post) yang diadakan oleh komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB). Tantangan banget dan saya serasa dipecut supaya jadi rajin isi blog. Selama 2 minggu saya mencoba konsisten untuk mengisinya, di blog yang ini dan satunya lagi (www.aliafathiyah.wordpress.com)

Lalu temanya adalah,

Bagaimana caranya berdamai dengan diri sendiri ketika kesal dengan seseorang dan tidak terjadi kebencian?

Baca juga: Cara Daftar Haji di Kabupaten Tangerang

Saya selalu berusaha melihat tiap manusia itu unik. Bisa dibilang saya tipe orang yang bisa (semoga) menerima pandangan, pikiran dan kritik serta saran orang lain yang berbeda. Bebaslah orang mau ngapain aja, yang penting jangan rese sama gue, begitu prinsip saya. Hehehehe

Yang namanya bersosialisasi, tentu kita menemukan banyak karakter orang yang suka seenaknya. Biasanya, jika saya menemukan karakter orang yang nggak cocok, saya langsung deh ambil jarak. Itu terjadi setelah beberapa kali ketemu, jalan bareng atau komunikasi. Alhamdulilah, saya dikasih Allah insting yang lumayan ketika interaksi dengan seseorang. Jika perasaan ini bawaan nggak nyaman aja deket orang itu, itu tandanya dia ada 'perasaan' beda ke saya. Dan benar saja, nggak lama masuk ke kuping kalau dia ngomongin saya di belakang.

Saya mah sebenarnya nggak mau perduli, soal orang ngomongin saya di belakang. Itu urusan dia sendiri, dia ini yang dosa ngomongin gue, malah dosa gue makin berkurang karena diomongin, hihihihi. ( kesannya egp banget yakss).

Yup. Nggak sedikit yang bilang saya orangnya cuek. Dalam artian bukan cuek nggak ada empati sama orang. Wah, saya mah malah paling nggak tega kalau ada orang yang susah, biasanya yang tau 'aslinya' saya ini sahabat yang kenal saya belasan tahun.

Saya cuek sama orang yang rese.

Dari berberapa pengalaman yang nyebelin, dan akhirnya ada yang jadi putus pertemanan atau nggak bicara samsek (baca: sama sekali), saya pilih cerita satu ini.

Jadi gini, yang namanya di lingkungan kerja, ada aja yang sirik kan. Apalagi saya, kerja sebagai wartawan yang selalu menghabiskan waktu di lapangan ketemu banyak wartawan lain dari media berbeda. Di antara mereka tentu ada yang merasa cocok dan berteman ikrib. Sama yang ikrib ini pada akhirnya berteman yang menjurus sahabat. (saya akan bilang sahabat ketika kita konsisten berteman secara baik, kontinyu komunikasi dan sudah saling curhat selama bertahun-tahun. Alhamdulillah sampai sekarang sahabat dari SD, SMP, SMA dan kuliah masih ada).

Nah, ada nih satu wartawan cewek. Menurut saya sih orangnya asik, kalau cerita seru, link nya menakjubkan. Nyaris semua artis musik dan film dia kenal, produser, sutradara, petinggi terkait dengan liputan, dia akrab. Cerdas, pinter, alhasil kerja jadi bos terus di kantornya. Selalu mendapatkan kesempatan liputan ke luar negri terus, karena link nya bagus.

Awalnya saya ikrib dengan dia. Liputan bareng, sering ngobrol, entah kenapa lama kelamaan berasa nggak nyaman. Dia nge-bossy, nyuruh-nyuruh kesannya saya orang bagian disuruh, dan dia mengatur saya ini dan itu. Ketika alarm di badan gue berbunyi tanda ketidaknyamanan, itu artinya saya harus menjauh.

Perlahan tapi pasti saya menjauh. Entah salah apa, tetiba banyak aja masuk ke kuping kalau dia ngomongin saya di belakang. Kalau saya bikin status di Facebook, komentarnya sering nyelekit. Kesannya dia yang paling pintar, paling bener (manusia itu tempatnya salah, yang benar dan sempurna itu hanya Allah SWT) lalu membandingkan dengan yang lain. Saya itu nggak mau bikin hati ini rusak karena satu orang, akhirnya saya unfriend dia dari list FB. Males bangetkan hari-hari jadi bete gegara baca komen dia di FB. Yegak.

Buat saya, kita sebagai manusia, sangat punya pilihan, hidup seperti apa yang kita inginkan. Teman seperti apa yang ada di lingkungan kita. Jangan karena nggak enak, atau takut nggak ada teman lagi, kita tersiksa berteman dengan dia. Wah, kasian banget kalau ada yang kayak gitu. Masih banyak orang lain yang baik dan mau berteman dengan kita di luar sana. Setuju yes?

Pandangan saya itu mungkin terkait dengan masa kecil saya yang bisa dibilang mandiri ya, prinsip nggak mau tergantung orang lain. Jadi ketika besar, saya nggak mau tuh ada di lingkungan pertemanan yang nge-gank, kesannya kita paling baik, genk lainnya nggak. Semua orang punya kelebihan, jadi jangan remehkan kemampuan orang lain. (Udah kayak motivator belom?).

Balik ke sini.

Nah, saya masih sering sih ketemu dia di liputan, dia udah dapet temen genk baru, pokoke paling happening karena bisa dekat dengan artis terkenal, (sekarang justru mantan temen-temen dia menjauh dan semua buka kartu soal dia dulu hohohoh).

Genks, sebenarnya saya mau lupain ini lho. Tapi nggak apalah untuk jadi pelajaran, siapa tahu ada yang senasib sama saya yes.

Dunia wartawan itukan kecil ya. 4L: lo lagi lo lagi. Mau pindah desk liputan, mau pindah arah liputan, tetap aja ketemu itu lagi-lagi. Nah, pada suatu ketika, seorang produser musik yang kondang menggelar pengajian khusus untuk wartawan dan artis.

Tiap jumat malam, semua wartawan hiburan kumpul, juga banyak musisi terkenal macam Ahmad Dhani, Armand Maulana, Maia Estianty (dulu blom cerai), Ikang Fauzi, Ussy Sulistyawati, Ari Lasso, dan masih banyak lagi.

Setelah ngaji berjalan lama, produser itu memberikan 15 wartawan untuk umroh gratis (hebat ya, sayangnya sekarang nggak ada lagi pengajian). Nah, dia nih yang memang dekat banget sama si produser kebagian memilih wartawan untuk umroh. Dan sudah bisa ditebak, dia melewati saya. Padahal, banyak yang ngomong, tadinya saya masuk list.

Sudahlah, itukan tergantung dari rejeki dan amal solehah masing-masing orang. Hahahaha, jadi amal saya masih belum cukup.

Itu baru kasus pertama. Ada lagi nih kasus kedua.

Sebuah production house (PH) ternama kerjasama dengan sebuah film religi besar. Saat itu si PH membuat kuis di mana pemenangnya akan pergi umroh gratis. Untuk acara tersebut tersebar ke masyarakat, tentunya harus ada wartawan yang ikut umroh sekalian meliput serta dimuat di medianya. Lalu keluarlah dua nama, saya dan teman saya lainnya.

Entah kenapa humas PH malah diskusi sama dia, dan bertanya siapa yang enak diajak umroh. Bisa ketebak kan jawabannya apa?

Saya dapat info ini langsung dari temen saya yang akan diajak umroh itu. Saya cuma tertawa dan kasiah sih, kenapa dia segitu bencinya sama gue? Dosa gue apa coba sama dia? Yang bikin kesel, dia pakai ngejelekin saya di depan humas PH itu. "Aal gini orangnya..aal tuh suka begitu lho.. bla bla blaaa..."

Tapi Allah Maha Adil sodara-sodaraku sebangsa dan setanah air.

Pada suatu hari yang cerah, Alhamdulillah nama saya keluar sebagai penerima umroh gratis dari kantor. Masya Allah saya bersyukur, impact orang dizolimi. Selain umroh, saya juga dapat uang saku dari seseorang yang jumlahnya fantastis. Bersyukur berkali-kali.

Semoga teman saya ini bisa menemukan seorang sahabat, yang benar-benar sahabat, yang bisa membuatnya intropeksi.

Dia tetap dengan kehidupannya yang menyenangkan, banyak link, banyak uang, kerjaan beres, tapi gue yakin di dalam hatinya yang paling dalam dia kesepian. Nggak ada sahabat dan nggak ada keluarga.

Tips :
1. Jika tidak nyaman dengan seseorang dan telah melihat kebanyakan ruginya, mending menjauh dari orang itu.
2. Jangan terperangkap dengan seseorang yang merugikan diri kita sendiri.
3. Jika ada yang menzolimi, doakan kalau orang itu bakal mendapatkan yang dia inginkan
4. Sendiri itu bukan berarti tidak ada teman
5. Doa orang dizolimi itu langsung diijabah lho sama Allah SWT.

Note: Maaf ya yang berasa sama tulisan gue ini, nggak ada maksud apa-apa, ini sebagai share pengalaman aja ke orang lain.  No hard feeling to anyone. Peace.

Semoga bermanfaat

AAL


Cara Daftar Haji di Kabupaten Tangerang

Throwback umroh 2011...Labaikallahumma labaik... (abaikan wajah saya yang bluwek ya, fokus aja ke atasnya)

Alhamdulillah, setelah sekian lama menunggu dan berharap, akhirnya saya bisa juga daftar haji, meski harus menunggu sampai 20 tahun. Serius? Yes! Saya mendapatkan porsi di tahun 2038, entah sudah umur berapa, hiks. Semoga saya dipanjangkan umur dan bisa pergi haji dalam keadaan sehat walafiat, Amin Yra.

Baca: Belanja Murah di Kuala Lumpur

Sebelum daftar haji ini, saya sudah browsing bagaimana prosedurnya untuk Kabupaten Tangerang. Nyaris, semua yang saya baca tidak memenuhi harapan, karena kurang detil. Lantaran itulah saya memutuskan untuk menulis pengalaman saya ini di blog, semoga bisa membantu dan bermanfaat ya.

Awalnya, saya lebih dulu datang ke bank Syariah. Saya memutuskan memilih Bank  Syariah Mandiri, bukan alasan khusus. Karena posisi Bank Syariah Mandiri lebih dekat dari rumah dibandingkan Bank Syariah lain yang ada di kawasan Gading Serpong.

Saya bertanya-tanya ke bagian costumer service bank, persyaratan apa yang harus saya penuhi. Lalu si embak yang ramah dan sopan itu memberikan saya secarik kertas untuk membawa data lengkap dan foto dengan backgorund putih (sama sih sebenarnya sama foto waktu umroh beberapa tahun lalu).

Jadi saya harus foto dulu dan mencetaknya sebanyak 33 lembar. Foto untuk bank diambil sebanyak 3 buah, sisanya untuk Kemenag. (Tapi pada akhirnya kepake juga sedikit, foto saya sebanyak lebih dari 10 lembar dikembalikan. Entah kenapa).

Cek kapan haji di sini (kok website kemenag pake blogspot si *salfok)

Soal foto, saya sempet bingung nih. Soalnya kakak yang pernah daftar haji duluan mengatakan kalau foto di Kemenag. Dan jumlah segitu katanya kebanyakan. Lalu saya konfirmasi ke mba costumer service bank, katanya ini peraturan baru jadi foto sendiri. Lumayan banyak juga yang harus dipenuhi sebanyak 33 lembar (ukuran 3x4 dan 4x6) untuk bank dan Kemenag. Dan ternyata yang dibutuhkan memang nggak sebanyak itu. Sedangkan soal biaya foto, habislah sekitar Rp 65 ribu. (jangan foto di mal, lebih mahal. Mendingan di cari di ruko-ruko aja).

Persyaratan untuk ke Bank:
1. Buka tabungan haji mabrur dan isi sebesar Rp 25.100.000. (seratus ribu untuk jejaga supaya saldo nggak nol, karena 25 juta akan disetorkan ke Kemenag).
2. FC KTP
3. Foto 3X4 = 5 lembar (background putih dan tampak wajah 80%).

Belanja Murah di Kuala Lumpur


Beberapa minggu lalu gue me time ke Kuala Lumpur, niat awal sih cuma pingin cari suasana baru aja dan refresh otak. Emak butuh hiburan toh?

Niat awal emang cuma mau liburan, tapi pastinya soal belanja nggak bakal ketinggalan dong. Apalagi gue barengan sama emak-emak yang doyan belanja banget. Gue kuatkan iman dan berdoa kenceng supaya nggak tergoda oleh setan-setan yang terkutuk.

Tapi namanya  emak,  fitrahnya doyan belanja susah juga yaaa...

Baca jugak: Keceblos Jadi Solo Traveler

Nah, di sini gue ke beberapa lokasi yang ternyata tempat belanja murah. Kebetulan seorang teman seperjalanan gue, punya temen yang udah bermukim lama di Kuala Lumpur. Jadilah kita diberi petunjuk tempat belanja murah meriah mewah di KL. Ini catatan gue, yang menurut gue dari list paling murah dulu ampe yang mahalan:


1. Plaza GM
Lorong Haji Taib 5, Chow Kit, 50350 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia

Dari luar sepi, karena gue datengnya jam 10 pagi (Lols..). Bangunannya standarla, kayak ITC, gedung sekotak. Berbeda dari mal ITC di Jakarta yang memberikan tempat parkir luas, kalau Plaza GM, kita melangkah masuk beberapa meter sudah banyak toko. Kalau mau parkir di pinggir jalan, kalau gue pakai Grab Car,  sharing cost sama temen.


Plaza GM lebih banyak berjualan parfum, jam tangan, alat-alat kosmetik, asesoris, tas, dompet dan barang-barang lucu lainnya. Harganya? Murah banget. Dari hasil gue ngobrol sama si embak-embak yang jaga (dari Indonesia, kerjanya juga di ITC made in KL hihihih). semua barangnya KW  keluaran China. Tapi mirip banget sama yang asli, dan muraahhh.

Gue kasih contoh nih, sebelumnya temen gue beli parfum itu 10 RM di toko sebelah hotel kita menginap, Sungai Weng Jalan Bukit Bintang. Pas di cek di Plaza GM bisa lho dapat 2 RM dengan merk yang sama. Tapi dengan catatan elo harus beli banyak, kalau beli satuan itu yang harga promo dan barangnya terbatas. Biasanya dipajang pas depan toko.

Yang lucu adalah ketika kita ke toko jam tangan. Si penjual mengatakan 12 buah itu harganya 15 RM. Wah murah banget dong? Para emak-emak ini langsung kalap pilih jam tangan, terutama merk QQ. Pas di cek lagi ternyata satuannya 15 RM dan harus beli 12 buah. Hahahaha baatttaaal....

Sama halnya ketika gue ke toko kosmetik. Semua merk kosmetik ada dan mirip dengan aslinya. Gue tertarik dengan lipstik merk Kylie (Kylie Jenner). Kan lagi nge-hits banget tuh. Harganya cuma 10 RM tapi harus beli 1 pak yang isinya 24 buah.