Saturday, September 9, 2017

(Review) Film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 2, Komedi Slapstik Absurd


Nyaris setahun film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 2 nongol lagi di bioskop. Gue tadi berharap, part 2 ini akan lebih baik dari yang pertama, ternyata....Bisa baca  resensi yang gue tulis Part 1, di sini.

Cerita di Part 1 berakhir ketika Dono (Abimana), Kasino (Vino Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) bersama Sophie (Hannah Al Rashid) berada di bandara Kuala Lumpur dan tasnya tertukar dengan seorang wanita berbaju merah. Akhirnya mereka mendapatkan petunjuk kalau wanita itu bernama Nadia (Fazura) seorang peneliti di sebuah laboratorium di Kuala Lumpur.

Singkat cerita mereka bertemu Nadia di sebuah pantai. Nah, di pantai pasti banyak  perempuan memakai bikini. Sang sutradara, Anggi Umbara sepertinya berusaha keras untuk menyelipkan cewek-cewek seksi, pingin dimiripkan dengan film Warkop DKI yang asli. Tapi gagal sodara-sodara!! Serius gagal! Malah terlihat maksain dan murahan.

Lalu serangkaian petunjuk mengarahkan mereka, ditambah Nadia ke sebuah pulau terpencil yang angker untuk menemukan harta karun.


Tau gak, sebenarnya perasaan gue udah nggak enak ketika film sudah sampai di adegan laboratorium. Mereka bertiga disuntikkan ramuan, lalu masing-masing berubah. Ada yang payudara membesar (Kasino), ada yang tangannya jadi kepiting (Dono) dan lari secepat The Flash (Indro).  Lalu mereka bermimpi menjadi ayam warna kuning terus joget-joget. Melihat itu, gue terkesima sendiri...ini film apa siii??

Ternyata feeling gue benar adanya. Setiap plot yang disajikan nggak jelas arahnya ke mana, yang penting dibikin selucu mungkin, itupun lucu slapstik. Absurd.

Dono, Kasino dan Indro di pulau seram itu berpencar untuk menemukan Sophie dan Nadia yang hilang. Dono harus bertemu dengan kuntilanak yang menggantung di pohon. Terjadilah percakapan antara Dono dan kuntilanak yang yang dialognya diulang-ulang.

Lalu Kasino bertemu dengan pohon-pohon yang bisa bergerak dan Indro harus mengahadapi beberapa pocong yang berbadan bersar serta bertato (apa sihh??).

Menonton part 2 ini seperti dipaksakan. "Pokoknya apapun yang terjadi film warkop DKI part 2 harus jadi! Gue nggak mau tau kisahnya kayak gimana?!" gitu kira-kira film ini akhirnya dibuat.

Sutradara dan Produser seperti kehabisan ide, mau dibikin apa lagi cerita ini? Mereka seperti asal comot dengan menyajikan film cerita nggak jelas begitu. Padahal, dibikin sederhana saja, nggak usah pake embel-embel tekhnik komputer yang teknologinya sangat kedodoran. Kenapa sih harus pake begitu kalau nggak bisa?

Jujur, gue kasihan sama Abimana dan Vino Bastian yang selama ini dikenal bermain film-film berkualitas yang akting serta kualitas filmnya bisa diadu di festival  luar negri. Okelah, mereka memakai nama besar komedian legenda Dono dan Kasino, tapi hasilnya kalau kayak gini, duh kasihan sama track record mereka selama ini. Kasian juga jadi memberikan dampak buruk bagi nama Warkop yang melegenda itu.

Selain itu gue melihat bagian Dono menurut gue pasif. Padahal kekuatan ada di Dono eh Abimana, baik dalam penampilan dan akting. Tapi porsinya sedikit, di sini karakter Dono dibikin lembut, selalu mengalah dan pasrah.


Selain itu, di beberapa adegan mereka selalu mengulang-ulang kalau film Warkop ini lebih baik dari sebelumnya, dan mereka merasa main film ini sebuah paksaan karena memperlihatkan kalau mereka sedang syuting film.

1.  "Supaya serem kayak film sebelumnya," kata Kasino merujuk pada film Setan Kredit.
2. Atau ketika di hutan, ada seorang kakek yang muncul dan complain soal sinar lampu. "Ini syutingnya udah bener belom?"
3. Lalu Kasino yang pake melirik dan ngomong ke kamera.

Masih adalah beberapa kayak gitu, tadinya menarik lama-lama jadi nggak ngerti maunya apa.

Gue berharap dimasukkan lagi karakter baru, tapi sampai akhir cuma Babe Cabita sebagai big boss. Atau Rhoma Irama, itupun ambil dari penggalan filmnya yang lama. Juga Suzanna dan Barry Prima, hanya cabutan adegan film mereka tahun 70-an yang jadul banget. Parodi dari Suzanna dan Barry Prima bisa ketebak nggak laku karena nggak dikenal remaja jaman sekarang.

Jika Part 2  mengecewakan seperti ini, gue nggak tahu apakah akan dibuat yang ketiga. Melihat banyaknya penonton feeling gue sih bakal dibikin sekuel. Gue barharap sekuelnya sangat-sangat lebih baik dan profesional.  Kalau nggak ngerti teknologi komputer di film, mending nggak usah pake deh. Serius. Garap aja bagian drama dan komedinya dengan layak.

AAL



Wednesday, September 6, 2017

Raisa-Hamish, The Lovely Couple


Raisa-Hamish menikah, medsos jadi heboh. Nggak cuma di Instagram yang timeline isinya mereka berdua, di Twitter dan Facebook juga banyak. Nah, ketika ada beberapa temen wartawan hiburan yang bikin status di Facebook soal cara peliputan dan pengamanan untuk wartawan, gue jadi tergelitik untuk menulis. Biasalayaaaa, gue ngincer viewers yang mampir ke blog gue. Kebiasaan! *Plak *ditimpukpakedolar

Jadi mohon kesabarannya, jangan ada yang baper, gue cuma mengungkapkan fakta saja yang menarik untuk dibaca. Tolong dibaca dengan hati bersih dan tulus seikhlasnya.


Para wartawan hiburan ini sudah mulai meradang ketika dikirim undangan dan peraturan jumpa pers. Merupakan hal biasa, ketika penyelenggara acara memberikan 'riders' banyak dan ribet. (Perasaan siapa yang butuh dan membutuhkan ya. Yang butuh publikasi supaya terkenal dan banyak duit, siapa coba??? *gayanyaDono).

"Kalau nggak disuruh kantor gue juga nggak mau," kata seorang teman yang jadi wartawan di sebuah tabloid wanita.

Jadi kebanyakan wartawan yang meliput disuruh kantor, karena melihat pembaca yang banyak banget pasangan sweet ini.

Nah, (ini hasil wawancara kecil-kecilan sama temen wartawan yang datang ke jumpa pers bagaimana situasinya), mereka pada KZL ketika nggak boleh melempar pertanyaan.

"Sewaktu preskon, seolah-seolah dia hanya mengajak MC nya ngobrol, ngelihat ke samping arah MC. Begitu diteriakin lihat kamera, HD kayak nggak suka gitu," kata wartawan senior itu.

Temen infotainment malah ada yang ngomong begini: "Mending mereka kawin di Bali atau luar negri jadi nggak dikejar-kejar wartawan gini."

Hhmmmm....tanda-tanda...udah terlihat

Gue sendiri melihat pesta pernikahan mereka kayak nonton film romantis Hollywood yang happy ending, atau baca novel romantis. Kayaknya sweet banget mereka berdua, cucok meong kalau kata Syahrini. Beneran deh, bikin kepo dan baper. So perfect. Ternyata cerita romantis kayak gitu ada juga di dunia nyata. Ketika mereka saling menatap, tssaaahhhh...dunia milik berdua, orang lain cuman nyewa.

Lucunya lagi, di grup WA wartawan seleb dan gaya hidup, pasangan ini jadi trending topic lhooo hahahaha seru bangett.  Mereka sih ijinin gue untuk memposting hasil 'ghibah berjamaah' itu di sini asal di blur (eh gue berasa jadi kayak lambe turah nih, hahahha).

Tapi kayaknya nggak etis juga kalau dipublikasikan, soalnya sangat banyak untold story alias cerita soal mereka di belakang layar. Aib euy, gak boleh buka aib. Sudahlah hanya orang tertentu saja yang tahu.

Soal Raisa-Hamish dipending dulu.

Gue cuma mau cerita lain (biar panjang tulisan di blog ini), soal para artis yang karirnya sampai sekarang masih menjulang ke angkasa. Kenapa? yang pasti karena hubungan baik mereka ke wartawan, meski wartawan udah berganti orang beberapa dekade. Si artis bukan saja melihat orangnya, tapi melihat profesinya. Para artis itu tetap banyak job, tetap berkarya dan tetap banyak penggemar.

Karena para artis itu tahu soal ini:

1. Wartawan harus bertanya ke narasumber yaitu si artis (kalau nggak tanya apa yang mau ditulis?)

2. Adanya interaksi antara wartawan dan narasumber (jadi ada hubungan yang harmonis, karena dunia wartawan dan narasumber itu adalah simbiosis mutualisme. Karena pasti, suatu waktu narsum sangat butuh wartawan. Nggak percaya? Let's see and wait).

3. Jika terganggu dengan pertanyaan wartawan, bisa dijawab dengan ramah, santun dan sabar. Karena kerja wartawan itu ya bertanya, bukan menjawab. Mereka juga akan paham kalau gak dijawab.

4. Seberapapun banyak media sosial sekarang ini, narsum atau artis paham kalau wartawan itu bisa memberikan karir mereka terus panjang. Karena ketika mempublikasikan sebuah berita, sudah melewati beberapa editan yang dasarnya dipertanggung jawabkan. Bukan netizen di medsos yang
asal cablak tanpa di rem.
5.....(mikir dulu)

Kalau ini hasil dari pengamatan, pengalaman dan masukan temen-temen wartawan, artis siapa aja yang memiliki attitude menyenangkan dan enak jadi narasumber kece:

1. Krisdayanti: Dari masih ABG sampai sekarang KD itu the truly diva of Indonesia. Humble, baik, ramah dan asik banget.

2. Titi DJ: Salah satu artis favorit gue. Apa adanya, humble, apapun pertanyannya dijawab santai sambil tertawa. She's also the truly of diva, suka bangettt sama mbak titi....kayaknya mengerti keinginannya dalam hidup, meski udah 3 kali menikah, dia nggak pernah malu menghadapi wartawan ketika ditanya. Sukaaakk

3. Alm Julia Perez: Biar udah tenar, tetep tuh kasih wartawan telpon yang direct. Serepot apapun selalu dijawab, bahkan SMS dibales. Al Fatihah untuk Jupe.

4. Giring Nidji: Kalau ketem wartawan pasti salaman sambil nunduk gitu. Ternyata alm bokapnya giring wartawan, dan dia pernah ngomong kalau dia sangat menghormati profesi wartawan. Dari alm bokapnya dia tahu bagaimana kerja wartawan. See?? Ini Giring Nidji yang kondang dan karyanya hebat itu lho.

5. Armand Maulana. Gue sukak sama lagu-lagunya GIGI yang tentu hasil dari suaranya Armand juga ciptaanya dia. Kalau liputan dan gue ke mushola, pas jam sholat selalu ada Armand. Dia juga menjawab semua pertanyaan dengan santai, wartawan udah kayak temen broh!

6. Anang Hermansyah. Gue sih beberapa kali telpon dan BBM (dulu) selalu djawab, wawancara langsung jarang. Tapi ada temen infotainmen yang berbagi cerita soal Mas Anang ini. Dulu, waktu masih baru divorce sama KD, Aurel ngomongnya agak gak sopan gitu ke wartawan. Trs saat itu juga, Anang 'memerintahkan' (jah bahasanya drama), Aurel untuk minta maaf. Gudjob!

Sebenarnya masih banyak sih, tapi ini tulisan udah kebanyakan, takut pada bosen.

Yang mau komen silahkan yang santun, jangan baper broh! No hard feeling, just peace ah.

AAL

Friday, September 1, 2017

Selain dapat Klien Baru, Kerja di Coworking Space Bisa juga Ketemu Jodoh #evhiveday #newwaytowork


Apa sih coworking space? Jaman sekarang orang udah mulai ngeh apa itu coworking space, yaitu tempat kerja dimana kita berbagi area kantor dengan orang lain dari perusahaan yang berbeda. Awalnya, tempat bekerja ini berlaku bagi para pelaku startup. Tapi belakangan jadi kepake juga untuk para pekerja freelancer seperti saya, seorang blogger dan penulis lepas.

Sebelum coworking space sedang nge-hitz, sempat beredar nama SOHO (small office home office). Yakni orang yang bekerja dari rumah. Mereka membuat kantor sendiri di rumah dengan segala fasilitas yang dibutuhkan.

Nah, soal coworking space ini udah sering saya baca di koran dan majalah. Tapi kebanyakan mereka membahasnya yang ada di luar negri. Atau ada beberapa di Jakarta, bukan di kawasan Serpong, tempat domisil saya. Ketika saya mendapatkan info kalau coworking space Ev Hive ada di kawasan Serpong yakni The Breeze, BSD City yang nggak jauh dari rumah, saya semangat mendatanginya.

Mbak Tammy dan Mbak Jesslyn

Setelah janjian sama Mbak Jesslyn Darmadi bagian facility manager, sayapun datang ke The Breeze. Kebetulan juga udah sering datang ke The Breeze, lokasi Ev Hive gampang dicari kok. Gak jauh dari area panggung, dekat dengan foodcourt.

Ruang Ev Hive di The Breeze didominasi tembok kaca. Jadi dari luar pendatang The Breeze bisa melihat aktifitas orang di dalamnya. Terlihat menarik bangunannya didesain miring, belum lagi The Breeze memang didominasi dengan ruang terbuka yang banyak tumbuh pepohonan. Jadi suasananya adem, nyaman, cozy dan bisa banget fokus kerja tapi santai.


Masuk ke dalam ada meja penerima tamu, di sana ada Mbak Tammy Benjamin bagian community manager yang menyambut dengan ramah. Di belakang ruangan penerima tamu ada ruangan lebih luas yang terdiri dari beberapa meja panjang yang disusun rapi dan terdapat 8 kursi di tiap meja. Di sebelah kiri ada beberapa meja bulat serta kursi. Sedangkan sebelah kanan ada beberapa ruang kecil tertutup, itu adalah private office. Para pelaku start up yang baru berdiri dan memiliki karyawan sedikit biasanya menyewa tempat itu untuk hitungan bulan.

Ujung ruang itu ada dua sofa menempel di tembok, nah saya duduk di situ, sambil memantau kondisi ruangan dan mengamati penduduknya yang sibuk beraktifitas. Di sebelah kanan gak jauh dari sofa ada kantin Ev Hive atau dapur kopi. Ini bisa dibilang dapur mini. Yang datang bisa minum sepuasnya gratis. Ada kopi, teh dan sirup.


Di sebelah kantin ada tembok (mirip mading) isinya informasi dan event di Ev Hive serta para anggota di Ev Hive yang biasanya menempati private office.

Keuntungan Kerja di Ev Hive 
Lagi ada acara komunitas, makanannya menggodakan

1. Komunitas
Banyak banget keuntungan kerja di coworking space, dalam hal ini Ev Hive. Pas saya datang kebetulan lagi ada acara komunitasnya. Itu keren banget, satu persatu anggota komunitas muncul menenteng makanan.

Menurut Mbak Tammy, hari itu pas lagi ada pertemuan rutin para anggota komunitas dengan sistem potluck (masing-masing membawa makanan). Komunitas itu memiliki grup di WA untuk memudahkan komunikasi satu sama lain.

"Nanti ikutan aja makan siang mbak, makanannya banyak kok," kata Mbak Tammy. Untung Mbak Tammy nggak melihat mata saya berbinar-binar bahagia ketika mendengar kata makan. Ah tau aja perut saya bunyi-bunyi pas waktunya makan siang. Lols.

Ternyata penduduk Ev Hive banyak juga, tanpa diduga mereka muncul satu persatu, keluar dari 'sarangnya' taaraaaaa.  Gaya mereka kayak orang ngantor beneran aja, maksudnya meski kerja di coworking space, mereka juga tampil profesional.

Mengamati anggota komunitas Ev Hive seperti mengingat masa muda (heheh). Terlihat heboh, penuh tawa dan canda. Menariknya, meski dari perusahaan berbeda, saya lihat mereka ikrib (baca: akrab) satu sama lain. Saling lempar ledekan lalu dibarengi tawa. Ih, asik bangettt, suwer deh. Seneng liatnya.

2. Dapet temen dari keahlian dan latar belakang berbeda

Melihat suasana yang asik itu, saya iseng 'ngegerecokin' salah satu penghuni Ev Hive yang sedang asik kerja sendiri. Untung dia bersedia ngobrol dan berbagi cerita bagaimana menghabiskan waktu bekerja Ev Hive.
Kayes, pemalu ketika difoto

Adalah Kayes, seorang cowok 29 tahun yang nyaman dengan penampilannya khas seorang freelancer. Rambut agak kriwil, pake kaos dan jeans. Dia bekerja sebagai graphic desainer yang statusnya freelancer.

Dia mengaku sudah 9 bulan ngantor di Ev Hive BSD. Selama itu pula, dia sudah memiliki banyak teman dari bidang yang berbeda yang tentunya banyak mendapatkan ilmu baru.

"Biasanya, menjelang mau selesai di malam hari, kita suka saling sharing dan diskusi. Dari sana jadi kayak kebangun link dan temen baru," kata Kayes.

3. Dapet klien baru
Kayes juga mengaku selama bekerja di Ev Hive dia sudah mendapatkan tiga tawaran kerja, wow! Dia sangat bersyukur bisa berada di EV Hive karena untuk mendapatkan klien tidak semudah dibayangkan. Dengan banyak ngobrol serta sharing kerjaan, ternyata bisa mendapatkan tawaran kerja  dari tempat yang tak terduga.

"Dari sharing kerjaan dan ngobrol jadi bisa dapet kerjaan. Karena yang ada di sini punya keahlian berbeda-beda, kita bisa saling kolaborasi dan berbagi ilmu," kata Kayes.

Dari bekerja di coworking space, selain bisa mendapatkan wawasan dari bidang berbeda, serta bisa mendapatkan teman baru. Bahkan kita bisa pula jadi tahu kesalahan yang kita lakukan misal dari marketing, manajemen proyek dan soal pendanaan.

Sebelum nongkrong Ev Hive untuk bekerja, Kayes biasanya kerja dari rumah atau coffe shop. Menurutnya jika bekerja di rumah justru nggak fokus. "Waktunya kerja malah tidur, pas waktunya tidur malah kerja terus," katanya tertawa.

Sedangkan kerja di coffe shop membutuhkan uang yang tidak sedikit. Selain itu, dengan kondisi cafe yang ramai, Kayes mengaku kurang bisa fokus. Waktu yang dibutuhkan di coffe shop juga tidak bisa selama ketika bekerja di coworking space.

Ada satu masukan Kayes untuk Ev Hive di The Breeze BSD. "Adain shower. Soalnya saya kalau datang pakai sepeda, apalagi The Breeze enak buat sepedaan. Jadikan keringetan, sebelum kerja bisa shower dulu," kata Kayes. Oke noted!

4. Bisa dapet jodoh
Nggak percaya kalau kerja di coworking space bisa dapet jodoh? Hasil dari pengamatan saya selama nangkring di Ev Hive, mungkin banget bisa ketemu jodoh dari perusahaan yang berbeda.

Bagaimana nggak. Meski berada di ruangan yang berbeda, tentunya setiap hari bertemu karena adanya interaksi di flexi desk atau dapur kopi atau acara komunitas yang tentunya bisa menumbuhkan benih-benih cinta (eeaaa).

Ternyata dugaan saya itu benar adanya yang diperkuat dengan pernyataan Mbak Jesslyn. "Di sini yang cinlok banyak. Bahkan ada ketika masing-masing mau keluar (kontrak ruangan kerja selesai), mereka jadian," katanya. Waaahh... ayo yang berasa jomblo datang ke Ev Hive, Lols.

Fasilitas dan Biaya di Ev Hive


Nah, setelah membaca di atas tentu kepingin tahu berapa biayanya. Ev Hive ternyata juga memiliki banyak cabang. Selain di The Breeze BSD, Ev Hive juga ada di:

1. EV Hive Tower @IFC Building, di Jalan Sudirman, Jakarta.
2. EV Hive Satellite @Equity Tower di SCBD, Jakarta Selatan.
3. The Maja, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
4. D.Lab, di Menteng, Gondangdia, Jakarta Pusat.
5. Dimo, di Sarinah, Jakarta Pusat.
6. Jakarta Smart City (JSC) Hive, di Karet Kuningan, Jakarta Selatan. (Bekerja sama dengan Pemprov DKI).

Nah ini harga dan fasilitasnya:
1. Daily Pass.
Ini untuk harian hanya cukup membayar Rp 50 ribu/hari. Fasilitasnya bisa mendapatkan koneksi internet yang kece, juga dapur kopi.

2. Flexi Desk
Ini ruang kerja yang suka bekerja dengan tim. Ruangan ini terdiri dari beberapa meja panjang yang disusun rapi dan terdapat 8 kursi di tiap meja. Cukup dengan membayar Rp.1.000.000/bulan bisa mendapatkan fasilitas koneksi internet, dapur kopi, gratis akses ke semua lokasi EV Hive di Jakarta serta gratis mengikuti semua event EV Hive. Jadi misalnya, saya mendaftar di BSD City, suatu hari butuh bekerja di Jakarta, nah saya bisa datang ke Ev Hive di The Maja atau Sudirman tanpa perlu membayar lagi.

3. Dedicated Space
Ruangan kerja Dedicated Desk sangat cocok untuk yang mengerjakan proyek jangka panjang bersama tim. Suasana ruangan ini didesain seperti nuansa alam yang damai sehingga dapat bekerja tanpa gangguan bising dari luar. Untuk menikmati ruangan ini hanya membayar Rp.2.000.000/bulan dan dapatkan fasilitas seperti, koneksi Internet, dapur kopi, lemari arsip, gratis menggunakan fasilitas ruang meeting, gratis mengakses printing dan gratis mengikuti semua event EV Hive.

Selain di atas, Ev Hive juga menyediakan sebuah ruangan kerja khusus untuk tim besar yang menginginkan kerahasiaan kantor yang aman. Untuk mendapatkan servis ruangan ini, hanya cukup membayar Rp.4.000.000/bulan dengan beragam fasilitas di dalamnya yang tentunya akan meningkatkan kinerja tim.

Fasilitasnya: Koneksi internet yang cepat, dapur kopi, gratis menggunakan fasilitas ruang meeting, gratis menggunakan fasilitas event space untuk agenda event, gratis mengakses printing, dan gratis mengikuti semua event EV Hive.

Oiya, Ev Hive buka selama hari kerja saja, Senin-Jumat. Mulai pukul 09.00 pagi sampai 20.00 malam. Tapi jika daftar untuk dedicated space bisa mendapatkan kunci sendiri jika ingin bekerja di hari libur.

Nah, ada lagi yang istimewa nih. Taukan hari gini parkir mahal banget, perjam Rp 3000 atau 4000. Kebayang jika di Ev Hive selama 10 jam saja sudah keluarkan biaya parkir Rp 30 ribu jika perjam Rp 3000. Nah, jika sudah daftar di Ev Hive The Breeze BSD City, bisa mendapatkan biaya parkir murah. Selama 1 bulan hanya membayar Rp 180 ribu. Asik kan.

Alia Fathiyah




Saturday, August 19, 2017

Morinaga Berperan Mencetak Generasi Platinum Lewat Konferensi Ayah Bunda

Dr dr Ahmad Suryawan bersama Irfan Hakim

Pada akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu, 12 Agustus 2017 saya diundang menghadiri sebuah seminar yang terkait tumbuh kembang anak. Untungnya banyak temen blogger enaknya begini, sering memberikan informasi acara yang terkait dengan kehidupan anak. Pada dasarnya saya memang suka dengan acara semacam seminar atau workshop yang berbicara mengenai tumbuh kembang anak. Saya bisa terapkan di rumah dengan si kecil, Fatih (2,5 tahun) atau disebarkan ke teman-teman yang juga punya anak kecil. Apalagi jika materinya bisa ditulis di blog, semakin banyak saja para orang tua yang membaca dan jadi menambah pengetahuan.

Konferensi Ayah Bunda Platinum

Nama acaranya Konferensi Ayah Bunda Platinum dan Morinaga Multiple Intelligence Play Plan. Bertema ‘Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini’, di Novotel Tangerang (acara serupa sudah pernah digelar di beberapa kota besar di Indonesia). Selain materinya pas, lokasinya di Tangerang yang sangat dekat dengan rumah saya di Gading Serpong.

Yang bikin ngiler mau datang adalah acaranya diselenggarakan oleh Morinaga, whic is anak saya minum susu Chil Kid Platinum Moricare rasa Vanila. Pastinya di acara tersebut ada susu yang dijual harganya lebih murah dari pasaran, Lols (insting emak2). Dan sayapun membeli susu untuk si bontot yang senang sekali apalagi ada hadiah.

Hasil belanjaan di Konferensi Ayah Bunda, Fatih happy banyak hadiah

Sampai di Novotel Tangerang sudah ramai dengan ibu-ibu yang didominasi baju serta kerudung berwarna merah dan keriuhan anak-anak bermain. Juga beberapa orang bapak yang ikutan menjaga anak-anaknya. Jadi, para ibu di dalam mendengarkan seminar, sedangkan pra bapak di luar menjaga anaknya yang bermain di playground.

Ada beberapa booth di area grandballroom Novotel itu. Selain playground, ada booth untuk menstimulasi kecerdasan anak dengan sarana permainan yang mendukung daya kembang otak, ada booth cek alergi yang berfungsi mendeteksi alergi anak sejak dini, ada stand penjualan beberapa produk Morinaga dengan harga miring dengan beragam hadiah yang menggiurkan dan masih banyak lagi.

Iseng bertanya ke seorang bapak yang sedang asik menjaga anaknya bermain. Lantaran acaranya digelar hari Sabtu, tentu kantor libur dan si bapak yang bernama Dodi itu memanfaatkan waktunya untuk menemani istri dan mendapatkan quality time dengan anaknya.

"Mumpung libur dan ada acara ini, saya temanin istri. Saya jadi dapat pengetahuan tentang tumbuh kembang anak saya," katanya.

Bapak lainnya bernama Tanto merasa perawatan tumbuh kembang anak bukan cuma urusan istrinya. "Meski saya kerja, sebagai seorang suami dan ayah, saya merasa ikut berperan untuk melihat perkembangan anak saya," katanya yang domisil di kawasan Tangerang juga. Keren bingit bapak-bapak ini.
Serunya di Konferensi Ayah Bundan Platinum, dan hadiah kece jika beli susu dengan jumlah tertentu

Mencetak Generasi Platinum bersama Morinaga


Seminar ini menghadirkan DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair Surabaya pada sesi pertama dan dilanjutkan oleh Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi selaku Ketua Program Studi Psikologi Terapan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Direktur ESSA Consulting pada sesi kedua. Acara dipandu oleh presenter terkenal Irfan Hakim yang hangat dan ramah, Irfan rela turun dari panggung untuk mendatangi seorang ibu. Melihat Irfan turun, ibu-ibu langsung mengerubung dan foto-foto.

Hal yang dilakukan bapak Dodi dan Tanto di atas itu pas sekali dengan materi yang diberikan oleh DR dr Ahmad Suryawan bahwa stimulasi untuk anak itu sudah diberikan sejak berada dalam kandungan. Peran suami sangat penting ketika sang istri sedang hamil. Suami harus memberikan kenyamanan dan ketengan bagi istri yang sedang hamil karena bisa mempengaruhi perkembangan otak janin sejak dalam kandungan.

Selain itu, perkembangan otak anak serta kualitas tumbuh kembang anak akan berakhir ketika usia sudah mencapai 18 tahun. Sebelum usia segitu, itu masa rawan seorang anak dan sebagai orang tua berkewajiban untuk mendampingi.

Perkembangan Otak
Dr dr Suryawan juga menjelaskan stimulasi sangat mempengaruhi dan memperkaya koneksi sel-sel otak anak cerdas.
1. Kegiatan interaktif antara orang tua atau pengasuh dengan anak.
2. Merangsang anak untuk belajar melakukan berbagai kemampuan

Bagaimana stimulasi yang benar itu?
1. Dimulai sejak dini
2. Interaktif (anak dan orang tua)
3. Secara bermain dengan menyenangkan
4. Kejadian sehari-hari dengan alami dan reguler

Bagaimana Pengertian Tumbuh dan Kembang itu?
Disebut tumbuh jika dilihat dari struktur dn ukuran fisik, misal berat badannya, tinggi badan, lingkar kepala dan ukuran spesifik lainnya.
Sedangkan disebut berkembang jika fungsi dan kemampuannya berjalan sesuai umur. Misalnya:
- Penglihatan
- Pendengaran
- Motorik Kasar
- Motorik Halus
- Bicara Bahasa
- Personal Sosial
- Kecerdasan
- Prilaku
- dan perkembangan spesifik lainnya.


Nah ada tips untuk ayah dan bunda dalam membentuk perlindungan anak generasi multitalenta:
1. Pada Masa Kehamilan:
- Jaga kesehatan seoptimal mungkin
- Kontrol kandungan secara teratur
- Hindari stres kronis dan usahakan dalam keadaan tenang, nyaman dan senang
- Kreatif dalam menciptakan aktifitas sesuai kehamilan, misalnya senam hamil
- Pada akhir bulan kehamilan selalu siaga menghadapi proses persalinan

2. Pada Masa Persalinan dan Setelah Bayi Lahir
- Usahakan persalinan  normal kecuali atas indikasi saran dari dokter kandungan yang mengharuskan lahir secara operasi cesar.
- Segera memberi ASI sesaat setelah lahir (IMD/inisiasi menyusui dini)
- Menyusui ASi secara ekslusif dengan cara yang benar selama 6 bulan, setelah itu boleh diberikan MPASI.

3. Pada Masa Bayi dan Anak Usia Dini
- Menghindarkan anak dari stres yang berlebihan
- Responsif terhadap perilaku yang menunjukan keinginan anak.
- Tidak membiasakan unsur paksaan ke anak dalam interaksi sehari hari
- Mengasuh, interaksi, memberi makan ke anak dengan cara yang menyenangkan dan memberi  kesempatan anak untuk eksplorasi.
- Tidak sembarangan dalam pemberian obat terutama antibiotik tanpa anjuran dokter
- Mengamati dan mendokumentasikan perjalanan tumbuh kembang anak secara rutin dan reguler. Memiliki buku catatan khusus tumbuh kembang anak.


Sesi bersama Dr Rose Mini, A,P,, M,Psi.

Psikolog kondang ini menggelar seminar dengan interaktif dan seru sehingga ibu-ibu yang hadir semangat mengikuti seminar dari materi yang dibawakan ibu Rose Mini.

Di sini, psikolog yang biasa disapa Bunda Romi menekankan kepada seluruh orang tua, jangan mendorong dan memaksa anak untuk rangking atau mendapatkan nilai akademis yang tinggi.
Bunda Romi menekankan kekuatan bermain untuk membentuk kecerdasan multitalenta di era milenial.

Memiliki anak-anak yang cerdas dan sehat merupakan impian bagi setiap orang tua tetapi kebanyakan dari mereka masih berpatokan pada kemampuan akademik dalam mengukur kecerdasan seorang anak.

Padahal banyak penelitian dan riset yang dilakukan untuk mengetahui dan menunjukan bahwa  kecerdasan  anak tidak hanya tergantung pada nilai tinggi akademiknya saja tetapi ada faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi kecerdasan anak pada usia dini.

Dr Howard Gardner mengatakan bahwa kecerdasan seseorang itu terdiri dari berbagai bentuk yang meliputi:

 1.Kecerdasan dalam musik adalah kemampuan mengekspresikan diri melalui musik,  kemampuan untuk dapat memahami, mengekspresikan diri dengan alunan musik atau irama.
2.Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan menggunakan kecekatan tubuh dalam melakukan gerakan dan kelenturan tubuhnya.
3.Kecerdasan logika matematika  adalah suatu kemampuan untuk mengetahui dan mengenal kondisi atau suatu situasi dengan menggunakan penalaran logika, kemampuan analisa.
4.Kecerdasan Visual-spasial adalah kecerdasan gambar dan ruang, memiliki  kemampuan untuk melakukan atau dapat membayangkan sesuatu dengan imajinasi.
5.Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk dapat juga anak mengekspresikan dirinya dalam menggunakan bahasa dan lewat membaca, menulis dan berkomunikasi dengan lingkungan disekitarnya.
6.Kecerdasan Interpersonal adalah suatu kemampuan untuk dapat bekerjasama dengan orang   lain secara efektif, dapat berempati dapat memahami perilaku orang lain yang ada disekitarnya.
7.Kecerdasan intrapersonal adalah suatu kemampuan untuk dapat juga dalam menganalisa diri sendiri dan dapat pula menggunakan perasaannya untuk bisa membuat perencanaan dan tujuannya agar bisa tercapai.
8.Kecerdasan natural adalah suatu kemampuan untuk dapat memahami  alam sekitar dan dapat melihat berbagai macam perbedaan dan persamaan yang ada di alam ini secara keseluruhannya.
9.Kecerdasan moral adalah kemampuan untuk memahami suatu tuntutan yang ada dan terjadi dilingkungan serta dapat mengetahui mana yang   baik dan mana yang buruk, misal Empati,  hati   nurani, kontrol    diri,  menghargai, kebaikan, tenggang rasa dan keadilan.

Jadi bunda, kecerdasan seorang anak itu nggak melulu dilihat dari nilai akademisnya ya.

Untuk info lengkapnya ayah bunda bisa mendapatkan informasinya di sini:

Website: www.morinagaplatinum.com,
 Facebook: Morinaga Platinum,
Twitter: @MorinagaID,

Saturday, August 12, 2017

Downy Daring, Pewangi Baju yang Cetar Membahana


Foto: KEB


 " I never face the day without parfume."

Siapa sih yang nggak pingin wangi? Pasti semua pingin tampil wangi sebab bisa membangkitkan kepercayaan diri dalam beraktifitas seharian.  Saya termasuk orang yang nggak suka wangi parfum, kadang kalau kecium wangi yang terlalu kencang, tiba-tiba kepala ini bisa bikin pusing dan mual, (wong ndeso).

Tapi tentunya, saya juga nggak mau dalam beraktifitas orang bisa bete karena saya bau badan. Biasanya, saya memilah-milah wangi yang sesuai dengan hidung ini yang cepet banget menangkap bebauan enak atau nggak (suwer, nyokap bilang waktu kecil kalau hidung saya, hidung kucing, Lols). Wangi yang pas itu saya temukan di dalam splash cologne sebuah produk bayi (Lols).

Itu untuk diri saya sendiri. Tapi meski saya nggak suka parfum, bukan berarti orang rumah juga anti parfum. Nop!

Sebagai seorang istri dan ibu saya juga kepingin seluruh keluarga tampil wangi. Kalau anak-anak ke sekolah dan tercium bau nggak enak di tubuhnya, tentu orang akan menunjuk dan menyalahkan ibunya dong? Sama juga kalau suamik kerja, bajunya kusut dan berbau, siapa yang disalahkan? Ya, istrinya lahh (Kasian ya, hihihi )

Sebagai manajer rumah tangga di rumah, tentu wanita dituntut untuk memberikan dan mengatur rumah tangga dengan baik. Juga tampilan menarik dan wangi para anggota di rumah. Apalagi saya perempuan sendiri di rumah, jadi kebayang para lelaki ini memberikan bebauan dari tubuhnya lebih besar dari perempuan (begitu menurut penelitian genks).

Event Blogger bersama Downy Daring


Nah kembali soal wangi-wangian, belum lama ini saya diundang Kumpulan Emak Blogger (KEB) untuk peluncuran produk Downy Daring dari Parfum Collection, beberapa pekan lalu. Dalam acara tersebut ada demonstrasi kalau Downy bukan hanya dipakai untuk rendeman pakaian agar wangi tapi juga bisa dipakai semprotan agar licin ketika disetrika, keren kan??

Karena jujur, baru kali ini saya memakai Downy.  Saya pikir, fungsi Downy hanya sebagai rendeman baju agar wangi usai dibilas. Ternyata Downy memiliki peran ganda.

Wanginya? Well, Saya membuka tutup botol Downy dan menghirup baunya, nggak bikin pusing itu artinya aman.
Foto: KEB

Dalam acara yang dipandu oleh Mak Mira dari KEB dan Mbak Kaka dari Downy menjelaskan ke blogger cara pemakaian dan fungsi Downy. Blogger yang hadir dengan baju kece-kece itu mengikuti arahan Mbak Kaka, sekaligus ikutan menyelupkan bahan ke air, mengeringkan sekaligus menyetrika lho. Wanginya mantaappss..

Praktek di Rumah.


Maaf ya, bukan karena saya pemalas, tapi kebetulan di rumah ada bibi, jadi tugas terhormat itu saya serahkan ke bibi (Lolsss, emak malas!). Tapi bukan berarti saya lepas tangan genks, saya ikutan mengarahkan dan bagian memantau, Lols.

Jadi bibi melakukannya dengan nurut (yaiyalaah) ketika saya jelaskan bagaimana Downy bekerja.
Meski saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, jangan salah, kerjaan bolak-balik jadi tukang ojek anak tentu bikin baju jadi bau matahari dicampur debu.

Dari Senin sampai Jumat, sambil diintilin yang kecil, saya harus mengantarkan kakaknya ke sekolah, pulang sekolah, les sekolah bola, bimbel, atau pekerjaan lain yang membutuhkan aktfitas fisik sehingga keringat keluar. Dan wangi dari Downy tetap tercium di baju yang saya kenakan.


Selain itu saya juga mencoba ke baju-baju milik ayahnya. Kenapa?

Karena yang sudah tadi saya jelaskan, bau badan pria lebih kuat menyengat dibandingkan perempuan. Biasanya saya pakai pelicin pakaian merk lain, ketika dibandingkan dengan Downy, ternyata wanginya Downy lebih tahan lama hingga si ayah pulang kerja malam hari tetap tercium. Selain itu baju kerja juga licin lebih lama. Emakpun senyum bahagia.


ALIA F










Friday, August 4, 2017

(Review) Film Dunkirk, Satu Lagi Kecerdasan dari Christopher Nolan


Siapa yang nggak kenal sutradara Christopher Nolan. Sutradara terkenal yang sering mencetak film box office, sebut saja The Dark Knight, Inception, The Dar Knight Rises dan Interstellar. Konon, dalam sebuah media web Amerika menyebut kalau Christopher Nolan adalah satu dari enam sutradara yang memiliki pendapatan tertinggi di seluruh dunia karena bisa mencetak film box office.

Tadinya gue nggak ngeh kalau Nolan yang sutradarain Dunkirk, gue hanya tahu itu film perdana Harry Styles.  Mengetahui Styles main film, gue langsung skeptis "Pasti ini anak mati gaya gak punya job," hehehe, nggak taunya main film Nolan.


Tau gak genks, seumur-umur nonton film, baru kali ini gue merasa tegang selama hampir 2 jam durasi film. Itulah pinternya Nolan, jalan cerita yang sederhana tapi diatur dengan sedemikian rupa sehingga menjadi tontonan yang menegangkan, dan bikin hati dag dig dug der.


Nolan mampu mengemas sebuah film yang minim dialog, dia secara cerdas bercerita lewat visual, mimik wajah pemain dan latar sinematography yang kece.

Bercerita latar perang dunia ke 2 pada akhir Mei 1940 ketika Jerman perang melawan Inggris dan Perancis yang besekutu. Di kota pelabuhan Dunkirk, Prancis sekitar 400 ribu tentara terperangkap di Dunkirk tanpa bisa pergi, sedangkan pasukan Jermain makin mendekat.

Ada kemungkinan bakal ada pemusnahan karena penyelamatan hanya bisa dilakukan sekitar 40 ribu saja. Prajurit itu berdiri antri di pinggir pantai, siap-siap naik ke kapal, tujuannya satu, pulang. Belum lagi masuk semua, tiba-tiba muncul pesawat tempur yang menjatuhkan bom, prajurit kocar kacir berlari di pinggir pantai. Setelah dirasa aman, mereka mengantri lagi untuk masuk ke sebuah lain yang lebih besar, tapi diprioritaskan yang sakit.

Film Dunkirk mengambil satu prajurit muda yang diperankan oleh Fionn Whitehead untuk menjadi  pengantar film hingga selesai. Bersama temannya yang baru dikenal diperankan Aneurin Barnard (ampe akhir film cuma ngomong satu dialog) mereka berusaha masuk ke dalam kapal dengan membawa tandu. Mereka berharap dengan cara itu bisa diterima masuk ke dalam kapal.

Nah pas adegan ini, gue deg-degan banget. Gimana nggak, mereka harus berlari ke ujung pantai di atas pasir yang lembut, belum lagi mereka harus melewati ratusan prajurit yang antri agar bisa masuk kapal. Ketika melewati prajurit, mereka nggak ada dialog sama sekali, misalnya "minggir..ada orang sakit.." atau.."permisi.. mau lewatt.."

Berhasil susah payah melewati prajurit, mereka melewati jembatan yang kayunya sudah rusak karena kena bom. Sedangkan di ujung kapal, siap-siap diperintahkan pergi karena dilihat nggak ada lagi pasukan yang sakit. Dan gue pun bernafas lega ketika akhirnya mereka masuk kapal, eh baru enak duduk, mereka diusir keluar. Lolss....


Nolan beneran kece bikin penonton menahan nafas, dia hanya diberikan waktu sedikit untuk kita yang menonton bernafas lega. Suwer...

Menariknya, Nolan menceritakan film dari tiga sisi. Buat penonton yang nggak ngeh mungkin bingung mengikuti gaya 'suka-suka gue' Nolan ini.

Yang pertama The Moles (Darat):
Di darat waktu berjalan selama satu minggu perang Dunkirk, Nolan menceritakan bagaimana dalam satu minggu prajurit tersebut, berusaha untuk pulang di tengah gempuran bom dari pesawat Jerman. Dengan diwakili oleh tiga prajurit yang berjuang untuk pulang dalam diam, minim dialog. Nolan menceritakan perjuangan mereka agar bisa menumpang kapal agar bisa pulang. Salah satunya si Harry Styles yang aktingnya terlalu biasa dan menurut gue nggak terlalu istimewa.

Lalu yang kedua dari The Sea (Laut):
Terakhir satu hari perang. Adalah mr Dawson, bersama anaknya dan teman anaknya yang nekat dan sukarela membantu para prajurit di Dunkirk. Mr Dawson pergi sendiri tanpa koordinasi dengan angkatan laut setempat. Di pertengahan terjadi tragedi sekaligus usaha penyelamat bagi prajurit yang berada di tengah laut.

Lalu yang ketiga The Air (Udara):
Menceritakan satu jam terakhir menuju perang usai. Dengan latar tiga pilot pesawat Spitfire dalam usaha mereka memberikan dukungan udara (air support)dalam melawan pihak musuh meskipun dalam keadaan bahan bakar pesawat yang terbatas. Salah satu pilot dimainkan Tom Hardy .

Nolan menampilkan cerita film ini bergantian, memang awalnya bikin bingung apalagi minim dialog tapi di ending film akan terlihat kaitan satu sama lain, yang menurut gue keren.  Pasukan akhirnya diselamatkan oleh kapal-kapal sipil yang kecil. Jangan berharap di sini ada antagonis atau protagonis, Nolan hanya ingin menceritakan bagaimana rasanya menunggu untuk di selamatkan dan pulang dengan damai, di tengah peperangan.

Happy Watching genks!


ALIA

Wednesday, August 2, 2017

Sisi Lain Tamar Djaja, Perintis Kemerdekaan, Penulis, Pejuang dan My First Love

Udah lama pingin menulis tentang kakek sendiri, Tamar Djaja. Kenapa beliau? Karena beliau adalah orang penting banget untuk saya, keluarga, dan tentu saja Indonesia (silahkan searching google ketika nama beliau). Saya mencoba mengupas dari sisi kenangan waktu kecil, mungkin ditulis untuk beberapa seri. Semoga mood ini terus bertahan membaik. Amin, doain.

Bangga. Ketika banyak yang mengapresiasi apak dengan tulisan di berbagai media. Bagaimana nggak, apak (biasa saya memanggil beliau), adalah seorang pahlawan tanpa nama, seorang pejuang dan perintis kemerdekaan Indonesia. Saya malah terkaget-kaget sendiri, ketika membaca tulisan mereka tentang apak, mereka lebih banyak tahu daripada saya, cucu kandungnya sendiri. Sedih. Kadang saya merasa sedih.

Meski sedih, tapi juga bangga. Karena dari semua keturunan apak, hanya saya satu-satunya yang juga menjadi penulis dan wartawan. Meski (tentunya), prestasi dan tulisan saya tidak sebagus beliau. Saya mah sapa atuh, nggak ada apa-apanya dibandingkan kakek tersayang itu.

Apak punya anak delapan, semuanya nggak ada yang menjadi penulis, nggak ada yang menjadi wartawan. Lalu apak punya cucu..(berapa yaa...hmm. ngitung dulu deh. Duh, nggak apal. Soalnya yang ada di Sungai Jariang, Padang belum terlacak radarnya nih, Lols). Semua cucu apak cuma saya yang suka menulis, yess.  


Selain dikenal sebagai penulis, wartawan, pejuang, pimpinan redaksi, sastrawan dan lainnya, apak itu sering banget ceramah agama di mana-mana. Apak seorang alim ulama. Kalau ceramah, dresscodenya kemeja plus jas, sarung, peci dan syal dililitkan di leher.

Saya termasuk sebentar mengenal apak. Apak wafat tahun 1984, ketika usia saya sekitar 9 tahun.
Jadi gini masa kecil saya bersama apak yang masih ada di dalam kenangan.


Jadi apak dan amak tinggal di sebuah rumah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, rumah itu bisa dibilang rumah induk. Selain apak dan amak, yang tinggal di situ dua om saya yang belum menikah, ibu saya dengan 3 anaknya (termasuk saiah sodara-sodara) dan dua sepupu yang dititipkan di situ.
Kebayang ramainya rumah itukan. Yang saya ingat, hampir setiap hari apak selalu mengetik dengan mesin tiknya yang ditaruh di pojokan ruang tamu. Jadi ruang tamu yang lumayan gede itu, diisi dengan lemari buku, pojokan meja apak yang ada mesin tiknya.


Apak itu orang yang sabaaaaarrrrr bangeettt. Nggak pernah seumur-umur lihat apak marah dan berbicara dengan suara nada kencang dan tinggi. Apak kebanyakan diem, kalau ngomong seperlunya, dia hanya mengamati dari kursi goyangnya di depan TV. Setiap habis maghrib, apak pasti membaca Al Quran yang diberi seorang temannya, yang membuat Al Quran itu. Tebal dan berwarna kuning. Jika sudah khatam, apak akan menulis catatan di akhir lembaran Al Quran (gue jadi ikutan kayak gitu hehehe). Saya waktu kecil sampai berfikir apak itu mirip Nabi Muhammad, saking sabarnya. Dan apak adalah my ‘first love’(biasanya anak perempuan itu first love ke ayahnya sendiri, tapi gue ke kakek gue sendiri. Sorry pap, you are not my first love, Lolss). 

Apak itu suka nyeletuk pakai bahasa Padang yang lucu, bikin kita yang mendengarnya ngikik ketawa. Dan...(tapi sampai detik ini gue belum menemukan orang sesabar apak, entah kemana orang-orang sabar itu di jaman sekarang, udah punah kelles). 
 
Apak, amak, madang, kakek uban, kakek otista, kakek yan dan nyokap paling kecil dan cantik (kek gue)
Salah satu kesabaran apak itu adalah, ketika ada seekor kucing dengan tidak sopannya beranak di lemari buku apak. Iye benner, beranak itu kucing nggak pake ijin. Jadi buku-buku apak itu penuh dengan darah hasil beranaknya si kucing. Kebetulan kaca lemari bukunya udah ada yang pecah, jadi si kucing sering menyelinap bolak balik ke sana. Tapi reaksi apak biasa aja, nggak marah, nggak emosi. Dibersiin itu buku-buku yang ada darahnya sendiri tanpa nyuruh anaknya.

Kesabaran apak yang kedua adalah. Apak lagi serius ngetik di meja kerja. Gue yang waktu itu pengen banget jajan (namanya anak-anak boo), maksa dan merengek minta jajan.

Gue: Pak minta duit mau jajan. Cepek aja (kayak Pak Ogah minta cepek duluuu hehehe. Jaman dulu tahun 80-an, cepek itu gede lhooo.)

Apak: Nggak ada uang kecil

Gue: (maksa banget) Ada pak ntar kembalian.

Karena gue maksa, apak merogoh kantong dan keluarin duit seribuan, selembar. Gue jajan ngider warung di sekitar rumah, beneran nggak ada kembalian. Akhirnya pulang dibalikin duit seribu ke apak. Apak diem aja sambil terus ngetik, nggak bilang: “Benerkan nggak ada kembalian.” Hebatkan kakek gue.


Kesabaran apak ketiga:
Di rumah ada 5 anak kecil yang tengil bin bandel. Gue, abang dan adek gue yang laki serta dua sepupu gue yang cewek. Namanya kakek-kakek kalau tidur mulut menganga dong, apalagi kalau udah kecapean. Kita nih, berlima, emang bener-bener deh jadi anak kecil. U know what, itu mulut apak kita masukin garem dan gula plus kopi sodara-sodara. Yes, garem, gula dan kopi ke dalam mulut apak yang menganga, sambil cekikikan. Pas udah dimasukin gula garem kopi, kita kabur lari keluar rumah. Tetep sambil cekikikan. Pas pulang nggak dimarahin tuh.  Itu anak 80-an lhooo, kalah anak jaman sekarangkan.. Lolss

Apalagi ya, banyak banget sih kesabaran apak yang gue rasain.  Bersambung yess...

Sedikit Profil Tamar Djaja:



Lahir di Sungai Jariang, Padang Sumatera Barat tahun 1913 dan wafat tahun 1984. Buku Rohana Kudus, pahlawan wanita asal Minang adalah buku pertama kali yang dibuat beliau. Juga ada buku Soekarno-Hatta, buku cerpen, buku-buku agama, buku politik dan kisah-kisah Nabi bahkan juga ada buku psikologis dan konsultasi: Tanya  Jawab Perkawinan dan Tuntutan Perkawinan& Rumah Tangga Islam.

Tulisan beliau sering muncul di majalah seperti Sabili, dll. 

Sejak 1930 mulai kegiatan menulis. Beliau aktif di gerakan pemuda dan partai politik. Gerakan pemuda Himpunan Pemuda Islam Indonesia (HPII), partai politik Persatuan Muslim Indonesia (PERMI), juga pernah menjadi anggota pengurus besar di keduanya. 

Tamar Djaja pernah menjadi pemimpin majalah HPII Pahlawan Muda dan majalah PERMI "Keris'' di Bukitinggi. Pada 1939-1949 mendirikan penerbit Penyiaran Ilmu di Bukitinggi. 1950-Memimpin majalah "Kursus Politik" bersama M Dalyono di Jakarta 1950-1953 Memimpin "Suara partai Masyumi" 1953-Memimpin "Mimbar Agama" Depatrtemen Agama 1954- Memimpim "Penuntun" Dep Agama 1957-Memimpin Daulah Islamiyah Ketua Umum Himpunan Pengarang Islam 1968 Perintis Kemerdekaan. Telah menulis buku hingga 155 buah.

*Makasih yang udah baca dan komentar.

Alia Fathiyah atau Aal, cucu apak di urutan ke 5 apa 6 gitu.