Pengalaman Ngopi di Kedai Cafe di Istanbul, Turki



Istanbul-turki
Coffee Shop di Taksim Square, Istanbul Turki


Pengalaman Ngopi di Kedai Cafe di Istanbul, Turki, aliaef.com



Istanbul Turki itu tempat yang menyenangkan banget. Banyak cafe dan hotel mungil yang indah, yang ingin sekali didatangi atau stay lama di sana. Kebanyakan yang saya lihat, cafe nya kebanyakan ramai. Banyak warga Istanbul asik hang out di tengah cuaca dingin (saya awal Desember 2019 ke sana).

Baca:
- Cari Jaket Winter Murah di Pasar Senen, Cuma Rp 85 Ribu
Berkunjung ke Anitkabir, Makam Mustafa Kemal Ataturk di Ankara Turki
- Hidden Gems, Beli Souvenir Malaysia yang Murah
Itinerary 4D3N Murah Meriah ke Kuala Lumpur
Pengalaman Belanja di Outlet Munira Turki, Ini Tips nya Agar Gak Kemahalan



Sebenarnya sejak di kawasan Sultan Ahmed Square, yang di dalamnya ada Topkapi, Hagia Sophia, Santa Irene, Masjid Blue dan lainnya, saya udah naksir mau nongkrong di kedai kopinya, sendiri. Tapi lantaran saya ke Turki pergi dengan rombongan, nggak enak aja ngilang sendiri. Secara selama di Turki saya sering menghilang, karena asik sendiri menikmati negara tersebut, negara yang menjadi idaman saya selama ini.

Ini kawasan Topkapi, cafe inceranku agak ujung. Tempatnya terpencil kan 

Ketika masuk Kawasan Topkapi, ketika sedang mencari toilet, saya melihat ada cafe mungil. Lokasinya memang agak ke dalam, ruangannya temaram, tapi terlihat hommie. Interiornya campuran Eropa dan Timur Tengah. Bikin mupeng kan. Rasanya ingin masuk ke sana dan ngopi sebentar menikmatinya. Yang saya suka dengan Istanbul (sepertinya cafe tempat lain juga), orangnya cuek, nggak perduli dan nggak ada yang iseng. Ramah semua. Pastinya kalau saya ngopi sendiri aman saja, begitu pikiran saya. Saya lebih suka ngafe sendiri geys, menikmati kesendirian di tengah keriuhan (halah).

Baca:
- 9 Hikmah #DirumahAja Karena Wabag Covid-19
- Ke Gunung Uludag Turki, Indahnya Kota Bursa
6 Hal yang Perlu Diwaspadai Jika Pergi ke Luar Negeri
Ke Turki Lebih Baik Membawa Dolar US, Lira atau Rupiah?
Penerbangan Panjang ke Turki 

Tapi sayang, lantaran saya sedang ditunggu dengan peserta lainnya, akhirnya ngafe nya batal. Nah keinginan ngopi di Istanbul akhirnya terlaksana ketika saya ke Taksim Square. Taksim Square ini seperti tempat nongkrongnya anak Istanbul. Banyak toko-toko branded dengan harga murah, kafe dan asik banget melihat warga Istanbul seliweran. Saat itu sambil menunggu waktu akan ke Bandara kita menghabiskan waktu di Taksim Square dan rombongan masing-masing terpisah. Hanya diberi tahu oleh tour leader lokasi mepo (meeting point).

Itu gulanya kayak permen ya

Saya kebetulan di Turki selalu dengan Bu Yanti, satu kamar dan jalan bareng terus. Bu Yanti ini dari Velo Network, orangnya menyenangkan, sabar menghadapi saya yang banyak maunya, (hiks) dan asiklah. Nah ketika gabut mau ngapain lagi saya ajak bu Yanti ke cafe. Nggak jauh dari masjid  Taksim dan saat itu sedang ada Bryoglu Festival, isinya dagangan khas Turki. Souvenir, buku dan macam barang lainnya.

Taksim-Square-Turki
Taksim Square, Istanbul Turki
Bryoglu Festival

Saya lupa catat nama cafe nya. Kita masuk ke dalam, disambut dengan riuhnya cafe. Udara Istanbul sore itu dingin, rintik hujan menemani kita. Nggak heran, kedai kopi di sekitaran sana terlihat ramai semua, tentu mereka lebih memilih hang out ngopi sambil ngobrol dan menghangatkan tubuh dengan kopi atau teh.

Di sana banyak jual roti, tapi sama dengan cafe lainnya, roti di Istanbul kebanyakan agak keras. Kopinya juga ada berbagai pilihan, fyi kopi di Turki terbilang enak lho.

istanbul-turki
Ngocan: Ngopi Cantik cantikk



Lalu saya dan Bu Yanti mencari kursi untuk dua orang. Nyaris semua kursi penuh, di sana nggak ada tuh kursi sofa yang bikin kita leyeh-leyeh. Kebanyakan kursi untuk 2 orang, mereka beneran ngopi sambil ngobrol dan menghangatkan tubuh. Ketika akan pesan kopi, antriannya lumayan juga. Saya yang antri dan memesan 2 latte harganya 10 TL (Turki Lira) secangkir. Mbak kedai kopi nya ramah banget, lantaran kesulitan berbahasa Inggris, jadi kita memilih berkomunikasi dengan bahasa tarzan. Ketika menanyakan gula, dia menunjuk di samping saya. Nggak ngeh, bentuknya kotak dikemas plastik, mirip permen.

Meski terlihat tak perduli, orang-orang Turki ini terbilang ramah, mereka suka sekali melempar senyum jika kita senyum duluan. Setelah asik mengamati kafe, dan habiskan kopi, kita pun keluar yang  masih disambut dengan rintiknya hujan. Huhhh, kangen Instanbul bangeettt, Insya Allah one day akan ke sana lagi. Aamiin Allahumma Aamiin

Semoga Bermanfaat


Alia F

4 comments

  1. Kayaknya aku salah pesen kopi pas ke Istanbul :D. Wkt itu minumnya di cafe Deket Ama selat bosphorus. Sekalian nyobain burger ikannya. Nah Krn nama kopinya banyak dan aku sbnrnya jg ga ngerti2 amat dengan perkopian, iseng aja nanya Ama staffnya mana yg paling khas turki. Ditunjuklah 1 menu kopi, dan aku setuju pesen itu. Lumayan mahal, 25 lira ato 30 gitu. Pas datang, cangkirnya keciiiiiil byanget, udh kayak gelas pajangan hahahahah. Trus warna kopinya hitam. OMG aku udh mikir ga bakal ketelen nih kalo kopi item :p. Pas dicoba, pgn istigfar, Krn ini kopi terpahit, dan kental yg pernah aku coba :D. Even ketelen aja ga sanggub hahahahaha. Akhirnya aku ksh ke asistenku, dan syukurnya dia suka. Mungkin utk pecinta kopi bakal suka sih, tp aku ga kuat minum kopi sepahit, sekental dan sekuat itu rasanya. Pantesan cm segelas keciiil :D. Ga kebayang kalo gede, bisa melek seharian mungkin :D.

    Tapi so far, aku suka dengan Istanbul.. bener mba, orgnya ramah ramaaaaah banget ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooo mungkin itu espresso mbakkk. Kalau itu emang pait banget, aku aja gak kuat hahahaah. Istanbul ngangenin yaa

      Delete
  2. Waktu itu pake bahasa Turki ga mbak? :D aku tau nya cuma evvet sama tamam hahaha.. asik banget bisa ngopi cantik di Turki :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak bisa aku bahasa turki, paling inggris. dan gak semua orang turki bisa bhs inggris lagi, eh tapi banyakan ada yg bisa bahasa indonesia lho

      Delete

Alsya Communications

Alsya Communications
Media Consultant untuk press conference, media gathering dan press release. Tim kami terdiri dari para mantan wartawan sehingga memudahkan untuk interaksi dengan media di Indonesia, baik media cetak, media online, atau blogger.