Begini Wawancara dengan Mulan Jameela di Awal Karirnya

Dulu waktu pertama gabung dengan Ratu namanya Mulan Kwok, padahal nama aslinya Wulansari. Gue inget banget, Mulan langsung melambung namanya setelah Pinkan Mambo 'resign' dari Ratu. Media bertanya-tanya, siapa Mulan. Sama halnya dengan majalah Lisa, (ingetkan dulu pernah ada majalah wanita Lisa, padahal bagus ya tapi kolaps) yang kebelet ingin wawancara Mulan.

Nah, gue yang waktu itu jadi kontributor di Lisa diminta untuk wawancara Mulan dan ditawarkan jadi cover majalah. Mulailah gue mencari kontak manajemen Ratu yang sejak dulu emang susah bener. Karakter artis yang sudah ada nama begini, memang susah untuk dibuat janji, mereka pemilih.

Tapi untungnya, manajer Ratu waktu itu dipegang Mbak Vita (Hay mbak, pasti udah lupa sama gue). Mbak Vita ini gue kenal dari dia 'megang' Mayangsari. Gue kontak dia akhirnya mau wawancara.
Janjianlah kita di sebuah ruko di kawasan Fatmawati, pagi hari. Gue sudah lebih dulu nyampe, itu ruko sekaligus kantor.

Tak lama, Mbak Vita dateng tanpa Mulan. Hanya hitungan menit, terlihat Mulan turun dari mobil. Kelihatan baru bangun tidur, baju seadanya, wajah masih ada sisa make up, ngakunya abis show semalam dengan Ratu, dan jarinya masih ada kutek sisa semalam pula.

Khas artis baru yang nyadar bakal beken, Mulan jawab seadanya kalau gue tanya. Seringnya nengok ke Mbak Vita, kayaknya takut salah ngomong. Biasanya ini permintaan manajemen, supaya si artis tetap jadi ekslusive.

Tapi Mulan mau bercerita ketika dia awalnya bertemu Maia dan Dhani yang memang sedang mencari pengganti Pinkan. Dia ngakunya, lagi nyanyi di kafe dan kaget di antara penonton ada Maia dan Dhani.

"Aku berterima kasih banget sama mbak Maia yang memilih aku untuk di Ratu pasti banyak kandidat lain. Pokoknya aku nggak akan kecewakan Mbak Maia," kata Mulan waktu itu. (mungkin sekarang banyak yang komentar, sumpe loch?).

Dalam wawancara Mulan sering banget terima kasih ke Maia, dia saat itu seperti bikin janji ke dirinya sendiri untuk serius di Ratu dan membawa nama duo grup itu semakin besar. Dia djuga menyebutkan single perdana yang akan dinyanyikan di Ratu itu TTM (Teman tapi Mesra). "Pokoknya lagunya keren banget, Mbak Maia yang bikin. Video klipnya juga bagus," ujar Mulan lagi.

Saya wawancara, Mulan sambilan di make up yang memang sengaja dibawa khusus. Mulan memang cantik (Yaiyalaaa makanya Dhani mao), wajahnya lebih oriental, kalau nyanyi bagus, tapi jujur kalau diajak ngomong intonasi suaranya untuk berdialog gak enak. Apa dia kita suruh bicara sambil bersenandung? Hehehehe...ngaranggg..
Mulan juga waktu itu nggak ngomong secara jujur kalau dia udah menikah dan punya anak, bahkan dia ngibul soal umurnya. Tapi gue maklum, pasti itu permintaan manajemen. Biasanya artis baru dari nothing tobe something itu manut aja diatur sama manajemen. Yang penting jadi kesohor dan banyak duit.
Setelah itu, setelah dia terkenal dan menikahi Ahmad Dhani, Mulan sangat sulit diwawancara meski bertemu di sebuah acara. Dia hanya menunduk, tak mau menjawab pertanyaan wartawan, dan lebih memilih majalah wanita. Ya sudahlah, yang pentingkan udah kesohor dan tajir sekarang.

Ibu Bekerja, Kenapa Susah Tinggalkan Pekerjaan demi Anak

Beberapa minggu terakhir banyak teman-teman (baca: emak2) bekerja yang ingin mengikuti jejak saya, menjadi freelancer alias keluar dari kantor dan bekerja di rumah sambil urus anak. Mereka kebanyakan masih berat untuk meninggalkan pekerjaan karena banyak alasan, seperti takut nggak dapat penghasilan lagi, takut kurang duit untuk membiayai hidup, takut nggak eksis, takut mati gaya di rumah doang, banyak ketakutan-ketakutan lain yang manusiawi.

Hal tersebut pernah saya alami pada 2011, ketika saya memutuskan resign dan mengajukan pensiun dini dari harian Rakyat Merdeka. Tempat saya bekerja sejak 1999 menjadi wartawan di desk hiburan. Saya beneran mati gaya, bingung mau ngapain. Dua anak saya yang laki semua bikin saya terbelalak. Mereka berdua ajaib sekali kelakuannya, sangat aktip, kreatip bikin emaknya elus dada sekaligus bikin saya bangga memiliki dua anak laki yang nggak bisa diam, kepoo banget.

Meski sudah di rumah saja, ada beberapa job jadi media relation. Tapi tetap saja nggak bisa memenuhi hasrat saya untuk kerja dan berkumpul dengan teman-teman di lapangan sambil liputan. Enaknya jadi wartawan itu, ya di bagian ini. Nga-gaul ketemu teman dari berbagai media sambil haha hihi, bahkan sambil ngegosipin artis. Pokoknya hidup nggak jauh dari ghibah (*istigfar deh gue).

Waktu itu, saya juga punya alasan idealis lain berada di rumah, yakni bikin novel! Nyaris setiap hari duduk manis di depan laptop, tapi ternyata tak semudah yang dibayangkan. Satu paragraf pun nggak ada yang jadi itu novel.

Yang bikin saya mikir serius ketika nyokap ke rumah. Gerah liat gue ngomel-ngomel nggak jelas,  nyokap ngomong begini, "Sonoh kerja lagi, daripada di rumah marah-marah terus." hihihihi, nyokap ngerti anaknya yang satu ini, pecicilan alias nggak bisa diem (ketauan kan dari mana kiddos dapet kreatipnya itu di rumah?).

Saat itu, berasa jadi ibu yang durhaka pada anak. Masa, jadi ibu nggak sabar urus anak sendiri.
Entah kenapa, ini hasil dari iseng, pada  Februari 2012 saya mengirim CV ke Tempo dan berhasil gabung dengan grup Tempo Inti Media. Saya diperbantukan di Tempo.co dengan desk Seleb (lagi-lagi hiburan euy). Tempo yang terkenal serius dengan liputannya itu, ternyata nggak ngeh soal selebritas. Sampai ada beberapa teman menyebut saya profesor artis (ini terlalu hiperbola siiii hihihii).
Ternyata, Allah punya rencana lain dan mengabulkan doa saya untuk di rumah saja tapi harus melewati perjalanan panjang yang berliku. Pada 2014, Allah memberikan saya rezeki dengan kembali hamil. Kehamilan saya di usia yang tidak muda lagi ini (ehemm), ternyata saya harus bedrest karena flek tak berkesudahan. Bayangin, dari pertama positif hamil hingga menjelang persalinan, saya bedrest di rumah saja.

Kayaknya, saya dikasih 'bayangan' dulu, nih rasanya beginih gak kerja cuma tiduran. Ternyata, bedrest selama hami itu 'kepake' banget. Jadi saya sudah terbiasa berada lama di rumah tanpa bekerja. Lalu, setelah persalinan dan ada masalah sedikit sama baby, dengan Bismillah dan tekat yang kuat juga keyakinan, Maret 2015 saya mengajukan resign ke Tempo.

Mulailah petualangan menjadi ibu rumah tangga yang sebenar-benarnya. Selain itu saya juga udah kapok dan parno punya asisten rumah tangga. Capek ati, makan ati sama pembantu, kayaknya free banget nggak harus tanya sana sini soal pembantu.

Waktu pure urus baby ini, saya sempat merasakan jadi ibu yang egois untuk dua anak saya sebelumnya. Melihat bayi kecil, lucu, polos dan tak bisa apa-apa, tapi pengasuhan selama bekerja diberikan kepada asisten rumah tangga. "Gila ya, kok gue bisa setega itu dulunya mempercayakan pengasuhan ke orang lain, " kepikiran itu terus.
Dan seiring berjalannya waktu, entah kenapa sekarang ini nggak ada keinginan untuk kembali bekerja di kantor. Gue pernah dengar kata ustad, "Rezeki itu nggak ada hubungannya dengan pekerjaan." Dan gue rasa itu benar sekali. Kita berikan tugas terhormat itu ke suami sebagai pencari nafkah tunggal, Lolss (bener lho, itukan tabungan amal dia di akhirat nanti *ngeles).

Jadi, sekarang ini gue lebih tertarik jadi blogger, Kontributor untuk Tempo.co (lho, Tempo lagi?) tapi diberikan kebebasan sih, namanya kontri nggak terikat dong, dan ada beberapa teman yang ajak kerjasama untuk bisnislah, freelancer apalah, partneran media relationlah, tapi nggak ngoyo kayak dulu.

Sekarang semuanya dibikin santai, bisa  bebas melakukan apa aja tanpa harus melihat jadwal ngantor, dan bisa kapan aja dekat sama anak. Masih bisa nge-gaul sama temen, janjian di mol sambil nenteng baby, atau bahkan bisa kegiatan bermanfaat untuk dunia akhirat, ikut majlis taklim misalnya.

Kiddos jadi lebih banyak curhat ke emaknya, malah si abang yang udah ABG bisa gue jadiin temen curhat. Bukan dia yang curhat ke gue, tapi gue yang curhat ke dia, hahahahah kacau yakksss.
I love my life, meski mimpi untuk traveling keliling dunia belom kesampean. Tapi gue yakin, mimpi itu bisa terwujud. Entah kapan, doain ya guysss....

Jadi Ibu rumah tangga itu pekerjaan presticious (spelingnya bener gak), karena nggak semua wanita bisa menjalaninya. Benerkan?

Film Spectre, Kebingungan Sam Mendes Menggarap James Bond

Banyak yang berharap lebih dengan film James Bond terbaru, Spectre. Apalagi film ini, terakhir Daniel Craig menjadi agen 007 itu. Tapi, kekecewaan muncul, sama seperti film sebelumnya untuk Skyfall. Sam Mendes, si sutradara belum mampu meracik film aksyen tersebut menjadi enak ditonton, terutama dalam hal jalan cerita yang digawangi tiga penulis, John Logan, Neal Purvis, Robert Wade & Jez Butterworth.

Bercerta tentang Bond yang diminta mantan bos nya M (Judy Dench) untuk membunuh seorang teroris berkebangsaan Italia, Marco Sciarra. Pembunuhan itu mengarah kepada Spectre,  sebuah organisasi teroris rahasia yang menguasai dunia.  Misi kali ini ternyata berhubungan erat dengan tugas-tugasnya terdahulu dan bahkan dengan masa kecilnya. Hal itu membuat James Bond bukan hanya menguras fisik dan mempertaruhkan nyawa tapi juga menguras emosinya. Spectre minim kecanggihan teknologi yang selama ini menjadi 'jualan' film tersebut, Mendes kurang mengasah lebih dalam untuk Craig. Musuh terlihat besar seperti dewa, bisa dengan mudahnya dilumpuhkan. Well, namanya juga film yaa, hiks.

Lalu aliran cerita berlanjut dari petunjuk janda Marco, artis seksi asal Perancis Monica Belluci dan ke Madeleine Swann (Léa Seydoux), anak dari White mantan anggota Spectre. Dua gadis Bond memang selalu ada di setiap aksi inetelijen asal Inggris itu.
Sosok Madeleine Swann yang memiliki wajah klasik dan pucat, dan sepanjang film lebih banyak menatap tanpa kedip dengan mata sinis serta wajah datar, ternyata tak sesuai yang diharapkan. Saya menunggu dia berkelahi mengeluarkan aksi bela diri.

Bahkan, dalam adegan menuju akhir, ketika Madeleine dan Bond berpisah (Madeleine menoleh ke belakang dengan penuh misteri), saya berharap mendapatkan klimaks yang mengejutkan, yakni Madeleine adalah otak dari Spectre, dia yang mengatur semua jaringan dan organisasi mafia itu di seluruh dunia. Tapi nyatanya? Membosankan. Dia lagi-lagi ditangkap dan Bond harus membebaskannya atau dia mati. Biasa bangetkan?

Lalu apa peran Monica Belluci? Poor... Saya nggak habis pikir, kenapa aktris cantik yang wajahnya sudah berkerut itu dilibatkan dalam film James Bond, menjadi gadis bond. Terlambat!! Itu kata yang tepat menggaet Belluci masuk dalam ke film ini, kenapa sekarang? Kenapa tidak 20 tahun lalu ketika Belluci wajahnya masih kencang dan menarik. Dia memang masih cantik dan seksi, tapi kerutan wajahnya menurut saya menganggu jika dipasangkan dengan Daniel Craig. Haii Mendesss....apa yang ada dipikiranmu untuk bagian ini? Sama halnya dengan Skyfall, Mendes seperti kebingungan menggarap film sebesar James Bond. Mendes yang dikenal dengan American Beauty dan meraih Oscar untuk film itu sepertinya kurang 'gahar" untuk memvisualisasikan James Bond ke film.

Sejak dulu saya suka dengan film James Bond, tepatnya sejak Pierce Brosnan menjadi Bond (karena itu umur saya sudah boleh menonton film dewasa, hehehe), dan hanya Brosnan yang pas menjadi agen M16 itu jika dibandingkan dengan yang lain seperti Sean Connery, Roger Moore atau Timothy Dalton, apalagi Craig yang memiliki struktur wajah keras dan sadis.
Nah, yang sedikit berbeda (hanya sedikit) dari Bond versi Craig ini muncul beberapa sisi humor, salah satunya ketika di intro film, bangunan rubuh di Meksiko, Bond jatuh malah terduduk di sofa di antara reruntuhan, itu khas Bond versi Brosnan lho. Di siniCraig tidak lagi sebagai sosok Bond yang serius dan galak, sudah ada senyum dan tatapan menggoda. Coba bandingkan dengan yang sebelumnya seperti Quantom of Solace dan Casino Royale, serius banget kan.
Ayooo siapa yang layak menjadi Bond selanjutnya?

Ingin Cantik? Jangan Percaya Mitos Ini

Setiap wanita pasti ingin terlihat cantik. Salah satu cara untuk mempercantik diri ialah dengan menggunakan make up. Namun sayangnya, masih banyak yang percaya beberapa mitos tentang penggunaan make up yang belum tentu benar. Dilansir dari Boldsky.com, dibawah ini adalah 7 mitos tentang make up yang harus Anda ketahui.

Foundation Gelap Membuat Kulit Eksotis
Bagi Anda yang memiliki kuit pucat, mungkin Anda ingin menggunakan foundation dengan warna uyang lebih gelap. Tapi sayangnya, hal ini malah akan menjadi musibah karena warna kulit wajah menjadi tidak natural. Jadi, pilihlah foundation dengan warna yang mendekati warna kulit Anda.

Make Up Menyebabkan Kulit Berjerawat
Pernyataan ini tidak benar kecuali Anda mengguankan make up kadaluarsa. Umumnya, jerawat dan komedo muncul karena wajah tidak bersih. Jadi pastikan, bersihkan wajah sebelum mengaplikasikan make up dan sebelum tidur.

Produk Mahal Lebih Baik dari Produk Murah
Ada produk yang jelek dan produk yang bagus dalam industri kecantikan. Jangan membeli make up karena harganya lebih mahal atau mereknya lebih populer dari produk lainnya. Pastikan Anda selalu mengecek produk yang Anda gunakan sebelum benar-benar membelinya.

Sabun Adalah Pembersih Wajah Terbaik
Tidak heran jika kulit wajah Anda terasa lebih bersih setelah Anda mencucinya dengan sabun. Tapi tahukah Anda kalau sabun sangat efektif menghilangkan minyak alami dalam kulit wajah. Pilihlah pembersih wajah yang larut dalam air sehingga bisa menyeimbangkan pH kulit Anda.

Pori-Pori Mengecil
Banyak produk kecantikan yang mengklaim bisa mengecilkan pori-pori. Pori tidak seperti otot yang dapat mengecil. Sebaiknya, rawat kulit wajah dengan rutin membersihkan agar pori tidak melebar.

Mengaplikasikan Concealer Sebelum Foundation
Mengaplikasikan Concealer Sebelum Foundation adalah kesalahan yang sering dilakukan. Aplikasikan dahulu foundation untuk menutupi noda di wajah. Lalu gunakan concealer untuk menutupi noda yang susah tertutupi oleh foundation.

Menggunakan Pinsil Alis Dengan Warna Yang Sama dengan Alis Alami
Menggunakan warna yang sama akan membuat alis terlihat tidak alami. Gunakan pinsil alis dengan warna yang sedikit lebih mudah dari warna alis karena efektif membuat alis terlihat natural dan terisi.

BOLDSKY

Asiknya Ngobrol dengan Dena Rachman

Nama Dena Rachman ada dalam google trend, artinya banyak pembaca setia google yang mencari berita tentang mantan artis cilik itu. Ternyata, jagat dunia maya sedang heboh dengan foto Dena yang memakai bikini di pinggir pantai sambil tiduran. Yang menjadi kehebohan adalah, Dena adalah seorang transgender, belum operasi pula, hiks. Tapi bentuk tubuhnya seksi dan mulus seperti wanita normal umumnya.

Saya jadi ingat pertemuan dengan Dena sekitar dua tahun lalu. Waktu itu, Dena juga menjadi perbincangan karena tampil menjadi perempuan. Ketika kecil, anak dari penari Acan Rachman ini (yang masa kecil dan remajanya tahun 80-90an pasti tahu sapa Acan, penari profesional dulu sering nongol di TVRI menjadi pernari latar para penyanyi *Duh ketauan de setua apa gue,hiks), lahir sebagai lelaki, namanya Renaldi.

Saya ingat, waktu kecil Dena jadi laki-laki gemulai, senyum manis rambut lurus. Banyak orang yang bingung bandingin dengan Geofany, teman duetnya Saskia lewat lagu Menabung (Gileyeee apalnya gue).

Nah, janjian lah gue sama Dena. Dia minta ketemuan di restoran TWG, Plaza Senayan pas makan siang. Saya agak aneh sama restoran itu, gak familiar, posisinya ada di depan Sogo PS. Unik dan berbeda, didominasi warna emas dengan banyak kaleng2 berisi teh.

Saya datang duluan, duduk dengan manis di restaurant mewah itu. Tak lama Dena menelpon dan sudah masuk restauran. Waaaaa, orang nggak akan menyangka dia dulunya  laki. Cantik banget, rambutnya lurus panjang sebahu, dagunya panjang, kulit wajah dan tangannya mulus. Minder juga ketemu laki mulus kinclong begitu, Lol.

Cara jalan dan gesturenya juga sudah cewek banget, anggun duduk sambil mengibaskan rambutnya. Lalu saya disodori menu yang makanannya nggak kenal dan nggak familiar (huh, bopung dah). Dena sepertinya sadar, dia rekomendasi egg benedict (ini jenis makanan dua roti bulat diatasnya dilapisi krem keju kuning, ketika dipotong dengan pisau, keluar telor dan lapisan daging asap, Fyi, versi Master Chef Gordon Ramsey, ini makanan susah dibikin lho dan gw udah pernah nyobaaa, yeayyy noraakk).

Sambil makan kita ngobrol, jari lentiknya (saya langsung memandang jari-jari sendiri yang gemuk, duh) asik memencet gadget. Kukunya panjang dilapisi kutek. Ketika dia bicara, agak asing dikuping. Satu masalah seorang transgender adalah tidak bisa mengubah suara lakinya. Tapi menurut saya suara Dena itu mirip anak laki mau puber, jadi mau pecah tapi nggak jadi (ibarat anak laki puber mau mimpi basah tapi batal karena pubernya harus haid *absurd abaikan).

Lalu dia cerita kalau sedari kecil dia memang merasa berbeda. Dalam keluarganya dia laki sendiri. Dia lebih suka boneka dan suka dandan sebagai perempuan. Dan dia mengaku tidak pernah mengubah bentuk tubuhnya, tidak operasi (tapi itu dulu sekarang dia udah ngaku operasi dadanya kan).

"Saya harus mengeluh apa, saya sekolah di FISIP UI, S2 di Italia, saya dapat pekerjaan bagus dan yang saya suka, untuk apa saya mengeluh dengan keadaan saya seperti ini. Saya yakin Tuhan sudah memberikan saya jalan seperti ini, jadi saya all out aja dan happy," kata Dena dengan santai.

Banyak yang diceritakan Dena soal dirinya, masa kecil, masa remaja dan dewasanya. Dia asik-asik aja tuh dan ggak perduli dengan ejekan, hujatan orang tentang dia yang transgender. "Saya harus bersyukur karena saya nggak cacat, saya sehat," katanya.
Jakunnya masih terlihat sedikit, dan di dagunya terdapat bulu halus. Saya melihat dia seperti seorang wanita pada umumnya, cantik, muda dan memiliki banyak mimpi.

AAL

Lecehkan Wartawan, Kenapa Raffi Ahmad Minta Maaf

Lagi heboh soal Raffi Ahmad melecehkan wartawan? Akhirnya dia minta maaf juga secara resmi lewat PWI. Padahal kemarin gue baca di salah satu portal, dia menantang jika wartawan mau lapor ke polisi, tapi sekarang berubah pikiran. Itu namanya artis cerdas, dia sadar cari rejeki lewat wartawan.

Kalau nggak ada media yang beritain dia mana dapat duit. Mau dikasih makan apa Gigi dan Rafathar.
FYI, banyak artis yang namanya udah tenggelam pada akhirnya dia telpon-telpon media minta diwawancarai. Atau yang tadinya pasang muka jutek ketika sedang di puncak popularitas, karena udah sepi job, mulai baik-baikin wartawan supaya di wawancara dan muncul di media.

Raffi bukan artis pertama yang melecehkan wartawan, dulu ada Luna Maya. Dia maki-maki lewat Twitter bukan? Tapi sempat  minta maaf gak ya, lupa gue. Tapi dia kena kasus besar yang pada akhirnya namanya mulai melorot ampe ke bawah hingga semua kontraknya dibatalkan meski sekarang dia pelan-pelan mulai banyak job lagi.

Well, promotor Adrie Subono pernah ngomong begini. "Ketika ada artis baru dan wartawan sama-sama makan di warteg. Wartawan ngeberitain dia, terus si artis langsung terkenal dan menjadi kaya. Si artis mulai meninggalkan warteg dan makan di restoran mahal, sedangkan wartawan yang ngeberitain dia tetap aja makan di warteg." Ngerti kan maksudnya?

Gue sangat jarang wawancara Raffi Ahmad, tapi pernah dan itu udah lama banget. Waktu itu peluncuran film dia berjudul Liar soal balapan motor. Dia masih baik banget, semua pertanyaan wartawan dijawab dengan senyum dan tawa. Belum gitu terkenal cyiinnnn.

Lalu gue wawancara dia lagi ketika dia mau duel tinju dengan Mario Lawalata. Gue lupa itu dalam rangka apa. Waktu jumpa pers, di atas panggung ada Raffi, Mario dan promotor. Wartawan duduk di tribun di hadapan mereka. Saya memberikan pertanyaan lumayan kritis (gue gitu locchhh), ternyata Raffi gak suka sama pertanyaannya. Dia jawab sekedarnya.

Jumpa pers selesai, dan seperti biasa wartawan maju ke depan kembali wawancara nara sumber. Saya yang masih belum puas dengan jawaban Raffi, ikutan maju. N you know what? Ketika melihat saya bertanya, dia melengos booo. Nggak dijawab sedikitpun meski gue ulang. Ok, fine! Skip!

Itu terakhir kali wawancara seorang Raffi Ahmad. Dikira artis dia doang apa? Maaf-maaf aja gue harus menunggu dengan sabar dia menjawab pertanyaan gue. No way!

Raffi sih kalau di depan TV keliatan asik ya, lucu, nggak pernah marah, ketawa terus dan kayaknya cowok nyenengin gitu. Coba deh, deketin dia, ngobrol dan bertanya. Lihat aja bagaimana reaksi dia, Lol.

AAL

Arzeti Billbina Ituuu...

Mendengar berita Arzeti Billbina kepergok di hotel dengan pria yang bukan suaminya, agak kaget si. Masa si? Kan dia berhijab? Pasti semua orang kebanyakan berfikir begitu. Tapi sebagai orang luar, yang nggak ngerti permasalahan sebenarnya gak boleh sembarang nge-judge kalau Arzeti selingkuh atau melakukan hal memalukan.

Media itu harus cover both side, artinya harus konfirmasi dari kedua belah pihak. Gak boleh berasumsi. Saya pribadi mengenal Arzeti sudah lama (Arzetinya kenal gak, wkwkwkw). Dia orangnya baikk banget, kalau ketemu pasti menegur dan cipika cipiki. Gaya cipika cipikinya aja beda jika dibandingkan dengan artis-artis lain. Kan biasanya pipi ketemu pipi. Kalau Arzeti itu justru memakai hidung. Kadang gue suka nggak pede, abis liputan naek ojek, ketemu doi, trs cipika cipiki, kebayang pipi gue bau matahari, bau knalpot bis atau knalpot kopaja yang super item itu wkwkwkw kacaauuu..

Tapi Arzeti memang baik, dia nggak merasa jijik atau wajahnya berubah habis cipika cipiki lhoo, padahal dia wangi abisss, Lol. Dia akan menjawab pertanyaan dengan seksama dan sebenar-benarnya, sambil memandang kita. Banyak seleb diwawancara itu matanya kemana-mana, kayak nggak menghargai wartawan (padahal dapet rejeki dari pemberitaan media ), berasa pingin nimpuk pake notebook kalau ketemu narsum begitu.

Belum lagi kalau wawancara by phone. Dia akan menerima telpon tanpa lewat manajer (Catet ya, semua manajer artis itu berasa lebih penting dan ngartis dari majikannya, huueekkss). Arzeti akan menjawab semua pertanyaan dengan lengkap dan ramah.

Kenal dia dulu sebelum menikah, ketika sama-sama fitnes di Pasaraya Manggarai. Dia cuek aja gabung dengan 'orang biasa', padahal saat itu dia sudah jadi pragawati papan atas. Dia selalu jadi puncaknya dalam sebuah run way.

Dengan pemberitaan seperti sekarang dan dia memutuskan untuk klarifikasi dengan mengundang wartawan, itu sudah sebuah keberanian dia. Banyak artis yang kabur dan susah dihubungi ketika kepentok kasus. Tapi tidak dengan Arzeti.
Yaahhh, semoga masalah yang dihadapinya bisa selesai dengan baik ya. Itulah public figure, apalagi yang telah menjadi wakil rakyat, apapun yang dilakukannya harus bertanggung jawab di hadapan rakyat. Agree?

AAL


Artis Rela Dibayar Murah Asal Ada Infotainment


Ceritanya waktu itu saya diminta tolong temen untuk koordinir media infotaiment sekaligus beberapa artis tenar. Saat itu ada acara sedikit berbau politik, jika ada artisnya, tentu temen infotaiment akan siap sedia datang untuk meliput.

Karena budget yang disediakan murah, tapi mereka meminta artis dengan level tinggi saya puter otak. Pertama, saya kontak artis seksi yang suka bikin sensasi ini. Dia hanya perlu datang dan berbicara selama 15 menit saja. Tahu gak dia minta berapa? 25 juta booo. Saya angkat tangan, budgetnya sangat kejauhan.

Lalu saya kontak beberapa artis yang suka bikin sensasi, senang jadi drama queen, senang masuk infotainment dan senang bikin setingan. Pertama saya kontak seorang pemain film dan pemain sinetron, pernah masuk penjara 3 bulan karena ribut dengan orang lain, hidupnya penuh sensasi.

Tapi artis yang inisialnya A ini baik sama wartawan (dia tahu cari rejeki lewat situ, Lol). Ketika saya menawari dan saya iming-iming begini. "Jangan mahal-mahal mbak, budgetnya sedikit, di sini banyak infotainment lhoo, kan lumayan mbak bisa sedikit promosi," kata saya mirip sales marketing (emang lagi jadi marketingkan).

Dia diam dulu. "Mau murah ya," kata dia mikir. Tetiba dia kasih angka. "Rp 1 juta ya?" katanya bikin saya terkate-kaget.

Tentu saja saya langsung mengiyakan. Dia artis pintar yang bisa mempromosikan dirinya di depan infotaiment. Artis cerdas!

Lalu saya kontak artis lainnya. Dia selalu tampil mewah, waktu itu belum berhijab, bahkan dia pernah BBM saya. "Kalau ada acara atau peluncuran produk kecantikan undang-undang saya ya," katanya. Dia memang gemar tampil di acara tersebut, terlebih jika ada infotaiment, tapi jaimnya setinggi langit.

Saya kontak dia, inisialnya AG. Saya ajak untuk muncul di acara ini, sambil membandingkan artis A ini mau lho dibayar 1 juta. Dia awalnya nggak percaya, tapi akhirnya mengiyakan. Tapi dia minta tambah sedikit jadi Rp 2,5 juta saja. Ok, bungkus!

See?? Banyak artis yang rela gratis atau dibayar murah jika ada media terutama infotaiment. Kenapa sekarang ini banyak artis yang senang bikin setingan dan wara wiri muncul di infotainment? Apa keuntungannya? Tentu banyak, yang pasti uang. UUD (ujung-ujungnya duit ccyyiinnnn).

AAL


Menginap di Hotel 'Berhantu'

Rasanya nyaris semua hotel berhantu, tentu untuk kamar tertentu. Biasanya, kamar yang berhantu itu ada sejarahnya, biasanya ada orang mati tidak biasa di kamar itu (baca bunuh diri). Saya pernah menginap di hotel yang bangunannya lama di Bandung, namanya hotel J*******a. Ceritanya waktu itu saya diundang RCTI untuk meliput audisi Indonesian Idol. Sudah lama banget si.

Karena waktu itu saya wartawan yang telat mendaftar untuk meliput, jadi saya disatukan kamar dengan dua teman yang lain, sebab itulah saya tidur di sofabed. Seperti biasa saya masuk kamar mengucapkan Assalamualaikum (ini wajib), ketika malam saya terlelap, saya erep-erep, pasti kalian udah pernah merasakan bagaimana erep-erep itu. Seperti susah nafas, mau membuka mata seperti sulit, di tengah usaha untuk membuka mata itu, saya melihat seperti sama seorang wanita berbaju putih duduk membelakangi di pinggir tempat tidur. Dia menoleh ke saya. Segala bacaan doa saya ucapkan dalam hati.

Saya terbangun, dan melihat dua teman saya masih tidur. Karena masih malam, sambil baca-baca saya tidur lagi (kebluk banget). Sampai di Jakarta, saya bertanya ke teman yang cenayang, katanya si saya menganggu tempatnya. Aneh, kan saya sudah ucapkan salam. Lagian bagaimana mau ijin, kenal juga gak.

Ternyata, teman saya yang lain, yang bisa 'melihat', mengatakan dia juga ada hantu bapak-bapak yang asik berdiri di belakang pintu. Tapi dia cuek aja, selama tidak menganggu.

Nah, Sabtu kemarin, 17 Oktober 2015, saya dengan komunitas AXIC (Avanza Xenia Indonesia Club) melakukan touring ke Cirebon. Sekaligus dalam rangka ulang tahun chapter Karate (Karawaci, tangerang dan sekitarnyalah). Sejumlah 14 mobil berkonvoy menuju Cirebon yang pertama kali melewati tol Cipali.

Ketika saya mengetahui kita akan bermalam di Hotel S*****a Cirebon, saya jadi teringat cerita seorang teman yang mengalami kejadian menyeramkan di hotel itu. Ceritanya dia ada liputan di Cirebon dan menginap di sana. Dia diberikan kamar nomor 319-320 (antara dua nomor itu) yang letaknya mojok.

Tanpa berfikir panjang, dia tertidur. Malamnya dia terbangun dan kaget melihat seorang pocong (ini seorang, sebuah apa sesuatu ya *dibahas) sedang tidur di sampingnya. Dia tidak langsung teriak kaget atau meloncat. Pikiran dia saat itu hanyalah, "kalau gue lari ke pintu, pasti itu pocong akan lebih dulu nyampe di depan pintu."

Dan dia mengaku sedang capek banget. Letih, lelah tak berdaya. Tanpa pikir panjang, dia langsung memegang itu pocong dengan tangannya, dia merasa tanganya mendarat di dagu pocong dan membaca Al Fatihah berkali-kali. Lalu...sleepp!! pocongnya lenyap!

Keesokan harinya, dia marah-marah ke front desk hotel dan meminta kamar diganti sekaligus meminta pertanggung jawaban ada apa dengan kamar itu. Ternyata, sekitar 7 bulan lalu ada yang bunuh diri. Dan teman saya itu bercerita ke temannya yang bisa menerawang lewat telpon, diberikan bacaan quran agar pocong itu tidak mengikuti dia. Konon, kalau kita memegang, dia akan ngintiilin kemana kita pergi. Hiiyy...

Alhasil, setelah sampe hotel itu, saya dan suami sudah siap-siap mencari nomor kamar hotel. Jika dapat nomor itu, kita akan minta pindah sekuat tenaga agar tidak menempatinya. Alhamdulillah, kita dapat nomor 414. Dan seluruh anggota Karate Axic berdiam di lantai 2, 4, dan 5 saja. Horeeee selamat dari siksaan pocong.

Anda punya cerita hotel berhantu juga?

Ngobrol Sekaligus Mengunjungi Perpustakaan BJ Habibie

Bertemu dengan Presiden ke 3 RI, BJ Habibie menjadi kenangan yang tak terlupakan. Saat itu, saya dengan beberapa teman dari Tempo mendapatkan kehormatan untuk menwawancarai beliau mengenai film Habibie-Ainun yang meledak dan laris manis di bioskop. Saat itu Januari 2013.

Sekitar pukul 11.00 siang saya dan beberapa teman sudah berada di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Sebelum bertemu, kita menunggu di sebuah ruang tamu yang berisi sofa, koleksi cangkir mahal serta beberapa foto beliau dengan ibu Ainun.
Tak lama kemudian, asisten beliau memanggil kita untuk masuk ke dalam perpustakaan. Keluar ruang tamu, kita harus melewati pintu, disambut dengan kolam ikan yang besar di kanan kiri jalan menuju perpustakaan. Pintu besar terbuka, disambut dengan ruangan yang luas semuanya dilapisi dengan kayu dengan dominasi warna keemasan. Dibantu dengan cahaya lampu, ruangan perpustakaan itu begitu indah. Seperti perpusatakaan impian saya. Tapi sepertinya lebih mirip perpustakaan di film Harry Poters, hehehe. Di sebelah kiri pintu masuk ada harimau yang sedang duduk, mirip aslinya. Lalu ada meja berjejer pesawat terbang, di belakang kursi dan meja panjang untuk menerima tamu.
Buku berjejer rapi, disesuaikan dengan bidangnya masing-masing, seperti tentang ekonomi, sastra, biografi dan lainnya. Ada tangga di tengah melingkar ke atas. Langit-langitnya tinggi, dihiasi dengan lampu yang memancarkan warna kuning.

Tak lama Pak Habibie muncul, wangi, sambil mengunyah perment mint. Dia meminta kita memanggilnya eyang. Beliau ramah, sabar dan menjelaskan pertanyaan dengan runut dan detil. Saya yang pecicilan, tak henti-hentinya selfie dengan latar beliau. Tapi pak Habibie tak terganggu, dia cuek saja terus bicara menjawab pertanyaan.

Dia memberikan kita foto ketika masih kuliah di Jerman, dan foto berdua dengan Bu Ainun juga menanandatangani buku Habibie-Ainun yang saya bawa.

Saya sempat bertanya bagaimana jika para ibu ingin mengetahui agar anaknya bisa jenius seperti beliau. Sepertinya pertanyaan itu terjawab untuk buku terbaru Pak Habibie yang berjudul Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner. Selamat ya eyang (SKSD *sokkenalsokdekat)

AAL

Buku Rudy, Sejak Bayi BJ Habibie Sudah Jenius

Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie terkenal akan kejeniusannya dan membeberkan rahasia menjadi pintar seperti dirinya pada peluncuran biografi-nya "Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner" di Perpustakaan Habibie Ainun di kediamannya, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Senin 12 Oktober 2015.

"Saya dari lahir, cuma butuh tidur empat jam, selebihnya yang 20 jam, pancaindera saya menyerap lingkungan sekitar dan bertanya-tanya. Mungkin karena pancaindera saya sangat aktif itulah saat kecil saya sudah mulai bertanya-tanya dan kalau tidak bisa mendapatkan jawaban yang memuaskan saya menangis," kata Habibie yang lebih suka dipanggil eyang.
                                         Ketika berada di perpustakaan eyang Habibie

Sejak bayi, kata Habibie, ayahnya sering membacakan satu hingga dua juz Alquran untuk menenangkannya. "Mendengar ayah saya baca Quran saya diam, tapi saya rasa saya diam bukan karena mengerti bahwa itu ayat suci tapi indera pendengaran saya bertanya-tanya suara apa itu. Lalu kakak saya cerita, sejak usia tiga tahun saya sudah pandai baca Quran," kata pria berdarah Bugis itu.

Selain itu, rahasia menjadi orang pintar versi Habibie adalah selalu berserah diri kepada Tuhan dan menggantungkan cita-cita setinggi langit. "Saya tidak pernah bermimpi karena kalau mimpi biasanya ya cuma berakhir jadi mimpi-mimpi aja dan tidak bangun-bangun. Saya lebih memilih bercita-cita," kata dia.

Buku biografi Rudy yang diterbitkan Bentang Pustaka ditulis oleh penulis skenario Gina S. Noer yang pernah mengadaptasi buku karangan Habibie, "Habibie & Ainun", ke dalam layar lebar.
Berkisah seputar perjalanan Rudy menjadi B.J. Habibie, buku ini diharapkan Habibie bisa mengilhami generasi muda Indoneia untuk terus maju mengharumkan Indonesia Raya seperti yang dilakukannya.

"Saya optimistis tentang masa depan Indonesia karena pemudanya mau menjadi pintar dan mau belajar. Mari kita beri kesempatan mereka, asuh mereka sebaiknya," kata Habibie yang kini berusia 79 tahun.

AAL

Nasi Kuning Nyam nyam Sedapp


Untungnya punya anak lelaki semua, pada doyan makan. Cemilan apapun yang dibikin, meski rasanya ajaib karena emaknya suka eksperimen tetep dimakan. Tapi sesekali pingin dong bikin makanan yang sedap dan lezat.

Ceritanya lagi anterin kiddos les renang. Yang namanya emak-emak, meski baru kenal yang diomongin tentu seputar anak atau makanan. Kebetulan, kenalan sama seorang ibu yang punya warung makan, katanya udah 15 tahun dagang makanan. Terus dia cerita soal resep nasi kuning andalannya. Dan dia baik hati lho, saya diberikan resepnya. Udah dicoba ternyata endaanngg benerannn. Nyamm nyaamm sedaapppp

Bahan:
1 liter beras
Santan kental (untuk mempermudah, dia memberikan conton 1 gelas plastik besar yang biasa didapat kalo beli kopi di Starbuck *lhoo)
Blueband 1 Sdm
Daun sereh, salam
kunyit (ditumbuk, dibasahi lalu diperas dengan kain atau tisu)

Caranya:
Beras dikukus sehingga terlihat lebih putih dan gemuk. Tiriskan
Campur santan dengan daun sereh, salam, blueband dan garam juga kunyit di dalam panci berbeda. Lalu masukkan beras yang dikukus tadi. Diamkan sekitar 10 menit agar tercampur berasnya. Kukus lagi, nasi uduk kuning siap disantappp mantaaappp.
Taburi dengan bawang merah goreng


*Kalo udah dicoba bagi2 yaaaa hehehe

Cara Merawat Botol Bayi


Botol susu dan dot bayi sebaiknya segera dibersihkan setelah dipakai agar tidak menjadi tempat tumbuh bakteri.

"ASI mengandung lemak dan protein, kalau dibiarkan akan menempel di botol," kata General Manager Divisi Pemasaran Pigeon Indonesia Anis Dwinastiti saat peluncuran botol susu batik di Jakarta.

Bekas ASI yang menempel di botol dan lama didiamkan dapat menimbulkan bakteri.

Sesuaikan dot di botol dengan usia bayi. Dot bayi memiliki lubang yang berbeda sesuai dengan kemampuan bayi menghisap, yang dilihat dari perkembangan usia bayi.

Dot ukuran S dapat digunakan untuk usia 0-3 bulan dan M untuk 3-6 bulan.

7 bulan ke atas sebaiknya menggunakan dot berukuran L. Terdapat juga dot dengan ukuran Y, yang berlubang di antara ukuran M dan L.

Dot sebaiknya segera diganti bila lubang membesar akibat sering digigit. Lubang yang besar dapat membuat bayi tersedak saat minum.

Botol susu sebetulnya tidak memiliki masa kedaluwarsa namun Anis menyarankan untuk menggantinya bila terdapat banyak goresan di bagian dalam botol.

Balada Hunting jadi Blogger Narsis


Ngeblog sebenarnya udah lama, sejak jaman Friendster masih happening. Terus terlupakan. Mulai nge-blog serius tahun ini, Tepatnya sejak bulan Maret 2015 saya resign dari tempat kerja di Tempo.co, Media online satu grup dengan Tempo Inti Media. Alasan resign, samalah dengan ibu-ibu lainnya, urus anak. Kebetulan saya yang terlihat masih muda ini (gubraakss), dikasih Allah lagi bayi lucu dan menggemaskan.

Karena berhenti kerja, tahu dong otomatis pendapatan berkurang meski sekarang masih kerja freelancer dan kerja di Teco dengan status kontributor. Apalagi, kebutuhan untuk narsis dan eksis (baca ngegaooll) dengan teman-teman berkurang. Secara duluuu, kalau kerja banyakan di lapangan ngejar-ngejar artis yang enak untuk digosipin. (kalau ini waktu kerja di Rakyat Merdeka, ngebuka aib2 artis hihihih). *UdahInsapBoo, Piss

Akhirnya, nge-bloglah di Blogspot punya Google ini. Target awal: Dapat Adsens! (Dolaarr cyyinn, siapa yang nggak mau dolar secara sekarang tambah naik nilainya). Daftar Ads ditolak terus sama Google, bahkan pernah di banned. Entah apa sebabnya, kayaknya  nggak pernah berbuat dosa ke Google.

Pada akhirnya dapat email, Ads diterima, Thanks God. Alhamdulillah. Tapi ternyata tidak menjanjikan juga ya, udah 2 bulan kok gak ada transferan dolar siii *Ngayalkeong

Lalu terget baru nge-blog untuk eksis, which is gabung ke komunitas blogger. Brosing dan brosing, saya menemukan Blogger Indonesia, Blogger Perempuan, Emak Blogger, Momies Daily, dan masih banyak lagi. Dan di antara pilihan itu saya memilih empat komunitas di atas. Sepertinya menyenangkan ya punya teman baru dan emak-emak semua, secara saya pasti bakal bawa baby kalau ada kegiatan. *Maap yakss, gue gak pake pengasuh anak untuk yang bontot ini, selain udah kenyang banyak drama dengan asisten rumah tangga, jaman sekarang udah susah cari nanny yang bener.Mending si baby gw tenteng kemana2.*

Nah, karena baru gabung, jadi saya belum diajak kegiatan apapun, hikss padahal udah kepengen banget ikutan, sekalian gue review di blog dan ketemu temen baru. Bahkan katanya, suka ada kompetisi menulis dengan hadiah yang lumayann *maomaomaooo

So, Lets stars to new beginning as a blogger . Bismillah azaahhh

Mau Liburan aman dengan anak? Pilih Singapura



Masyarakat Indonesia dikenal suka berlibur terutama ke Singapura. Selain lokasinya yang dekat dengan Indonesia, Singapura dikenal sebagai negara yang memiliki sistem yang baik, terutama 'ramah' anak. 

Michelle Wooi, Area Director for Indonesia Singapore Tourism Board (STB) mengatakan wisatawan Indonesia merupakan salah satu yang terbanyak berkunjung ke Singapura. Setiap tahunnya paling tidak terdapat tiga juta wisatawan menghabiskan waktu dengan mengunjungi Negeri Singa Putih itu.

Selain angkanya yang tinggi, mendominasi sekitar 20 persen dari jumlah wisatawan asing Singapura, karakter yang terlihat dari wisatawan asal Indonesia yaitu sangat ramah dan mudah berbaur dengan penduduk lokal atau bahkan wisatawan lain.

"Wisatawan asal Indonesia mudah bersosialisasi dan ramah," kata Michele di Thamrin Nine Ballroom. 

Lebih lanjut, turis Indonesia kerap kali terlihat berwisata secara berkelompok karena mereka sangat menghargai kebersamaan. Baik bersama teman maupun bersama keluarga.


Hal yang juga mencolok lain yaitu para wisatawan Tanah Air suka sekali mengabadikan momennya ketika berlibur. Terbukti dengan ramainya media sosial di dunia maya yang menggambarkan kesenangan mereka saat berlibur di Singapura.

"Mereka suka sekali mengambil gambar dan selfie. Tak heran mereka kerap mengunggah gambar saat berlibur," katanya.

Adapun, hiburan yang paling dicari orang Indonesia di Singapura biasanya adalah wisata belanja, konser hingga menghadiri berbagai acara olahraga.

ALIA 

*JadiKangenSingapura

Pengalaman Ditelpon Adnan Buyung Nasution

Saya lupa kapan waktunya ketika ditelpon pengacara kondang Adnan Buyung Nasution. Saat  itu saya masih bekerja di Harian Rakyat Merdeka untuk desk hiburan. Bang Buyung-biasa disapa- saat itu sedang menangani kasus seorang artis untuk menjadi kuasa hukumnya.

Lagi-lagi saya lupa siapa artisnya, kasus apa dan kenapa dia mau terlibat di kasus ecek-ecek (toh, selama ini orang beranggapan, apapun yang berhubungan dengan masalah artis ecek-ecek bukan?).

Siang itu, saya sedang berada di balik meja sehabis liputan dan asik menulis laporan berita. Tetiba handphone saya berbunyi dari nomor yang tidak dikenal.  Baru saya bilang halo, beliau langsung bicara dengan santai soal pemberitaan artis itu yang sudah saya tulis dan dimuat di Rakyat Merdeka.

Saya kaget juga, seorang Adnan Buyung Nasution menelpon saya. Agak bingung mau ngomong apa secara dia dikenal sebagai pengacara besar yang sering menangani kasus berat.

Intinya dia meminta saya untuk menulis tentang pemberitaan itu dengan cover both side. Padahal saat itu saya menulis sudah ada klarifikasi dari pihak artis, manajernya. Tapi memang saat itu tulisan saya agak berbau gosip, lantaran ada info baru yang saya masukkan dalam pemberitaan sehingga terkesan artis itu dalam posisi salah. Seperti itulah kira-kira saat itu (Lol).

"Kalau kamu mau tanya-tanya, telpon saya langsung saja ya," kata Bang Buyung dengan ramah.

Saya tentu senang sekali, diberi nomor kontaknya secara direct. Meski kasus artis, ternyata beliau tidak memilah millah kasus yang menurutnya benar.

Selamat Jalan Bang Buyung, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan diterima di sisiNya, Amin Yra

#RIPBangBuyung


Film Everest, Ketika Alam menjadi 'Musuh'

Film Everest memberikan kita gambaran baru soal bisnis di dunia pendakian gunung. Selama ini, film yang menceritakan tentang pengalaman naik gunung, hanya menceritakan kesulitan dan tantangan dalam menaklukkan alam hingga bisa berhasil sampai puncak gunung.

Tapi berbeda dengan film Everest. Berdasarkan dari kisah nyata pada 1996, penonton menjadi mengerti, petualangan yang mempertaruhkan kematian untuk bisa sampai di puncak gunung tertinggi dunia itu, merupakan lahan bisnis yang subur. Dengan harga 'tiket' US $ 65 ribu, siapa saja bebas bisa sampai puncak Everest dengan taruhan nyawa.

Dengan target, orang-orang yang 'gatal' untuk membuktikan dirinya sendiri kalau mampu menaklukkan Evereset. Atau orang yang hidupnya depresi dan ingin merasakan terlahir kembali dengan mendaki Everest, adalah klien (sebutannya) empuk.


Bercerita tentang Rob Hall (Jason Clark), pimpinan Adventure Consultant. Dia bertugas untuk membawa klien, orang-orang yang mendaftar untuk bisa sampai ke puncak Everest. Ternyata, pada saat yang bersamaan, banyak pendaki dengan rombongan yang berbeda ingin ke Everest pula.

Banyaknya karakter dalam film ini menimbulkan konflik dari masing-masing pemainnya-yang mungkin-bisa menimbulkan kebingungan bagi penonton.

Seperti Beck Weathers (Josh Brolin), seorang pengusaha sakti asal Texas (saking saktinya, sang istri mampu mengirim helikopter hanya bermodalkan telpon ke Nepal), ada Doug Hansen yang ingin sampai puncak demi anak-anaknya, lalu pengusaha asal Jepang berusia 47 tahun, Naoko Mori Yasuka Namba, dia telah mendaki enam gunung tertinggi di dunia, dan Everest adalah gunung terakhir yang dia daki.


Bisa ditebak, cuaca buruk dan tidak bisa diprediksi menjadi 'musuh' nyata yang tak bisa dilawan oleh para pendaki ini. Sang sutradara, Baltasar Kormakur mampu menggambarkan keindahan sekaligus kengerian yang terjadi di Everest. Badai dahsyat menyerang Everest, ditambah dengan medan yang berat serta diterpa angin dingin serta suhu beku dan kehabisan oksigen, bagian itu merupakan pertempuran keras dan mustahil untuk dilawan para pendaki.

Dua aktris hebat, Keira Knightley yang berperan sebagai Jane, istri dari Rob Hall yang sedang hamil,dan Robin Wright, sebagai Peachy, istri dari Beck Weathers. Keduanya hanya lebih banyak berakting menunggu panggilan telpon tapi mampu memberikan akting maksimal yang menguras air mata.

Dalam hal sinematografi, cerita, akting, film ini nyaris sempurna untuk sebuah tontonan yang bisa menaikkan adrenalin meski tidak dikategorikan sebagai film thriller. Kita juga diperlihatkan bagaimana saling membantu sesama pendaki agar sama-sama bisa selamat, tapi justru pertolongan tersebut mempertaruhkan nyawanya.  Recomended untuk ditonton lho!!

Selamat Menonton!!





AAL

Tips Memilih Jajanan di Sekolah untuk Anak



 Jajanan anak sekolah sekarang ini makin memprihatinkan. Hasil survey dan penelitian menemukan, bahwa nyaris semua jajanan sekolah tidak memenuhi kualitas, baik dalam hal gizi dan kebersihan.Tapi, kadang anak sering ingin meniru temannya untuk jajan di sekolah.

Ini beberapa tips yang harus diketahui oleh orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya jika ingin jajan di sekolah:

1.  Hindari jajanan yang dijual di tempat terbuka serta tanpa penutup atau tidak dilindungi oleh kemasan makanan tersebut.

2.  Mengajarkan anak-anak untuk bisa memilih tempat jualan makanan di tempat yang bersih, serta juga terhindar dari matahari, debu, hujan, dan asap kendaraan bermotor secara langsung.

3. Mengajarkan anak untuk tidak terbiasa membeli makanan atau jajanan yang dibungkus dengan kertas bekas ataupun koran bekas.

4. Hati-hati dengan jenis makanan yang murah yang biasanya mengandung bahan pangan yang sintesis berlebihan atau bahkan bahan pangan yang berbahaya. Cermati pula bila bahan makanan tersebut memiliki warna yang cerah dan mencolok karena besar kemungkinan mengandung pewarna non makanan.

5. Orangtua harus mengedukasi anak agar selalu memilih jajanan yang aman, salah satunya adalah dengan membawakan bekal yang dipilih dan disiapkan sendiri oleh orang tua.

6. Orang tua juga dapat menunjukkan kepada anak dimana tempat yang higienis dan sehat untuk membeli makanan, misalnya di kantin sekolah yang memenuhi syarat kebersihan.

7. Ajari anak untuk memilih jajanan yang bersih, tidak dihinggapi lalat, yang penjualnya menjaga kebersihan diri dan kemasan makanannya aman. Kalau perlu, sesekali datang ke lingkungan sekolah dan amati jajanan mana saja yang aman bagi anak Anda.

8. Jajanan harus memenuhi syarat keseimbangan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat beraktifitas. Jajanan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang porsinya berimbang. Makanan bergizi seimbang sangat penting untuk pertumbuhan yang optimal pada anak-anak dan sebagai dasar fondasi hidup sehat untuk masa yang akan datang.

9. Nasihati anak-anak agar tidak hanya memilih satu jenis jajanan saja. Tidak ada satu makanan yang sempurna yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan gizi seseorang. Oleh karena itu, makan harus bervariasi agar kebutuhan akan setiap gizi terpenuhi.

Berbagai Sumber

Naik Limousine di New York, Syahrini Diketawain Bule







Artis Syahrini sekarang ini sedang berlibur keliling Amerika. Dalam Instagramnya, wanita asal Sukabumi itu terlihat sedang berada di New York, San Fransico, Chicago dan Miami. Dalam salah satu video, Syahrini mengupload video mini ketika sedang berada di jalan raya yang ramai di kota New York.

Pelantun Sesuatu itu terlihat pede, dia menggunakan mobil Limousine berwarma putih lalu berhenti di pinggir jalan. Seorang pria berkulit hitam membuka pintu dan Syahrini keluar dengan anggun.

"Halo, saya lagi di Big Apple, New York City," kata Syahriini sambil memberikan kecupan jauh dan berjalan mengenakan kaca mata hitam, tas Hermes biru dengan balutan celana dan baju hitam.

"New York Baby #PrincesSyahrini #NewYork_9September2015 #NYC #SyrInNewYork," tulis Caption pada video itu.


Dalam salah satu bagian Syahrini berjalan di depan kerumunan pria bule ber jas. Mereka tertawa kecil melihat aksi Syahrini berjalan sambil di rekam video.

Ini sudah kesekian kalinya Syahrini memamerkan kemewahannya sedang berlibur di luar negri. Banyak yang menghujat ada pula yang memuji. Bahkan. beberapa penggemarnya ingin hidup seperti Syahrini yang bergelimang kemewahan.



ALIA

Resep Makanan untuk bayi 8 bulan



Kebetulan, hari itu saya kesiangan ke tukang sayur. Di komplek rumah saya ini, gak ada pasar, dan tukang sayur keliling dilarang masuk komplek, jadilah beberapa penghuni rumah yang berjualan. Kalau kesiangan sedikit saja, habislah itu isi-isi sayuran dan segala macam isinya.

Jadi saya buka kulkas dan lemari makanan. Eiittsss, ada makaroni. Ini pertama kalinya Fatih makan makaroni. Saya niat mencoba, sepertinya dia sudah bosan diberikan beras putih atau beras merah di tim dan di blender.

Di kulkas untungnya ada daging sapi cincang, ada wortel pula, tapi sayangnya gak ada brokoli. Jadilah tiga jenis itu saya campurkan untuk makan siang dan malam Fatih.

Caranya:
Makaroni direbus dengan daging giling. Kebetulan ada air kaldu ayam ( hehehe, gak nyambung yakss. tapi atas nama gizi dan kesehatan, saya cemplungin juga deh itu kaldu). Agak lama, ketika makaroni sudah terlihat mekar dan daging sudah lembek, saya masukin wortel. Aduk hingga wortel empuk. Angkat, dan di blender. Jika ingin bubur agak lembek, tambahkan air sedikit. Saya lupa masukkan keju biar rasanya gurih.

Selesai, dan Fatih terlihat sukaa!!! Dia menganga terus tanpa melawan, yess!!!
Malamnya, karena makanan yang sama, saya mencoba memberikan sedikit rasa lain dengan menambahkan pisang ambon sunpride. Dan Fatih juga sukaaaa !! (ini baby apa aja mau kayaknya hihihihi).

Lalu apa sarapan Fatih?
Sebagai ibu yang agak-agak malas, saya lagi-lagi memberikan makanan yang ada di kulkas. Kalau ada ubi, saya kasih dia ubi. Jika ada kentang, saya bikin dengan kentang yang ditambah keju da sedikit margarin.

Caranya?
Cara masak ubi dan kentang sama. Keduanya saya kupas kulitnya, lalu dipotong ukuran sedang, lalu direbus. Saya blender, jika perlu ditambah air, bisa diberikan air bekas rebusan. Di blender bisa campur dengan keju dan sedikit margarin, atau tambahkan sufor / ASI. Dan Fatih pun lahap makannyaa.



Semoga membantu ya untuk ibu-ibu yang kebingungan memberikan baby lucunya makan. Tak ada yang membahagiakan melihat anak sendiri makan dengan lahap toh??

Salam

Cara Sehat Atasi Makanan Bayi tidak Hambar



Bayi yang baru saja diberikan Mpasi sejak usia 6 bulan, tentu belum boleh diberikan makanan dengan rasa, seperti garam, gula atau madu. Selain menjaga usus, ginjal serta pencernaan, memberikann makanan dengan rasa alami bisa menjaga bayi untuk mudah makan, tanpa pemilih ketika sudah besar.

Tapi bayi biasanya sudah mengenal rasa enak atau manis ketika telah diberikan buah. Berbeda dengan rasa sayur yang hambar, rasa manis dalam buah bisa membuat bayi ketagihan.
Ini seperti yang saya alami pada bayi Fatih (8 bulan). Dia berbeda dengan kedua abangnya yang menganga saja mulutnya ketika saya berikan Mpasi dengan lauk apapun (ikan, daging ayam, daging sapi, hati ayam, dll).

Awalnya saya bingung, kenapa Fatih selalu nangis dan 'emoh' jika disuapi makanan. Lalu, ibu saya menyarankan coba dicampur dengan pisang. Saran itu saya coba, dan benar saja, dia lancar makan hingga habis. Bahkan mulutnya menganga sendiri sebelum sendok sampai di mulutnya heheheh.

Jadi sejak itu, saya selalu campur makanan dengan pisang. Pernah saya mencoba dengan buah lain, pepaya misalnya, awalnya dia mau meski wajahnya mengernyit (hihihi). Tapi esoknya saya coba dengan pepaya lagi, dia emoh. Pablebuat akhirnya pisang ambon sunpride selalu tersedia di rumah. Jika tanpa pisang dia mau makan, biasanya pisang tidak saya campur. Sedangkan jika waktunya makan buah, saya memberikan buah lain, misalnya jeruk baby, apel, pir dan lainnya.









Di usia bayi diberikan makan nasi tim, selalu saya manfaatkan dengan memberikan banyak gizi dan lauk yang beragam. Sejak anak pertama, saya selalu berteori sendiri, jika anak sudah besar, sudah mengenal jajan dan makanan enak, mereka pasti susah diberikan makanan bergizi. Ternyata teori saya benar. Tapi saya puas, sejak bayi gizi anak-anak saya selalu diperhatikan. Karena gizi penting pada bayi itu dan menentukan pertumbuhan serta perkembangannya, ketika sang bunda dinyatakan positif hamil hingga anak berusia 5 tahun.

Semoga Bermanfaat

Tip Kencan Online Anti Gagal



Jodoh di tangan Tuhan, begitu yang sering kita dengar. Tapi mencari jodoh tanpa berusaha tentunya juga sulit mendapatkan pendamping. Di era serba digital dan internet, belum lagi kesibukan dengan pekerjaan, membuat para lajang baik laki atau perempuan kesulitan mencari jodoh. Usia setiap tahun bertambah, tentu bagi perempuan ada deadline untuk menikah, berbeda dengan lelaki (Bukan maksudnya gender ya).

Jika sudah masuk ke sebuah kencan online, tentu kita (perempuan) berharap mendapatkan lelaki yang sesuai keinginan. Apalagi, media online alias dunia maya kebanyakan orang memberikan jati diri palsu. Ditaruh foto ganteng ternyata pas kopdar jauh dari bayangan. Ingat, ganteng itu anugerah, jelek itu mutlak. Artinya, kalau udah ketemu pria jelek, dari online pula, nggak sesuai dengan di foto, mending langsung cuzzz alias bubarr.

Tapi, insting jangan diabaikan. Ini ada tips singkat, jika sudah menemukan lelaki yang pas di hati lewat kencan online, sudah kopdar dan ternyata srek. Apalagi jika ditargetkan untuk ke pernikahan. Nah, biar tidak menyesal jika sudah menikah, lihat beberapa detil ini. Untuk mengetahui apakah pria itu baik atau tidak. Bibit, Bebet, Bobot itu perlu.

1. Sekolah/Kampus/Kantor
KIta harus tahu apakah memang dia bekerja di sana. Apa pekerjaanya, bagaimana pergaulannya, serajin apa dia selama bekerja. Dari sini kita bisa mengetahui, konsep ke depannya untuk berumah tangga.
2. Orang Tua

Ini yang paling penting. Dari orang tua, kita bisa mengetahui bagaimana latar belakang calon kita. Apa pekerjaan orang tuanya, bagaimana karakternya, bagaimana hubungan orang tua dan anak. Pola pengasuhan orang tua ke anak, mempengaruhi sifat dan karakter juga kebiasaan. Jangan abaikan hal-hal kecil yang biasanya luput dari pengamatan, karena bisa menyesal di kemudian hari

3. Teman
Apakah dia memiliki teman, atau sahabat. Apakah dia bergaul, ini sangat penting. Berbicara cara dia sosialisasi kita bisa tahu apakah dia bisa dijadikan pemimpin kita di rumah. Jika seseorang tanpa memiliki teman, itu perlu dicurigai.

Selebihnya, kita bisa melihat apakah dia serius menjalin hubungan dengan kita atau hanya mencoba-coba. Tinggalkan jika pria itu terlihat lebay atau berlebihan. Dia memborbardir kita dengan hadiah atau kata-kata manis.
Semoga Bermanfaat, Salam

ALIA F

Khasiat Tape Ketan Hitam

Hasil penelitian Nur Fauziyah, dosen Politeknik Kesehatan Bandung mengungkapkan kalau tape ketan hitam, bisa mencegah sindrom metabolik. Gangguan metabolik adalah kombinasi dari obesitas, kadar lemak (trigliserida) yang mengalir dalam darah tinggi, kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah, hipertensi, dan gula darah yang terganggu. 

Gangguan itu ditandai dengan meningkatnya ukuran lingkar pinggang, meningkatnya kadar trigliserida darah, dan tekanan darah tinggi. Jika sudah mengalami sindrom ini, penyakit serius seperti serangan jantung, stroke, dan diabetes melitus tipe 2 mudah menyerang. "Separuh penderita sindrom metabolik mengalami penyakit ini," kata Fauziyah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 21 persen orang dewasa berusia 40 tahun ke atas menderita sindrom metabolik. Angka lebih tinggi didapat The Adult Treatment Panel III of the National Cholesterol Education Program, yakni 24 persen. Di Amerika Serikat prevelansinya mencapai 25 persen. Sedangkan di Indonesia 24-31 persen

Nah, sindrom ini bisa dicegah dengan mengkonsumsi tape ketan hitam. Dalam penelitian untuk menuntaskan program doktoralnya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu, Fauziyah meneliti sebagian masyarakat di Kecamatan Cililin dan Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, yang memproduksi tape ketan hitam. Sebanyak 57 orang berusia 40 tahun ke atas di antaranya menderita sindrom metabolik, 57 lainnya tidak.

Pola makan dan aktivitas fisik mereka diteliti. Hasilnya, mereka yang mengkonsumsi tape lebih dari 11,5 gram atau satu sendok per hari tak mengalami gangguan metabolisme. Dari berbagai penelitian sebelumnya, diketahui kandungan fenolik, antioksidan jenis flavonoid, antosianin, dan serat pada ketan hitam berpengaruh terhadap pencegahan obesitas dan diabetes.

Tape juga lebih gampang dicerna dibanding ketan hitam yang belum difermentasi. Biasanya, saat makan ketan hitam dalam jumlah banyak, perut terasa sedikit kembung. Tapi tak demikian dengan tape. Orang bisa melahap beberapa bungkus sekaligus.

Namun tak sembarangan tape bisa dikonsumsi dalam jumlah banyak. Fauziyah menyarankan tape ketan hitam yang baru saja matang. Kalau yang sudah lama didiamkan akan mengandung banyak alkohol. Tape yang sudah lama ini, selain lebih asam, kandungan alkoholnya bisa membuat pencernaan terganggu. Bagi penderita gangguan maag, asam lambung bisa meningkat tajam jika terlalu banyak makan tape ini.

 "Lebih baik yang baru disimpan 3-5 hari," ujarnya. "Masih lebih manis dan tak asam."

Ahli gizi dan guru besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Teknologi Bandung, Made Astawan, mengatakan warna pada ketan hitam yang tak dimiliki beras lain membuat jenis ini istimewa. Kandungan antioksidannya bisa menangkal reaksi oksidasi kolestrol jahat (LDL) dalam darah. Jika oksidasi ini tak dihambat, radikal bebas akan mengoksidasi LDL, yang memicu banyak penyakit seperti diabetes, kanker, termasuk penuaan dini.

Menurut Fauziyah, jika dibanding saat masih berupa ketan, aktivitas antioksidan pada tape jauh lebih besar. Dari sekitar 30 persen menjadi 72 persen setelah diberi ragi.

AL

Tahu Tempe Lebih Baik Diberikan Bayi di Usia 1 tahun


Baby Fatih sudah masuk usia 7 bulan. Awalnya saya hanya memberikan dia bubur beras merah dan putih, ditambah sayuran seperti brokoli, wortel, bayam, kangkung, jagung. Sesekali diselipkan tahu dan tempe, juga kaldu. Tadinya saya ingin memberikan Fatih daging, baik daging ayam, sapi atau ikan itu di usia 9 bulan. Tapi kemarin, ketika imunisasi, saya sekalian konsultasi ke dokter soal kebiasaan baru nya keluarin lidah, dan kulitnya yang memerah akhirnya menghitam setelah digigit nyamuk. (Kasian liatnya, serasa kepengen membasmi semua nyamuk di dunia inni, jadilah saya si mosquito slayer..hajjar bleh!)

Kata dokter, setelah memeriksa mulutnya, Fatih akan tumbuh gigi, itu sebabnya dia suka keluarin lidah dan memang kadang rewel (biasanya anteng banget), suka keluar liur di mulitnya. Sedangkan kulit Fatih sesitif, kemungkinan besar bisa sensitif dan alergi terhadap debu mengingat kami (saya dan suami) ada keturunan asma dari orang tua. Lalu dokter menanyakan sudah diberi makan apa saja.

Ketika si dokter mengetahui saya sudah berikan tahu dan tempe, dia berujar. "Justru jangan kasih tahu dan tempe bu, itu ada ragi. Sebaiknya diberikan setelah usia 1 tahun. Kalau daging malah bagus, boleh ati ayam, ikan..."

Saya bengong. Bener juga, selama ini orang berfikir (saya juga) tahu dan tempe itu bagus karena dibuat dari kedelai, tapi kita lupa dengan prosesnya, dibuat dengan ragi.
Lalu, pulang dari dokter saya mampir ke Farmers Market di Sumarecon Mal serpong, meski daging lagi mahal, tapi untuk bayi sendiri, apa yang nggak.

Hehehe fotonya lagi ngambek



Dan dokter juga menyarankan, untuk memberi makan bayi dengan menu yang sama selama 2-3 hari, untuk mengetahui apakah dia alergi dengan makanan tersebut. Tapi, jika si bayi alergi dengan makanan itu, biasanya dalam waktu 1 jam kemudian akan terlihat di kulitnya jadi memerah.
So...mom...semoga tulisan ini bermanfaat. Saling memberikan info, terutama untuk bayi itu sangat berguna sekali kann...Nantikan postingan selanjutnya tentang bayi yaaaa. Salam


Mpasi Baby Fatih di usia 6 bulan


Nah ini baby Fatih siap-siap mau makan, duduk manis di bouncer sambil bermain dengan boneka gantung. Biasanya saya balapan masukin bubur ke mulutnya sebelum itu boneka dimasukkan ke mulutnya sendiri, Lol

Pas usia 6 bulan pada 5 Juli 2015, saya sudah mempersiapkan beberapa alat untuk masak serta makanannya. Meski saya sudah pernah mempunyai baby, tapi ini berbeda. Saat kedua abangnya Fatih masuk jadwal Mpasi, saat itu belum dicanangkan kalau Asi ekslusif itu sampai usia 6 bulan. Jadi Uton dan Rafa (kedua abangnya) di usia 4 bulan sudah diberikan Mpasi.

Selain itu, mereka diasuh oleh pembantu dan ibu saya karena saya bekerja. Tapi Fatih saat ini pure oleh saya karena saya memutuskan untuk bekerja freelancer.

Bingung juga si, kalau Uton dan rafa di usia 6 bulan sudah diberikan nasi tim blender. Lantaran sejarah Fatih dengan usus bermasalah, saya mencoba meraciknya selembut mungkin.

Saya sudah beli beras merah organik, beras putih organik dan kentang organik. BUkannya mau sok2 an organik, kebetulan ke toko yang menjual bahan makanan dan terselip yang organik, langsung saya beli untuk baby.

Hari pertama, saya buatkan tepung bubur beras merah. Caranya:

Beras merah saya rendam selama 12 jam. Tiriskan, lalu saya oseng (tanpa minyak) hingga berubah warna. Lalu saya blender menggunakan alat yang kecil dari kaca, memang khusus untuk makanan kering.

Saya taruh di kotak tapperware (sori kalau spelingnya salah), lalu simpan di lemari es. Jadi jika ingin membuat bubur tingga saya ambil seperlunya.

Note:
Sebaiknya, jika kotak itu dikeluarkan langsung ditaruh di tuperware lagi. Saya pernah kelupaan beberapa hari di luar kulkas, tau-tau berasnya sudah berbulu.

Cara Membuat bubur Beras Merah:
Saya mengambil berbentuk piring kecil dari stainless steel, saya larutkan tepung dengan air matang. Lalu taruh di atas kompor, jika terlihat masih keras, tambahkan air hingg tekstur sesuai yang diinginkan. Lalu saya beri ASI dan siap diberikan ke baby Fatih.

Sama hal nya dengan beras putih. Bedanya beras putih hanya saya rendam selama 3 jam saja.

Cara Membuat Pure Kentang Baby Fatih

Kentang dikupas kulitnya, lalu dicuci, dipotong dadu dan saya  kukus. Lalu saya masukkan blender, beri air sedikit dan siap diberi ke Baby Fatih. Kadang bisa diberi ASI atau susu formula (Fatih tidak saya berikan sufor).

Ini penampakan pure kentang setelah di blender dan siap diberikan ke baby.



Awal masih dengan Asi, lama kelamaan saya mencobanya dengan sayuran seperti bayam, brokoli, wortel dan campuran dengan tahu, tempe, jagung. Lalu saya berikan air kaldu ayam, daging dan ati ampela. Alhamdulilla, Fatih suka semua yang dihidangkan.

Untuk memberikan tekstur lembut, setelah dimasak biasanya saya saring. Saya pernah tanpa saring, baby  nya keselek, jadi untuk amannya saya saring meski memakan waktu agak lama.

Semoga membantu ya, besok-besok saya sharing lagi soal makanan dan perkembangan baby Fatih yang kini sudah 7 bulan.

Note: Maaf ya, saya lupa terus mengabadikan semua menu ke foto untuk di tag di sini. Namanya emak2 rempong semuanya jadi rempong Lol.

Lebaran Pertama yang Selalu Sama

Minal Aidin Walfaidzin Mohon Maaf lahir dan Batin...

Idul Fitri buat saya memberikan rasa yang menyedihkan dan menyenangkan. Kenapa sedih? Karena saya harus meninggalkan bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan, bulan keberkahan, bulan Insya Allah doa kita diijabah, bulan yang penuh rahmat dan kedamaian. Bulan Ramadhan selalu memberikan sensasi tersendiri, senang melihat semua orang berpuasa tanpa ada yang merokok sembarangan, semua menjaga diri, dan berpuasa tanpa merasa berat dan kelaparan.

Lalu apa yang menyenangkan? Buat saya menyenangkan bukan karena bisa lagi makan siang, tapi menyenangkan karena bisa silaturahim dengan keluarga besar, tentu...karena ada ketupat!! Saya nge-fans berat sama ketupat dan rekannya itu, yakni lontong. Lebaran juga bisa mencicipi makanan enak.

Lebaran pertama di rumah nyaris selalu sama di rumah. Tapi tahun ini saya punya bayi setelah sembilan tahun melahirkan terakhir. Takbiran, untung mama datang membantu buat ketupat dan teman-temannya, seperti sayur, rendang (ini pesen deng), dan lain-lain. Pagi di bulan Syawal seperti biasa sholat Ied di mesjid dalam komplek. Karena semua pendatang di komplek ini, nyaris semua penghuninya mudik. Alhasil, mesjid kecil itu tak begitu sesak oleh orang yang shalat.

Niat tadinya nggak mau shalat karena bisa mengganggu jamaah lain jika bawa baby, tapi karena nyokap berargumen dengan alasan kuat sambil mempresentasikan kasur kecil kalau bawa baby nggak ngerepotin jamaah lain (ini kayaknya modus supaya nyokap minta ditemenin), akhirnya saya dan baby Fatih yang belom mandi ke mesjid. Kita memilih saf belakang, kalau si baby nangis tetiba saya bisa kabur pulang. Tapi Alhamdulillah yah (gaya syahrini) baby Fatih anteng sampai ustad selesai khutbah. Tau gak, apa yang membuat baby Fatih anteng? Saya yang lagi sholat nggak konsen, karena si baby asik mengisap-isap kain gendongan.

Selesai sholat, di rumah maaf-maafan, juga ke nyokap dan suami (maaf ya kita nggak pake sungkem2an sambil nangis-nangis ala sinetron). Terus makan ketupat, terus tetangga datang atau ngider ke tetangga yang nggak mudik, terus pulang, tidurrrrr....kacaukannn,, memprihatinkan sekali ya lebaran di keluarga gue tiap tahunnya wkwkwkwk'

Baru deh di lebaran kedua, kita hajar silaturahim ngider ke beberapa saudara di Jakarta. Ibaratnya kita (di Serpong) mudik dari kampung ke kota (Jakarta). Minal Aidin walfaidzin maaf lahir batin guyssss




Lebih Murah Buka Puasa di Hotel dibandingkan dengan Mal

Well, tahun ini saya pingin coba bagaimana rasanya buka puasa di hotel. Saya tinggal di Gading Serpong, di sekitar sana ada tiga hotel yang menawarkan paket buka puasa dengan menu buffet, all you can it. Tiap hotel menawarkan harga berbeda, ada yang Rp 150 ribu perorang, Rp 99 ribu dan Rp 75 ribu. Lalu saya dan suami memilih yang paling murah Rp 75 ribu di hotel Fame.

Bersama suami, ibu saya dan dua anak juga satu bayi (pasti belum bisa makan), kami datang ke hotel Fame. Namanya juga fame, restaurannya memajang foto-foto selebritas Hollywood, dijejerkan. Tidak begitu luas, kursinya dibuat memanjang juga meja, mengingat ruangnya kecil.

Menjelang waktunya berbuka, restauran itu tidak begitu ramai. Coba bayangkan jika di mal atau restauran lain? Pasti penuh, susah dapat meja dan antri. Di sini makanannya pun terbilang lengkap. Ada teh dan kopi, kolak, es buah, minumannya ada air putih, juice dan soda. Juga puding, kue-kue kecil, kurma, dan salad. Untuk makan besarnya ada soto daging, nasi putih dan nasi goreng, ayam bakar, sayur, capcay, kerupuk, sambel (saya lupa apa lagi lauknya), terbilang murahkan? Ketika mau membayar, saya hanya membayar 1 untuk dua anak.

Bandingkan jika makan di luar atau restauran. Buka puasa tahun lalu, saya mencoba makan Restoran Padang Sederhana, jumlah orangnya hanya ditambah 1 pembantu. Mau tahu berapa harus membayar? 500 ribu. Harus cepat datang, antri dan menunggu. Mungkin setiap orang berbeda pengalamannya, tapi ini pengalamankuuu.

Jadi tidak ada salahnya mencoba buka puasa lagi di hotel untuk tahun depan, (kelamaan yakss), sebentar lagi lebaran. Happy Idul Fitri semuaaaa

Bayiku, Operasi Tutup Yeyunustomi


Akhirnya, baby Ahmad berusia 4 bulan pada bulan Mei 2015. Waktunya untuk menutup dan melakukan operasi kedua, yang disebut operasi tutup yeyunustomi. Kalau pengertian awamnya,usus yang dikeluarkan untuk membuang kotoran itu harus dipotong dan ditutup. Sehingga di perut baby tidak ada lagi tonjolan, hanya segaris bekas operasi. Mengingat biaya pada operasi pertama sangat besar (ketika melihat jumlah totalnya, saya dan suami melotot matanya saking besarnya), kami memutuskan menggunakan BPJS.

Ternyata urus BPJS agak rempong dan antrinya itu sangat panjang, untung si babeh orangnya sabar dan tidak sombong. Alhamdulillah kami dimudahkan dan dibantu oleh dokter bedah anaknya, dr Ariono Arianto.

Awalnya, kami ingin operasi dilakukan di RS Harapan Kita (Harkit). Lantaran dokternya
praktek di sana, juga bisa dengan mudah menggunakan BPJS. Tapi rencana itu tidak semudah yang diperkirakan. Sejak Januari, selesai operasi pertama kita sudah merencanakan operasi di Harkit.

Ternyata, lokasi rumah saya yang di Serpong harus meminta rujukan pindah propinsi ke Jakarta
(ribetkan). Bukan itu saja, pihak BPJS malah menyuruh kita melakukan operasi di RSUD Tangerang Selatan dengan dokter bedah yang berbeda.

Waduh, ini urusan anak bayi lho, kalau ditangani dokter yang berbeda, apa mereka mau bertanggung jawab kalau ada efek sampingnya? Mereka tidak perduli hal itu.

Saya dan suami tetap ingin operasi di Harkit dan sudah ada rujukan dari dokter bedahnya langsung, pihak BPJS di RSUD Siloam tetap kekeuh tidak bisa memberikan surat rujukan dengan alasan sudah begitu prosedurnya.

Pablebuat, daripada bayi saya ditangani dokter lain dengan faslilitas mengkhawatirkan (lantaran rumah sakit baru), akhirnya kami memutuskan operasi kedua dilakukan di Siloam Hospital lagi. Ini juga atas bantuan dr Ariono yang juga praktek di Siloam (Thanks to God yang mempertemukan kami dengan dokter senior ini, yang humble, baik hati, santai dan suka berguyon. Kami sebagai orang tua, jadi sedikit lega dan tidak panik dengan kondisi bayi kami harus ada di meja operasi).

Awalnya, operasi akan dilakukan di RSUD Siloam, karena menggunakan BPJS. Padahal kelas 1 itu sesuai peraturan dilakukan di Siloam LV. Tapi Alhamdillah kemudahan datang. (FYI, kami satu kamar dengan pasien anak lain, dia harus menunggu empat bulan untuk mendapatkan kamar kelas 1
BPJS di Siloam LV). Dengan bantuan dokter lain, kami bisa mendapatkan kamar kelas 1 di Siloam LV. Jadwal operasi tanggal 20 Mei 2015, tapi dr Ariono meminta saya dan baby sudah diinapkan sejak 18 Mei untuk observasi dan dilakukan serangkaian tes.

 Alhamdulillah operasi kedua ini, saya bisa meneman baby menginap. Senang, rasanya berdua saja dengan baby di kamar dengan fasilitas seperti hotel (seandainya semua BPJS dimudahkan seperti ini, two tumbs up untuk pemerintah Indonesia). Semua bagus, dari kamar, pelayanan suster, dokter, makanan, kebersihan kamar, observasi baby.

Akhirnya saat itu datang. Operasi hari Rabu, 20 Mei 2015. Melihat tangan baby diinfus, saya merasa saya yang kesakitan. Serangkain tes juga dilakukan, ngak tega melihat Fatih disuntik lagi, diambil darah lagi, bekas suntikan dan infus berkabel-kabel di kaki aja masih ada sisa Januari belum
hilang.

Fatih harus puasa selama 6 jam. Saya sudah siapkan  dua empeng kalau dia rewel karena tidak bisa ASI. Tapi babyku ini memang hebat. Meski puasa, dia tetap gesit, gembira, tertawa, santai dan mudah diajak bercanda. He's my baby happy! Padahal sejak awal yang saya khawatirkan salah satunya adalah puasa.

Tapi jangan senang dulu, 2 jam menjelang operasi, Fatih rewel. Entah lapar, entah mengantuk (dia kalau ngantuk itu gak bisa diajak kompromi, tapi kalau lapar masih bisa tahan, hehehe lucu ya anak bayi).Saya, babeh, neneknya, berusaha bergantian menenangkan dengan menggendongnya, tapi Fatih tetap mengangis jejeritan. Agak panik juga. Ternyata, dia cuma minta tidur di kasur dengan posisi miring dan pantatnya ditepuk-tepuk, phuuihhhh...seandainya si bayi bisa ngomong, mungkin kita nggak panik ya.

Tak lama suster membawa kursi roda, saya duduk sambil memangku baby menuju ruang operasi di lantai 3. Hanya saya yang masuk ke dalam ruang operasi mengantarkan Fatih. Berbalut baju operasi, tutup kepala dan sendal, saya deg-degan. Saya peluk baby Fatih sambil terus berbisik untuk kuat dan terus shalawat Nabi (ini ampuh membaca shalaawat semua dimudahkan, Insya Allah).

Masuk ke dalam ruang operasi, banyak suster yang gemas dengan Fatih yang endut. Ada yang cium2 pipi (duhh, suster cium2, bersih gakk siii), ada ajak tertawa, sambil bicara ke temannya suster, "Ih bayinya gendut karena ASI lho..." hah? Emang nggak bisa bayi ndut karena Asi?

Fatih yang memang gemar tebar pesona, dia malah senyum-senyum di depan suster, jadilah suster yang sedang berkumpul itu semakin jejeritan gemas melihat keramahan Fatih. Lalu saya masuk ke dalam ruang operasi, banyak lampu besar, alat-alat, ingatan kembali ke Januari lalu. Ingin rasanya terus di ruangan itu memeluk Fatih, ingin rasanya di ruang operasi itu terus menggenggam jari mungilnya. Dokter meminta saya keluar ruangan, lalu saya mencium pipinya dan berbisik. Mata mulai berair lagi, ternyata air mata ini masih belum kering.

Menunggu selama 2 jam seperti menunggu 2 tahun. Tak lama suster memanggil kami, keluarga Fatih dan hanya satu orang yang masuk, tentu itu saya, ibunya. Saya langsung berjalan cepat mengikuti suster masuk ke dalam. Di depan sebuah tempat tidur banyak suster yang berbisik seperti iba melihatnya. Ketika mereka melihat saya, ada yang berbisik, "Itu mamanya."

Saya melihat Fatih sedang menangis pelan-pelan, tubuhnya ditutup selimut dan kain tebal, "Dia kedinginan," kata seorang suster. Tau kan bagaimana dinginnya kamar operasi. "Masih kebawa obat bius."

Saya mengusap-usap kepalanya sambil terus berbisik, saya nangis lagi (satu tahun ini, sejak hamil, saya jadi wanita paling cengeng sedunia). Mendengat suara saya, Fatih tenang, dia mulai tertidur, saya tidak melepaskan genggaman jemari mungilnya. Sepertinya suster yang berkerumun itu kasihan melihat bayi masih sangat kecil sudah dioperasi. Gumam-an setiap orang sejak Fatih dioperasi di usia 3 hari, tidak saya hiraukan. Terserah orang mau ngmong apa, yang ada di dalam pikiran saya, bagaimana caranya bayi saya ini sehat dan bisa pulang ke rumah. Nggak perduli dengan semua celetukan orang lain, meski saya yakin mereka perhatian. Saya tidak mau terlena dengan kekhawatiran orang lain, itu bisa membuat saya semakin mellow dan tidak fokus ke bayi saya.

Tak lama Fatih dibawa kembali ke ruang perawatan, dia harus menunggu 24 jam untuk bisa menyusu lagi. Kasihan melihat bibirnya mengering. Alhamdulillah, recovery berjalan baik, Fatih kini sehat, pintar dan lucu. Fatih bayi istimewa, dia selalu setia menemani saya sejak di dalam perut, segala peristiwa yang tidak mengenakkan, pendarahan, muntah-muntah, dan bedrest selama hamil, dia selalu setia dan terus menemani mamanya dengan sabar. Semoga Fatih selalu sehat dan kuat, juga menjadi anak sholeh, bermanfaat untuk orang lain, agama, keluarga dan dirinya sendiri, Amin Yra.

 Alia F