(Review) Film Batman V Superman, Asal Mula Justice League Ada di Sini


Banyak yang menanti bagaimana film Batman v Superman hasilnya, terlebih sudah ada yang spoiler kalau kedua jagoan sejagat itu menjadi musuh bukan kawan. Tak sedikit yang penasaran, bagaimana dua superhero dari negri yang berbeda harus bertemu dalam satu dunia. Sama halnya dengan saya, sangat kepo.
Batman yang berasal dari kota Gotham yang seringnya terlihat suram dan gelap juga cenderung kuno, bertemu dengan Superman dari kota Metropolis. 
Film dibuka dengan masa lalu Bruce Wayne (Ben Affleck), ketika kedua orang tuanya ditembak perampok di jalan sehabis menonton bioskop. Asal mula Bruce menjadi Batman pasti semua penggemarnya mengetahui, bagaimana dia terperosok ke dalam lubang yang semuanya berisi kelelawar.
Oke, sekarang balik ke kehidupan Superman. Metropolis hancur, banyak manusia yang tak bersalah mati, gedung-gedung hancur, terlihat Superman sibuk melawan musuh sehingga tidak memperhatikan bagaimana hancurnya Metropolis. Semua itu disaksikan sendiri oleh Bruce yang merasa Superman harus disalahkan karena merupakan ancaman bagi keselamatan manusia. 
Sejak itu, Batman seperti ambisius untuk menumpas Superman. Segala cara dilakukan meski ditentang asisten setianya, Alfred (di sini digambarkan lebih muda dan ganteng). 
Di belahan dunia lain, Lois Lane (Amy Adams) mewawancarai seorang teroris di Afrika. Tapi wawancara tersebut berubah menjadi bencana, nyaris mati, seperti mudah diduga, Superman muncul menyelematkan kekasihnya.
Nah, sekarang siapakah sosok yang mampu menjadi penjahat dari dua super hero itu? Tentu yang mudah ditunjuk  adalah Lex Luthor. Penjahat abadinya Superman. Diperankan dengan sangat baik oleh Jesse Eisenberg (The Social Network, Now You See Me, Zombiland, American Ultra). Lex Luthor yang memiliki otak licik berhasil mendekati pesawat dari planet Superman dan meneliti mayat dari planet itu.
Di sela-sela segala konflik itu, sang sutradara Zack Snyder menyelipkan si cantik Wonder Women (Gal Gadot) yang lebih banyak menatap penuh arti ke Bruce Wayne lalu berjalan dengan tubuhnya yang menjulang seperti pragawati. 
Sudah dibayangkan, film yang berdurasi lebih dari 2 jam ini akan menyajikan satu persatu karakter penting dalam film tersebut. Snyder mencoba menceritakan comot mencomot sehingga terlihat menumpuk dan membosankan, pada awalnya. Itulah, jika film dua superhero besar disatukan, semakin banyak karakter, semakin banyak konflik yang justru membingungkan. 
Tapi wajar, jika film Batman V Superman ini merupakan titik awal untuk film Justice League yang akan ditayangkan tahun depan. Beberapa superhero itu yang akan muncul di Justice League itu terlihat ketika Wonder Women membuka file yang dikirim Batman yang dicuri dari Lex Luthor, (disitu ada Aqua Man, The Flash dan Cyborg).
Untuk saya pribadi yang agak menganggu adalah wajah si Henry Cavill. Kenapa wajah seganteng itu sepanjang film diisi dengan kerutan di dahi? Tanpa senyum, tanpa tawa, tak jauh berbeda dengan wajah Ben Affleck (menurut saya ini salah casting Ben Affleck dipilih menjadi Bruce Wayne (bukan Batman, karena terbantukan ditutup dengan topeng heheh). Ben Affleck lebih baik berada di belakang layar saja menjadi sutradara dan penulis naskah, hingga membawanya sebagai pemenang Oscar.
Mari kita bandingkan dengan beberapa film superhero milik Marvel. Meski banyak action, tapi mampu menjadi sebuah tontonan segar yang diselipkan kelucuan. Sedangkan Snyder lebih banyak menceritakan superhero yang serius. Harusnya dia bisa menyelipkan kelucuan ketika Batman, Superman dan Wonder Women bersama-sama menumpas monster ciptaan Lex Luther.
"Kau kenal dia?" kata Superman kepada Batman tentang Wonder Women.
"Aku pikir itu temanmu (dari planetmu),"kata Batman. 
Sudah begitu saja. Lalu mereka sama-sama menghantam si monster. 
Sedangkan si seksi Gal Gadot, hanya mengernyit ketika bertarung dengan monster lalu, menghunuskan pedang dan perisai, selebihnya tak banyak dilakukannya. Pertempuran tiga superhero itu merupakan klimaks yang ditunggu penonton, bagaimana superhero mereka bersatu melawan musuh. 
Well, semua tontonan itu, pure hanya untuk sekedar hiburan. Sangat dimaklumi jika banyak orang yang membandingkannya dengan Marvel yang sebentar lagi akan mengeluarkan film Captain America, Civil War.
ALIA 

Akhirnya Baby F Masuk Daycare


Akhirnya, hari yang ditunggu datang juga, Baby Fatih harus masuk daycare. Sudah dua kali dia masuk daycare dan saya baru sempat berbagi di blog ini. Ini pertama kali juga untuk saya bersentuhan dengan daycare, dua anak sebelumnya ada embak yang kerja di rumah.

Waktu hari pertama, perut saya mules sehari sebelumnya, jantung deg-degan, sekaligus memantau bagaimana Fatih kondisinya. Kalau dilihat dia kurang sehat, saya akan batalkan daycare dan kerjaan.
Kebetulan hari itu ada acara blogger, karena saya newbie dunia per-bloging-an, saya mencoba untuk aktif di acara blogger.

Sehari sebelumnya, saya kontak Little March Daycare di perumahan Grand Serpong. Ternyata, penuh. Saya memang minta untuk harian saja, karena tidak setiap hari kerjaan itu datang. Lalu dari sekian daycare yang sudah ditanyai, saya memilih alternatif kedua, Mutiara Ummi di kawasan BSD. Mereka welcome. (Baca juga: Cari Daycare Yuukk)

Jam 11 kuran sedikit saya sudah sampai di daycare. Ada sembilan anak, satu masih bayi 8 bulan, dua seumuran Fatih sekitar 14 bulan, sisanya sudah bisa jalan antara 1,5 tahun-4 tahunan. Daycare ini sebuah rumah besar, jadi tengah ruang besar itu untuk aktifitas anak-anak. Berada di pinggir jalan BSD, dekat halte bus Trans BSD.

Fatih awalnya terlihat senang karena banyak teman-teman dan mainan. Dia mulai senyum, meskipun setelah menyadari menjauh dari saya dia mendekat lagi. Ada empat embak di sana. Saya mencoba memberikan pengarahan untuk menjaganya karena belum bisa berjalan, masih merembet. Takut kalau jatuh kejengkang kena kepala. Duh.

Melihat Fatih asik dengan teman-temannya, saya pamit, sempat mendengar suaranya agak merengek. Kasian, tapi dikuatkan hati ini, akhirnya saya pergi. Selama bekerja, pikiran ke Fatih terus dan jam 15.00 saya mulai perjalanan pulang. Telpon ke daycare bagaimana kondisi Fatih. Ternyata dia nggak mau makan, huhuhuhu. Kepikiran banget. Cuma mau makan pisang, susu juga gak ada, karena masih ASI dan ASI perah juga habis jadi Fatih nggak minum susu (Getok kepala sendiri, emak eror!). Katanya Fatih juga nangis terus, nggak mau main. Tambah kepikiran dong. (Baca juga: Hunting Daycare Bikin Ngenes)

Kepingin cepat rasanya sampai daycare. Kenapa kalau kita buru-buru, bukannya dilancarkan perjalanan tapi malah disulitkan. Ketika di tol pakai nyasar lagi, Oemji!!  Harusnya saya keluar tol arah Serpong dan Bintaro, saya malah lurus ke arah Bandara, Cileduk. Panik, untung ketemu patroli dan bisa diatasi. *tariknafaspanjangalayoga

Sampai di depan daycare lega rasanya, masuk ke dalam melihat Fatih habis mandi lagi dipangku sama salah satu embak sambil makan biskuit. Melihat saya datang, sedetik dia bengong dulu, lalu nangis tereak kejer, wwhhuuaaaaa..

Hadeeuhhh, perasaan kayak dibejek-bejek ninggalin anak bayi di daycare. Maap ya nak. Lalu setelah breastfeeding di dalam kamar, keluar deh suaranya kenceng dan langsung tertawa senang. My baby bontottt..

Ini salah satu kamar di daycare Mutiara Ummi
Lucunya, karena anggota baru, Fatih diplonco hihhhi. Jadi ada anak cewek imut, cantik, putih, tapi ingusan terus usia 1,5 tahun. Waktu datang, saya lihat dia sudah narik rambut anak lain sampai menangis kejer. Nah, waktu Fatih saya jemput pulang, anak ini  menghampiri Fatih. Karena rambut Fatih tipis dan sedikit, dia agak susah menarik rambut Fatih hingga terjengkang kena kepala, duh.
Fatih langsing nangis kenceng, hebohlah itu ruangan. Baru dalam hitungan menit ada lagi anak cewek kecil cewek lain yang akan menghampiri Fatih untuk dijahili. Saya langsung lari menggendong Fatih, haddeeuhh anak cewek sekarang ajaib semua. Mungkin Fatih terlalu ganteng.

Masuk daycare hari kedua, saya masih deg-degan. Pengalaman pertama dia susah makan, jadi saya bawa makanan sendiri dari rumah. Mungkin, dia nggak kenal rasa  makanannya, jadi pagi saya buat makanan untuk Fatih. Malam sebelumnya, sudah pompa ASI walaupun dapat sedikit, dan saya bawa pisang serta roti isi keju. Ini jaga-jaga supaya perutnya terisi jika nggak mau makan.

Hari itu anak-anak yang dititipkan ada 10 anak juga. Lucunya di daycare ini, satu anak nangis, jadi menular nyaris semua nangis kecuali yang lebih besar. Sebelum meninggalkan Fatih, saya coba mengalihkan perhatian dia dengan bermain. Saya melihat dua anak cewek yang pernah menjahili Fatih terlihat lebih jinak. Aman nih, Fatih nggak bakal ditarik lagi rambutnya.

Baru juga saya berdiri, dia sudah kejer nangis nggak mau ditinggal. Sempat maju mundur cantik, jadi pergi apa batal nih. Tapi embak sana bilang nggak apa-apa, lalu mencotohkan satu anak selama sebulan ketika masuk daycare menangis terus. Dengan Bismillah saya pergi kerja.

Selama mengikuti acara nggak tenang. Acaranya molor lagi, rencana habis lunch lalu masuk sesi kedua akan pulang. Lebih nggak tenang lagi ketika ditelpon ke daycare, itu telpon nggak diangkat, bikin parno dong. (gue emang emak2 parnoan bin rempoonggg).

Akhirnya jam 14.00 memutuskan meninggalkan acara. Lokasi yang terletak di Sarinah Tharim, sedangkan saya harus ke tol BSD, melewati Sudirmah kebayang itu jalanan macetnya seiring pembuatan MRT. Jakarta ini benar-benar menyesakkan dan bikin puyeng (*kalau nggak penting lebih enak di Serpong deh).

Alhamdulillah, pukul 16.00 sampai juga di daycare. Pertama melihat saya dia langsung teriak antusias, "mama!" Duh, lega yaaa kalau anak ada di depan mata dan dalam keadaan baik. Karena banyak mainan, Fatih malah nggak mau pulang. Dia asik mencoba semua mainan, padahal anak lain sudah pada nangis karena menanti mama nya tak kunjung menjemput.

*CatatanEmakRempong

(Review) Film Room, Ketika Kehidupan Ada di Sepetak Ruang #filmroom


Ketika  mengetahui kalau Brie Larson mendapatkan Oscar untuk kategori Aktris Terbaik, saya jadi kepo seperti apa aktingnya di film Room. Selama ini sosok Brie Larson tidak pernah terdengar, hanya muncul di 21 Jumps Street. Itu toh film jeblok, nggak masuk kategori box office. Selebihnya, dia bermain di film-film yang tidak popular. Wajar kalau saya kepo dengan film Room.

Mari kita bahas filmnya sedikit.

Bercerita tentang Joy atau yang di subtitle ditulis Ma yang diperankan oleh Brie Larson, harus berada di sebuah kamar selama tujuh tahun. Dia diculik sepulang sekolah oleh seorang pria yang dipanggil Old Nick. Hingga Joy memiliki seorang anak laki bernama Jack, 5 tahun. Selama hidupnya, Jack hanya berada di kamar itu, ada bak mandi, dapur, tempat tidur, televisi semua dilakukannya di situ. Jika Old Nick datang, Jack akan tidur di dalam lemari.

Hanya ada jendela kecil di langit-langit untuk melihat keluar. Joy selalu optimis jika anaknya kelak akan bahagia, dia setiap hari mengajarkan Jack bahwa semua kamar itu nyata dan semua isi dunia hanya ada di televisi.


Rasa optimismenya surut ketika Old Nick mengatakan kalau dia telah di PHK, Joy mulai menyadari tidak ada masa depan untuk Jack jika terus berada di kamar yang sebenarnya berada di dalam gudang kumuh itu. Akhirnya, Jack mampu kabur dan polisi berhasil menangkap Old Nick.

Film tidak berhenti di situ. Ada masalah baru yang harus dihadapi Joy dan Jack di dalam kehidupan nyata. Film drama independent itu disutradarai oleh Lenny Abrahamson dari novel judul sama karangan Emma Donoghue, yang juga menulis ceritanya.

Untuk penilaian pribadi, saya lebih kagum dengan jalan cerita yang ditawarkan serta aktingnya Jacob Tremblay, sebagai Jack, bocah 5 tahun. Sebagai anak kecil, Jacob mampu memerankan Jack yang masih berusia 5 tahun dengan baik. Jacob yang usianya 9 tahun, justru menjadi bintang di film Room. Nyawa dalam film tersebut, datang dari calon aktor masa depan itu.

Untuk Brie Larson sendiri, menurut saya aktingnya biasa saja. Banyak artis lain yang bisa akting seperti itu. Sepanjang film saya menunggu, klimaks aktingnya Brie Larson sehingga dia layak mendapatkan Oscar 2016. Tapi, saya lihat tidak ada yang istimewa. Mungkin dia sedang beruntung.

AAL

Tipe Traveler Manakah Kamu, Backpacker, Turis atau Flashpacking?


Tulisan ini mencoba memaparkan beberapa perbedaan mendasar antara ketiga paham jalan-jalan dan menjelaskan paham Flashpacking secara lebih lengkap sebagai berikut :

1. Flashpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang memposisikan diri di tengah-tengah 2 ekstrem, yakni Backpacker dan Turis.

2. Perbedaan antara Flashpacker dengan Turis : Jika Turis adalah kaum penggemar jalan-jalan yang tidak mau repot-repot mengurus tetek bengek perjalanannya dan menyerahkan semuanya kepada biro perjalanan dengan konsekuensi harus terikat jadwal dan agenda tur yang kaku, maka Flashpacker lebih memilih untuk merencanakan jadwal dan agenda perjalanannya serta mengurus sendiri semua kebutuhan perjalanannya supaya dapat mendalami dan memahami suatu destinasi dengan lebih baik dan dalam waktu perjalanan yang lebih fleksibel.

3. Perbedaan antara Flashpacker dengan Backpacker : Jika Backpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang mencintai kebebasan waktu tetapi sangat berorientasi kepada anggaran (budget oriented), maka Flashpacker juga mencintai kebebasan waktu tetapi lebih berorientasi kepada pengalaman (experience oriented) serta lebih menghargai kemudahan dan kenyamanan (convenience & comfort) sehingga lebih fleksibel dan moderat dalam hal pengaturan anggaran.

Contoh : Jika memang berniat melihat matahari terbit di Bromo, maka sekalipun penginapan murah dan nyaman sudah penuh dan pilihan hanya tersisa hotel berbintang dengan harga kamar yang lebih mahal, maka Flashpacker biasanya tidak akan terlalu berkeberatan asalkan tujuannya menikmati matahari terbit dapat tercapai.

4. Sebagai kaum penggemar jalan-jalan yang berorientasi kepada pengalaman (experience oriented), maka biasanya Flashpacker bersikap sangat time conscious atau berusaha bijaksana dalam memanfaatkan waktu perjalanannya supaya tidak terbuang percuma untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan tujuan perjalanan atau pengalaman yang hendak didapatkan, sekalipun berarti harus mengeluarkan dana ekstra.

Contoh : Daripada menempuh perjalanan puluhan jam dengan bis untuk mencapai suatu tempat sedangkan sebenarnya tersedia pesawat dengan masa tempuh hanya 1 – 2 jam, biasanya Flashpacker lebih cenderung memilih menghemat waktu dengan memakai pesawat saja walaupun berarti harus mengeluarkan dana yang lebih besar.

5. Walau menghargai kemudahan dan kenyamanan, tidak lantas berarti bahwa Flashpacker tidak dapat menolerir ketidaknyamanan sama sekali, selama ketidaknyamanan tersebut diperlukan atau tidak dapat dihindari untuk mendapatkan suatu pengalaman tertentu.

Contoh : Kalau memang niatnya hendak mencoba merasakan bagaimana berkemah di puncak gunung, maka sekalipun harus bergemetaran dalam balutan hawa dingin menusuk tulang sepanjang malam (jelas tidak nyaman), maka bagi Flashpacker itu hanyalah sekedar konsekuensi dari pengalaman yang hendak didapatkan dan mau tidak mau, suka tidak suka, tetap harus dijalani.

6. Perlu dibedakan arti kenyamanan (comfort) dengan kemewahan (luxury). Walaupun kemewahan selalu identik dengan kenyamanan, tetapi kenyamanan tidak serta merta identik dengan kemewahan. Flashpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang menghargai kenyamanan, tetapi belum tentu selalu mencari kemewahan dalam setiap perjalanannya.

Contoh : Bagi seorang Flashpacker, berpergian tidak mutlak harus dengan full service airlines yang mahal apabila memang tersedia budget airlines dengan harga tiket terjangkau tetapi dengan interior kabin yang nyaman.

7. Kesimpulannya, Flashpacking adalah paham jalan-jalan yang memenuhi keempat karakter berikut :
a. Self Organized : Direncanakan dan diorganisir oleh para peserta sendiri
b. Experience Oriented : Berorientasi terhadap pengalaman atau tujuan perjalanan
c. Value Convenience & Comfort : Menghargai kemudahan dan kenyamanan
d. Time Conscious : Berusaha memanfaatkan waktu perjalanan dengan sebaik-baiknya

8. Secara profil, biasanya Flashpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang memiliki pekerjaan tetap dengan tingkat penghasilan memadai (catatan : memadai tidak lantas berarti tinggi) tetapi memiliki waktu libur yang terbatas, sehingga berusaha memanfaatkan waktu perjalanannya dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan perjalanan yang berkesan atau memorable.

Semoga penjelasan di atas sudah jelas untuk menerangkan apa sebenarnya Flashpacking serta perbedaan antara setiap paham jalan-jalan yang ada. Supaya traveling kamu makin asik, bisa pesan tiket pesawat mura.

SUMBER: ANNA KS

(Review) Buku Resep Cemilan Bebas Gluten, Cocok untuk Penderita Autisme



(Review Buku) Siapa yang tak suka ngemil? Tentu semua orang pasti suka ngemil, entah lagi hangout bareng temen, nonton tivi, di mobil atau di manapun, makanan cemilan bisa dibilang jadi kebutuhan. Nah, ngemil tentu butuh yang sehat juga, artinya kita harus melihat makanan apa yang kita konsumsi, apakah manis yang bisa memicu diabetes atau mengandung terigu yang lama kelamaan tak menyehatkan.


Menarik, ketika tetiba ada tukang pos mengantar buku ini hasil pemberian penulisnya, berjudul 25 Resep Gluten Free Snack + Hitungan Bisnis Agar Untung. Bagaimana tidak, buku yang dikarang Heni Pridia ini banyak keuntungan yang kita dapat. Bukan saja resep yang menyehatkan, juga ada hitungan matematika jika kita ingin berbisnis. Menarik bukan?


Mbak Heni memang terkenal jago soal makanan dan masakan. Saya mengenalnya sudah lama, sebenarnya sih dia teman kuliahnya suami, dikenalin, juga kerja di media, jadi kenalah (xixixi). Nah, wanita yang pernah menjadi redaktur boga di Majalah Femina ini, memberikan resep yang aman dikonsumsi bagi penderita autisme yang memang bisa menjadi racun karena penderita ini tidak menghasikan enzim yang dapat mencerna gluten.


Buku ini juga mengajarkan kita untuk berbisnis. Mulai dari modal yang dikeluarkan, menentukan harga jual hingga kemasan yang menarik untuk para pembeli.


Dalam buku tersebut diberikan resep untuk memasak dengan dua cara, yakni dengan di oven dan di goreng. Misal kue macaron dengan cara di oven, atau semprong wijen dengan cara di goreng. Mbak Heni juga memberikan resep cemilan tidak hanya kue tradisional, tapi juga kue modern. Ngiler mau nyoba? Cuzz ke Gramedia...


ALIA

Hunting Daycare bikin Ngenes


Ini kedua kalinya saya hunting daycare, sebelumnya mengarah ke kawasan BSD dan Gading Serpong.. Kali ini pencarian melebar ke arah Karawaci sekitarnya, pertimbangan nggak gitu jauh dari pintu tol ke Jakarta, langsung cuzz. Setelah berkali-kali browsing, akhirnya baru sempat survey dua tempat, sisanya cuma lewat telpon.

1. Khalifah Daycare
Karawaci Residence, Blok C2 No7.

Setelah liat google maps, akhirnya saya masuk juga ke Karawaci Residence. Happy karena lokasi nggak gitu jauh dari Gading Serpong meski daerah ke situ macet dan banyak truk. Setelah tanya sana sini akhirnya sampai juga.

Sebuah rumah dengan cat oranye. Ada seorang anak kecil yang sedang main sendiri di temani seorang mbak berjilbab. Lalu masuk ke dalam, langsung jlep. Sepi, tak ada anak lain. Kata si pemilik yang dipanggil bude, hari itu ada dua anak, yang satunya sudah pulang. Lalu ada mbak lagi berjilbab di kamar sedang nonton TV.

Menurut penialaian saya tidak seperti daycare yang dibayangkan. Hanya sebuah rumah yang menerima titipan anak. Sepertinya, si pemilik kurang modal sehingga tidak bisa membuat rumah itu menjadi terlihat 'daycare;. Ngenesss

Sebulan Rp 800 ribu. Perhari Rp 60 ribu, tanpa uang pendaftaran. Membawa makanan, susu dan cemilan sendiri dari rumah.

2. Sweety Daycare
Jl Rara Jongrong, Blok C no. 27 , Perumnas 2 Karawaci Tangerang. satu ruko dengan TK Tiara Veritas, daycare di lantai 3.

Sempat baca soal daycare ini di salah satu forum mommiesdaily, tapi bikin penasaran. Setelah nyasar sana sini, yang katanya patokan pom bensin Harapan Kita, akhirnya ketemu. Dari luar terlihat banyak tempelan warna warni khas anak-anak. Berharap mendapat pemandangan yang indah.

Miss (begitu dipanggil pemiliknya, lupa namanya) tidak ada di tempat, jadi saya ingin langsung ke atas melihat daycare. Ketika saya mau naik, agak-agak ditahan seorang mbak yang ngaku guru TK disitu, mereka bilang anak-anak sedang makan. Bingung juga, kenapa nggak apa adanya, seperti ada yang ditutupi. Mungkin belum beberes. Akhirnya, saya naik aja ke atas, terlihat agak pengap untuk daycare.

Sepertinya sama, kurang dana modal untuk dibuat pemandangan indah. Ada beberapa anak sehabis makan, ruangan atas dibuat losss, kasur (matras) sudah diangkat karena saya datang memang menjelang sore. Beberapa anak ada yang sedang makan, ada yang digendong, dan bermain. Ada 3 mbak.

Pendaftaran: Rp 200 K
Perhari : Rp 60 K
Biaya: Anak di atas 12 bulan Rp 800 K/bulan
             Bayi Rp 900 K/ bulan
Membawa makanan, susu dan snack sendiri dari rumah.

3. Puspita Sari Daycare (by phone)

Lokasi: Pintu tol Green Lake
Biaya perhari: Rp 225 K
Setelah tahu hanya terima anak usia minimal 15 bulan, langsung cuzz telpon daycare lain

4. i-Care Daycare (by phone)
Depan Pasmod BSD.

Pendaftaran : Rp 150 K
Perhari   : Rp 210 K
Membawa makanan, susu, snack sendiri dari rumah

4. Daycare Rumah Raasza
Tertulis dari hasil brosing buka habis lebaran tahun 2015, setelah di WA kata pemiliknya belum buka capeedeee..

Catetan Emak Parno-an:
Gue ngenes, anak-anak itu dititip di daycare yang tidak semestinya. Nggak bisa juga nge-judge ortunya, mereka mungkin nggak punya keluarga yang diandalin, sang ibu harus kerja untuk memenuhi kebutuhan. Anyway, semoga anak-anak itu diperlakukan baik yaaa, Amin (*EmakParnoan)