Tuesday, October 17, 2017

Lagi Mager? Asuransi Astra Tawarkan Layanan Garda Oto Digital

Teknologi digital kini sudah menyebar ke berbagai sektor. Revolusi digital tentunya mengubah cara individu dalam berinteraksi. Sekarang memang semua serba ingin praktis, akses inginnya yang mudah dan cepat.

Nah, Perusahaan Asuransi Astra juga harus mengikuti zaman dengan meluncurkan layanan baru yakni Garda Oto Digital. Layanan ini menawarkan kemudahan dalam membeli polis dan melakukan klaim asuransi mobil melalui aplikasi mobile.

Launching Asuransi Astra Garda Oto Digital



Wait, sebelum saya nulis panjang kali lebar soal produk Asuransi Astra terbaru itu, saya mau cerita soal acara launchingnya yang kece banget.

Begini:

Pas 10 Oktober 2017 saya diundang untuk peluncuran  layanan terbaru Asuransi Astra yakni Garda Oto Digital. Tempatnya di Ciputra ArtPreneur Jakarta.

Acaranya dikemas mewah dan private. Nggak sembarang orang bisa lewat karena ada pemeriksaan beberapa lapis. Begitu masuk ke ruangan acara, wuiihh keren. Di beberapa tempat diberikan spot untuk selfie dan narsis.



Melihat spot kece gitu, saya foto-foto dong dengan kehebohan yang bisa dilihat di foto-foto ini dengan beberapa blogger. Ada latar bola-bola dengan bantuan lighting dari laptop sehingga bisa berubah warna.

Selain itu juga diberikan permainan yang lucu, ada permainan papan dipenuhi gambar bola warna-warni, yang ditentukan dengan perputaran seperti jam.  Ada papan segiempat yang disusun, agar papan yang di atas tidak jatuh diperlukan keahlian. Lalu ada pula gambar tanpa warna soal sejarah Asuransi Astra. Undangan dipersilahkan untuk mewarnai sebebas mungkin. Lalu ada kolam bola warna-warni. Menarik dan kreatif.


Yang bikin saya mupeng adalah lomba foto yang diunggah ke medsos, hanya dengan memberikan tagar #MakinGampang foto-foto di Instagram dan di Twitter langsung bisa dicetak lho. Saya pun bolak balik selfie dengan latar yang berbeda. Sayangnya, semakin siang, semakin ngeh semua undangan dan mengerubungi bagian foto untuk minta hasil cetakan. Jadi susah narsis lagi. Pablebuat.

Setelah kenyang mencoba semua makanan (diet lupakan), dua pembawa acara yang heboh membagi hadiah kepada undangan, meminta kita semua untuk masuk ke ruangan teaternya. Acara peluncuran Garda Oto Digital mau dimulai. Eng Ing Eng....

Apa itu Garda Oto Digital?



Garda Oto Digital merupakan layanan penjualan produk Asuransi Kendaraan Bermotor Garda Oto melalui internet.

Perkembangan dunia digital yang pesat, tentunya berimbas ke hampir semua segmen bisnis di Indonesia. Lebih dari 50 persen, orang Indonesia sudah melek internet.

Sadar akan pertumbuhan tersebut, Asuransi Astra mengedepankan teknologi digital dalam pemasarannya, sehingga melalui Garda Oto Digital akan memudahkan pelanggan dalam mendapatkan perlindungan mobil yang komprehensif.


Peluncuran Garda Oto Digital dilakukan oleh CEO Asuransi Astra, Rudy Chen. Bapak Rudy Chen menjelaskan bahwa dengan diluncurkannya layanan Garda Oto Digital ini merupakan kesempatan yang baik untuk memberikan pelayan yang terbaik bagi pelanggan.

Menurutnya, membeli polis asuransi sudah bisa dilakukan melalui situs www.gardaoto.com yang bisa diakses kapan dan di mana saja, namun masih terbatas di wilayah Jakarta.

"Buat yang mager, nggak perlu datang. Kami melayani dengan datang ke lokasi, membawa mobil ke bengkel lalu dikembalikan lagi ke rumah," kata Bapak Rudy Chen.

Makin Gampang Klaimnya, Banyak Bonusnya.

Jika berbicara asuransi, pasti pertanyaan yang penting soal klaim.  Garda Oto Digital memberikan kemudahan kepada pelanggan karena bisa memilih sendiri lokasi klaim yang diinginkan baik di rumah, kantor, atau tempat lainnya.

Kemudahan yang didapat dengan layanan Garda Oto Digital: 

1. Makin Gampang Pilih Lokasi Klaim
Biasanya kalau mau urus asuransi kita datang ke kantor. Belum lagi kalau soal klaim, sekalian membawa berkas mobil. Di kantor asuransi harus antri, menunggu giliran dan keribetan lainnya (hihihi pengalaman saya inih).

Nah dengan menggunakan layanan Garda Oto Digital jadi makin gampang klaim di manapun kita berada. Di rumah, kantor atau dimanapun lokasi pilihan Anda.

2. Gampang Antar Jemput Kendaraan
Biasanya kalau mobil rusak masuk bengkel, bakal ribet tuh prosesnya. Tapi dengan Garda Oto Digital, bisa antar jemput kendaraan jika kita lagi mager.

3. Makin Gampang Pantau Status Klaim
Dengan layanan Garda Oto Digital kita bisa memantau status  perbaikan kendaraan. Kita bisa memilih fitur dari ponsel dan memantau bagaimana progress dengan mobil kita.

"Dalam proses klaim pelanggan biasanya merasa khawatir, mobil saya udah beres belum ya, kapan bisa diambil," Rudy Chen menceritakan kegalauan pelanggan jika berbicara soal klaim.

Menurutnya pelanggan bisa memantau status kendaraanya yang sedang dalam perbaikan. Klaim perbaikan pun bisa dilakukan on the spot. "Jangan tanya kapan bisa klaim, besok, lusa atau minggu depan? Ngapain lama, klaim sekarang aja," kata Bapak Rudy Chen yang dibarengi tepuk tangan para undangan.

Lebih lanjut Rudy mengatakan bahwa Garda oto Digital melengkapi platform digital Asuransi Astra yang terdiri dari berbagai aplikasi seperti Garda Mobile otocare, Garda Mobile Medcare, Garda Mobile HRakses, Garda Mobile CRakses, Garda Mobile otosales, dan Garda Mobile otosurvey.


Pelanggan Garda Oto Digital akan mendapatkan banyak bonus:
- Hadiah Langsung:
  E-Toll On Board Unit (hanya untuk pembelian tipe perlindungan Comprehensive)
- Voucher Optik Melawai (Khusus untuk pembelian tipe proteksi TLO & Comprehensive selama  bulan Oktober)
- Spin to Win Samsung Galaxy Note 8 (hanya untuk pembelian tipe perlindungan Comprehensive)
- Cicilan 0% dengan kartu kredit Bank BCA, Bank Mandiri, PermataBank

Untuk informasi lengkap tentang Garda Oto Digital bisa cek langsung www.gardaoto.com 

Alia Fathiyah

Monday, October 2, 2017

Ketika PR Kebingungan Perlakukan Wartawan


Public Relation (PR/humas) itu bisa dibilang pasangannya wartawan. Kerjaan mereka nggak mungkin sukses dan berhasil tanpa wartawan bukan? Namanya sepasang, takdirnya begitu pasti saling membutuhkan satu sama lain.

PR membutuhkan wartawan untuk mempublikasikan informasi dari kliennya ke masyarakat. Nah wartawan butuh berita lewat tangannya PR (walaupun nggak semua berita wartawan dari PR jugak).

Bisa kebayangkan nasibnya PR jika keinginannya kliennya tidak terpenuhi, alias tak ada wartawan yang mau mempublikasikan informasi kliennya. Yang ada kantor PR itu metong tong, alias bangkrut. Udah banyak kantor PR yang tetiba namanya hilang ditelan hembusan angin.

Nah, pada suatu hari di grup WA wartawan yang isinya wartawan kritis, ngomongin soal PR yang rese dan asik. Kita lebih fokusin ke PR rese yang mau enaknya sendiri tanpa melihat kebutuhan wartawan.

Awalnya, ada seorang teman yang skrinsut keluhan wartawan dari Twitter dan dilempar ke grup. Ramailah itu grup dengan curhatan masing-masing. Jangan sedih, wartawan kalau udah ghibah berjamaah itu kejam-kejam jendral! itu aib diubek-ubek, sampai dibeberin kelakuan masing-masing.

Saking sadisnya, PR rese itu sampe ditelusuri dan foto serta kantornya di skrinsut ke grup lho. Hahahaha. Jadi kalau ada PR yang merasa  kupingnya panas karena kita ghibahin, tolong komen di bawah yes?

Nah ini keluhan wartawan yang diskrinsut itu:

"Launching sukses, influelancer top di medsos, kesannya glamour, dan premium. Tapiiiii preskon utk wartawan aja cuma ngasih aqua botol kecil dan harus menahan lapar. Padahal acara dari pagi sampai jam 12.30"

Gue sih nulis ini supaya para PR itu ngerti bagaimana memperlakukan wartawan semestinya, bagaimana  'approach' to media, bagaimana 'treat' media. Jangan bingung ketika udah bikin 2-3 event, trs event ke empat wartawannya sedikit, malah diisi sama wartawan bodrek alias gak punya media. Mau situ begitu?


Ini dia curhatan wartawan soal PR : (tolong disimak ya PR, jangan baper)

"Ada yang merasakan pertemanan jadi nggak usahlah dibaikin nanti ngelunjak," ini kata seorang wartawan senior.

"Ada yang musuhan sama media, sampai-sampai karena harus mengundang media disuruh nunggu di luar kayak pembantu. Pembantu gue aja, gue suruh duduk manis."

"Ada PR yang sehat ada yang sarap. Selama 15 tahun jadi wartawan, belakangan jadi makin sarap."

"PR banyak meraup duit dari kita yang susah dateng ke acara dia. Dia yang untung, kita keringetan doang. Emang nggak ada acara lain apa?"

"Ada PR yang undang ke luar kota pulangnya cuma dibungkusin sambel. Kayaknya itu PR udah nggak kedengeran lagi tuh." (ini contoh PR yang bangkrut broh).

"Kalau gue salut sama PR yang sibuk telpon dan tanyain, kapan terbit? Bahkan tanya halaman berapa? Kerjaanya ngapain coba? Emang nggak punya tim news track?" (ini langsung di blacklist tebel, di bold, matanya dikasih spidol item).

Ada lagi temen wartawan yang curhat panjang banget, ini gue edit yes:

"Gue diundang ke Singapura untuk launching acara TV. Malemnya disuruh kumpul di lobi untuk jalan dan menikmati Singapura. Jalan kaki keliling, tau-tau udah jam 10. Si PR gak menawarkan untuk makan malam, akhirnya para wartawan makan sendiri, pake uang sendiri. Ketika ditanya jawaban PR: Kan udah dikasih makan waktu presconf (itu jam 4 sore cuy).

Besoknya pulang ke Jakarta. Rombongan naik pesawat jam 3 sore dan sudah di bandara jam 11. Lalu setelah wartawan dianter ke bandara (PR gak ikut pulang bareng), mereka balik ke hotel. Ketika ditanya wartawan soal jadwal makan siang, jawaban PR: Kan di pesawat di kasih makanan."


Sampai Jakarta wartawan yang ikut ke Singapura bertanya ke brand (klien) yang punya acara soal cara kerja PR itu. Akhirnya perusahaan besar dan PR nya mengundang kita makan malam, dan ditolak wartawan. "Kita butuh makannya waktu di Singapura."


See? Gue yakin PR itu langsung gak dipake lagi sama kliennya setelah wartawan complain. Imej penting bro!

Gue beberapa kali bantuin PR untuk koordinator di lapangan. Alhamdulillah selama ini baik-baik saja. Perusahaan itu mengerti dan welcome ketika gue kasih masukan dan saran.

Memang banyak perusahaan yang hire wartawan atau mantan wartawan untuk menjadi bagian dari PR. Karena sesama wartawan itu mengerti bagaimana psikolognya wartawan, ngerti otaknya wartawan, ngerti harus diperlakukan seperti apa.

Bahkan, hasil browsing gue menemukan artikel di Forbes.com berjudul: How to approach journalist. Dia lebih sadis menulisnya, begini: kalau journalist itu sekelompok orang yang egois, journalist itu miskin waktu dan memiliki ego tinggi. Jangan sedih jika email-email PR itu dicuekin. Ada beberapa aturan untuk mendekati journalist agar PR 'dicintai' wartawan. (catet tuh).

Kesimpulan dan Saran:


Dari beberapa curhatan wartawan di atas gue cuma memberikan saran, ini juga berdasarkan pengalaman gue bertahun-tahun magang kerja PR di beberapa tempat. Dan pengalaman ketika ketemu PR yang rese dan menyenangkan selama jadi wartawan:

1. Komunikasi.
Kalau undang wartawan, menyapa, ngobrol dan basa basilah biar ikrib.

2. Bikin press release sepadet mungkin. Jangan bertele-tele, intinya menggambarkan acara yang berlangsung saat itu dan sebutkan siapa narsumnya.

3. Gue tau, ketika PR mendapatkan klien pasti mereka udah prepare budget yang diajukan. Include untuk makanan dan goodie bag. Hey, jangan pelit. Sediain makanan sesuai waktunya, kalau pagi sarapan, kopi, teh, makanan kecil. Kalau pas jam makan siang, sediain makanan berat, nasi dan teman-temannya. Jangan mau dapet untung gede, tapi lo pelit keluarin duit. Coba kalo lo pasang iklan di satu media? Berapa uang yang dikeluarin? Lebih gede dari biaya press conference yang bisa mencakup 10 media atau lebih.

4. Jika wartawan diundang ke luar kota atau luar negri, pastikan wartawan diservis sesuai kebutuhan. Wartawan cuma duduk manis di pesawat, nyampe di lokasi dan meliput serta mengirim berita. Mereka nggak perlu diribetin harus check in tiket sendiri, cari transpotasi dan akomodasi sendiri. Lalu pulangnya bekelin wartawan oleh-oleh khas makanan daerah itu.

*Alhamdulillah selama ini gue selalu dapet PR kece jika ada undangan ke luar kota. Fasilitas mumpuni, malah malemnya suka kuliner khas daerah itu.

5. Kalau mengundang media dan mereka hadir di sebuah acara, jangan pernah berharap media akan memuatnya. Jika lo undang 20 media, yang muat 10 media aja lo udah bersyukur banget. Jangan berharap 20 wartawan itu akan menulis. Kenapa? Tiap media mempunyai standar berita sendiri. Jika undangan itu memang layak diberitakan, pasti kantor akan memintanya. Jika ternyata hasil presconference gak bagus, itu hak wartawan untuk nggak manulisnya dan memuatnya.

Jadi jangan pernah bolak balik tanya, "kapan turun?" Sekali atau dua kali bertanya juga cukup, kalau keseringan pake ngancem segala, karir lo diujung tanduk broh.

Ngeselinya pas udah turun pake ngeluh, "kok kecil sih, kok sedikit sih?" Coba kalo lo pasang iklan kecil begitu, berapa nilanya? Cek sendiri deh.

6. Jangan pernah berfikir semua wartawan ngarepin duit, nop! Jika isu yang ditawarkan bagus dan menarik untuk diberitakan, pasti wartawan akan datang. Apalagi jika narsumnya punya nama, udah deh, itu PR bisa dipuji-puji kliennya karena berhasil memberitakan gede-gede meski cantelan si narsum.

Sepertiya segitu dulu. Gue belum bisa menulis terkait blogger, karena masih newbie dan interaksi dengan event blogger masih sedikit (gue lebih banyak curhat di blog booo).

Semoga tulisan ini bermanfaat yes.

AAL

Saturday, September 9, 2017

(Review) Film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 2, Komedi Slapstik Absurd


Nyaris setahun film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 2 nongol lagi di bioskop. Gue tadi berharap, part 2 ini akan lebih baik dari yang pertama, ternyata....Bisa baca  resensi yang gue tulis Part 1, di sini.

Cerita di Part 1 berakhir ketika Dono (Abimana), Kasino (Vino Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) bersama Sophie (Hannah Al Rashid) berada di bandara Kuala Lumpur dan tasnya tertukar dengan seorang wanita berbaju merah. Akhirnya mereka mendapatkan petunjuk kalau wanita itu bernama Nadia (Fazura) seorang peneliti di sebuah laboratorium di Kuala Lumpur.

Singkat cerita mereka bertemu Nadia di sebuah pantai. Nah, di pantai pasti banyak  perempuan memakai bikini. Sang sutradara, Anggi Umbara sepertinya berusaha keras untuk menyelipkan cewek-cewek seksi, pingin dimiripkan dengan film Warkop DKI yang asli. Tapi gagal sodara-sodara!! Serius gagal! Malah terlihat maksain dan murahan.

Lalu serangkaian petunjuk mengarahkan mereka, ditambah Nadia ke sebuah pulau terpencil yang angker untuk menemukan harta karun.


Tau gak, sebenarnya perasaan gue udah nggak enak ketika film sudah sampai di adegan laboratorium. Mereka bertiga disuntikkan ramuan, lalu masing-masing berubah. Ada yang payudara membesar (Kasino), ada yang tangannya jadi kepiting (Dono) dan lari secepat The Flash (Indro).  Lalu mereka bermimpi menjadi ayam warna kuning terus joget-joget. Melihat itu, gue terkesima sendiri...ini film apa siii??

Ternyata feeling gue benar adanya. Setiap plot yang disajikan nggak jelas arahnya ke mana, yang penting dibikin selucu mungkin, itupun lucu slapstik. Absurd.

Dono, Kasino dan Indro di pulau seram itu berpencar untuk menemukan Sophie dan Nadia yang hilang. Dono harus bertemu dengan kuntilanak yang menggantung di pohon. Terjadilah percakapan antara Dono dan kuntilanak yang yang dialognya diulang-ulang.

Lalu Kasino bertemu dengan pohon-pohon yang bisa bergerak dan Indro harus mengahadapi beberapa pocong yang berbadan bersar serta bertato (apa sihh??).

Menonton part 2 ini seperti dipaksakan. "Pokoknya apapun yang terjadi film warkop DKI part 2 harus jadi! Gue nggak mau tau kisahnya kayak gimana?!" gitu kira-kira film ini akhirnya dibuat.

Sutradara dan Produser seperti kehabisan ide, mau dibikin apa lagi cerita ini? Mereka seperti asal comot dengan menyajikan film cerita nggak jelas begitu. Padahal, dibikin sederhana saja, nggak usah pake embel-embel tekhnik komputer yang teknologinya sangat kedodoran. Kenapa sih harus pake begitu kalau nggak bisa?

Jujur, gue kasihan sama Abimana dan Vino Bastian yang selama ini dikenal bermain film-film berkualitas yang akting serta kualitas filmnya bisa diadu di festival  luar negri. Okelah, mereka memakai nama besar komedian legenda Dono dan Kasino, tapi hasilnya kalau kayak gini, duh kasihan sama track record mereka selama ini. Kasian juga jadi memberikan dampak buruk bagi nama Warkop yang melegenda itu.

Selain itu gue melihat bagian Dono menurut gue pasif. Padahal kekuatan ada di Dono eh Abimana, baik dalam penampilan dan akting. Tapi porsinya sedikit, di sini karakter Dono dibikin lembut, selalu mengalah dan pasrah.


Selain itu, di beberapa adegan mereka selalu mengulang-ulang kalau film Warkop ini lebih baik dari sebelumnya, dan mereka merasa main film ini sebuah paksaan karena memperlihatkan kalau mereka sedang syuting film.

1.  "Supaya serem kayak film sebelumnya," kata Kasino merujuk pada film Setan Kredit.
2. Atau ketika di hutan, ada seorang kakek yang muncul dan complain soal sinar lampu. "Ini syutingnya udah bener belom?"
3. Lalu Kasino yang pake melirik dan ngomong ke kamera.

Masih adalah beberapa kayak gitu, tadinya menarik lama-lama jadi nggak ngerti maunya apa.

Gue berharap dimasukkan lagi karakter baru, tapi sampai akhir cuma Babe Cabita sebagai big boss. Atau Rhoma Irama, itupun ambil dari penggalan filmnya yang lama. Juga Suzanna dan Barry Prima, hanya cabutan adegan film mereka tahun 70-an yang jadul banget. Parodi dari Suzanna dan Barry Prima bisa ketebak nggak laku karena nggak dikenal remaja jaman sekarang.

Jika Part 2  mengecewakan seperti ini, gue nggak tahu apakah akan dibuat yang ketiga. Melihat banyaknya penonton feeling gue sih bakal dibikin sekuel. Gue barharap sekuelnya sangat-sangat lebih baik dan profesional.  Kalau nggak ngerti teknologi komputer di film, mending nggak usah pake deh. Serius. Garap aja bagian drama dan komedinya dengan layak.

AAL



Wednesday, September 6, 2017

Raisa-Hamish, The Lovely Couple


Raisa-Hamish menikah, medsos jadi heboh. Nggak cuma di Instagram yang timeline isinya mereka berdua, di Twitter dan Facebook juga banyak. Nah, ketika ada beberapa temen wartawan hiburan yang bikin status di Facebook soal cara peliputan dan pengamanan untuk wartawan, gue jadi tergelitik untuk menulis. Biasalayaaaa, gue ngincer viewers yang mampir ke blog gue. Kebiasaan! *Plak *ditimpukpakedolar

Jadi mohon kesabarannya, jangan ada yang baper, gue cuma mengungkapkan fakta saja yang menarik untuk dibaca. Tolong dibaca dengan hati bersih dan tulus seikhlasnya.


Para wartawan hiburan ini sudah mulai meradang ketika dikirim undangan dan peraturan jumpa pers. Merupakan hal biasa, ketika penyelenggara acara memberikan 'riders' banyak dan ribet. (Perasaan siapa yang butuh dan membutuhkan ya. Yang butuh publikasi supaya terkenal dan banyak duit, siapa coba??? *gayanyaDono).

"Kalau nggak disuruh kantor gue juga nggak mau," kata seorang teman yang jadi wartawan di sebuah tabloid wanita.

Jadi kebanyakan wartawan yang meliput disuruh kantor, karena melihat pembaca yang banyak banget pasangan sweet ini.

Nah, (ini hasil wawancara kecil-kecilan sama temen wartawan yang datang ke jumpa pers bagaimana situasinya), mereka pada KZL ketika nggak boleh melempar pertanyaan.

"Sewaktu preskon, seolah-seolah dia hanya mengajak MC nya ngobrol, ngelihat ke samping arah MC. Begitu diteriakin lihat kamera, HD kayak nggak suka gitu," kata wartawan senior itu.

Temen infotainment malah ada yang ngomong begini: "Mending mereka kawin di Bali atau luar negri jadi nggak dikejar-kejar wartawan gini."

Hhmmmm....tanda-tanda...udah terlihat

Gue sendiri melihat pesta pernikahan mereka kayak nonton film romantis Hollywood yang happy ending, atau baca novel romantis. Kayaknya sweet banget mereka berdua, cucok meong kalau kata Syahrini. Beneran deh, bikin kepo dan baper. So perfect. Ternyata cerita romantis kayak gitu ada juga di dunia nyata. Ketika mereka saling menatap, tssaaahhhh...dunia milik berdua, orang lain cuman nyewa.

Lucunya lagi, di grup WA wartawan seleb dan gaya hidup, pasangan ini jadi trending topic lhooo hahahaha seru bangett.  Mereka sih ijinin gue untuk memposting hasil 'ghibah berjamaah' itu di sini asal di blur (eh gue berasa jadi kayak lambe turah nih, hahahha).

Tapi kayaknya nggak etis juga kalau dipublikasikan, soalnya sangat banyak untold story alias cerita soal mereka di belakang layar. Aib euy, gak boleh buka aib. Sudahlah hanya orang tertentu saja yang tahu.

Soal Raisa-Hamish dipending dulu.

Gue cuma mau cerita lain (biar panjang tulisan di blog ini), soal para artis yang karirnya sampai sekarang masih menjulang ke angkasa. Kenapa? yang pasti karena hubungan baik mereka ke wartawan, meski wartawan udah berganti orang beberapa dekade. Si artis bukan saja melihat orangnya, tapi melihat profesinya. Para artis itu tetap banyak job, tetap berkarya dan tetap banyak penggemar.

Karena para artis itu tahu soal ini:

1. Wartawan harus bertanya ke narasumber yaitu si artis (kalau nggak tanya apa yang mau ditulis?)

2. Adanya interaksi antara wartawan dan narasumber (jadi ada hubungan yang harmonis, karena dunia wartawan dan narasumber itu adalah simbiosis mutualisme. Karena pasti, suatu waktu narsum sangat butuh wartawan. Nggak percaya? Let's see and wait).

3. Jika terganggu dengan pertanyaan wartawan, bisa dijawab dengan ramah, santun dan sabar. Karena kerja wartawan itu ya bertanya, bukan menjawab. Mereka juga akan paham kalau gak dijawab.

4. Seberapapun banyak media sosial sekarang ini, narsum atau artis paham kalau wartawan itu bisa memberikan karir mereka terus panjang. Karena ketika mempublikasikan sebuah berita, sudah melewati beberapa editan yang dasarnya dipertanggung jawabkan. Bukan netizen di medsos yang
asal cablak tanpa di rem.
5.....(mikir dulu)

Kalau ini hasil dari pengamatan, pengalaman dan masukan temen-temen wartawan, artis siapa aja yang memiliki attitude menyenangkan dan enak jadi narasumber kece:

1. Krisdayanti: Dari masih ABG sampai sekarang KD itu the truly diva of Indonesia. Humble, baik, ramah dan asik banget.

2. Titi DJ: Salah satu artis favorit gue. Apa adanya, humble, apapun pertanyannya dijawab santai sambil tertawa. She's also the truly of diva, suka bangettt sama mbak titi....kayaknya mengerti keinginannya dalam hidup, meski udah 3 kali menikah, dia nggak pernah malu menghadapi wartawan ketika ditanya. Sukaaakk

3. Alm Julia Perez: Biar udah tenar, tetep tuh kasih wartawan telpon yang direct. Serepot apapun selalu dijawab, bahkan SMS dibales. Al Fatihah untuk Jupe.

4. Giring Nidji: Kalau ketem wartawan pasti salaman sambil nunduk gitu. Ternyata alm bokapnya giring wartawan, dan dia pernah ngomong kalau dia sangat menghormati profesi wartawan. Dari alm bokapnya dia tahu bagaimana kerja wartawan. See?? Ini Giring Nidji yang kondang dan karyanya hebat itu lho.

5. Armand Maulana. Gue sukak sama lagu-lagunya GIGI yang tentu hasil dari suaranya Armand juga ciptaanya dia. Kalau liputan dan gue ke mushola, pas jam sholat selalu ada Armand. Dia juga menjawab semua pertanyaan dengan santai, wartawan udah kayak temen broh!

6. Anang Hermansyah. Gue sih beberapa kali telpon dan BBM (dulu) selalu djawab, wawancara langsung jarang. Tapi ada temen infotainmen yang berbagi cerita soal Mas Anang ini. Dulu, waktu masih baru divorce sama KD, Aurel ngomongnya agak gak sopan gitu ke wartawan. Trs saat itu juga, Anang 'memerintahkan' (jah bahasanya drama), Aurel untuk minta maaf. Gudjob!

Sebenarnya masih banyak sih, tapi ini tulisan udah kebanyakan, takut pada bosen.

Yang mau komen silahkan yang santun, jangan baper broh! No hard feeling, just peace ah.

AAL

Friday, September 1, 2017

Selain dapat Klien Baru, Kerja di Coworking Space Bisa juga Ketemu Jodoh #evhiveday #newwaytowork


Apa sih coworking space? Jaman sekarang orang udah mulai ngeh apa itu coworking space, yaitu tempat kerja dimana kita berbagi area kantor dengan orang lain dari perusahaan yang berbeda. Awalnya, tempat bekerja ini berlaku bagi para pelaku startup. Tapi belakangan jadi kepake juga untuk para pekerja freelancer seperti saya, seorang blogger dan penulis lepas.

Sebelum coworking space sedang nge-hitz, sempat beredar nama SOHO (small office home office). Yakni orang yang bekerja dari rumah. Mereka membuat kantor sendiri di rumah dengan segala fasilitas yang dibutuhkan.

Nah, soal coworking space ini udah sering saya baca di koran dan majalah. Tapi kebanyakan mereka membahasnya yang ada di luar negri. Atau ada beberapa di Jakarta, bukan di kawasan Serpong, tempat domisil saya. Ketika saya mendapatkan info kalau coworking space Ev Hive ada di kawasan Serpong yakni The Breeze, BSD City yang nggak jauh dari rumah, saya semangat mendatanginya.

Mbak Tammy dan Mbak Jesslyn

Setelah janjian sama Mbak Jesslyn Darmadi bagian facility manager, sayapun datang ke The Breeze. Kebetulan juga udah sering datang ke The Breeze, lokasi Ev Hive gampang dicari kok. Gak jauh dari area panggung, dekat dengan foodcourt.

Ruang Ev Hive di The Breeze didominasi tembok kaca. Jadi dari luar pendatang The Breeze bisa melihat aktifitas orang di dalamnya. Terlihat menarik bangunannya didesain miring, belum lagi The Breeze memang didominasi dengan ruang terbuka yang banyak tumbuh pepohonan. Jadi suasananya adem, nyaman, cozy dan bisa banget fokus kerja tapi santai.


Masuk ke dalam ada meja penerima tamu, di sana ada Mbak Tammy Benjamin bagian community manager yang menyambut dengan ramah. Di belakang ruangan penerima tamu ada ruangan lebih luas yang terdiri dari beberapa meja panjang yang disusun rapi dan terdapat 8 kursi di tiap meja. Di sebelah kiri ada beberapa meja bulat serta kursi. Sedangkan sebelah kanan ada beberapa ruang kecil tertutup, itu adalah private office. Para pelaku start up yang baru berdiri dan memiliki karyawan sedikit biasanya menyewa tempat itu untuk hitungan bulan.

Ujung ruang itu ada dua sofa menempel di tembok, nah saya duduk di situ, sambil memantau kondisi ruangan dan mengamati penduduknya yang sibuk beraktifitas. Di sebelah kanan gak jauh dari sofa ada kantin Ev Hive atau dapur kopi. Ini bisa dibilang dapur mini. Yang datang bisa minum sepuasnya gratis. Ada kopi, teh dan sirup.


Di sebelah kantin ada tembok (mirip mading) isinya informasi dan event di Ev Hive serta para anggota di Ev Hive yang biasanya menempati private office.

Keuntungan Kerja di Ev Hive 
Lagi ada acara komunitas, makanannya menggodakan

1. Komunitas
Banyak banget keuntungan kerja di coworking space, dalam hal ini Ev Hive. Pas saya datang kebetulan lagi ada acara komunitasnya. Itu keren banget, satu persatu anggota komunitas muncul menenteng makanan.

Menurut Mbak Tammy, hari itu pas lagi ada pertemuan rutin para anggota komunitas dengan sistem potluck (masing-masing membawa makanan). Komunitas itu memiliki grup di WA untuk memudahkan komunikasi satu sama lain.

"Nanti ikutan aja makan siang mbak, makanannya banyak kok," kata Mbak Tammy. Untung Mbak Tammy nggak melihat mata saya berbinar-binar bahagia ketika mendengar kata makan. Ah tau aja perut saya bunyi-bunyi pas waktunya makan siang. Lols.

Ternyata penduduk Ev Hive banyak juga, tanpa diduga mereka muncul satu persatu, keluar dari 'sarangnya' taaraaaaa.  Gaya mereka kayak orang ngantor beneran aja, maksudnya meski kerja di coworking space, mereka juga tampil profesional.

Mengamati anggota komunitas Ev Hive seperti mengingat masa muda (heheh). Terlihat heboh, penuh tawa dan canda. Menariknya, meski dari perusahaan berbeda, saya lihat mereka ikrib (baca: akrab) satu sama lain. Saling lempar ledekan lalu dibarengi tawa. Ih, asik bangettt, suwer deh. Seneng liatnya.

2. Dapet temen dari keahlian dan latar belakang berbeda

Melihat suasana yang asik itu, saya iseng 'ngegerecokin' salah satu penghuni Ev Hive yang sedang asik kerja sendiri. Untung dia bersedia ngobrol dan berbagi cerita bagaimana menghabiskan waktu bekerja Ev Hive.
Kayes, pemalu ketika difoto

Adalah Kayes, seorang cowok 29 tahun yang nyaman dengan penampilannya khas seorang freelancer. Rambut agak kriwil, pake kaos dan jeans. Dia bekerja sebagai graphic desainer yang statusnya freelancer.

Dia mengaku sudah 9 bulan ngantor di Ev Hive BSD. Selama itu pula, dia sudah memiliki banyak teman dari bidang yang berbeda yang tentunya banyak mendapatkan ilmu baru.

"Biasanya, menjelang mau selesai di malam hari, kita suka saling sharing dan diskusi. Dari sana jadi kayak kebangun link dan temen baru," kata Kayes.

3. Dapet klien baru
Kayes juga mengaku selama bekerja di Ev Hive dia sudah mendapatkan tiga tawaran kerja, wow! Dia sangat bersyukur bisa berada di EV Hive karena untuk mendapatkan klien tidak semudah dibayangkan. Dengan banyak ngobrol serta sharing kerjaan, ternyata bisa mendapatkan tawaran kerja  dari tempat yang tak terduga.

"Dari sharing kerjaan dan ngobrol jadi bisa dapet kerjaan. Karena yang ada di sini punya keahlian berbeda-beda, kita bisa saling kolaborasi dan berbagi ilmu," kata Kayes.

Dari bekerja di coworking space, selain bisa mendapatkan wawasan dari bidang berbeda, serta bisa mendapatkan teman baru. Bahkan kita bisa pula jadi tahu kesalahan yang kita lakukan misal dari marketing, manajemen proyek dan soal pendanaan.

Sebelum nongkrong Ev Hive untuk bekerja, Kayes biasanya kerja dari rumah atau coffe shop. Menurutnya jika bekerja di rumah justru nggak fokus. "Waktunya kerja malah tidur, pas waktunya tidur malah kerja terus," katanya tertawa.

Sedangkan kerja di coffe shop membutuhkan uang yang tidak sedikit. Selain itu, dengan kondisi cafe yang ramai, Kayes mengaku kurang bisa fokus. Waktu yang dibutuhkan di coffe shop juga tidak bisa selama ketika bekerja di coworking space.

Ada satu masukan Kayes untuk Ev Hive di The Breeze BSD. "Adain shower. Soalnya saya kalau datang pakai sepeda, apalagi The Breeze enak buat sepedaan. Jadikan keringetan, sebelum kerja bisa shower dulu," kata Kayes. Oke noted!

4. Bisa dapet jodoh
Nggak percaya kalau kerja di coworking space bisa dapet jodoh? Hasil dari pengamatan saya selama nangkring di Ev Hive, mungkin banget bisa ketemu jodoh dari perusahaan yang berbeda.

Bagaimana nggak. Meski berada di ruangan yang berbeda, tentunya setiap hari bertemu karena adanya interaksi di flexi desk atau dapur kopi atau acara komunitas yang tentunya bisa menumbuhkan benih-benih cinta (eeaaa).

Ternyata dugaan saya itu benar adanya yang diperkuat dengan pernyataan Mbak Jesslyn. "Di sini yang cinlok banyak. Bahkan ada ketika masing-masing mau keluar (kontrak ruangan kerja selesai), mereka jadian," katanya. Waaahh... ayo yang berasa jomblo datang ke Ev Hive, Lols.

Fasilitas dan Biaya di Ev Hive


Nah, setelah membaca di atas tentu kepingin tahu berapa biayanya. Ev Hive ternyata juga memiliki banyak cabang. Selain di The Breeze BSD, Ev Hive juga ada di:

1. EV Hive Tower @IFC Building, di Jalan Sudirman, Jakarta.
2. EV Hive Satellite @Equity Tower di SCBD, Jakarta Selatan.
3. The Maja, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
4. D.Lab, di Menteng, Gondangdia, Jakarta Pusat.
5. Dimo, di Sarinah, Jakarta Pusat.
6. Jakarta Smart City (JSC) Hive, di Karet Kuningan, Jakarta Selatan. (Bekerja sama dengan Pemprov DKI).

Nah ini harga dan fasilitasnya:
1. Daily Pass.
Ini untuk harian hanya cukup membayar Rp 50 ribu/hari. Fasilitasnya bisa mendapatkan koneksi internet yang kece, juga dapur kopi.

2. Flexi Desk
Ini ruang kerja yang suka bekerja dengan tim. Ruangan ini terdiri dari beberapa meja panjang yang disusun rapi dan terdapat 8 kursi di tiap meja. Cukup dengan membayar Rp.1.000.000/bulan bisa mendapatkan fasilitas koneksi internet, dapur kopi, gratis akses ke semua lokasi EV Hive di Jakarta serta gratis mengikuti semua event EV Hive. Jadi misalnya, saya mendaftar di BSD City, suatu hari butuh bekerja di Jakarta, nah saya bisa datang ke Ev Hive di The Maja atau Sudirman tanpa perlu membayar lagi.

3. Dedicated Space
Ruangan kerja Dedicated Desk sangat cocok untuk yang mengerjakan proyek jangka panjang bersama tim. Suasana ruangan ini didesain seperti nuansa alam yang damai sehingga dapat bekerja tanpa gangguan bising dari luar. Untuk menikmati ruangan ini hanya membayar Rp.2.000.000/bulan dan dapatkan fasilitas seperti, koneksi Internet, dapur kopi, lemari arsip, gratis menggunakan fasilitas ruang meeting, gratis mengakses printing dan gratis mengikuti semua event EV Hive.

Selain di atas, Ev Hive juga menyediakan sebuah ruangan kerja khusus untuk tim besar yang menginginkan kerahasiaan kantor yang aman. Untuk mendapatkan servis ruangan ini, hanya cukup membayar Rp.4.000.000/bulan dengan beragam fasilitas di dalamnya yang tentunya akan meningkatkan kinerja tim.

Fasilitasnya: Koneksi internet yang cepat, dapur kopi, gratis menggunakan fasilitas ruang meeting, gratis menggunakan fasilitas event space untuk agenda event, gratis mengakses printing, dan gratis mengikuti semua event EV Hive.

Oiya, Ev Hive buka selama hari kerja saja, Senin-Jumat. Mulai pukul 09.00 pagi sampai 20.00 malam. Tapi jika daftar untuk dedicated space bisa mendapatkan kunci sendiri jika ingin bekerja di hari libur.

Nah, ada lagi yang istimewa nih. Taukan hari gini parkir mahal banget, perjam Rp 3000 atau 4000. Kebayang jika di Ev Hive selama 10 jam saja sudah keluarkan biaya parkir Rp 30 ribu jika perjam Rp 3000. Nah, jika sudah daftar di Ev Hive The Breeze BSD City, bisa mendapatkan biaya parkir murah. Selama 1 bulan hanya membayar Rp 180 ribu. Asik kan.

Alia Fathiyah




Saturday, August 19, 2017

Morinaga Berperan Mencetak Generasi Platinum Lewat Konferensi Ayah Bunda

Dr dr Ahmad Suryawan bersama Irfan Hakim

Pada akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu, 12 Agustus 2017 saya diundang menghadiri sebuah seminar yang terkait tumbuh kembang anak. Untungnya banyak temen blogger enaknya begini, sering memberikan informasi acara yang terkait dengan kehidupan anak. Pada dasarnya saya memang suka dengan acara semacam seminar atau workshop yang berbicara mengenai tumbuh kembang anak. Saya bisa terapkan di rumah dengan si kecil, Fatih (2,5 tahun) atau disebarkan ke teman-teman yang juga punya anak kecil. Apalagi jika materinya bisa ditulis di blog, semakin banyak saja para orang tua yang membaca dan jadi menambah pengetahuan.

Konferensi Ayah Bunda Platinum

Nama acaranya Konferensi Ayah Bunda Platinum dan Morinaga Multiple Intelligence Play Plan. Bertema ‘Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini’, di Novotel Tangerang (acara serupa sudah pernah digelar di beberapa kota besar di Indonesia). Selain materinya pas, lokasinya di Tangerang yang sangat dekat dengan rumah saya di Gading Serpong.

Yang bikin ngiler mau datang adalah acaranya diselenggarakan oleh Morinaga, whic is anak saya minum susu Chil Kid Platinum Moricare rasa Vanila. Pastinya di acara tersebut ada susu yang dijual harganya lebih murah dari pasaran, Lols (insting emak2). Dan sayapun membeli susu untuk si bontot yang senang sekali apalagi ada hadiah.

Hasil belanjaan di Konferensi Ayah Bunda, Fatih happy banyak hadiah

Sampai di Novotel Tangerang sudah ramai dengan ibu-ibu yang didominasi baju serta kerudung berwarna merah dan keriuhan anak-anak bermain. Juga beberapa orang bapak yang ikutan menjaga anak-anaknya. Jadi, para ibu di dalam mendengarkan seminar, sedangkan pra bapak di luar menjaga anaknya yang bermain di playground.

Ada beberapa booth di area grandballroom Novotel itu. Selain playground, ada booth untuk menstimulasi kecerdasan anak dengan sarana permainan yang mendukung daya kembang otak, ada booth cek alergi yang berfungsi mendeteksi alergi anak sejak dini, ada stand penjualan beberapa produk Morinaga dengan harga miring dengan beragam hadiah yang menggiurkan dan masih banyak lagi.

Iseng bertanya ke seorang bapak yang sedang asik menjaga anaknya bermain. Lantaran acaranya digelar hari Sabtu, tentu kantor libur dan si bapak yang bernama Dodi itu memanfaatkan waktunya untuk menemani istri dan mendapatkan quality time dengan anaknya.

"Mumpung libur dan ada acara ini, saya temanin istri. Saya jadi dapat pengetahuan tentang tumbuh kembang anak saya," katanya.

Bapak lainnya bernama Tanto merasa perawatan tumbuh kembang anak bukan cuma urusan istrinya. "Meski saya kerja, sebagai seorang suami dan ayah, saya merasa ikut berperan untuk melihat perkembangan anak saya," katanya yang domisil di kawasan Tangerang juga. Keren bingit bapak-bapak ini.
Serunya di Konferensi Ayah Bundan Platinum, dan hadiah kece jika beli susu dengan jumlah tertentu

Mencetak Generasi Platinum bersama Morinaga


Seminar ini menghadirkan DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair Surabaya pada sesi pertama dan dilanjutkan oleh Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi selaku Ketua Program Studi Psikologi Terapan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Direktur ESSA Consulting pada sesi kedua. Acara dipandu oleh presenter terkenal Irfan Hakim yang hangat dan ramah, Irfan rela turun dari panggung untuk mendatangi seorang ibu. Melihat Irfan turun, ibu-ibu langsung mengerubung dan foto-foto.

Hal yang dilakukan bapak Dodi dan Tanto di atas itu pas sekali dengan materi yang diberikan oleh DR dr Ahmad Suryawan bahwa stimulasi untuk anak itu sudah diberikan sejak berada dalam kandungan. Peran suami sangat penting ketika sang istri sedang hamil. Suami harus memberikan kenyamanan dan ketengan bagi istri yang sedang hamil karena bisa mempengaruhi perkembangan otak janin sejak dalam kandungan.

Selain itu, perkembangan otak anak serta kualitas tumbuh kembang anak akan berakhir ketika usia sudah mencapai 18 tahun. Sebelum usia segitu, itu masa rawan seorang anak dan sebagai orang tua berkewajiban untuk mendampingi.

Perkembangan Otak
Dr dr Suryawan juga menjelaskan stimulasi sangat mempengaruhi dan memperkaya koneksi sel-sel otak anak cerdas.
1. Kegiatan interaktif antara orang tua atau pengasuh dengan anak.
2. Merangsang anak untuk belajar melakukan berbagai kemampuan

Bagaimana stimulasi yang benar itu?
1. Dimulai sejak dini
2. Interaktif (anak dan orang tua)
3. Secara bermain dengan menyenangkan
4. Kejadian sehari-hari dengan alami dan reguler

Bagaimana Pengertian Tumbuh dan Kembang itu?
Disebut tumbuh jika dilihat dari struktur dn ukuran fisik, misal berat badannya, tinggi badan, lingkar kepala dan ukuran spesifik lainnya.
Sedangkan disebut berkembang jika fungsi dan kemampuannya berjalan sesuai umur. Misalnya:
- Penglihatan
- Pendengaran
- Motorik Kasar
- Motorik Halus
- Bicara Bahasa
- Personal Sosial
- Kecerdasan
- Prilaku
- dan perkembangan spesifik lainnya.


Nah ada tips untuk ayah dan bunda dalam membentuk perlindungan anak generasi multitalenta:
1. Pada Masa Kehamilan:
- Jaga kesehatan seoptimal mungkin
- Kontrol kandungan secara teratur
- Hindari stres kronis dan usahakan dalam keadaan tenang, nyaman dan senang
- Kreatif dalam menciptakan aktifitas sesuai kehamilan, misalnya senam hamil
- Pada akhir bulan kehamilan selalu siaga menghadapi proses persalinan

2. Pada Masa Persalinan dan Setelah Bayi Lahir
- Usahakan persalinan  normal kecuali atas indikasi saran dari dokter kandungan yang mengharuskan lahir secara operasi cesar.
- Segera memberi ASI sesaat setelah lahir (IMD/inisiasi menyusui dini)
- Menyusui ASi secara ekslusif dengan cara yang benar selama 6 bulan, setelah itu boleh diberikan MPASI.

3. Pada Masa Bayi dan Anak Usia Dini
- Menghindarkan anak dari stres yang berlebihan
- Responsif terhadap perilaku yang menunjukan keinginan anak.
- Tidak membiasakan unsur paksaan ke anak dalam interaksi sehari hari
- Mengasuh, interaksi, memberi makan ke anak dengan cara yang menyenangkan dan memberi  kesempatan anak untuk eksplorasi.
- Tidak sembarangan dalam pemberian obat terutama antibiotik tanpa anjuran dokter
- Mengamati dan mendokumentasikan perjalanan tumbuh kembang anak secara rutin dan reguler. Memiliki buku catatan khusus tumbuh kembang anak.


Sesi bersama Dr Rose Mini, A,P,, M,Psi.

Psikolog kondang ini menggelar seminar dengan interaktif dan seru sehingga ibu-ibu yang hadir semangat mengikuti seminar dari materi yang dibawakan ibu Rose Mini.

Di sini, psikolog yang biasa disapa Bunda Romi menekankan kepada seluruh orang tua, jangan mendorong dan memaksa anak untuk rangking atau mendapatkan nilai akademis yang tinggi.
Bunda Romi menekankan kekuatan bermain untuk membentuk kecerdasan multitalenta di era milenial.

Memiliki anak-anak yang cerdas dan sehat merupakan impian bagi setiap orang tua tetapi kebanyakan dari mereka masih berpatokan pada kemampuan akademik dalam mengukur kecerdasan seorang anak.

Padahal banyak penelitian dan riset yang dilakukan untuk mengetahui dan menunjukan bahwa  kecerdasan  anak tidak hanya tergantung pada nilai tinggi akademiknya saja tetapi ada faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi kecerdasan anak pada usia dini.

Dr Howard Gardner mengatakan bahwa kecerdasan seseorang itu terdiri dari berbagai bentuk yang meliputi:

 1.Kecerdasan dalam musik adalah kemampuan mengekspresikan diri melalui musik,  kemampuan untuk dapat memahami, mengekspresikan diri dengan alunan musik atau irama.
2.Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan menggunakan kecekatan tubuh dalam melakukan gerakan dan kelenturan tubuhnya.
3.Kecerdasan logika matematika  adalah suatu kemampuan untuk mengetahui dan mengenal kondisi atau suatu situasi dengan menggunakan penalaran logika, kemampuan analisa.
4.Kecerdasan Visual-spasial adalah kecerdasan gambar dan ruang, memiliki  kemampuan untuk melakukan atau dapat membayangkan sesuatu dengan imajinasi.
5.Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk dapat juga anak mengekspresikan dirinya dalam menggunakan bahasa dan lewat membaca, menulis dan berkomunikasi dengan lingkungan disekitarnya.
6.Kecerdasan Interpersonal adalah suatu kemampuan untuk dapat bekerjasama dengan orang   lain secara efektif, dapat berempati dapat memahami perilaku orang lain yang ada disekitarnya.
7.Kecerdasan intrapersonal adalah suatu kemampuan untuk dapat juga dalam menganalisa diri sendiri dan dapat pula menggunakan perasaannya untuk bisa membuat perencanaan dan tujuannya agar bisa tercapai.
8.Kecerdasan natural adalah suatu kemampuan untuk dapat memahami  alam sekitar dan dapat melihat berbagai macam perbedaan dan persamaan yang ada di alam ini secara keseluruhannya.
9.Kecerdasan moral adalah kemampuan untuk memahami suatu tuntutan yang ada dan terjadi dilingkungan serta dapat mengetahui mana yang   baik dan mana yang buruk, misal Empati,  hati   nurani, kontrol    diri,  menghargai, kebaikan, tenggang rasa dan keadilan.

Jadi bunda, kecerdasan seorang anak itu nggak melulu dilihat dari nilai akademisnya ya.

Untuk info lengkapnya ayah bunda bisa mendapatkan informasinya di sini:

Website: www.morinagaplatinum.com,
 Facebook: Morinaga Platinum,
Twitter: @MorinagaID,

Saturday, August 12, 2017

Downy Daring, Pewangi Baju yang Cetar Membahana


Foto: KEB


 " I never face the day without parfume."

Siapa sih yang nggak pingin wangi? Pasti semua pingin tampil wangi sebab bisa membangkitkan kepercayaan diri dalam beraktifitas seharian.  Saya termasuk orang yang nggak suka wangi parfum, kadang kalau kecium wangi yang terlalu kencang, tiba-tiba kepala ini bisa bikin pusing dan mual, (wong ndeso).

Tapi tentunya, saya juga nggak mau dalam beraktifitas orang bisa bete karena saya bau badan. Biasanya, saya memilah-milah wangi yang sesuai dengan hidung ini yang cepet banget menangkap bebauan enak atau nggak (suwer, nyokap bilang waktu kecil kalau hidung saya, hidung kucing, Lols). Wangi yang pas itu saya temukan di dalam splash cologne sebuah produk bayi (Lols).

Itu untuk diri saya sendiri. Tapi meski saya nggak suka parfum, bukan berarti orang rumah juga anti parfum. Nop!

Sebagai seorang istri dan ibu saya juga kepingin seluruh keluarga tampil wangi. Kalau anak-anak ke sekolah dan tercium bau nggak enak di tubuhnya, tentu orang akan menunjuk dan menyalahkan ibunya dong? Sama juga kalau suamik kerja, bajunya kusut dan berbau, siapa yang disalahkan? Ya, istrinya lahh (Kasian ya, hihihi )

Sebagai manajer rumah tangga di rumah, tentu wanita dituntut untuk memberikan dan mengatur rumah tangga dengan baik. Juga tampilan menarik dan wangi para anggota di rumah. Apalagi saya perempuan sendiri di rumah, jadi kebayang para lelaki ini memberikan bebauan dari tubuhnya lebih besar dari perempuan (begitu menurut penelitian genks).

Event Blogger bersama Downy Daring


Nah kembali soal wangi-wangian, belum lama ini saya diundang Kumpulan Emak Blogger (KEB) untuk peluncuran produk Downy Daring dari Parfum Collection, beberapa pekan lalu. Dalam acara tersebut ada demonstrasi kalau Downy bukan hanya dipakai untuk rendeman pakaian agar wangi tapi juga bisa dipakai semprotan agar licin ketika disetrika, keren kan??

Karena jujur, baru kali ini saya memakai Downy.  Saya pikir, fungsi Downy hanya sebagai rendeman baju agar wangi usai dibilas. Ternyata Downy memiliki peran ganda.

Wanginya? Well, Saya membuka tutup botol Downy dan menghirup baunya, nggak bikin pusing itu artinya aman.
Foto: KEB

Dalam acara yang dipandu oleh Mak Mira dari KEB dan Mbak Kaka dari Downy menjelaskan ke blogger cara pemakaian dan fungsi Downy. Blogger yang hadir dengan baju kece-kece itu mengikuti arahan Mbak Kaka, sekaligus ikutan menyelupkan bahan ke air, mengeringkan sekaligus menyetrika lho. Wanginya mantaappss..

Praktek di Rumah.


Maaf ya, bukan karena saya pemalas, tapi kebetulan di rumah ada bibi, jadi tugas terhormat itu saya serahkan ke bibi (Lolsss, emak malas!). Tapi bukan berarti saya lepas tangan genks, saya ikutan mengarahkan dan bagian memantau, Lols.

Jadi bibi melakukannya dengan nurut (yaiyalaah) ketika saya jelaskan bagaimana Downy bekerja.
Meski saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, jangan salah, kerjaan bolak-balik jadi tukang ojek anak tentu bikin baju jadi bau matahari dicampur debu.

Dari Senin sampai Jumat, sambil diintilin yang kecil, saya harus mengantarkan kakaknya ke sekolah, pulang sekolah, les sekolah bola, bimbel, atau pekerjaan lain yang membutuhkan aktfitas fisik sehingga keringat keluar. Dan wangi dari Downy tetap tercium di baju yang saya kenakan.


Selain itu saya juga mencoba ke baju-baju milik ayahnya. Kenapa?

Karena yang sudah tadi saya jelaskan, bau badan pria lebih kuat menyengat dibandingkan perempuan. Biasanya saya pakai pelicin pakaian merk lain, ketika dibandingkan dengan Downy, ternyata wanginya Downy lebih tahan lama hingga si ayah pulang kerja malam hari tetap tercium. Selain itu baju kerja juga licin lebih lama. Emakpun senyum bahagia.


ALIA F