OCDay, Anak Happy dan Kreatif dengan Belajar di Luar Kelas


Belajar di luar kelas? Saya salah satu orang tua yang setuju agar anak-anak di Indonesia bisa belajar di luar kelas. Belajar di luar kelas bisa mendekatkan guru dengan anak muridnya. Guru tidak lagi harus 'ceramah' di depan kelas, lalu anak memperhatikan dengan seksama, monoton. Tapi belajar di luar kelas, pastinya akan ada interaksi antara guru dengan murid.

Baca:
- Kunci Kesuksesan JoyBiz pada SDM
- Apa Saja Produk JoyBiz? Ini Dia
- Cara Cepat Baca Huruf Al Quran dengan Metode Mama Papa

Banyak hal yang bisa digali dari alam, sekolah tidak melulu berkutat dengan pelajaran yang ada di buku, itu hanya teori. Belajar yang paling penting dan pasti akan dijadikan pegangan d masa depan adalah dengan praktek. Bagaimana anak bisa memahami secara langsung pelajaran dengan prakter selain itu juga bisa memancing anak untuk aktif bertanya.

Yang ini penting banget lho. Anak Indonesia itu (kalau menurut saya), paling kacau jika disuruh melakukan presentasi atau berbicara di depan orang banyak. Kenapa? Ya itu, lantaran sejak SD anak hanya mendengar guru berbicara, tanpa bisa si anak secara langsung mengeluarkan pendapat, karena tidak distimulasi di sekolah. Jika belajar di luar kelas, pengaruh alam serta kondisi di luar kelas bisa memancing anak untuk melakukan diskusi. Anak pun tentunya lebih happy.

Outdoor Classroom Day (OCDAY)


Nah, makanya saya aware banget nih ketika mengetahui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melaksanakan kegiatan Outdoor Classroom Day (OCDay) atau Hari Belajar Di Luar Kelas yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Kamis 1 November 2018 , sekaligus dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional.

OCDay di Indonesia dimulai sejak tahun 2017 dan menjadi terbaik kedua setelah London karena banyaknya jumlah sekolah yang mengikuti. Tahun ini, OCDay tercatat 3.464.843 anak-anak di 27.819 sekolah di seluruh dunia terlibat dalam OCDay. Sebanyak 927.395 adalah partisipan anak-anak di seluruh Indonesia yang mewakili 3.907 sekolah/madrasah di Indonesia.

Mereka semua merayakan kegembiraan belajar di luar kelas pada 1 November 2018, dan sekitar 1 juta anak ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang berasal dari lebih dari 10 ribu satuan Pendidikan di seluruh pelosok tanah air.

Tahun ini, OCDay dilaksanakan dengan menggunakan konsep yang lebih variatif dari tahun sebelumnya. Terdapat 17 langkah kegiatan dan 10 nilai positif yang dilakukan oleh anak-anak dalam durasi waktu sekitar 3 jam. Dari 17 langkah kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan dapat menerapkan dan berperilaku yang memenuhi 14 unsur, antara lain pembentukan, karakter positif, iman dan taqwa, kesehatan, adaptasi perubahan iklim, pelestarian permainan tradisional, cinta tanah air, literasi, pengurangan resiko bencana, dan mendorong sekolah ramah anak.

Kampanye global di Indonesia tahun ini serentak dipusatkan di beberapa sekolah yang tersebar di beberapa lokasi di Indonesia, yaitu SMAN 2 Puspitek Serpong Tangerang, SDN 2 Bukittinggi, SLB Balikpapan, SMA Advent Manado, SDN 2 Lateri Ambon, dan YPK Kristus Jayapura.

Pelaksanaan OCDay ini selaras dengan amanat yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo agar setiap sekolah melakukan proses pembelajaran di luar kelas lebih banyak dengan persentase 60% daripada belajar di dalam kelas. Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran menjadi menyenangkan, tidak membosankan, sekaligus memberi tantangan yang berbeda bagi anak-anak.



Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise, yang menghadiri OCDay di SD Negeri 2 Lateri Ambon, berharap semakin banyak satuan pendidikan yang ikut berpatisipasi dalam OCDay. Diharapkan pula, aktivitas ini tak hanya dilakukan satu tahun sekali dengan inovasi beragam yang dilakukan oleh sekolah.

Baca Juga:
Ada yang PHP, Ada yang Bikin Ngakak, Ini Serba Serbi Meeting
Mau bisnis tapi nggak ada modal? Gampang ikuti Tips dari Futri Zulya Ini
Wahana Jejak Nutris, Ajak Anak Berimajinasi Sekaligus Bermain
5 Makanan Seru ala Italia di Iceberg Pizza and Gelato Cikini
Resik V Manjakani, Cara Cepat Memutihkan Daerah Kewanitaan

“Kampanye global ini perlu direspon secara positif. Saya berharap kegiatan ini akan semakin mendorong percepatan pembentukan dan pengembangan sekolah ramah anak agar semakin banyak anak yang terlindungi di sekolah,” ungkapnya.

Semoga Bermanfaat

Alia Fathiyah


7 comments

  1. Di beberapa negara maju skrg konsep belajar malah tanpa ruang tanpa kelas, meskipun ada ruangan tapi gak ada batasnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan malah bikin anak tambah kreatif dan berani ya bang dzul

      Delete
  2. Walah, malah baru tahu ada yang nakanya OCday. Seru ya, anak-anak pasti happy banget karena bisa ngerasain suasana yang berbeda

    ReplyDelete
  3. Anak2 pasti seneng nih kalo ada OCday

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti happy, mereka bisa kliaran suka suka

      Delete
  4. Aku jg dulu paling suka klo kluar kelas mba... ocday ini perlu ada deh, kenapa baru sekarang2 inii. �� kan mau ngerasain jaman duluu hihi

    ReplyDelete