Papsmear di YKI Lebak Bulus Ternyata Bisa Pakai BPJS


Heyy genkss..saya papsmear lagii..Yup! Sudah setahun lalu sejak saya berbagi cerita tentang papsmear di YKI Sunter. Sekarang saya mencobanya di YKI Lebak Bulus, hehehe berasa nyobain semua YKI. Rajin amat yakss papsmear.

Baca: Pengalaman Papsmear dan USG Payudara di YKI Sunter

Alasan saya memilih YKI adalah, biaya lebih murah. Rumah saya di Serpong, dan sudah mengecek semua rumah sakit yang rata-rata biayanya mahal, di atas Rp 300 ribu. Namanya emak-emak, pasti cari aja yang lebih murah, yegak. Sebenarnya saya mengincar USG Payudara yang diminta dokter untuk cheki cheki dari 6 bulan lalu. Lantaran Sunter jauh dari Serpong,  lalu saya mencoba ke Lebak Bulus bisa bablas tol keluar Fatmawati kan. Sekalian barengan sama adik sepupu juga periksa di sana.

Lokasinya sejajaran dengan Giant Lebak Bulus. Kalau dari arah Pondok Kopi, setelah Dealer Toyota Auto 2000 belok kiri langsung nyampe.

Pertama saya ke bagian pendaftaran. Yang bikin suprise adalah papsmear bisa pake BPJS lhooo..yess!! Bagian pendaftaran hanya minta kartu BPJS asli dan KTP, lalu dia mengecek soal kartu BPJS itu, kalau bisa langsung diproses.

Lalu saya mengutarakan keinginan untuk USG Payudara. Ternyata, harus dapat rujukan dokter dulu, sedangkan saya nggak bawa rujukan apapun saat itu. Sebenarnya ada di rumah, tapi nggak kepikiran untuk bawa. Karena dikira sama kayak di YKI Sunter, ngucluk-ngucluk daftar diperiksa bayar, selesai.

Lantaran udah nyampe sana, tanggungkan bolbal, saya minta didaftarkan ke dokter di sana untuk dapat rujukan ke bagian USG Payudara.

Lalu saya disuruh nunggu di bagian untuk papsmear.

Antrian nggak begitu panjang, tak lama saya dipanggil. Dilakukan papsmear, sebentar lalu diminta datang lagi sekitar 2 minggu untuk ambil hasil (Ini belum sempat ngambil, jauh yakss. Semoga sehat-sehat).

Lalu saya ke dokter untuk minta surat rujukan USG, dokter hanya periksan Sadari (Periksa Payudara Sendiri). Kata dia ada kista di bagian ini itu tapi kecil. Perasaan udah nggak enak, soalnya setahun lalu cuma ketemu satu dan ukurannya cuma 0,03.

Lalu dokter yang semuanya perempuan itu (yaiyalaaa, ogah saya kalau lakimah), memberikan saya surat rujukan. Saya harus lebih dulu membayar, biaya semuanya di luar papsmear itu Rp 360 ribu. Saya mesti menunggu dokter selama 2 jam karena dokter adanya jam 2 siang. Untuk USG Payudara ini antrian lumayan banyakan. Tak lama nama saya dipanggil.

Nah yang USG ini dokternya masih muda. Dia serius memperhatikan layar USG. Saya yang doyan bertanya, seperti pantangan makanan, saya harus ngapain, apakah berbahaya kalau kista, dll, jawabannya selalu sama.

"Maaf ya bu, nanti untuk treatment dan konsultasi bisa tanyakan ke dokter bedah, beliau lebih paham."

Mendengar kata dokter bedah, udah parno duluan dong, serasa penyakit berat, padahal hanya kista. Tapi ya sudahlah, Lalu hasilnya bisa didapat saat itu juga.

Ketika ke kasir yang ruangan menyatu dengan bagian pendaftaran, ibu penjaganya bertanya, "Mau sekalian ke dokter bedah? Nanti ada jam 4."

Saya bengong, ini udah seharian di rumah sakit. "Dokter bedah di luar bolehkan? Soalnya saya ada meeting."

Si ibu tersenyum menganggukkan kepala.

Lalu saya pulang. Mikir juga sih, kalau hormon kecil-kecil nggak sampai setengah senti itu treatmennya seperti apa ya. Si dokter sih sempat bilang, "Pasien saya yang monopause kistanya hilang, tapi ada juga menetap."

Well, yang pasti harus hidup sehat, menjaga pola makan, olahraga teratur, jangan sering makanan MSG dan diawetkan.

Saling sharing yukkkk...

Semoga Bermanfaat

AAL




1 comment

  1. Alhamdulillah kalau bisa pakai bpjs ya, saya jg pengen check deh suatu hari nanti. Btw saya dua mgu lalu juga usg payudara, mba. Tp karena mastitis.

    ReplyDelete