Monday, December 11, 2017

Aswata Luncurkan Layanan Digital Chat, Bernama Vania


Makin gampang saja kita sekarang berasuransi. Hanya menggunakan hape, semua kerjaan dan kebutuhan bisa diselesaikan tanpa harus keluar rumah.

Berturut-turut perusahaan asuransi mengeluarkan pelayanan barunya yang terkait dengan dunia digital. Yup! Teknologi digital yang semakin meluas tentunya juga berimbas kepada pelayanan asuransi yang ingin memudahkan nasabahnya dalam bertransaksi.

Berbeda dengan perusahaan asuransi layanan digital lainnya yang lebih menggunakan aplikasi di play store atau Google Play, PT Asuransi Wahana Tata atau yang lebih dikenal Aswata malah menggunakan Vania. PT Asuransi Wahana Tata meluncurkan Vania, Jumat 8 Desember 2017 di kantor Aswata, Rasuna Said Kuningan Jakarta.


Wait, saya jelaskan dulu apa itu Aswata.


PT ASURANSI WAHANA TATA atau kini dikenal dengan Aswata adalah perusahaan asuransi umum yang telah hadir melayani nasabah sejak 1964. Kini, Aswata adalah salah satu perusahaan asuransi umum terbesar di Indonesia dengan kekuatan permodalan yang solid didukung oleh dedikasi dari hampir 1.200 karyawan di lebih dari 70 kantor yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Lalu siapa Vania? Kenalan yuk sama si gadis cantik ini

Vania adalah  Virtual Assitant yang  merupakan chat based Artificial Intelligence guna membantu nasabah maupun calon nasabah dalam berinteraksi dan menjawab pertanyaan hingga penutupan polis asuransi umum.


Vania hadir dalam sosok gadis cantik yang lincah dan cerdas dengan mata menawan, Vania akan menjawab semua pertanyaan melalui chat selama 24 jam. Selain cepat dalam merespon, Vania akan menyediakan bantuan untuk Emergency Roadside Assistance (ERA), pertanyaan seputar polis dan claim, informasi seputar produk dan jaringan kantor Aswata, bahkan informasi terkini mengenai info lalu lintas hingga piawai meramalkan arti nama.

Vania bisa disapa lewat LINE (memakai @) dan sebentar lagi juga bisa interaksi chat lewat WhatsApp (WA).

Direktur Utama Aswata Christian W. Wanandi mengatakan, kehadiran firtur ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan market yang semakin modern di mana kecepatan menjawab dan ketepatan serta update data dapat dilakukan secara online.

Jadi jangan ragu untuk kontak si cantik Vania, dalam hitungan detik Vania akan menjawab semua pertanyaan nasabah.


Layanan Baru Aswata


Demi memberikan pelayanan yang terbaik, Aswata meluncurkanERA (Emergency Road Assistant) atau nama gampangnya derek. Menariknya, layanan ini bukan cuma ditujukan untuk para nasahabah Aswata saja. Tapi untuk umum bisa digunakan, tapi tentunya ada biaya. Sedangkan jika nasabah Aswata,  layanan derek diberikan gratis.

You know what, layanan ini memberikan kenyamanan saya, dan langsung saya add Vania dalam kontak pertemanan di LINE. Saya biasa pergi dengan anak, nggak kebayang jika di tengah jalan ban mobil kempes, atau bensin habis dan membutuhkan mobil derek. Pasti panik.

Jika paniknya sudah maksimal, tenang saja Vania akan mengerti kebutuhan kita. Ataupun, jika ingin langsung interaksi, bisa telpon customer care Aswata di 1500 298.

Nah ini ada tutorial untuk menghubungi Vania jika kita membuthkan mobil derek. Buka Line @Aswata, kita tambahkan sebagai teman.

1. Pilih menu 'Produk Asuransi'
2. Pilih Menu ERA/Derek
3. Tekan tombol Minat
4. Anda akan dikonfirmasi untuk mempersiapkan data seperti nomor polis kendaraan, nomor handphone, lokasi penjemputan bantuan, dll lalu tekan tombol lanjut
5. Anda akan ditanya tipe kendaraan, misal motor atau mobil
6. Jika Anda tekan mobil akan ditanya seberapa parah kerusakan mobil
7. Jika hanya masalah ringan seperti habis bensin, ban kempes atau baterai aki abis, tekan tombol kecl
8. Lalu isi data : Nama lengkap, no HP dan tak lama akan dikirim SMS kode untuk melanjutkan proses pendaftaran polis.


9. Permintaan derek telah dikirim ke pihak derek rekanan Aswata dan selanjutnya pihak derek akan menghubungi.

Vania Bagikan Polis Gratis

Ada lagi nih, untuk liburan akhir tahun di bulan Desember ini, Vania akan membagikan polis asuransi Kecelakaan Diri/Personal Accident  bagi masyarakat Indonesia secara gratis, untuk Jaminan Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan atau Cacat Tetap Akibat Kecelakaan.

 Syaratnya gampil , cukup dengan berteman dengan Vania di Line: @aswata, Facebook Messenger: Asuransi Wahana Tata, dan Telegram: @aswata_bot, pada bagian produk PA gunakan kode voucher HOLIDAYAMAN.

Lalu nanti Vania akan meminta data diri nasabah dan untuk klaim bisa dicover sampai 7 Januari 2018. Tenang, setelah selesai, kita gak dipaksa untuk jadi nasabah asuransi Aswata.

Alia Fathiyah

Sunday, December 3, 2017

Muvon APP, Aplikasi Halal Lifestyle Pertama untuk Umat Muslim


Kita sebagai orang muslim tentu merasa nyaman dan aman ketika berada di lokasi, restoran, serta lingkungan yang halal. Iya dong, apalagi zaman sekarang sepertinya sudah mulai rancu, mana yang halal dan mana yang haram. Padahal sebagai orang muslim, kita memiliki beberapa aturan yang tentunya demi kebaikan umat untuk mengikuti Al -Quran dan Hadist Rasulullah.

Nah, saya merasa senang sekali ketika akhirnya umat muslim di Indonesia memiliki sebuah aplikasi halal. Adalah TVMU (TV Muhammadiyah) yang meluncurkan aplikasi Muvon (Muhammadiyah Vision), sebuah aplikasi mobile berbasis teknologi over the top yang dikembangkan atas kerjasama antara TV Muhammadiyah dengan Digital Media Corp dan Digital Creative Asia.


Project Direktor MUVON, Khaerullah mengaku tujuan penting dari Muvon adalah ingin meningkatkan taraf hidup umat dengan landasan ekonom syariah. "Ada media alternatif pilihan umat Islam di digitalisasi dengan gaya hidup halal. Memberikan manfaat dan menebar kebaikan untuk seluruh umat dengan dimotori oleh keluarga besar Muhammadiyah,” katanya di Gedung Muhammadiyah, Menteng, Kamis 30 November 2017. Peluncuran Muvon sekaligus untuk merayakan hari jadi TVMU yang ke 4 pada 18 November lalu.

Pak Khaerullah mengutip hadist Rasulullah, "Jadilah pembuka dalam kebaikan." Muvon yang artikan  oleh kids jaman now sebagai kata move on, bagi Pak Khaerullah diartikan sebagai Muhammadiyah bangkit. Muvon Sebagai pembuka kebaikan yang akan didengarkan dan dilihat oleh mata dunia dalam kebangkitan umat Islam.

Diharapkan ada 3 hal yang didapatkan dari MuVon, yaitu terjadinya ekosistem gaya hidup halal, terjadinya peningkatan pembelian umat dalam hal ekonomi syariah, serta memberdayakan kemampuan umat Islam secara berjamaah, di bidang digitalisasi, informasi, dan media.

Menariknya, Muvon memberikan beberapa menu penting yang biasa kita temukan di aplikasi serupa, meski tentu ada perbedaanya. Dengan mengusung tema #HalalLifestyle, Muvon memberikan beberapa layanan yang bermantaat bagi para penggunanya, dengan variasi menu aplikasi yang bermantaat bagi umat muslim seperti pencarian masjid, sekolah muslim, rumah sakit muslim, dan panti asuhan  di fitur Search Engine.

Project Director Muvon, Pak Kaherullah
Buat saya pribadi ini penting banget ketika butuh sekolah muslim untuk anak, semua informasi yang dibutuhkan ada di Muvon. Atau ketika berada di jalan dan harus sholat, tinggal buka aplikasi Muvon kita bisa tahu mesjid terdekat di posisi kita saat itu.

Cuma itu aja?

Tenang genks, banyak lagi menu lainnya yang tak kalah penting. Yaitu PasarMU, yaitu layanan jual beli muslim. Jadi pedagang muslim bisa berdagang secara gratis tanpa bayar sesenpun. Pembeli tanpa perlu khawatir soal halal atau tidaknta jika melakukan transaksi di situ.

Menu lainnya yang menjadi kebutuhan sehari-hari adalah kemudahan membayar tagihan listrik, air, pulsa dan lainnya.

Lalu ada menu JobMU. Yakni bagi fresh graduate atau muslim yang butuh pekerjaan bisa mencari informasi di fitur tersebut, tentunya pekerjaan yang halal.

Dirut TVMU: Gatot Triyanto

Selain itu, ada juga menu BillMu, KoperasiMu, CJMu, LazisMu, serta KeluargaMu. Saat ini, Muvon sudah tersedia di android playstore dalam bentuk beta (uji coba) dan akan bisa dinikmati pengguna pada akhir Februari 2018.

Direktur TVMU, Gatot Triyanto.
Bapak Gatot Triyanto memberikan sedikit penjelasan mengenai Muvon ynag menjadi bagian TVMU yang berbasis teknologi OTT. Salah satu menu CJMU (Citizen Journalist) merupakan satu fitur yang bisa dikirim netizen dari peristiwa yang terjadi. Gatot mengatakan ada imbalas pantas jika ada netizen yang mengirim videonya.

Ketua PP Muhammadiyah, Bpk Dadang Akhmad

"Biasanya jika orang memiliki insting jurnalis tidak akan memikirkan imbalan karena niat mereka ingin berbagi informasi kepada khalayak banyak," katanya.

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Akhmad
Pada acara itu juga ada penjelasan dari Bapak Dadang Akhmad, Ketua PP MUhammadiyah. Pak Dadang mengaku senang ketika mengetahui ada nya aplikasi halal bagi umat muslim. Dia berharap aplikasi tersebut bisa menjangkau umat muslim lebih luas.

Foto: Ono Sembunglano

Pertanyaan Saya.

Dari semua fitur yang ada di Muvon saya tertarik dengan fitur film. Pak Khaerullah mengatakan nantinya akan ada platform entertainment, terutama film dari seluruh dunia, seperti amazon, netflik. Bahkan para anggota Muvon nantinya bisa menikmati film terbaru.

Pertanyaan saya adalah, film-film bule itukan bisa dibilang jauh dari halal. Tau dong, bagaimana film dari negri Barat memberikan gambaran atau contoh buruk untuk umat muslim. Pertama dalam hal aurat, perzinahan dan kekerasan secara verbal, serta masih banyak lagi.

Bagaimana cara Muvon sebagai aplikasi halal untuk tidak menyiarkan film seperti itu?

Pak Khaerulah menjawab, jika di Muvon tersedia SDM (sumber daya manusia) yang tugasnya mensortir semua film yang tidak layak ditonton di Muvon. Jadi jangan khawatir dengan 'virus' yang menyebar dari film-film bule.

So, Muvon benar-benar aplikasi halal untuk umat muslim. Jadi nggak usah takut lagi mendapatkan informasi hoax, para haters atau pembenci yang bisa merusak atau pemecah umat muslim. Karena  Muvon mempunyai beberapa kode etik yang harus dipatuhi bersama, agar tidak dimanfaatkan sebagai alat pemecah bangsa nantinya.

Alia Fathiyah

Thursday, November 30, 2017

Cara Gampang Kerja di Korea, Baca Buku K-Job EPS Topik Dulu


Siapa sih yang nggak mau ke Korea Selatan? Pasti kalau ditanya semua bakal tunjuk tangan, termasuk saya. Apaagi saya punya pengalaman nggak enak, pernah mau ikut trip ke Korea sama temen yang punya tour and travel. Udah bayar DP (uang muka), ngayal dong bakal ketemu 'temen-temen' Kpop, eh nggak taunya temen saya kabur bawa uang DP. Rasanya sakiitttt di sini (hehhe curcol sedikit).

Pupuslah mimpi bisa jelong-jelong (baca: jalan-jalan) ke Korea, negara penghasil drama baper terbesar dan negara yang menjadi salah satu tujuan utama orang Indonesia yang berharap bisa ketemu aktor pujannya.

Orang Indonesia ke Korea bukan cuma jalan-jalan lho, banyak juga yang bekerja di sana dan rata-rata berhasil. Nggak pernahkan kita mendengar TKI ada masalah di Korea? Yang ada malah sukses. Lalu kenapa orang Indonesia tertarik kerja di Korea?

Pasti gajinya yang gede serta segala fasilitas yang diberikan oleh perusahaannya.

"Gaji dasar TKI di Korsel sebesar 1,35 juta won atau kisaran Rp14 juta. Disediakan tempat tinggal plus makan dua kali. Selain itu, terdapat asuransi yang sangat memadai. Jika mereka rajin lembur, apalagi di hari libur, maka gaji yang diterima bisa Rp25 juta—Rp30 juta per bulan. 
Dalam sebuah survei yang dilakukan KBRI pertengahan tahun lalu, rata-rata TKI di Korsel atau sekitar 58 persen berpotensi menabung kisaran Rp15 juta. Sehingga, di atas kertas saya bisa bilang bahwa jika mereka bekerja di sana seperti dalam kontrak, umumnya 4 tahun 10 bulan, uang yang dikantongi setidaknya Rp870 juta.
Hal yang paling disukai pemilik perusahaan di Korea dengan pekerja Indonesia adalah karena mereka rajin bekerja (71 persen). Sayangnya, 59 persen menyatakan TKI kita masih lemah dalam hal bahasa Korea dan itu dikonfirmasi oleh para TKI." (Tempo.co)

Nah, pasti kendala bahasakan. Korea menggunakan tulisan HanGeul, perlu waktu khusus untuk mempelajarinya.

Tapi tenang, jangan galau. Ada solusinya.


Untuk bisa kerja di Korea, kita harus lulur tes EPS Topik. Nah buku ini memberikan jalan dengan berbagai soal serta pertanyaan yang nyaris mirip dengan EPS Topik aslinya.

Ada baiknya untuk mengintip buku yang ditulis Profesor Jeoung-Sun Bae, PhD Pedagogogigs (Profesor Lucy Bae). Buku ini membantu dan memudahkan orang Indonesia untuk kerja di Korea, karena harus melewati tes EPS TOPIK atau Test Employment Permit System Test Of Proficiency Korea,  atau buku untuk belajar lancar bahasa korea.

 Nah buku keluaran Hanijemi, perusahaan edukasi Literasi asal Korea Selatan yang bekerja sama dengan KLC, perusahaan Konsultan Training asal Indonesia ini merasa optimis bisa sangat membantu bagi pekerja Indonesia lolos tes.

"Dengan EPS Topik, kesempatan untuk mendapatkan pekerjan atau beasiswa di Korea terbuka lebarbuku ini dapat membantu masyarakat Indonesia untuk lulus tes EPS Topik," kata Profesor Lucy Bae.


Kehadiran Hanijemi di Indonesia juga didukung oleh KOTRA (Korea Treade Insvestment Promotion Agency) dalam kegiatan promosi produk-produk Korea. "Buku ini sebuah awal untuk merasakan Korea Selatan, Melalui buku ini dapat belajar bahasa dan budaya Korea Selatan," kata Mr Lee Changhyun dari Kotra.

K-JOB EPS Topik Book


Buku K-JOB EPS Topik ini ada dua macam. Terlihat ada yang berwarna hijau dan biru. Buku pertama yakni hijau berisi 30 chapters yng difokuskan pada vocabulary,  practice,  listening dan reading.  Jadi di buku pertama ini lebih ditekankan kepada voabulary.

Profesor Lucy Bae mengaku melakukan analisa selama 1 tahun untuk membuat buku ini. Hasil analisanya adalah, buku yang dibuatnya ini merupakan kunci untuk lulus tes. Profesor Lucy Bae mempersiapkan vocabulary dengan semudah mungkin agar dapat dipelajari dan diingat oleh pembaca.

Sedangkan Buku Biru, EPS TOPIK 2 lebih fokus pembahasannya kepada Grammar, practise,  listening, dan reading.  Fokusnya kepada grammar yang berbentuk tipe-tipe pertanyaan. Misalnya jika ingin membeli sebuah barang, harus bisa mengekspresikan dengan sikon barang yang dibeli tentunya dengan bahasa Korea.

Harga bukunya kisaran Rp 100-150 ribu dan bisa didapat di toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung, Periplus, dan toko buku online.

See, gampangkan asal ada kemauan dan kerja keras pasti bisa kerja ke Korsel. Gudlak Genks!

Refrensi:

https://bisnis.tempo.co/read/878681/segini-gaji-tki-di-korea-selatan

Alia Fathiyah





Friday, November 17, 2017

Kejeblos Jadi Solo Traveler


Pingin rasain jadi solo traveler? Gue sempat ada keinginan, ketika melihat cewek-cewek melakukan traveling sendiri. Tapi agak ragu, apa gue bisa? Apa gue mampu? Pastinya kalau ke luar negri kendalanya bahasa, apalagi bahasa Inggris gue cuma bisa 'yes' or no' , thank you', kacau bangetkan. Belum lagi gue paling oneng kalau baca map alias peta. Gue angkat tangan deh kalau disuruh baca peta. Panggil aja si Dora.

Baca Jugak: Muvon APP, Aplikasi Halal Lifestyle Pertama untuk Umat Islam

Gue mau cerita ketika secara nggak sengaja jadi solo traveler. Selama ini gue nggak pernah pergi sendiri ketika melakukan traveling dengan pesawat. Gue terbiasa tinggal duduk manis manjah.
Maklumlah, perjalanan gue dengan pesawat dimulai ketika gue kerja jadi wartawan. Undangan ke luar kota, pastinya udah diservis semuanya. Gue cuma dateng ke bandara, nenteng koper, terus duduk manis di pesawat. Nggak ribet soal urusan check in, boarding atau semacamnya. Kalaupun traveling di luar tugas kerja, suamik bagian ribet.

Nah, ini kasus spesial menurut gue. Bahkan pengalaman yang deg-degan tapi nagih. Berasa bebas gitu.

Jadi kebetulan guekan ikutan Komunitas Emak-Emak backpacker (EEB). Kan di sana banyak banget penawaran tiket murah, tiket promo atau trip murah. Pada suatu hari di antara semua tawaran trip, gue tertarik sama tawaran tiket ke Kuala Lumpur yang hanya Rp 500 ribu sekian PP. Seorang anggota EEB yang juga punya tour and travel, Mak Indri kasih pengumuman kalau dia mau ke KL dengan harga tiket sekian. Kalau ada yang mau barengan bisa share cost.

Tripnya ke Penang dan Kuala Lumpur. Gue yang emang banci jalan dan udah lama banget nggak traveling sejak hamil si bontot, berasa ada angin segar. Apalagi cuma 2 malam. Bisa lahya si bontot di tinggal sebentar. Untung si suamik selalu mengijinkan, doi paham dah bininya gatel jelong-jelong.

Oke semua fix, gue udah tranfer untuk biaya tiket dan hotel selama di KL dan Penang. Gue tinggal jalan. Agar dapat tiket murah, teman gue ini pilih jam 12.30 malam hari Minggu 5 November 2017. Yang ada dalam bayangan gue, hari Minggu dong, nggak kepikiran harus check in, boarding dan harus ada bandara itu Sabtu malam. Karena di otak gue udah terprogram hari mInggu.

Padahal Mak Indri ini dari Sabtu siang udah bilang, "Kita ketemu entar malam ya di bandara." Dia WA hari Sabtu pagi,  gue mikirnya, dia salah tanggal nih. Nah gue WA teman lain yang satu perjalanan, Mak Ina. "Iya besok," katanya. Jadi gue yakin Mak Indri salah kasih info (gue emang sotoy).

Nggak tahu kenapa, malam itu HP tumben banget gue matiin. Biasanya HP gue selalu menyala lho, sudahlah memang takdir gue harus ditinggal ya bo.

Pas besok subuh, hari minggu jam 5 gue buka HP,  gue langsung loncat disko. Miskol banyak banget dari 2 temen perjalanan gue ini. Dan mereka juga Wa kalau udah boarding, udah masuk pesawat, atau sedang otw ke Penang dari Kuala Lumpur.

Gue panik sejadi-jadinya. "Hah? Gue ditinggal? Gue nggak jadi jelong-jelong? Gue ketinggalan pesawat? Duit gue ilang? Tiket pesawat gue angus?"
Berasa banget saat itu gue sangat memohon sama Sang Pencipta minta dimundurin waktu 8 jam ke belakang. Sangat-sangat memohon. (Dari sini gue jadi sangat sadar, kita nggak boleh melihat ke belakang. Nggak boleh menyesali waktu yang udah lewat. Nggak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan. Kita harus maju ke depan, kalau salah, harus tanggung itu resiko. Paling nggak dijadiin pelajaran untuk ke depannya). Noted!

Gue telpon, Mak Indri. Mereka lagi di bus otw Penang. Dia mau bantu gue cariin hotel dan tiket kalau gue menyusul.

Akhirnya setelah pertimbangan panjang dan tanya suamik, gue buka laptop cari tiket paling murah ke KL. Sedangkan Mak Indri langsung booking hotel yang sama, Hotel Sungai Weng di Jalan Bukit BIntang Kuala Lumpur. Soal Penang harus diikhlaskan. Karena waktunya juga nggak cukup. Perjalanan dari KL ke Penang itu sekitar 4 jam.


The Story has just begin.

Pesawat Lion Air gue dijadwalkan jam 4 sore menuju KL. Dianter suamik dan kiddos, (duh Alhamdulillah para lelaki gue ini pengertian banget emaknya itu doyan jalannnnnn).( Si bontot aja ngerti, diajak ngomong ngangguk-ngangguk yes. Lols, makasih cintaahhhhh )

Gue mengantri untuk check in. Di depan ada seorang ibu dan anak gadisnya, yang ternyata orang Malaysia, (mereka akan terkait cerita gue di bawah. Tungguin)

Setelah check in, gue menunggu untuk boarding. Di bagian ini aja gue udah merasa excited dan happy sendiri ngebayangin bakal ngebolang. alone.

Gue mulai mengatur rencana, akan pergi kemana jika sampai di KL sendiri? Pasalnya, gue bakal ketemu temen gue yang tiga itu keesokan sorenya. Mereka akan eksplore Penang dulu baru sampai KL jam 3 sore by bus.  (Tau gak genks, emang itu yang terbaik, ternyata pas saat itu Penang lagi ada baday. Ketiga temen gue itu langsung naik pesawat balik ke KL, dan kita berkumpulllll Senin paginya).

Dari hasil brosing gue tertarik sama hal-hal yang berbau unik dan beda (bukan mal). Gue tertarik dengan Little India di KL. Pastinya berbeda dengan Little India di Singapura.
okeh.

Pas di bagian check imigrasi ini yang bikin lucu. Kenapa ya bapak-bapak Imigrasi kita ini bawaan curiga aja sama perempuan yang tujuannya ke Malaysia atau negara-negara Timur Tengah. Dikira gue TKW kali di Malaysia, apa muka gue, muka TKW? Iya x yaaa...Hahahah.

Ini bukan pengalaman pertama sebenarnya.

Beberapa tahun lalu ketika gue pulang umrah, pesawat Ijtihad transit dulu di Bandara Abu Dhabi. Itu bandara keren bangettt. Di antara transit di ruang tunggu itu ternyata banyak TKW berkumpul, mereka baru balik dari negara mereka bekerja. Ada yang dari Qatar, Kuwait, Arab dan lainnya akan pulang ke Indonesia. Dan mereka pun satu pesawat sama gue menuju Bandara Soeta.

Jadi nggak salah juga sih ketika gue tiba di Soeta, bapak Imigrasi nyuruh gue lewat jalan yang berbeda, dibarengin sama para TKW itu.  Setelah gue jelaskan gue baru pulang umroh, mereka akhirnya paham. Jaaahhhh..gak bisa bedain apa pak, aura gue abis lihat Ka'bah?

Oke kembali ketika boarding ke KL.

Petugas imigrasi di balik ruang kerjanya yang kotak itu bertanya begini:

Imigrasi: Berapa hari di Malaysia?
Gue: 2 hari
Imigrasi : Coba lihat tiket pulangnya
Gue: Saya ketinggalan pesawat, ini beli tiket baru, tiket pulang sama temen.
Bapak Imigrasi itu pasang wajah curiga kayak satpam. Setelah paspor gue dikasih stempel, dia sambil berdiri mau mengamati tas bawaan gue. Yaelah, gue cuma bawa koper kecil doang sama ransel kecil. Masa gue mau kerja di Malaysia sii,, phhuiless deee paakkk..

Masuk pesawat, ternyata gue satu sejajar kursi sama ibu dan anak gadisnya, yang tadi gue cerita. Si ibu yang namanya Bu Intan menegur ramah. Akhirnya gue tanya-tanyalah sama dia. Nanti sampai KL gue naik apa ke Bukit Bintang, better naik bus atau MRT or Monorail.

"Ikut saye saje sampai KL Center, nanti naik bus." (bahasa Upin Ipin yaa heheheh)

Okeh fix.

Perjalanan ke KL itu makan waktu 2 jam, dan waktu Malaysia lebih cepat 1 jam dari Indonesia.

Bandara Kuala Lumpur
Mendarat di KL rame. (Cuma info: Nggak tau ya kenapa, gue suka suara-suara dan kesibukan di dalam pesawat pas landing. Semua penumpang serentak berdiri dan buka kabin siap-siap keluar dan antri di lorong).

Masuk bandara KL jangan bayangin kayak Soeta ya booo..Bandaranya luas dan besar, banyak mal, banner iklan, semua serba modern. Untuk mengambil bagasi, kita harus turun ke bawah dengan eskalator. (Nanti gue uplot di Youtube Channel gue ya, don't miss it.)



Gue mah ngintilin si ibu Intan dan anaknya aja. Lalu di tengah gedung itu kita menunggu di jalur kereta. (Jangan bayangin jalur kereta kayak di Gambir yegenks). Nggak lama kereta datang. Keretanya gak gitu panjang, karena memang beroperasi hanya di sekitar bandara saja.

Keluar kereta langsung menuju bagian imigrasi sebelum mengambil bagasi. Nah, di sini gue terpisah sama Bu Intan. Karena jalur guekan di bagian orang asing, jadi lama dan antri.  (Kenapa ya di Malaysia dan Singapura itu banyak banget orang India.)

Mulailah di situ gue sendirian. Menuju bagian bagasi, udah sepi. Gue SMS bu Intan yang ternyata udah di dalam bus menuju KL Center, karena anaknya sakit perut sampai muntah. Dia kasih petunjuk gue ke arah bus yang ke Center KL.

Untung banget solo traveler perdana gue ini ke Malaysia yang bahasanya nggak jauh beda sama Indonesia. Kalaupun campuran sama Inggris juga yang standar. Beberapa kali bertanya arah bus ke KL Center. Gue diarahkan menggunakan lift ke bawah. Sampe bawah  malah lebih sepi. Toko-toko siap mau tutup. Nggak ada satpam atau petugas yang berkeliaran (lo kira Soeta apa).

Akhirnya gue tanya petugas toko yang mengarahkan gue harus keluar gedung. Emang sih di luar gedung banyak bus parkir, tapi untungnya mereka pada sopan lho. Para supir bus yang rata-rata orang India itu kasih gue petunjuk yang benar, di mana gue harus naik bus menuju KL Center.

Gue nggak kebayang kalau di situasi begitu gue ada di di salah satu terminal di Jakarta. Tau dong, berapa banyak preman dan pengangguran yang nongkrong di terminal, apalagi kalau udah jelang tengah malam.

Dari pengalaman, jika gue di beberapa terminal di Jakarta itu sampai malam, mereka yang tadinya nggak kepikiran jahat, karena iseng, ada peluang untuk berbuat jahat. Apalagi jika lihat seorang wanita muda (jaahhh) sendiri kebingungan. Di otaknya terlintas untuk berbuat jahat. tul gak.

okeh.

Ternyata, untuk ke bus menuju KL Center itu di gedung yang berbeda. Gue menyebrang lalu masuk  ke gedung yang nggak ramai. Di paling belakang banyak loket bus ke arah KL Center, Penang, Malaka dan tempat lainnya. Juga ada kayak food court tempat orang dagang makanan. Gue beli tiket seharga RM 10, dan naik bus yang lagi nge-tem.  Alhamdulillah di dalam bus ada bu Intan dan anaknya.

Ternyata perjalanan lumayan jauh juga ke KL Center. Jalanannya lancar jaya, nggak pakai macet.
Waktu sudah pukul 22.30 ketika gue sampai KL Center. Bu Intan pun dengan baik hatinya mencarikan gue taksi.

"Aliya, harus cari taksi yang pakai mite tak."
Artinya: Alia harus cari taksi yang gak pakai argo.
Katanya, kalau pakai argo cuma RM 15. Sedangkan yang nggak pakai argo bisa ditembak sampai RM 40-50.

Awalnya kalau nggak kemalaman, gue disarankan naik monorail ke Bukit Bintang. Lebih murah dan cepat. Turun langsung di Bukit Bintang dan jalan sedikit ke hotel. Tapi karena sudah menjelang tengah malam dan sepi, akhirnya gue putuskan naik taksi ke hotel.

Lama juga tuh temuin taksi yang gak pake argo. Padahal banyak taksi, dan taksi gelap (mobil pribadi) ngetem, dan nggak mau pake argo. SI Ibu Intan ini baik banget, dia nungguin gue dan cariin gue taksi sampai dapet. Padahal anaknya belum makan dan sakit perut (makasih ya bu, sejak itu gue jadi aktif WA sama Bu Intan. Alhamdulillah kan dapat teman baru).

Bukit Bintang So Excited

Bukit Bintang di malam hari
Bukit Bintang di pagi hari
Hotel Sungai Weng

Jam 11 malam, fix gue nyampe Bukit Bintang. Pemandangan yang berbeda yang gue  dapatkan dibandingkan kesepian tadi. Sangat ramai, macet, hingar bingar musik, jalan Bukit Bintang seperti tak pernah hening. On 24 jam.

Gue sukak!

Masuk ke dalam Hotel Sungai Weng, minta kunci, taro koper di front office dan gue pun ikut berbaur di jalanan. Asik banget. Nggak berasa capek, gue eksplore aja sendiri.

Note: sekarang ada peraturan baru di Malaysia sejak September, menginap di hotel ada pajaknya semalam itu RM 10.

Happy Traveling genks!

AAL

Friday, November 3, 2017

Review QL Cosmetic Lipcream Matte, Murah dan Bikin Cakep


Akhirnya pecah telor juga bisa review lipstik. Kayaknya happy bangeeettt, ini tantangan banget, bisa menulis review lipstik mengingat masa lalu saya 'musuhan' sama produk kosmetik. Maklum, masa ABG diwarnai dengan naik gunung, panjat tebing dan kerjaan kelaki-lakian lainnya, heheheh.

Selain itu, manfaat review lipstik ini untuk menghilangkan ketidak pedean foto selfie. Udah beberapa tahun belakangan berasa maluuu bangeett kalo liat foto sendiri yang close up segede gaban gitu ada di medsos. Siapa sih gue? Artis kagak, seleb kagak, sok kece banget. Begitu sih yang ada dipikiran,  Lol.

Nah , dengan review lipstik mau gak mau harus banyak foto selfie dong dengan memakai lipstik yang warnanya cerah ceria. Tau gak genks, buat saya lipstik itu adalah senjata ampuh supaya cantik manjah. Selalu dibawa kemana-mana dan punya banyak.  Satu ada di dalam tas, taronya di pouch, setia menemani kemanapun pergi. Juga ada di mobil, ada di kamar, ada di ruangan bawah. Jadi kalau dadakan pergi, itu lipstik yang jaraknya terdekat, mampir dulu di bibir. Soalnya, bibir saya gelap genks, wajah jadi bluwek kalau nggak pake lipstik.

Kosmetik QL Lipcream Matte

Melihat banyaknya produk QL Lipcream Matte ini wara-wiri di medsos, saya jadi kepo mau coba untuk review juga. Shadesnya berjumlah delapan, dan semua warnanya kece-kece banget dan bikin jatuh cintrong.

Ini saya jabarin apa aja ya:
#21 Peach Angel,
#22 Pink Me
#24 Nudy Classic
#25 Nude Brown
#26 Flaming Rose
# 27 Erotic Rose
#28 Apple Berry
#Sugar Plum



Entah kenapa nggak ada nomor 23, nanti saya coba cari info ya genks.

Semua shades udah dicoba, dan ada beberapa yang saya suka dan yang nggak, ini dia:

Yang nggak suka:
#21 Peach Angel dan #22 Pin Me. Kenapa?

Kedua warna tersebut cenderung ke merah muda, sedangkan kulit saya itu sawo  matang. Jadi nggak pas banget di wajah, berasa dari jauh orang hanya melihat lipstik saja.Karena kedua warna ini jatoh di bibir saya nggak menyatu. Lantaran QL Lipcream Matte ini cepat kering, dan seperti menggumpal di bibir. Seperti ada campuran bedak.

Yang disuka:
#24 Nudy Classic #25 Nude Brown #26 Flaming Rose
# 27 Erotic Rose  #28 Apple Berry #29 Sugar Plum

Shades tersebut pas banget di bibir. Seperti Nudy Classic dan Nude Brown itu cenderung coklat. Jadi ketika dipakai nggak terlalu nge-jreng, lebih kalem dan lembut. Biasanya saya pakai ke mal atau jalan manjah yang santai.

Sedangkan 26 Flaming Rose dan  27 Erotic Rose  cenderung ke merah cerah ceria. Tetiba wajah terlihat lebih kinclong dan cakep banget pokoknya.

Sisanya, 28 Apple Berry dan 29 Sugar Plum cenderung ada unsur ungunya. Sukak banget, bibir saya yang gelap jadi gak terlihat. Ini biasanya dipakai untuk acara formal, kayak kondangan atau miting.

Bagaimana dengan packagingnya?
Dari kesingnya aja, lipstiknya udah menarik. Lihat deh, pas banget sama era milenial sekarang kan.
Bentuknya sekilas mirip tabung, dengan ukiran serta lekukan yang feminin (maksudnya emang pas banget untuk perempuan), berbeda jika pingin dibandingkan dengan lipcream lainnya.

Aplikatornya di ujung agak miring untuk memudahkan memoles lipstik di bibir, terutama di ujung. Packagingnya dari plastik, disitu tertulis ingredients, BPOM, serta expired produk.

Dengan bungkusan warna bening bisa terlihat dari luar warna dari lipstik.

Kalau dilihat dari kemasannya, bakalan nggak nyangka kalau lipstik ini adalah produk lokal. Dan harganya murah banget, cuma Rp 36 ribu.

Bagaimana soal tekstur?

Tekstur QL Lipcream Matte ini cair, ketika ditarik aplikatornya terlihat lipstik yang menempel, bukan cream. Dan ketika dipakai di bibir cepat langsung kering.

Lalu ketika minum atau makan, warna lipstik akan menempel dan terbilang cepat hilang jika saya bandingkan dengan lipcream matte lainnya. Karena nggak waterproof. Tapi kalau lagi puasa, alias nggak makan dan minum, warna lipstiknya tetap kinclong laya, Lols.

Kekurangan:
1. Gak waterproof
2. Warna tertentu terlihat menggumpal di bibir, gak menyatu seperti ada bedak menempel.
3. Cepat hilang kalau habis makan dan minum
4. Warna satu sama lain nyaris mirip, kurang eksplore warna lain

Kelebihan:
1. Murah
2. Packaging bagus dan menarik
3. Produk lokal, gak kalah dengan produk luar
4. Warna-warna merah tua bikin jatuh cintrong

Well genks, murah bangetkan lipstiknya. Yuk ah dicoba, dengan harga murah bisa membeli beberapa warna. Untuk lebih lengkap produk QL silahkan diintip di sini genks website www.qlcosmetic.com
Nah ini reviewnya di vlog eyke. Subscribe yess:

https://www.youtube.com/watch?v=B-AIp1wa020&t=16s




Monday, October 30, 2017

Kelas Blogger 17, Belajar Blogging on The Spot

Foto: Kelas Blogger
Raksa Online

Tiba waktunya untuk ikut Kelas Blogger ke 17. Tentu seneng banget bisa kepilih dari 100 yang terdaftar. Ini kedua kalinya saya ikut Kelas Blogger, dan pastinya selalu mendapat tambahan ilmu usai pulang dari sana.

Atas kerjasama dengan Raksa Online, Kali ini, Kelas Blogger memberikan materi seputar "Bagaimana Melakukan Reportase dan Blogging On The Spot“. Kegiatan ini tidak hanya membekali blogger akan dasar-dasar reportase, melainkan juga praktik di lapangan.

Pagi-pagi saya sudah duduk manis di ruangan yang lokasinya di kantor Raksa Online, di kawasan Jakarta Pusat.  Ruangannya kayak sebuah ruang di sekolah  (yaiyalaa namanya kelas, heheh), para peserta duduk dengan rapi dan tertib.

Dorprize (Foto: Kelas Blogger)
Tak lama Pak Junardi, Direktur Asuransi Raksa memberikan sambutan mengenai Raksa Online yang telah berdiri sejak 1975. Ternyata dibandingkan dengan asuransi mobil lainnya, Raksa Online memiliki berbagai fasilitas untuk melayani nasabah.

Menariknya di Kelas Blogger 17 ini, royal banget bagi-bagi hadiah. Sebentar sebentar kocok dorprize. Lagi bengong cantik, tau-tau pengumuman mau bagi dorprize, lagi makan manjah diteriakan mau kocok dorprize, asik bangetkan. Untung saya dapet dorprize juga, lumayanlah dateng jauh-jauh dari Sepong pulang bawa hadiah.

Setelah Raksa Online presentasi, para blogger diminta untuk menulis blogging on the spot mengenai Raksa Online. Nah sebelum menulis berjamaah di kelas, para blogger diajak tur keliling kantor Raksa Online. Diperlihatkan ruangan untuk manicure, pedicure dan refleksi.


Ruangannya luas dan nyaman, jadi betah.

Sekitar 2-3 jam, peserta dibebaskan untuk menulis reportase tersebut. Semua serius, memandang laptop di hadapannya. Emoh lirak lirik. Maklumlah, hadiahnya bikin nyeces. Laptop dan hape boooo.

Blogging on The Spot ala Bang Gapey

Setelah makan siang, perut kenyang, pasti enaknya tidur dong. Eitss, jangan dulu. Ada Gaper Fadli yang biasa disapa Bang Gapey, dikenal sebagai penyiar radio dan wartawan senior (udah keliatan sih dari kesingnya kalau senior, Lolss Piss bang). Bang Gapey berbagi ilmu untuk kita semua, berbagi pengalamannya sebagai jurnalis puluhan tahun.

Bang Gapey memberikan tip bagaimana reportase sebuah berita ketika di lapangan. Nggak jauh beda sih sebenarnya cara kerja blogger dan wartawan ketika meliput sebuah event. Yang paling penting itu menurut Bang Gapey dalam membuat berita hasil liputan:

1. Jeli
Kita harus jeli mana berita yang menarik untuk ditulis. Yang berbeda yang saya rasakan ketika menjadi blogger dan wartawan adalah, di dunia wartawan harus jeli mengambil angle berita sehingga pembaca ingin membacanya sampai selesai. Angle berita yang berbeda dari media lainnya, bahkan kalau bisa kita pencetus awal, pembuka isu. Sedangkan kalau blogger lebih harus mendalami sebuah produk

2. 5W1H
Sebenarnya ini harus ada di semua tulisan bukan cuma untuk blogger atau wartawan. 5W1H ini sebagai pegangan kita dalam menulis apapun.

3. Kepo
Kesannya mau tau aja. Tapi memang harus kepo jika ingin menulis sebuah produk. Kalau nggak kepo, susah juga tulisan dijadikan refrensi oleh pembaca. Yang ada pembaca ogah balik ke blog kita, yegak.

4. Runut
Dalam membuat sebuah tulisan harus runut, dari A sampai Z, dari atas sampai bawah. Jadi yang ngebaca juga nyaman dan enak. Kronologisnya yang bener, jangan loncat-loncat.

5. Akurat
Nah, akurat itu penting dalam menulis sebuah isu. Sama juga dengan blogger, jangan asal comot informasi. Fakta yang kita temukan di lapangan, paling nggak harus kita dapatkan dari kedua belah pihak, cover both side kalau kata wartawan. Jadi kita sebagai penulis objektif.

6. Bermanfaat
Ngapain kalau kita menulis tanpa ada pesan yang disampaikan? Ngabisin waktu dan capek ngetik kan. Pembaca juga nggak dapet manfaatnya.

7. Etika dan eklusif
Kerja di dunia wartawan itu penting. Mencari wawancara narasumber jangan asal tabrak etika, kenalkan diri dulu, dari mana dan kasih pertanyaan yang sopan. Kalau soal ekslusif, mana ada sih orang yang nggak mau eklusif dalam menulis berita? Paling nggak yang pertama dia mendapatkan isu itu.
Kang Arul dan Bang Gapey (Foto: Kelas Blogger)

Kang Arul, Si Dosen Galau

Nah pas bagian Kang Arul (Ketua Kelas Blogger) cuma sedikit kasih masukan tapi ngena. Kata Si Dosen Galau ini, kalau menulis blog itu poin of view nya adalah 'aku'. Jadi tulisannya enteng, menceritakan peristiwa (bukan menulis peristiwa, beda ya bro), layaknya kayak curhat di diarylah.
Kang Arul juga kasih pesan, kalau mau ikut lomba, 2 paragraf pertama itu harus menarik. Kalau udah bikin bosen, juri udah males baca, langsung di banned itu blog. Nggak mau gitukan.

Happy Blogging Genks!

ALIA F

Tuesday, October 17, 2017

Lagi Mager? Asuransi Astra Tawarkan Layanan Garda Oto Digital

Teknologi digital kini sudah menyebar ke berbagai sektor. Revolusi digital tentunya mengubah cara individu dalam berinteraksi. Sekarang memang semua serba ingin praktis, akses inginnya yang mudah dan cepat.

Nah, Perusahaan Asuransi Astra juga harus mengikuti zaman dengan meluncurkan layanan baru yakni Garda Oto Digital. Layanan ini menawarkan kemudahan dalam membeli polis dan melakukan klaim asuransi mobil melalui aplikasi mobile.

Launching Asuransi Astra Garda Oto Digital



Wait, sebelum saya nulis panjang kali lebar soal produk Asuransi Astra terbaru itu, saya mau cerita soal acara launchingnya yang kece banget.

Begini:

Pas 10 Oktober 2017 saya diundang untuk peluncuran  layanan terbaru Asuransi Astra yakni Garda Oto Digital. Tempatnya di Ciputra ArtPreneur Jakarta.

Acaranya dikemas mewah dan private. Nggak sembarang orang bisa lewat karena ada pemeriksaan beberapa lapis. Begitu masuk ke ruangan acara, wuiihh keren. Di beberapa tempat diberikan spot untuk selfie dan narsis.



Melihat spot kece gitu, saya foto-foto dong dengan kehebohan yang bisa dilihat di foto-foto ini dengan beberapa blogger. Ada latar bola-bola dengan bantuan lighting dari laptop sehingga bisa berubah warna.

Selain itu juga diberikan permainan yang lucu, ada permainan papan dipenuhi gambar bola warna-warni, yang ditentukan dengan perputaran seperti jam.  Ada papan segiempat yang disusun, agar papan yang di atas tidak jatuh diperlukan keahlian. Lalu ada pula gambar tanpa warna soal sejarah Asuransi Astra. Undangan dipersilahkan untuk mewarnai sebebas mungkin. Lalu ada kolam bola warna-warni. Menarik dan kreatif.


Yang bikin saya mupeng adalah lomba foto yang diunggah ke medsos, hanya dengan memberikan tagar #MakinGampang foto-foto di Instagram dan di Twitter langsung bisa dicetak lho. Saya pun bolak balik selfie dengan latar yang berbeda. Sayangnya, semakin siang, semakin ngeh semua undangan dan mengerubungi bagian foto untuk minta hasil cetakan. Jadi susah narsis lagi. Pablebuat.

Setelah kenyang mencoba semua makanan (diet lupakan), dua pembawa acara yang heboh membagi hadiah kepada undangan, meminta kita semua untuk masuk ke ruangan teaternya. Acara peluncuran Garda Oto Digital mau dimulai. Eng Ing Eng....

Apa itu Garda Oto Digital?



Garda Oto Digital merupakan layanan penjualan produk Asuransi Kendaraan Bermotor Garda Oto melalui internet.

Perkembangan dunia digital yang pesat, tentunya berimbas ke hampir semua segmen bisnis di Indonesia. Lebih dari 50 persen, orang Indonesia sudah melek internet.

Sadar akan pertumbuhan tersebut, Asuransi Astra mengedepankan teknologi digital dalam pemasarannya, sehingga melalui Garda Oto Digital akan memudahkan pelanggan dalam mendapatkan perlindungan mobil yang komprehensif.


Peluncuran Garda Oto Digital dilakukan oleh CEO Asuransi Astra, Rudy Chen. Bapak Rudy Chen menjelaskan bahwa dengan diluncurkannya layanan Garda Oto Digital ini merupakan kesempatan yang baik untuk memberikan pelayan yang terbaik bagi pelanggan.

Menurutnya, membeli polis asuransi sudah bisa dilakukan melalui situs www.gardaoto.com yang bisa diakses kapan dan di mana saja, namun masih terbatas di wilayah Jakarta.

"Buat yang mager, nggak perlu datang. Kami melayani dengan datang ke lokasi, membawa mobil ke bengkel lalu dikembalikan lagi ke rumah," kata Bapak Rudy Chen.

Makin Gampang Klaimnya, Banyak Bonusnya.

Jika berbicara asuransi, pasti pertanyaan yang penting soal klaim.  Garda Oto Digital memberikan kemudahan kepada pelanggan karena bisa memilih sendiri lokasi klaim yang diinginkan baik di rumah, kantor, atau tempat lainnya.

Kemudahan yang didapat dengan layanan Garda Oto Digital: 

1. Makin Gampang Pilih Lokasi Klaim
Biasanya kalau mau urus asuransi kita datang ke kantor. Belum lagi kalau soal klaim, sekalian membawa berkas mobil. Di kantor asuransi harus antri, menunggu giliran dan keribetan lainnya (hihihi pengalaman saya inih).

Nah dengan menggunakan layanan Garda Oto Digital jadi makin gampang klaim di manapun kita berada. Di rumah, kantor atau dimanapun lokasi pilihan Anda.

2. Gampang Antar Jemput Kendaraan
Biasanya kalau mobil rusak masuk bengkel, bakal ribet tuh prosesnya. Tapi dengan Garda Oto Digital, bisa antar jemput kendaraan jika kita lagi mager.

3. Makin Gampang Pantau Status Klaim
Dengan layanan Garda Oto Digital kita bisa memantau status  perbaikan kendaraan. Kita bisa memilih fitur dari ponsel dan memantau bagaimana progress dengan mobil kita.

"Dalam proses klaim pelanggan biasanya merasa khawatir, mobil saya udah beres belum ya, kapan bisa diambil," Rudy Chen menceritakan kegalauan pelanggan jika berbicara soal klaim.

Menurutnya pelanggan bisa memantau status kendaraanya yang sedang dalam perbaikan. Klaim perbaikan pun bisa dilakukan on the spot. "Jangan tanya kapan bisa klaim, besok, lusa atau minggu depan? Ngapain lama, klaim sekarang aja," kata Bapak Rudy Chen yang dibarengi tepuk tangan para undangan.

Lebih lanjut Rudy mengatakan bahwa Garda oto Digital melengkapi platform digital Asuransi Astra yang terdiri dari berbagai aplikasi seperti Garda Mobile otocare, Garda Mobile Medcare, Garda Mobile HRakses, Garda Mobile CRakses, Garda Mobile otosales, dan Garda Mobile otosurvey.


Pelanggan Garda Oto Digital akan mendapatkan banyak bonus:
- Hadiah Langsung:
  E-Toll On Board Unit (hanya untuk pembelian tipe perlindungan Comprehensive)
- Voucher Optik Melawai (Khusus untuk pembelian tipe proteksi TLO & Comprehensive selama  bulan Oktober)
- Spin to Win Samsung Galaxy Note 8 (hanya untuk pembelian tipe perlindungan Comprehensive)
- Cicilan 0% dengan kartu kredit Bank BCA, Bank Mandiri, PermataBank

Untuk informasi lengkap tentang Garda Oto Digital bisa cek langsung www.gardaoto.com 

Alia Fathiyah