Tuesday, November 10, 2015

Film Spectre, Kebingungan Sam Mendes Menggarap James Bond

Banyak yang berharap lebih dengan film James Bond terbaru, Spectre. Apalagi film ini, terakhir Daniel Craig menjadi agen 007 itu. Tapi, kekecewaan muncul, sama seperti film sebelumnya untuk Skyfall. Sam Mendes, si sutradara belum mampu meracik film aksyen tersebut menjadi enak ditonton, terutama dalam hal jalan cerita yang digawangi tiga penulis, John Logan, Neal Purvis, Robert Wade & Jez Butterworth.

Bercerta tentang Bond yang diminta mantan bos nya M (Judy Dench) untuk membunuh seorang teroris berkebangsaan Italia, Marco Sciarra. Pembunuhan itu mengarah kepada Spectre,  sebuah organisasi teroris rahasia yang menguasai dunia.  Misi kali ini ternyata berhubungan erat dengan tugas-tugasnya terdahulu dan bahkan dengan masa kecilnya. Hal itu membuat James Bond bukan hanya menguras fisik dan mempertaruhkan nyawa tapi juga menguras emosinya. Spectre minim kecanggihan teknologi yang selama ini menjadi 'jualan' film tersebut, Mendes kurang mengasah lebih dalam untuk Craig. Musuh terlihat besar seperti dewa, bisa dengan mudahnya dilumpuhkan. Well, namanya juga film yaa, hiks.

Lalu aliran cerita berlanjut dari petunjuk janda Marco, artis seksi asal Perancis Monica Belluci dan ke Madeleine Swann (Léa Seydoux), anak dari White mantan anggota Spectre. Dua gadis Bond memang selalu ada di setiap aksi inetelijen asal Inggris itu.
Sosok Madeleine Swann yang memiliki wajah klasik dan pucat, dan sepanjang film lebih banyak menatap tanpa kedip dengan mata sinis serta wajah datar, ternyata tak sesuai yang diharapkan. Saya menunggu dia berkelahi mengeluarkan aksi bela diri.

Bahkan, dalam adegan menuju akhir, ketika Madeleine dan Bond berpisah (Madeleine menoleh ke belakang dengan penuh misteri), saya berharap mendapatkan klimaks yang mengejutkan, yakni Madeleine adalah otak dari Spectre, dia yang mengatur semua jaringan dan organisasi mafia itu di seluruh dunia. Tapi nyatanya? Membosankan. Dia lagi-lagi ditangkap dan Bond harus membebaskannya atau dia mati. Biasa bangetkan?

Lalu apa peran Monica Belluci? Poor... Saya nggak habis pikir, kenapa aktris cantik yang wajahnya sudah berkerut itu dilibatkan dalam film James Bond, menjadi gadis bond. Terlambat!! Itu kata yang tepat menggaet Belluci masuk dalam ke film ini, kenapa sekarang? Kenapa tidak 20 tahun lalu ketika Belluci wajahnya masih kencang dan menarik. Dia memang masih cantik dan seksi, tapi kerutan wajahnya menurut saya menganggu jika dipasangkan dengan Daniel Craig. Haii Mendesss....apa yang ada dipikiranmu untuk bagian ini? Sama halnya dengan Skyfall, Mendes seperti kebingungan menggarap film sebesar James Bond. Mendes yang dikenal dengan American Beauty dan meraih Oscar untuk film itu sepertinya kurang 'gahar" untuk memvisualisasikan James Bond ke film.

Sejak dulu saya suka dengan film James Bond, tepatnya sejak Pierce Brosnan menjadi Bond (karena itu umur saya sudah boleh menonton film dewasa, hehehe), dan hanya Brosnan yang pas menjadi agen M16 itu jika dibandingkan dengan yang lain seperti Sean Connery, Roger Moore atau Timothy Dalton, apalagi Craig yang memiliki struktur wajah keras dan sadis.
Nah, yang sedikit berbeda (hanya sedikit) dari Bond versi Craig ini muncul beberapa sisi humor, salah satunya ketika di intro film, bangunan rubuh di Meksiko, Bond jatuh malah terduduk di sofa di antara reruntuhan, itu khas Bond versi Brosnan lho. Di siniCraig tidak lagi sebagai sosok Bond yang serius dan galak, sudah ada senyum dan tatapan menggoda. Coba bandingkan dengan yang sebelumnya seperti Quantom of Solace dan Casino Royale, serius banget kan.
Ayooo siapa yang layak menjadi Bond selanjutnya?

0 komentar:

Post a Comment