Saturday, August 19, 2017

Morinaga Berperan Mencetak Generasi Platinum Lewat Konferensi Ayah Bunda

Dr dr Ahmad Suryawan bersama Irfan Hakim

Pada akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu, 12 Agustus 2017 saya diundang menghadiri sebuah seminar yang terkait tumbuh kembang anak. Untungnya banyak temen blogger enaknya begini, sering memberikan informasi acara yang terkait dengan kehidupan anak. Pada dasarnya saya memang suka dengan acara semacam seminar atau workshop yang berbicara mengenai tumbuh kembang anak. Saya bisa terapkan di rumah dengan si kecil, Fatih (2,5 tahun) atau disebarkan ke teman-teman yang juga punya anak kecil. Apalagi jika materinya bisa ditulis di blog, semakin banyak saja para orang tua yang membaca dan jadi menambah pengetahuan.

Konferensi Ayah Bunda Platinum

Nama acaranya Konferensi Ayah Bunda Platinum dan Morinaga Multiple Intelligence Play Plan. Bertema ‘Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini’, di Novotel Tangerang (acara serupa sudah pernah digelar di beberapa kota besar di Indonesia). Selain materinya pas, lokasinya di Tangerang yang sangat dekat dengan rumah saya di Gading Serpong.

Yang bikin ngiler mau datang adalah acaranya diselenggarakan oleh Morinaga, whic is anak saya minum susu Chil Kid Platinum Moricare rasa Vanila. Pastinya di acara tersebut ada susu yang dijual harganya lebih murah dari pasaran, Lols (insting emak2). Dan sayapun membeli susu untuk si bontot yang senang sekali apalagi ada hadiah.

Hasil belanjaan di Konferensi Ayah Bunda, Fatih happy banyak hadiah

Sampai di Novotel Tangerang sudah ramai dengan ibu-ibu yang didominasi baju serta kerudung berwarna merah dan keriuhan anak-anak bermain. Juga beberapa orang bapak yang ikutan menjaga anak-anaknya. Jadi, para ibu di dalam mendengarkan seminar, sedangkan pra bapak di luar menjaga anaknya yang bermain di playground.

Ada beberapa booth di area grandballroom Novotel itu. Selain playground, ada booth untuk menstimulasi kecerdasan anak dengan sarana permainan yang mendukung daya kembang otak, ada booth cek alergi yang berfungsi mendeteksi alergi anak sejak dini, ada stand penjualan beberapa produk Morinaga dengan harga miring dengan beragam hadiah yang menggiurkan dan masih banyak lagi.

Iseng bertanya ke seorang bapak yang sedang asik menjaga anaknya bermain. Lantaran acaranya digelar hari Sabtu, tentu kantor libur dan si bapak yang bernama Dodi itu memanfaatkan waktunya untuk menemani istri dan mendapatkan quality time dengan anaknya.

"Mumpung libur dan ada acara ini, saya temanin istri. Saya jadi dapat pengetahuan tentang tumbuh kembang anak saya," katanya.

Bapak lainnya bernama Tanto merasa perawatan tumbuh kembang anak bukan cuma urusan istrinya. "Meski saya kerja, sebagai seorang suami dan ayah, saya merasa ikut berperan untuk melihat perkembangan anak saya," katanya yang domisil di kawasan Tangerang juga. Keren bingit bapak-bapak ini.
Serunya di Konferensi Ayah Bundan Platinum, dan hadiah kece jika beli susu dengan jumlah tertentu

Mencetak Generasi Platinum bersama Morinaga


Seminar ini menghadirkan DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair Surabaya pada sesi pertama dan dilanjutkan oleh Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi selaku Ketua Program Studi Psikologi Terapan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Direktur ESSA Consulting pada sesi kedua. Acara dipandu oleh presenter terkenal Irfan Hakim yang hangat dan ramah, Irfan rela turun dari panggung untuk mendatangi seorang ibu. Melihat Irfan turun, ibu-ibu langsung mengerubung dan foto-foto.

Hal yang dilakukan bapak Dodi dan Tanto di atas itu pas sekali dengan materi yang diberikan oleh DR dr Ahmad Suryawan bahwa stimulasi untuk anak itu sudah diberikan sejak berada dalam kandungan. Peran suami sangat penting ketika sang istri sedang hamil. Suami harus memberikan kenyamanan dan ketengan bagi istri yang sedang hamil karena bisa mempengaruhi perkembangan otak janin sejak dalam kandungan.

Selain itu, perkembangan otak anak serta kualitas tumbuh kembang anak akan berakhir ketika usia sudah mencapai 18 tahun. Sebelum usia segitu, itu masa rawan seorang anak dan sebagai orang tua berkewajiban untuk mendampingi.

Perkembangan Otak
Dr dr Suryawan juga menjelaskan stimulasi sangat mempengaruhi dan memperkaya koneksi sel-sel otak anak cerdas.
1. Kegiatan interaktif antara orang tua atau pengasuh dengan anak.
2. Merangsang anak untuk belajar melakukan berbagai kemampuan

Bagaimana stimulasi yang benar itu?
1. Dimulai sejak dini
2. Interaktif (anak dan orang tua)
3. Secara bermain dengan menyenangkan
4. Kejadian sehari-hari dengan alami dan reguler

Bagaimana Pengertian Tumbuh dan Kembang itu?
Disebut tumbuh jika dilihat dari struktur dn ukuran fisik, misal berat badannya, tinggi badan, lingkar kepala dan ukuran spesifik lainnya.
Sedangkan disebut berkembang jika fungsi dan kemampuannya berjalan sesuai umur. Misalnya:
- Penglihatan
- Pendengaran
- Motorik Kasar
- Motorik Halus
- Bicara Bahasa
- Personal Sosial
- Kecerdasan
- Prilaku
- dan perkembangan spesifik lainnya.


Nah ada tips untuk ayah dan bunda dalam membentuk perlindungan anak generasi multitalenta:
1. Pada Masa Kehamilan:
- Jaga kesehatan seoptimal mungkin
- Kontrol kandungan secara teratur
- Hindari stres kronis dan usahakan dalam keadaan tenang, nyaman dan senang
- Kreatif dalam menciptakan aktifitas sesuai kehamilan, misalnya senam hamil
- Pada akhir bulan kehamilan selalu siaga menghadapi proses persalinan

2. Pada Masa Persalinan dan Setelah Bayi Lahir
- Usahakan persalinan  normal kecuali atas indikasi saran dari dokter kandungan yang mengharuskan lahir secara operasi cesar.
- Segera memberi ASI sesaat setelah lahir (IMD/inisiasi menyusui dini)
- Menyusui ASi secara ekslusif dengan cara yang benar selama 6 bulan, setelah itu boleh diberikan MPASI.

3. Pada Masa Bayi dan Anak Usia Dini
- Menghindarkan anak dari stres yang berlebihan
- Responsif terhadap perilaku yang menunjukan keinginan anak.
- Tidak membiasakan unsur paksaan ke anak dalam interaksi sehari hari
- Mengasuh, interaksi, memberi makan ke anak dengan cara yang menyenangkan dan memberi  kesempatan anak untuk eksplorasi.
- Tidak sembarangan dalam pemberian obat terutama antibiotik tanpa anjuran dokter
- Mengamati dan mendokumentasikan perjalanan tumbuh kembang anak secara rutin dan reguler. Memiliki buku catatan khusus tumbuh kembang anak.


Sesi bersama Dr Rose Mini, A,P,, M,Psi.

Psikolog kondang ini menggelar seminar dengan interaktif dan seru sehingga ibu-ibu yang hadir semangat mengikuti seminar dari materi yang dibawakan ibu Rose Mini.

Di sini, psikolog yang biasa disapa Bunda Romi menekankan kepada seluruh orang tua, jangan mendorong dan memaksa anak untuk rangking atau mendapatkan nilai akademis yang tinggi.
Bunda Romi menekankan kekuatan bermain untuk membentuk kecerdasan multitalenta di era milenial.

Memiliki anak-anak yang cerdas dan sehat merupakan impian bagi setiap orang tua tetapi kebanyakan dari mereka masih berpatokan pada kemampuan akademik dalam mengukur kecerdasan seorang anak.

Padahal banyak penelitian dan riset yang dilakukan untuk mengetahui dan menunjukan bahwa  kecerdasan  anak tidak hanya tergantung pada nilai tinggi akademiknya saja tetapi ada faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi kecerdasan anak pada usia dini.

Dr Howard Gardner mengatakan bahwa kecerdasan seseorang itu terdiri dari berbagai bentuk yang meliputi:

 1.Kecerdasan dalam musik adalah kemampuan mengekspresikan diri melalui musik,  kemampuan untuk dapat memahami, mengekspresikan diri dengan alunan musik atau irama.
2.Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan menggunakan kecekatan tubuh dalam melakukan gerakan dan kelenturan tubuhnya.
3.Kecerdasan logika matematika  adalah suatu kemampuan untuk mengetahui dan mengenal kondisi atau suatu situasi dengan menggunakan penalaran logika, kemampuan analisa.
4.Kecerdasan Visual-spasial adalah kecerdasan gambar dan ruang, memiliki  kemampuan untuk melakukan atau dapat membayangkan sesuatu dengan imajinasi.
5.Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk dapat juga anak mengekspresikan dirinya dalam menggunakan bahasa dan lewat membaca, menulis dan berkomunikasi dengan lingkungan disekitarnya.
6.Kecerdasan Interpersonal adalah suatu kemampuan untuk dapat bekerjasama dengan orang   lain secara efektif, dapat berempati dapat memahami perilaku orang lain yang ada disekitarnya.
7.Kecerdasan intrapersonal adalah suatu kemampuan untuk dapat juga dalam menganalisa diri sendiri dan dapat pula menggunakan perasaannya untuk bisa membuat perencanaan dan tujuannya agar bisa tercapai.
8.Kecerdasan natural adalah suatu kemampuan untuk dapat memahami  alam sekitar dan dapat melihat berbagai macam perbedaan dan persamaan yang ada di alam ini secara keseluruhannya.
9.Kecerdasan moral adalah kemampuan untuk memahami suatu tuntutan yang ada dan terjadi dilingkungan serta dapat mengetahui mana yang   baik dan mana yang buruk, misal Empati,  hati   nurani, kontrol    diri,  menghargai, kebaikan, tenggang rasa dan keadilan.

Jadi bunda, kecerdasan seorang anak itu nggak melulu dilihat dari nilai akademisnya ya.

Untuk info lengkapnya ayah bunda bisa mendapatkan informasinya di sini:

Website: www.morinagaplatinum.com,
 Facebook: Morinaga Platinum,
Twitter: @MorinagaID,

Saturday, August 12, 2017

Downy Daring, Pewangi Baju yang Cetar Membahana


Foto: KEB


 " I never face the day without parfume."

Siapa sih yang nggak pingin wangi? Pasti semua pingin tampil wangi sebab bisa membangkitkan kepercayaan diri dalam beraktifitas seharian.  Saya termasuk orang yang nggak suka wangi parfum, kadang kalau kecium wangi yang terlalu kencang, tiba-tiba kepala ini bisa bikin pusing dan mual, (wong ndeso).

Tapi tentunya, saya juga nggak mau dalam beraktifitas orang bisa bete karena saya bau badan. Biasanya, saya memilah-milah wangi yang sesuai dengan hidung ini yang cepet banget menangkap bebauan enak atau nggak (suwer, nyokap bilang waktu kecil kalau hidung saya, hidung kucing, Lols). Wangi yang pas itu saya temukan di dalam splash cologne sebuah produk bayi (Lols).

Itu untuk diri saya sendiri. Tapi meski saya nggak suka parfum, bukan berarti orang rumah juga anti parfum. Nop!

Sebagai seorang istri dan ibu saya juga kepingin seluruh keluarga tampil wangi. Kalau anak-anak ke sekolah dan tercium bau nggak enak di tubuhnya, tentu orang akan menunjuk dan menyalahkan ibunya dong? Sama juga kalau suamik kerja, bajunya kusut dan berbau, siapa yang disalahkan? Ya, istrinya lahh (Kasian ya, hihihi )

Sebagai manajer rumah tangga di rumah, tentu wanita dituntut untuk memberikan dan mengatur rumah tangga dengan baik. Juga tampilan menarik dan wangi para anggota di rumah. Apalagi saya perempuan sendiri di rumah, jadi kebayang para lelaki ini memberikan bebauan dari tubuhnya lebih besar dari perempuan (begitu menurut penelitian genks).

Event Blogger bersama Downy Daring


Nah kembali soal wangi-wangian, belum lama ini saya diundang Kumpulan Emak Blogger (KEB) untuk peluncuran produk Downy Daring dari Parfum Collection, beberapa pekan lalu. Dalam acara tersebut ada demonstrasi kalau Downy bukan hanya dipakai untuk rendeman pakaian agar wangi tapi juga bisa dipakai semprotan agar licin ketika disetrika, keren kan??

Karena jujur, baru kali ini saya memakai Downy.  Saya pikir, fungsi Downy hanya sebagai rendeman baju agar wangi usai dibilas. Ternyata Downy memiliki peran ganda.

Wanginya? Well, Saya membuka tutup botol Downy dan menghirup baunya, nggak bikin pusing itu artinya aman.
Foto: KEB

Dalam acara yang dipandu oleh Mak Mira dari KEB dan Mbak Kaka dari Downy menjelaskan ke blogger cara pemakaian dan fungsi Downy. Blogger yang hadir dengan baju kece-kece itu mengikuti arahan Mbak Kaka, sekaligus ikutan menyelupkan bahan ke air, mengeringkan sekaligus menyetrika lho. Wanginya mantaappss..

Praktek di Rumah.


Maaf ya, bukan karena saya pemalas, tapi kebetulan di rumah ada bibi, jadi tugas terhormat itu saya serahkan ke bibi (Lolsss, emak malas!). Tapi bukan berarti saya lepas tangan genks, saya ikutan mengarahkan dan bagian memantau, Lols.

Jadi bibi melakukannya dengan nurut (yaiyalaah) ketika saya jelaskan bagaimana Downy bekerja.
Meski saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, jangan salah, kerjaan bolak-balik jadi tukang ojek anak tentu bikin baju jadi bau matahari dicampur debu.

Dari Senin sampai Jumat, sambil diintilin yang kecil, saya harus mengantarkan kakaknya ke sekolah, pulang sekolah, les sekolah bola, bimbel, atau pekerjaan lain yang membutuhkan aktfitas fisik sehingga keringat keluar. Dan wangi dari Downy tetap tercium di baju yang saya kenakan.


Selain itu saya juga mencoba ke baju-baju milik ayahnya. Kenapa?

Karena yang sudah tadi saya jelaskan, bau badan pria lebih kuat menyengat dibandingkan perempuan. Biasanya saya pakai pelicin pakaian merk lain, ketika dibandingkan dengan Downy, ternyata wanginya Downy lebih tahan lama hingga si ayah pulang kerja malam hari tetap tercium. Selain itu baju kerja juga licin lebih lama. Emakpun senyum bahagia.


ALIA F










Friday, August 4, 2017

(Review) Film Dunkirk, Satu Lagi Kecerdasan dari Christopher Nolan


Siapa yang nggak kenal sutradara Christopher Nolan. Sutradara terkenal yang sering mencetak film box office, sebut saja The Dark Knight, Inception, The Dar Knight Rises dan Interstellar. Konon, dalam sebuah media web Amerika menyebut kalau Christopher Nolan adalah satu dari enam sutradara yang memiliki pendapatan tertinggi di seluruh dunia karena bisa mencetak film box office.

Tadinya gue nggak ngeh kalau Nolan yang sutradarain Dunkirk, gue hanya tahu itu film perdana Harry Styles.  Mengetahui Styles main film, gue langsung skeptis "Pasti ini anak mati gaya gak punya job," hehehe, nggak taunya main film Nolan.


Tau gak genks, seumur-umur nonton film, baru kali ini gue merasa tegang selama hampir 2 jam durasi film. Itulah pinternya Nolan, jalan cerita yang sederhana tapi diatur dengan sedemikian rupa sehingga menjadi tontonan yang menegangkan, dan bikin hati dag dig dug der.


Nolan mampu mengemas sebuah film yang minim dialog, dia secara cerdas bercerita lewat visual, mimik wajah pemain dan latar sinematography yang kece.

Bercerita latar perang dunia ke 2 pada akhir Mei 1940 ketika Jerman perang melawan Inggris dan Perancis yang besekutu. Di kota pelabuhan Dunkirk, Prancis sekitar 400 ribu tentara terperangkap di Dunkirk tanpa bisa pergi, sedangkan pasukan Jermain makin mendekat.

Ada kemungkinan bakal ada pemusnahan karena penyelamatan hanya bisa dilakukan sekitar 40 ribu saja. Prajurit itu berdiri antri di pinggir pantai, siap-siap naik ke kapal, tujuannya satu, pulang. Belum lagi masuk semua, tiba-tiba muncul pesawat tempur yang menjatuhkan bom, prajurit kocar kacir berlari di pinggir pantai. Setelah dirasa aman, mereka mengantri lagi untuk masuk ke sebuah lain yang lebih besar, tapi diprioritaskan yang sakit.

Film Dunkirk mengambil satu prajurit muda yang diperankan oleh Fionn Whitehead untuk menjadi  pengantar film hingga selesai. Bersama temannya yang baru dikenal diperankan Aneurin Barnard (ampe akhir film cuma ngomong satu dialog) mereka berusaha masuk ke dalam kapal dengan membawa tandu. Mereka berharap dengan cara itu bisa diterima masuk ke dalam kapal.

Nah pas adegan ini, gue deg-degan banget. Gimana nggak, mereka harus berlari ke ujung pantai di atas pasir yang lembut, belum lagi mereka harus melewati ratusan prajurit yang antri agar bisa masuk kapal. Ketika melewati prajurit, mereka nggak ada dialog sama sekali, misalnya "minggir..ada orang sakit.." atau.."permisi.. mau lewatt.."

Berhasil susah payah melewati prajurit, mereka melewati jembatan yang kayunya sudah rusak karena kena bom. Sedangkan di ujung kapal, siap-siap diperintahkan pergi karena dilihat nggak ada lagi pasukan yang sakit. Dan gue pun bernafas lega ketika akhirnya mereka masuk kapal, eh baru enak duduk, mereka diusir keluar. Lolss....


Nolan beneran kece bikin penonton menahan nafas, dia hanya diberikan waktu sedikit untuk kita yang menonton bernafas lega. Suwer...

Menariknya, Nolan menceritakan film dari tiga sisi. Buat penonton yang nggak ngeh mungkin bingung mengikuti gaya 'suka-suka gue' Nolan ini.

Yang pertama The Moles (Darat):
Di darat waktu berjalan selama satu minggu perang Dunkirk, Nolan menceritakan bagaimana dalam satu minggu prajurit tersebut, berusaha untuk pulang di tengah gempuran bom dari pesawat Jerman. Dengan diwakili oleh tiga prajurit yang berjuang untuk pulang dalam diam, minim dialog. Nolan menceritakan perjuangan mereka agar bisa menumpang kapal agar bisa pulang. Salah satunya si Harry Styles yang aktingnya terlalu biasa dan menurut gue nggak terlalu istimewa.

Lalu yang kedua dari The Sea (Laut):
Terakhir satu hari perang. Adalah mr Dawson, bersama anaknya dan teman anaknya yang nekat dan sukarela membantu para prajurit di Dunkirk. Mr Dawson pergi sendiri tanpa koordinasi dengan angkatan laut setempat. Di pertengahan terjadi tragedi sekaligus usaha penyelamat bagi prajurit yang berada di tengah laut.

Lalu yang ketiga The Air (Udara):
Menceritakan satu jam terakhir menuju perang usai. Dengan latar tiga pilot pesawat Spitfire dalam usaha mereka memberikan dukungan udara (air support)dalam melawan pihak musuh meskipun dalam keadaan bahan bakar pesawat yang terbatas. Salah satu pilot dimainkan Tom Hardy .

Nolan menampilkan cerita film ini bergantian, memang awalnya bikin bingung apalagi minim dialog tapi di ending film akan terlihat kaitan satu sama lain, yang menurut gue keren.  Pasukan akhirnya diselamatkan oleh kapal-kapal sipil yang kecil. Jangan berharap di sini ada antagonis atau protagonis, Nolan hanya ingin menceritakan bagaimana rasanya menunggu untuk di selamatkan dan pulang dengan damai, di tengah peperangan.

Happy Watching genks!


ALIA

Wednesday, August 2, 2017

Sisi Lain Tamar Djaja, Perintis Kemerdekaan, Penulis, Pejuang dan My First Love

Udah lama pingin menulis tentang kakek sendiri, Tamar Djaja. Kenapa beliau? Karena beliau adalah orang penting banget untuk saya, keluarga, dan tentu saja Indonesia (silahkan searching google ketika nama beliau). Saya mencoba mengupas dari sisi kenangan waktu kecil, mungkin ditulis untuk beberapa seri. Semoga mood ini terus bertahan membaik. Amin, doain.

Bangga. Ketika banyak yang mengapresiasi apak dengan tulisan di berbagai media. Bagaimana nggak, apak (biasa saya memanggil beliau), adalah seorang pahlawan tanpa nama, seorang pejuang dan perintis kemerdekaan Indonesia. Saya malah terkaget-kaget sendiri, ketika membaca tulisan mereka tentang apak, mereka lebih banyak tahu daripada saya, cucu kandungnya sendiri. Sedih. Kadang saya merasa sedih.

Meski sedih, tapi juga bangga. Karena dari semua keturunan apak, hanya saya satu-satunya yang juga menjadi penulis dan wartawan. Meski (tentunya), prestasi dan tulisan saya tidak sebagus beliau. Saya mah sapa atuh, nggak ada apa-apanya dibandingkan kakek tersayang itu.

Apak punya anak delapan, semuanya nggak ada yang menjadi penulis, nggak ada yang menjadi wartawan. Lalu apak punya cucu..(berapa yaa...hmm. ngitung dulu deh. Duh, nggak apal. Soalnya yang ada di Sungai Jariang, Padang belum terlacak radarnya nih, Lols). Semua cucu apak cuma saya yang suka menulis, yess.  


Selain dikenal sebagai penulis, wartawan, pejuang, pimpinan redaksi, sastrawan dan lainnya, apak itu sering banget ceramah agama di mana-mana. Apak seorang alim ulama. Kalau ceramah, dresscodenya kemeja plus jas, sarung, peci dan syal dililitkan di leher.

Saya termasuk sebentar mengenal apak. Apak wafat tahun 1984, ketika usia saya sekitar 9 tahun.
Jadi gini masa kecil saya bersama apak yang masih ada di dalam kenangan.


Jadi apak dan amak tinggal di sebuah rumah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, rumah itu bisa dibilang rumah induk. Selain apak dan amak, yang tinggal di situ dua om saya yang belum menikah, ibu saya dengan 3 anaknya (termasuk saiah sodara-sodara) dan dua sepupu yang dititipkan di situ.
Kebayang ramainya rumah itukan. Yang saya ingat, hampir setiap hari apak selalu mengetik dengan mesin tiknya yang ditaruh di pojokan ruang tamu. Jadi ruang tamu yang lumayan gede itu, diisi dengan lemari buku, pojokan meja apak yang ada mesin tiknya.


Apak itu orang yang sabaaaaarrrrr bangeettt. Nggak pernah seumur-umur lihat apak marah dan berbicara dengan suara nada kencang dan tinggi. Apak kebanyakan diem, kalau ngomong seperlunya, dia hanya mengamati dari kursi goyangnya di depan TV. Setiap habis maghrib, apak pasti membaca Al Quran yang diberi seorang temannya, yang membuat Al Quran itu. Tebal dan berwarna kuning. Jika sudah khatam, apak akan menulis catatan di akhir lembaran Al Quran (gue jadi ikutan kayak gitu hehehe). Saya waktu kecil sampai berfikir apak itu mirip Nabi Muhammad, saking sabarnya. Dan apak adalah my ‘first love’(biasanya anak perempuan itu first love ke ayahnya sendiri, tapi gue ke kakek gue sendiri. Sorry pap, you are not my first love, Lolss). 

Apak itu suka nyeletuk pakai bahasa Padang yang lucu, bikin kita yang mendengarnya ngikik ketawa. Dan...(tapi sampai detik ini gue belum menemukan orang sesabar apak, entah kemana orang-orang sabar itu di jaman sekarang, udah punah kelles). 
 
Apak, amak, madang, kakek uban, kakek otista, kakek yan dan nyokap paling kecil dan cantik (kek gue)
Salah satu kesabaran apak itu adalah, ketika ada seekor kucing dengan tidak sopannya beranak di lemari buku apak. Iye benner, beranak itu kucing nggak pake ijin. Jadi buku-buku apak itu penuh dengan darah hasil beranaknya si kucing. Kebetulan kaca lemari bukunya udah ada yang pecah, jadi si kucing sering menyelinap bolak balik ke sana. Tapi reaksi apak biasa aja, nggak marah, nggak emosi. Dibersiin itu buku-buku yang ada darahnya sendiri tanpa nyuruh anaknya.

Kesabaran apak yang kedua adalah. Apak lagi serius ngetik di meja kerja. Gue yang waktu itu pengen banget jajan (namanya anak-anak boo), maksa dan merengek minta jajan.

Gue: Pak minta duit mau jajan. Cepek aja (kayak Pak Ogah minta cepek duluuu hehehe. Jaman dulu tahun 80-an, cepek itu gede lhooo.)

Apak: Nggak ada uang kecil

Gue: (maksa banget) Ada pak ntar kembalian.

Karena gue maksa, apak merogoh kantong dan keluarin duit seribuan, selembar. Gue jajan ngider warung di sekitar rumah, beneran nggak ada kembalian. Akhirnya pulang dibalikin duit seribu ke apak. Apak diem aja sambil terus ngetik, nggak bilang: “Benerkan nggak ada kembalian.” Hebatkan kakek gue.


Kesabaran apak ketiga:
Di rumah ada 5 anak kecil yang tengil bin bandel. Gue, abang dan adek gue yang laki serta dua sepupu gue yang cewek. Namanya kakek-kakek kalau tidur mulut menganga dong, apalagi kalau udah kecapean. Kita nih, berlima, emang bener-bener deh jadi anak kecil. U know what, itu mulut apak kita masukin garem dan gula plus kopi sodara-sodara. Yes, garem, gula dan kopi ke dalam mulut apak yang menganga, sambil cekikikan. Pas udah dimasukin gula garem kopi, kita kabur lari keluar rumah. Tetep sambil cekikikan. Pas pulang nggak dimarahin tuh.  Itu anak 80-an lhooo, kalah anak jaman sekarangkan.. Lolss

Apalagi ya, banyak banget sih kesabaran apak yang gue rasain.  Bersambung yess...

Sedikit Profil Tamar Djaja:



Lahir di Sungai Jariang, Padang Sumatera Barat tahun 1913 dan wafat tahun 1984. Buku Rohana Kudus, pahlawan wanita asal Minang adalah buku pertama kali yang dibuat beliau. Juga ada buku Soekarno-Hatta, buku cerpen, buku-buku agama, buku politik dan kisah-kisah Nabi bahkan juga ada buku psikologis dan konsultasi: Tanya  Jawab Perkawinan dan Tuntutan Perkawinan& Rumah Tangga Islam.

Tulisan beliau sering muncul di majalah seperti Sabili, dll. 

Sejak 1930 mulai kegiatan menulis. Beliau aktif di gerakan pemuda dan partai politik. Gerakan pemuda Himpunan Pemuda Islam Indonesia (HPII), partai politik Persatuan Muslim Indonesia (PERMI), juga pernah menjadi anggota pengurus besar di keduanya. 

Tamar Djaja pernah menjadi pemimpin majalah HPII Pahlawan Muda dan majalah PERMI "Keris'' di Bukitinggi. Pada 1939-1949 mendirikan penerbit Penyiaran Ilmu di Bukitinggi. 1950-Memimpin majalah "Kursus Politik" bersama M Dalyono di Jakarta 1950-1953 Memimpin "Suara partai Masyumi" 1953-Memimpin "Mimbar Agama" Depatrtemen Agama 1954- Memimpim "Penuntun" Dep Agama 1957-Memimpin Daulah Islamiyah Ketua Umum Himpunan Pengarang Islam 1968 Perintis Kemerdekaan. Telah menulis buku hingga 155 buah.

*Makasih yang udah baca dan komentar.

Alia Fathiyah atau Aal, cucu apak di urutan ke 5 apa 6 gitu.
 


Thursday, July 27, 2017

Heboh Beras, Konsumen Indonesia Kurang Perduli dengan Gizi di dalam Beras


Isu beras yang melibatkan dua merk beras terkenal yaitu Mak Nyuss dan Ayam Jago sedang ramai ditulis media. Kini, pemberitaan semakin melebar dan dikaitkan dengan permainan orang-orang kelompok ekslusif (baca: politik).

Gue yang nggak ngerti politik dan emoh ngebahasnya di blog, lebih kepada ingin memaparkan hasil ngobrol dengan Prof Dr Ir Hardiansyah MS: Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia. Memang isi wawancaranya nggak banyak, karena bukan wawancara ekslusif yang bisa membahas sampai detil.

Jadi kebetulan, gue ditugasin kantor untuk memenuhi undangan PT Unilever Indonesia, Tbk., yang kembali menyelenggarakan Jakarta Food Editor’s Club (JFEC) Gathering, di Grha Unilever, BSD City, Selasa 25 Juli 2017.

Karena narasumbernya Pak Hardianyah kayaknya pas banget ditanyain soal beras. Pertanyaan gue juga nggak mau yang berat, lebih kepada ingin menyuarakan ketidaktahuan orang awam soal beras yang baik itu seperti apa.

Menurut Pak Hardiansyah, selama ini masyarakat Indonesia nggak terlalu perduli dengan nilai gizi dan kesehatan yang terkandung di dalam beras. Bahkan, tak banyak konsumen yang membaca label pada kemasan beras (termasuk gue, uhuk). Yang dilihat konsumen adalah beras itu terlihat bersih, putih, wangi dan enak dimakan. Padahal, bisa jadi putih dan wangi itu hasil dari zat kimia yang tentunya bisa berdampak kepada kesehatan.

Kata Pak Hardiansyah, konsumen mulai aware dengan gizi ketika kena penyakit, misalnya diebetes. Mereka mulai mencari makanan atau beras yang kandungan serat tinggi sehingga bisa meminimalisir glukosa darah.

"Itu prilaku umum masyarakat Indonesia dalam memilih pangan termasuk beras," kata Hardiansyah di Jakarta Food Editor's Club 2017, Grha Unilever, BSD City Selasa 25 Juli 2017.


Jangan sedih, di Inggris saja, yang masuk kategori negara maju itu, hanya 35 persen rakyatnya yang membaca label pada kemasan. Tapi bukan berarti kita juga jadi cuek, karena dengan membaca label pada kemasan (semua label makanan yegenks), bisa mengukur gizi yang dikonsumsi.

Menurutnya, label dalam kemasan adalah salah satu cara pemerintah untuk mendidik konsumen agar mengetahui kualitas pangan tersebut. Sedangkan jika konsumen ingin menelti zat kimia yang digunakan dalam beras, misalnya pemutih, sangat sulit untuk dibuktikan sendiri.

"Kita percaya sebuah pangan telah terregistrasi oleh dinas kesehatan, BPOM. Masyarakat harus percaya pada label di kemasan, kecuali jika ada tes yang dilakukan oleh badan independen dan terbukti tidak sesuai, BPOM yang disalahkan," katanya.

Tapi Pak Hardiansyah emoh menjawab detil soal beras import yang banyak masuk ke Indonesia. Beras impor tentunya langsung dijual ke masyarakat tanpa lebih dulu melewat Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI).

"Beras curah itu nggak ada label. Standar pembeli itu hanyalah warna yang putih, nggak berwarna, nggak ada krikil dan tak banyak pecahan," katanya.

Ini mengingatkan gue beberapa waktu lalu ketika ke pasar dan membeli beras untuk membuat ketupat. Gue membeli beras curah, kalau dari penampakan sih bagus , dan ketika gue masak hasilnya juga tidak mengecewakan. Tadi niatnya jika beras di rumah bermerk dan berlabel yang udah seperempat karung itu habis, gue akan membeli beras curah itu. Tapi ketika mendengar pejelasan Pak Hardianyah sepertinya gue batal. Karena lebih baik beli beras dengan kemasan yang ada labelnya, dan harga memang lebih mahal, karena mutu serta gizi lebih terjamin (yegak genks).


Nih, ada sedikit artikel soal beras.

Dalam bisnis beras, ada beberapa istilah kualitas beras, misalnya untuk premium, super, atau kualitas tinggi.  Bagi Indonesia, beras kualitas standar yang ditetapkan dalam SNI (Standar Nasional Indonesia), dimana diklasifikasikan dalam 5 (lima) kelompok, yaitu kualitas 1 sampai 5. Sebagai contoh untuk mutu ISO 3 sebagai berikut: Komponen derajat penggilingan minimal 95%; kelembaban maksimum 14%, butir kepala minimum 78%; maksimal butir patah 20%, butir menir maksimum 2%, butir merah maksimum 2%, butir kuning / rusak maksimum 2%, kapur butir maksimum 2%, hal asing maksimum 0,02% dan butir gabah maksimal 1.

Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan persyaratan standar untuk stok nasional beras, melalui Instruksi Presiden. Berbasis Instruksi, standar beras yang dibeli pemerintah adalah meliputi minimal 95% tingkat penggilingan; maksimum 20% rusak, butir menir maksimum 2% dan maksimum kadar air 14%. Persyaratan kualitas beras yang ditetapkan oleh pemerintah bertujuan untuk stok pemerintah, sehingga persyaratan kadar air sangat penting. Hal ini disebabkan oleh penyimpanan yang lama, kondisi laboratorium kadar air maksimum 14%. Jika persyaratan kualitas tidak terpenuhi, nasi cepat akan menurun kualitasnya.

Beberapa Jenis Beras yang ada di Masyarakat (Ini gue juga baru ngeh):

Jika ingin memilih beras sesuai dengan jenis yang Anda inginkan, harus diperhatikan ciri-ciri beras sesuai dengan jenisnya. Setiap jenis beras memiliki ciri-ciri khusus yang dapat Anda perhatikan.

a. Pandan Wangi
Ciri khas beras pandan wangi adalah aromanya yang wangi pandan. Namun sering pula terdapat beras yang wangi pandan karena zat pewangi kimia. Namun masih terdapat ciri yang lainnya yang bisa membantu agar Anda tidak salah pilih, yaitu beras pandan wangi tidak panjang, tetapi cenderung bulat. Jika terdapat beras dengan biji yang panjang, tetapi wangi hampir dapat dipastikan beras tersebut telah dicampur dengan pewangi kimia. Selain bulat beras pandan wangi juga berwarna sedikit kekuningan tapi tidak putih namun bening.

b. IR 64 / Setra Ramos
Beras IR 64 atau Setra Ramos adalah beras yang paling banyak beredar di pasaran, karena harganya yang terjangkau dan relatif cocok dengan selera masyarakat perkotaan. Normalnya beras jenis ini pulen jika dimasak menjadi nasi, namun jika telah berumur terlalu lama (lebih dari 3 bulan) maka beras ini menjadi sedikit pera, dan mudah basi ketika menjadi nasi. Beras ini memiliki ciri fisik agak panjang / lonjong, tidak bulat. Beras ini tidak mengeluarkan aroma wangi seperti pandan wangi, namun seringkali pabrik / pedagang beras menambahkan zat kimia pemutih, pelicin dan pewangi pada beras ini. Maka berhati-hatilah jika menemui beras dengan bentuk lonjong, namun mengeluarkan aroma wangi, bisa jadi beras tersebut telah ditambahkan pewangi kimia.

c. Rojolele
Beras Rojolele memiliki ciri fisik cenderung bulat, memiliki sedikit bagian yang berwarna putih susu, dan tidak wangi seperti beras pandan wangi. Nama Rojolele biasanya adalah sebutan dari daerah Jawa Tengah atau Jawa Timur, namun untuk daerah Jawa Barat dan beberapa daerah lain terkadang beras ini biasanya disebut Beras Muncul.

d. IR 42
Beras IR 42 bentuknya tidak bulat, mirip dengan IR 64 namun ukurannya lebih kecil. Beras ini jika dimasak nasinya tidak pulen, namun pera sehingga cocok untuk keperluan khusus seperti untuk nasi goreng, nasi uduk, lontong, ketupat dan lain sebagainya. Biasanya harganya relatif lebih mahal daripada IR 64 karena beras ini jarang ditanam oleh petani.

e. Beras C4
Ciri fisiknya mirip seperti beras IR42 namun sedikit lebih bulat, seperti IR64 namun lebih kecil. Beras ini masih sangat jarang ditemui di pasaran, karena jarang ditanam oleh petani. Nasinya pulen seperti IR64, namun lebih pulen. (Sumber: tester kadar air.com)

Oke genks, udah ngerti lahya soal beras. Yuk, kita sejahterakan petani Indonesia, daripada pemerintah impor beras terus yang kita nggak tahu kualitas gizinya. Semoga tulisannya bermanfaat yes.

ALIA F

Saturday, July 22, 2017

Pengalaman Pijat Syaraf di Haji Zein Ki Santri

Haji Zein in action (google)


Sejak awal 2015, bell's palsy yang menyasar syaraf ketujuh di wajah saya belum sembuh 100 persen.

Cerita awalnya bisa baca di sini: Hamil Kena Bell's Palsy

Meski udah pengobatan fisioterapi sampai tuntas dari yang disarankan dokter, tapi wajah saya belum normal sepenuhnya. Lama kelamaan, mata kiri lebih sipit dari yang kanan, kantong mata kiri lebih terlihat jelas dibanding kanan, kalau tertawa lebih kecil, pokoknya yang membutuhkan aktivitas wajah, pasti mata kiri merem sebelah.

Saya udah pasrahlah.

Lalu beberapa bulan lalu, suami yang kena hamstring sejak 2014 (ada yang bilang itu saraf kejepit, ada yang bilang hamstring. Entahlah, ke beberapa dokter diagnosa beda-beda terus), direkomendasi ke Haji Zein di Padepokan Ki Santri, di kawasan Jatiasih Kota Bekasi Jawa Barat.

Suami yang juga sudah ikhtiar ke beberapa dokter dan tukang urut ternyata merasa cocok di sini. Ada progress membaik setelah diurut Haji Zein. Melihat itu, saya merasa punya harapan baru untuk ngebenerin wajah imut ini supaya normal lagi. Pokoknya yang berhubungan dengan syaraf, katanya Haji Zein jagonya.

Pertama kali ke sana malem jam 19.00 sama suami dan si bontot dibawa. Itu sekitar bulan Desember 2016. Rame banget karena mau musim libur. Masuk ke Ki Satri disambut satpam, lalu diminta parkir di belakang dekat mesjid mewah yang didominasi warna hijau.

Lokasi Ki Santri luas. Ketika dari pintu masuk, ada rumah besar itu tempat untuk diurut. Ruangan sebelahnya ada beberapa pegawai yang siap untuk membantu pasien refleksi sambil menunggu haji Zein, dengan bayar seikhlasnya. Yang datang ke tempat itu beragam, dari kalangan bawah, tengah sampai atas. Terlihat dari penampilan dan kendaraan yang dibawa. Semua punya satu tujuan, pingin sembuh.
google

Pasien diberi nomor antrian oleh satpam di depan ruangan sekaligus ditulis namanya di sebuah buku besar.

Setelah menunggu berjam-jam, Haji Zein nongol juga. Dari jam 19.00, si pak haji muncul almost jam 24.00. Mau kesel? Silahkan. Kita yang butuhkan. Tadinya saya penasaran seperti apa bentuknya Haji Zein yang terkenal itu. Sampai banyak orang yang rela menunggu berjam-jam. Ternyata masih muda, usia sekitar 40 tahun, terlihat tubuhnya tegap kuat, nggak begitu tinggi. Di bagian sisi rumah memang terlihat ada alat nge-gym sama moge alias motor gede.

Haji Zein prioritaskan yang urgent dulu, alias pasien yang nggak bisa jalan, di kursi roda, atau anak-anak yang punya kelainan di tubuhnya. Jadi pasien duduk berjejer membuat shaft. Dari ujung Haji Zein memegang pasien, terlihat mulutnya komat kamit. Hanya memegang hitungan menit, sebentar banget, dia pindah ke pasien satunya.

Setelah pasien urgent selesai baru pasien biasa seperti saya gini. Dipanggil nomor berurutan duduk sesuai nomor. Saya dengan seksama dan sebenar-benarnya memperhatikan bagaimana Haji Zein bekerja. Pasien duduk membelakangi, lalu dari belakang Haji Zein melingkarkan tangannya di sebatas bahu dan ditarik badan ke belakang. Lalu dia mulai memencet bagian yang sakit . Ketika saya bilang bell's palsy, dia meminta saya untuk memonyongkan mulut.

"Sedikit lagi," katanya. Maksudnya sedikit lagi bisa sembuh, yeay.

Lalu dia memencet bawah mata antara dekat hidung, seperti ada yang kesetrum, sakit, mata saya berair. Dia meminta saya datang lagi 3 hari kemudian. Karena waktunya nggak ketemu, alias sibuk alias jauh dari Serpong saya datang lagi setelah dua bulan kemudian (kayak nggak niat mau sembuh ya, lols).

Ternyata sudah berubah cara pendaftarannya. Untuk mendapatkan nomor harus membayar Rp 50 ribu, jadi sudah tidak seikhlasnya lagi seperti sebelumnya.

Saya sempat bertanya kenapa sekarang bayar. Katanya agar lebih teratur dan itu peraturan baru. Mungkin karena bayar seikhlasnya orang seenaknya aja masukin duit. Saya pernah liat seorang ibu nggak memasukkan uang di sebuah kotak, dia malah kasih uang ke satpam. Ibarat kondangan, di dalam amplop pas dibuka ada yang kasih seceng, goceng, malah ada yang kosong. Kebangetan bangetkan.

Selain itu, saya juga baru tau ada jam praktek sore hari sampai menjelang  maghrib. Karena saya nggak pernah datang sore, jadi nggak ada bayangan bagaimana situasinya.

Kebanyakan pasien yang saya tanya, mereka ada kemajuan membaik setelah berobat ke Haji Zein Ki Santri itu. Misal, ibunya nggak bisa melihat. Udah beberapa kali ke Haji Zein ada kemajuan matanya bisa bekerja dengan baik. Juga ada anak-anak yang sejak lahir bermasalah sampai susah jalan, dan masih banyak kasus lain. 

Suami hingga kini masih rutin datang ke Haji Zein ketika kambuh hamstringnya. Walau belum sembuh, paling nggak, sepulang dari haji Zein dia nggak mengeluh dan meng-aduh-aduh lagi. Kata semua dokter si, hamstring nggak bisa sembuh, hanya mengurangi rasa sakit saja. Entahlah, wallahualam.

Kalau saya, sudah ikhlaslah. Untuk saat ini saya absen dulu ke Haji Zein. Selain menunggu lama, tengah malam dan bawa si bontot, mungkin nanti ada waktunya ke sana lagi.

Mentemen yang ingin ke Haji Zein dan ada masalah dengan syaraf, silahkan dicoba. Banyak pula yang berhasil asal sabar dan ihktiar. Artis-artis banyak juga kok yang jadi langganan, tapi tentunya ngga kayak orang bisa menunggu rame-rame.

Untuk pasien istimewa biasanya Haji Zein menyediakan waktu khusus. Atau mendatangi rumahnya di kawasan Prapanca dengan membayar Rp 350 ribu. Di sana kabarnya nggak antri dan menunggu lama. Si Suami awal berobat ke Prapanca, karena merasa enak diapun mendatangi Ki Santri. Insya Allah, ikhtiar aja.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya.

AAL

Thursday, July 6, 2017

(Review) Film Spider-Man: Homecoming, Superhero Rasa ABG



Uhuyy.. Spider-Man is Back!!. Gue dapet kesempatan nonton duluan sebelum tayang di bisokop (curang!). Yahh, maklumlah eyke kan wartawan, jadi diundang lebih cepet untuk nulis resensinya boo.

Nggak sah kalau nggak ngebandingin dengan Spider-Man sebelumnya. Seperti si Tobey Maguire (2002) yang culun, dan jauh dari ganteng. Dengan latar pekerja sebagai seorang fotografer. Di sini, Spider-Man Tobey lebih ke kelam, serius, dan penyendiri. Kayaknya susah mulu, di rumahdengan bibinya atau dimaki-maki bosnya.

Lalu si ganteng Andrew Garfield pada 2012 mencoa 'memecahkan' karakter Spider-Man yang culun. Dengan latar anak kuliah, Peter Parker ini kayaknya lebih sering galaunya, karena cintanya pada Gwen. Di sini udah mulai tampil Spider-Man yang lucu, ceriwis dan nyeletuk terus. Mungkin karena cinlok si Garfield dan Emma Stone, jadi film ini lebih ke romantis. Ada beberapa adegan yang bikin penonton baper.

Nah, yang terbaru si Tom Holland, aktor dan penari asal Inggris. Menampilkan Spider-Man  anak ABG di usia 15 tahun. Marvel sepertinya mencoba seperti kembali ke konsep awal dari komik superhero dari laba-laba ini. Film keluaran Marvel ini membawa cerita kembali ke seting sekolah SMA .

Jangan bayangkan ada manusia yang berubah menjadi mosnter, munculnya mutan atau ada kiamat di kota New York  seperti sebelumnya.

Cerita masih nyambung dengan kisah Avengers terakhir di mana Peter Parker (Tom Holland)  direkrut Tony Stark (Robert Downey Jr) untuk bergabung dengan tim Avengers. Sejak itu, Starks merasa Peter adalah tanggung jawabnya dengan menyuruh asisten pribadinya  Happy Hogan (Jon Favreau) untuk mengawasi. Kostum Spider-Man yang diberikan Tony diberikan alat pengawas.

Bersamaan dengan itu, Adrian Toomes (Michael Keaton) seorang kontraktor merasa kesal dengan sekelompok elit yang melarangnya melanjutkan pekerjaan dengan membersihkan alat-alat paska perang Avengers itu. Kemarahannya itu dilampiaskan dengan membuat senjata mematikan dari barang-barang aliens yang sempat dibawanya.

Toomes juga membuat kostum dari alat tersebut yang bisa terbang dengan kekuatan mumpuni, yang disebutnya Vulture.

Pertemuan Spidey dengan kelompok Vulture ini juga tidak sengaja. Peter yang 'mati gaya' menunggu 'panggilan dari Happy untuk bergabung di misi selanjutnya, bertemu dengan anak buah Vulture yang sedang merampok uang di ATM. Dari sana, Peter menyadari ada senjata mematikan yang sedang beredar.

Untuk Spider-Man kali ini, Peter diberikan seorang sahabat setia Ned (Jacob Batalon), seorang anak cowok gendut yang setia dengan Peter. Hanya Ned yang tahu identitas asli Peter Parker sebagai Spider-Man.

Beberapa adegan lucu dengan dialog lucu pula, sehingga film ini 'enteng' ditonton. Bukan saja dari konsep anak remaja, untuk musuh, konflik serta tampilan kerusuhan di film dibuat tidak bombastis.
Sang sutradara 'main aman' dengan memberikan konflik yang mudah. Bahkan ketika Spider-Man harus berhadapan dengan Vulture, kerusakan yang terjadi terbilang minim. Jon Watts, si sutradara hanya menampilkan khas karakter anak remaja yang menggunakan emosi tanpa berfikir panjang. Suka-sukaan sama cewek, dibully, merasa udah hebat karena ikutan misi Avengers atau ikutan lomba 'Cerdas' Cermat'.

Konflik 'aman' nya bisa dilihat seperti di adegan di kapal laut yang terpotong dua. Spider-Man kebingungan apa yang harus dilakukannya agar tak ada korban jiwa. Tiba-tiba... terettereettt...muncul sang penyalamat yang tak lain Iron Man. Seperti anak yang selalu dilindungi bapaknya.

Mungkin untuk ukuran anak-anak remaja film ini terbilang baik, cerminan mereka, tapi untuk pecinta Spider-Man dan superhero lainnya masuk kategori dewasa, film ini kurang greget dan tidak menaikkan adrenalin.

Hanya banyak bagian-bagian lucu, ketika Spider-Man terperangkap di dalam gudang. Ketika dia interaksi dengan Ned dan teman-temannya di sekolah, ketika dia gagal melakukan interogasi ke penjahat, ketika dia mencoba menjadi superhero dengan banyak membantu orang tapi justru dicela. Sepertinya bagian itu yang bikin penonton tertawa.

Jon Watts juga menampilan multi kultural di film ini. Tengok saja, teman-teman Peter dipilih dari berbagai budaya. Mulai Ned dari Hawaii, Michelle dari Meksiko, Liz dari perpaduang Afro Amerika, Manuel yang sering mem-bully-nya dari India.

Selain itu, penjahat dan cerita yang diberikan mampu dicerna penonton remaja yang memang seusianya. Tidak perlu ada monster kadal, atau manusia pasir atau profesor yang berubah menjadi robot kepiting.
Tom Hollad terbilang berhasil menjadi Spider-Man jika ingin dibandingkan dengan dua karakter sebelumnya. Sedangkan Michael Keaton, yang pernah menjadi Batmann itu mampu menjadi Vulture yang membahayakan . Michael Keaton lagi-lagi mampu menampilkan sosok penjahat yang santai tapi mematikan.

Yang bikin gue ikut deg-degan (baper), ketika Peter di dalam mobil bersama Liz untuk pergi ke pesta dansa sekolah. Udah ah, bagian ini yang spoiler. Anyway, film Spider-Man homecoming terbilang lumayan, pas untuk tontonan anak-anak remaja. Judulnya mungkin bukan Spider-Man doang, tapi Spider-Man dan Iron Man, Lolss.

ALIA F