Featured Slider

Pengalaman Berobat Tumor di dr Paulus W Halim di BSD City



Wait, bukan saya yang kena tumor. Alhamdulilah genks, saya sehat waalfiat. Saya hanya ingin berbagi cerita, siapa tahu bisa membantu orang yang membutuhkan. Siapa tahu ada yang sedang mencari metode pengobatan yang cocok, setelah lelah kemana-mana nggak ada progress.

SGM Eksplor Complinutri. Dukung Potensi Prestasi Anak Generasi Maju


SGM Eksplore beberapa waktu lalu menggelar kegiatan Grand Final Festival Sahabat Generasi Maju di Summarecon Mall Bekasi. Salah satu yang saya bikin penasaran ke acara ini adalah karena lokasinya di SMB, iseng aja gitu mau bandingin Summarecon Mal di Bekasi sama Serpong, Lols.

Masuk ke dalam mal, ke arah atrium lewat pintu oval sudah terlihat keseruan acara tersebut. Ternyata, event ini sekaligus bagi SGM Eksplore untuk meluncurkan inovasi lengkap yaitu SGM Eksplor Complinutri.


Banyak permainan untuk anak-anak yang didominasi warna merah itu. Ada beberapa space untuk anak-anak beraktifitas sekaligus mengasah motorik mereka yang disebut kelas. Ada Kelas Percaya Diri, Kelas Tumbuh Tinggi, Kuat dan Mandiri, Kelas Cerdas dan Kreatif, Kelas Supel. 

Kegiatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan dan komitmen SGM Ekslpore erhadap anak-anak Indonesia untuk terus tumbuh kembang sekaligus memperingati Hari Anak Nasional 2018 (HAN).

Dalam talkshow yang diisi oleh beberapa narasumber seperti dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi,SpGK, seorang Dokter Gizi klinis, Psikolog anak dan keluarga yang selalu tampil cantik Anna Surti Ariani, serta artis Alyssa Soebandono, Ibu dari 2 orang anak yaang bersuamikan Dude Harlino.


Materi Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi


Mbak Nina-sapaan Anna Surti-menjelaskan bahwa untuk mendorong anak memiliki Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, orang tua harus menggali lima aspek ini, agar si anak bisa tumbuh kembang secara optimal.

1. Fisik
2. Kognitif
3. Emosi
4. Bahasa
5. Sosial

Menurut psikolog yang membuka praktek di Klinik Terpadu, Fakultas Psikolog UI di Depok ini bahwa fisik memang menjadi dasar dari seorang anak untuk berkembang maksimal. Bagaimana si anak secara motorik halus dan motorik kasarnya bisa dipergunakan semestinya.

Selain itu, generasi maju bisa dilihat dari kemampuan si anak mampu memecahkan masalah dan memiliki ide. Kalau saya biasanya, merangsang anak untuk menganalisa dengan memberikan pertanyaan. Biasanya, si bontot, Fatih, 3,5  tahun, sebelum menjawab saat diberikan pertanyaan akan terdiam beberapa detik lalu menjawab. Yang pasti, jawabannya akan penuh dengan imajinasi karena memang sesuai usianya.

Si anak juga biasakan membereskan mainannya sendiri, untuk memberikan rasa percaya diri dan menumbuhkan kemandirian. Anak juga harus bersosialisasi agar supel dan bisa masuk ke lingkungan manapun.

Lima aspek ini, kata Mbak Nina harus terus distimulasi untuk mendukung si kecil menjadi generasi maju, tidak secara instan.


Selain itu, Nina juga memberikan beberapa saran jika anak tidak percaya diri dengan lingkungannya. Masung ke lingkungan sosial yang baru, jika si anak ketakutan, kita sebagai orang tua harus menenangkan dulu. Beri dia waktu untuk berbaur.

Sedangkan untuk merangsang anak agar menjadi pribadi yang supel ternyata bermula dari orang tuanya sendiri. Biasakan jika berbicara dengan anak saling bertatapan mata. Jangan sampai orang tua asik main HP sambil menjawab pertanyaan anak.

Saya sering kali kelupaan untuk hal ini, saking seriusnya membalas chat WA, Fatih sampai kesal lalu berusaha mengambil HP di tangan saya sambil ngomong, "Mama jangan main HP!"
Kalau udah gitu HP saya tarok lalu ngobrol dan bermain dengan dia.

Materi dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi,SpGK


Sedangkan dr Nurul Ratna mengatakan jika anak jangan sampai kelupaan minum susu serta makanan bergizi yang  mengandung banya gizi.

Asupan gizi bagi pertumbuhan anak itu sangat penting dan harus memperhatikan di beberapa bagiannya.

1. Glukosa : Nasi, kentang
2. Lemak omega 3 dan 6 ( ikan, telur, jenis kacang-kacangan)
3. Probiotik: Makanan untuk imun tubuh yang diambil dari bakteri baik  (sayur-sayuran dan rempah).

"Jangan sampai anak anemia, karena rasio asam dari omega 3 bisa membantu perkembangan sel-sel otak," kata dr Nurul.

Pengalaman Alyssa Soebandono


Alyssa yang memiliki 2 anak lelaki sangat memperhatikan perkembangan serta pertumbuhan anak-anaknya. Ibu dari Rendra (3,5 tahun) dan Mahendra (1 thun itu) mengatakan kalau anak sulungnya sudah bisa diajak komunikasi.

"Rendara kalau diajak ngobrol, diajak ngomong dia sudah mengerti, jadi saya selalu berusaha komunikasi dengan dia," kata wanita yang biasa disapa Icha.


SGM Eksplore juga bekerjasama dengan 100 PAUD diseluruh Indonesia dalam bentuk edukasi nutrisi, dan juga aktifitas Mini Mobi yang akan berkeliling ke 8000 area diseluruh Indonesia, untuk edukasi nutrisi dan menstimulasi anak-anak lewat permainan edukatif.

Semoga Bermanfaat

 Alia Fathiyah

Papsmear di YKI Lebak Bulus Ternyata Bisa Pakai BPJS


Heyy genkss..saya papsmear lagii..Yup! Sudah setahun lalu sejak saya berbagi cerita tentang papsmear di YKI Sunter. Sekarang saya mencobanya di YKI Lebak Bulus, hehehe berasa nyobain semua YKI. Rajin amat yakss papsmear.

Baca: Pengalaman Papsmear dan USG Payudara di YKI Sunter

Alasan saya memilih YKI adalah, biaya lebih murah. Rumah saya di Serpong, dan sudah mengecek semua rumah sakit yang rata-rata biayanya mahal, di atas Rp 300 ribu. Namanya emak-emak, pasti cari aja yang lebih murah, yegak. Sebenarnya saya mengincar USG Payudara yang diminta dokter untuk cheki cheki dari 6 bulan lalu. Lantaran Sunter jauh dari Serpong,  lalu saya mencoba ke Lebak Bulus bisa bablas tol keluar Fatmawati kan. Sekalian barengan sama adik sepupu juga periksa di sana.

Lokasinya sejajaran dengan Giant Lebak Bulus. Kalau dari arah Pondok Kopi, setelah Dealer Toyota Auto 2000 belok kiri langsung nyampe.

Pertama saya ke bagian pendaftaran. Yang bikin suprise adalah papsmear bisa pake BPJS lhooo..yess!! Bagian pendaftaran hanya minta kartu BPJS asli dan KTP, lalu dia mengecek soal kartu BPJS itu, kalau bisa langsung diproses.

Lalu saya mengutarakan keinginan untuk USG Payudara. Ternyata, harus dapat rujukan dokter dulu, sedangkan saya nggak bawa rujukan apapun saat itu. Sebenarnya ada di rumah, tapi nggak kepikiran untuk bawa. Karena dikira sama kayak di YKI Sunter, ngucluk-ngucluk daftar diperiksa bayar, selesai.

Lantaran udah nyampe sana, tanggungkan bolbal, saya minta didaftarkan ke dokter di sana untuk dapat rujukan ke bagian USG Payudara.

Lalu saya disuruh nunggu di bagian untuk papsmear.

Antrian nggak begitu panjang, tak lama saya dipanggil. Dilakukan papsmear, sebentar lalu diminta datang lagi sekitar 2 minggu untuk ambil hasil (Ini belum sempat ngambil, jauh yakss. Semoga sehat-sehat).

Lalu saya ke dokter untuk minta surat rujukan USG, dokter hanya periksan Sadari (Periksa Payudara Sendiri). Kata dia ada kista di bagian ini itu tapi kecil. Perasaan udah nggak enak, soalnya setahun lalu cuma ketemu satu dan ukurannya cuma 0,03.

Lalu dokter yang semuanya perempuan itu (yaiyalaaa, ogah saya kalau lakimah), memberikan saya surat rujukan. Saya harus lebih dulu membayar, biaya semuanya di luar papsmear itu Rp 360 ribu. Saya mesti menunggu dokter selama 2 jam karena dokter adanya jam 2 siang. Untuk USG Payudara ini antrian lumayan banyakan. Tak lama nama saya dipanggil.

Nah yang USG ini dokternya masih muda. Dia serius memperhatikan layar USG. Saya yang doyan bertanya, seperti pantangan makanan, saya harus ngapain, apakah berbahaya kalau kista, dll, jawabannya selalu sama.

"Maaf ya bu, nanti untuk treatment dan konsultasi bisa tanyakan ke dokter bedah, beliau lebih paham."

Mendengar kata dokter bedah, udah parno duluan dong, serasa penyakit berat, padahal hanya kista. Tapi ya sudahlah, Lalu hasilnya bisa didapat saat itu juga.

Ketika ke kasir yang ruangan menyatu dengan bagian pendaftaran, ibu penjaganya bertanya, "Mau sekalian ke dokter bedah? Nanti ada jam 4."

Saya bengong, ini udah seharian di rumah sakit. "Dokter bedah di luar bolehkan? Soalnya saya ada meeting."

Si ibu tersenyum menganggukkan kepala.

Lalu saya pulang. Mikir juga sih, kalau hormon kecil-kecil nggak sampai setengah senti itu treatmennya seperti apa ya. Si dokter sih sempat bilang, "Pasien saya yang monopause kistanya hilang, tapi ada juga menetap."

Well, yang pasti harus hidup sehat, menjaga pola makan, olahraga teratur, jangan sering makanan MSG dan diawetkan.

Saling sharing yukkkk...

Semoga Bermanfaat

AAL




Rasakan Perjalanan Luar Biasa di Masa Kehamilan dan Menyusui, Anmum Luncurkan Digital Platform #Mumtomum


Semua sudah tahu, kalau Air Susu Ibu (ASI) sangat baik untuk bayi. Ternyata, di Indonesia kesadaran seorang ibu untuk memberikan ASI ekslusif bagi bayinya masih dinilai kurang. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2017 mencatat pemberian ASI eksklusif di Indonesia hanya sekitar 35 persen, di bawah rekomendasi WHO sebesar 50 persen.