Cara Cepat Belajar Huruf Al Quran dengan Metode Mama Papa


Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil riset Institut Ilmu Alquran menginformasikan, masih banyak penduduk Muslim di Indonesia yang buta aksara Alquran. Hal tersebut tentu memprihatinkan mengingat Al Quran adalah kitab umat muslim yang mayoritas rakyat Indonesia.


Baca Juga:
- Ada yang PHP, Ada yang Bikin Ngakak, Ini Serba Serbi Meeting
Mau bisnis tapi nggak ada modal? Gampang ikuti Tips dari Futri Zulya Ini
Wahana Jejak Nutris, Ajak Anak Berimajinasi Sekaligus Bermain
5 Makanan Seru ala Italia di Iceberg Pizza and Gelato Cikini
Resik V Manjakani, Cara Cepat Memutihkan Daerah Kewanitaan

Melihat keprihatinan itu, Sinar Mas Land bersama dengan Forum Masjid Mushola BSD City dan Yayasan Mama Papa menyelenggarakan lomba baca Alquran. Lomba tersebut diselenggarakan di Sekolah Islam Cikal Harapan BSD City, Ahad 14 Oktober 2018. Kegiatan ini menjadi puncak acara program Berantas Buta al Quran (BBQ) yang telah berlangsung sejak Mei 2018.

Para peserta lomba merupakan anak anak yang telah dapat membaca Alquran dengan metode Mama Papa. Lomba tersebut diikuti oleh 300 ratus peserta terdiri dari anak laki-laki dan perempuan berusia 4-12 tahun, yang terdaftar dalam program BBQ dari 50 masjid di sekitar BSD City.

Mekanisme perlombaan ini dibagi ke dalam tiga kategori, terdiri dari kategori A untuk anak usia 4-7 tahun, kategori B untuk anak usia 8-10 tahun, kategori C untuk anak usia 11-12 tahun dengan total hadiah sebesar Rp 30 Juta.

Program BBQ merupakan pembekalan materi atau Training of Trainer (TOT) mengenai cara membaca Alquran secara cepat dalam waktu 3 jam dengan metode Mama Papa. TOT ini diberikan kepada lima ustaz atau guru mengaji dari 50 masjid dan mushola yang tersebar di kawasan BSD City.

“Penanaman nilai Alquran sejak dini sangat diperlukan. Kami berharap melalui program BBQ dan lomba membaca Alquran, melalui metode pengajaran yang tepat akan membuat anak gemar membaca Alquran," kata Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe.

Bagaimana Metode Mama Papa itu?


Ustad H Muhammad Taslim adalah penggagas ide dan pencipta Metode Mama Papa tersebut. Ustad Taslim yang juga mengajar di Sekolah Islam Cikal Harapan BSD City itu, menjelaskan asal mula keinginannya menciptakan metode tersebut. Ide yang tercetus sejak 1996 itu, menurutnya melihat banyak orang kesulitan mengingat huruf hijaiyyah karena terlihat mirip.

"Yang membedakan hanya tahi lalat saja," katanya di Sekolah Islam Cikal BSD, Ahad 14 Februari 2018.

Menurutnya, hal yang tercepat bagi seseorang untuk mengingat huruf hijaiyah adalah dengan menyajikan cerita dari keluarga.  Ustad Taslim memberikan empat contoh keluarga yang mudah diingat, yaitu:

1. Keluarga sendiri
2. Keluarga Pertama kali di dunia yaitu Adam dan Hawa
3. Keluarga bapak dari para nabi dan rasul, Nabi Ibrahim
4. Keluarga Nabi dan Rasul terakhir, Nabi Muhammad


"Saya menyajikan ini tidak harus urut asal ada clue, dan dari empat cerita ini sudah mewakili iqra 4,"kata Ustad Taslim.

Di dalam buku ada contoh mengenai keluarga sendiri. Tentu semua orang tahu, siapa saja anggota keluarga di rumah, ada mama, papa, kaka, adik dan saya. Maka dengan sendirinya muncul huruf hijaiyyah, yaitu: a (alif), da (dal), ma (mim), pa (fa), ka (kaf), sa (sin), ya (ya’).

Pendekatannya sangat psikologis. Menggunakan teknik memori dan asosiasi agar mudah diingat. Pola yang dikembangkan menjadi menarik dan mudah dipahami.


Saya bertanya kepada dua peserta di acara tersebut, bernama Alfiyah (11 tahun) dan Mukhlis (10 tahun). Keduanya mengaku belajar huruf Al Quran dari buku Iqra dan Metode Mama Papa. Keduanya kompak menjawab jika metode Mama Papa memang mudah dipahami dan cepat dimengerti.


Para pemenang foto bersama dengan Saleh Husin selaku Menteri Perindustrian periode 2014 hingga 2016 yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Muslim Sinar Mas dan Managing Director Sinar Mas (kiri) serta Dhony Rahajoe selaku Ketua Pelaksana Yayasan Muslim Sinar Mas dan Managing Director President Office Sinar Mas Land (kanan)

Lomba baca Alquran ini juga dihadiri oleh H. Saleh Husin Menteri Perindustrian periode 2014 hingga 2016 yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Muslim Sinar Mas, dan Managing Director Sinar Mas. Dewan juri menilai sejumlah aspek dalam perlombaan ini, diantaranya membaca Alquran sesuai dengan ilmu tajwid, membaca Alquran dengan menggunakan metode Mama Papa serta adab atau perilaku peserta pada saat mengikuti lomba.

Semoga Bermanfaat

Alia Fathiyah


2 comments

  1. lucu ya metodenya, bikin anak semangat kayanya karena jadi kaya baca latin..

    ReplyDelete
  2. iya, anak anak jadi cepet paham bahasa arab

    ReplyDelete