The Power of Quotes Si Emak

Foto: AAL

Apa kalimat atau quotes yang menjadi pemecut keberhasilanmu? Dan bangkit dari rasa terpuruk?


"Semua yang terjadi di dunia ini atas izin Allah, dan selalu yakin ini pasti akan ada hikmahnya."


Langsung deh merasa tenang, dan biasanya saya kemudian menganalisa sendiri atas sebuah kejadian, lalu meraba-raba, mungkini yang Allah inginkan dan ini tentu untuk kebaikan diri sendiri.

Kalau terus-terusan mengeluh dan menyalahkan, gak bakal selesai, meskipun saya masih khilaf suka nggak bersyukur.

Saya cuma mau sedikit sharing soal 'kalimat-kalimat' sakti yang diucapkan untuk ketiga anak di rumah. Anak saya laki tiga-tiganya, banyak yang bilang anak laki beda sama anak perempuan (sepertinya). Anak laki lebih baperan, anak laki lebih seneng santai dibanding anak perempuan yang sering bantu ibunya di rumah, anak laki lebih seneng main games, beberapa perbedaan lainnya.

Meski ada juga yang bilang, "ah jaman sekarang mah anak laki sama aja sama anak perempuan."

Entahlah, bisa jadi.

Ketika Merasa Minder, Lakukan Hal Ini Aja



Kalimat rendah diri, dan menyiksa diri sendiri kadang jadi sugesti sehingga memicu untuk tidak menghargai diri sendiri. Atau bisa jadi, perkataan orang lain yang merendahkan terbawa oleh kita sehingga kita merasa seperti itu (kalau ketemu orang kayak gini mending menjauh).

Kalimat kayak gini pernahkah ada di dalam pikiran kita ketika rasa percaya diri berada di titik nol. Misal, "siapa sih gue? cuma remahan rempeyek." atau "Gue tuh nothing!" "Gue nobody!"

Pernahkan? Ketika kita merasa di posisi berada di paling bawah kasta kehidupan (hahahah..kayak kalimat sinetron).

Kalau gue? Pernah bangeeettt..

Meski dari luar gue terlihat cuek dan tegar (tsaahh lagunya Rosa), tapi yang namanya manusia biasa, pernahlah berfikir tentang diri sendiri yang minder. Menurut gue sih wajar. Yang namanya manusia nggak melulu merasa bahagia dan percaya diri. Bahkan seorang artis kelas atas pun, pernah merasa di posisi itu. Nggak percaya? Percayain aja, gue gitu lochh yang tau kehidupan artis ampe ke dalem-dalemnya (sotoy).

Pengalaman Berkunjung ke Pabrik Mitsubishi Xpander dan Test Drive

Foto: AAL

Kaget juga ketika diundang untuk datang ke acara Mitsubishi yang tentunya untuk para blogger Otomotif. Apalagi acaranya adalah membedah pabrik pembuatan mobil Mitsubishi Xpander di kawasan industri GIIC Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.

Sebelumnya saya juga pernah menulis pengalaman mengemudi bersama Mitsubishi Xpander, baca di sini:

Pengalaman Cantik Bersama Mitsubishi Xpander

Pada Rabu 7 Februari 2018 lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), di kawasan industri GIIC Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.

Tempatnya luas banget, 30 ha

Bahkan ada sesi test drive dengan track khusus didampingi oleh trainer untuk menjajal kemampuan Xpander. So genks, saya ceritain dulu nih dari awal.

Foto: AAL

Pada siang hari, saya dan beberapa teman blogger tiba di pabrik Mitsubishi Xpander dan langsung diarahkan ke dalam ruang conference. Ternyata di dalam sudah penuh oleh teman wartawan, dan teman komunitas Mitsubishi XPander Club Indonesia. Keren ya, mobilnya baru diluncurkan hitungan bulan, tapi udah ada komunitasnya yang solid.

Foto: Istimewa

Awalnya, kita dibagi dalam sejumlah kelompok yang masing-masing dipimpin oleh seorang guide.  Kelompok digiring menuju ruang stamping untuk memulai acara plant tour tersebut.

1. Stamping
Masuk ke dalam saya takjub juga sih, bagaimana lempengan baja yang di press untuk dipakai pada panel body. Ada untuk pintu, kaca depan dan belakang. Di sini seluruhnya nyaris menggunakan robot, karena katanya robot mampu melakukan 10 stroke per menit. Pekerja manusianya menyapa kami lewat senyum yang berdiri berjejer di pinggir, sangat sopan dan ramah. Malah, saya yang emang gatel kalau nggak bertanya gitu, mereka jawab dengan jelas dan cepat (secara kita harus jalan terus).

2. Welding
Lalu naik bus lagi sebentar, kita turun di ruangan welding yang nggak gitu jauh. Nah di bagian ini kita melihat proses pengelasan mobil sebelum dicat. Meski yang saya lihat satu line hanya bisa dilakukan pada satu mobil, tapi manusianya (yang tentu juga dibantu robot) bekerja cepat dan seirama. Mereka malah saya lihat seperti robot saking cepatnya hahaha, mereka sempat senyum lho sama kita yang lewat padahal lagi sibuk.

3. Assembling
Di sini, Xpander udah keliatan kece dan gagah. Pokoknya sudah kinclong karena sudah melewati proses painting dan tinggal melakukan finishing. Saya jadi ngayal melihat warna Xpander yang beragam, ada merah, putih dan hitam. Saya mah pilih hitam aja deh, kayaknya gue banget (Lols, ngimpiii).

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Apakah Ciri Khas Blog Pengaruhi Branding?



Kalau ditanya apa isi blog lu? Saya akan jawab.. campur-campur. Yes,  I'm going to write about everything. I'm a lifestyle blogger.

Ketika menjadi wartawan, desk saya hanya seputar film, musik, sinetron, fashion, artis, dan hal yang berbau entertainment lainnya. Salah satu keinginan saya memiliki blog adalah saya bisa menulis apa saja yang menurut saya menarik dan bermanfaat.

Saya bisa menulis parenting (apalagi si bontot masih balita), saya bisa menulis kesehatan, saya bisa menulis soal belanjaan yang menjadi kesibukan para emak, dan kategori terbaru di blog saya adalah, saya bisa menulis otomotif meski saya nggak ngerti amat soal mobil.

Buku Aplikasi Pencari Rezeki, Ketika Rezeki Datang Tanpa Diduga




Bicara soal rezeki, pasti semua orang fokus kepada materi, padahal rezeki bukan melulu soal uang, tapi juga kepada keberkahan hidup, anak-anak yang soleh dan solehah, kehidupan yang nyaman, suamik yang bertanggung jawab, tetangga yang siap membantu, dan banyak faktor lainnya.


"Dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah akan melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu." QS. At-Talaq: 3


Saya senang banget ketika diberi buku Aplikasi Rezeki lalu membacanya. Sebanyak nyaris 200 halaman, di semua lembarannya berisi kalimat yang sangat baik dan positif. Kalima-kalimat motivasi bagi orang yang sabar menanti rezeki yang datang.

Di lembaran awal (halm: 13) saya lumayan terkesima dengan tulisan mengenai sholat lima waktu yang terkait dengan warna alam serta sifat dan karakter manusianya. Dalam hadist disebutkan "Amalan yang paling baik di dunia ini adalah sholat tepat pada waktunya."


Ini saya tuliskan:


Dibalik Kesulitan Pasti akan Ada Kemudahan, Life is a Circle


Foto: AAL

Assalamualaikum,

One day one post day 3...

Hidup itu nggak ada yang sempurna. Hidup itu naik turun, kadang berada di bawah, kadang berada di atas. Life is a circle.

Baca juga: Reuni itu Banyak Manfaat atau Mudharatnya

Ada banyak kejadian di dalam kehidupan ketika kita di posisi atas dan banyak pula kesedihan ketika berada di bawah. Itu udah fitrahnya kehidupan. Namun, yang namanya manusia, meski udah menyadari hal itu, tetap saja kadang lupa untuk bersyukur.

Beberapa tahun lalu...

Saya merasa sangat beruntung dan banyak mendapatkan rezeki itu ketika mengenal seorang konglomerat sekaligus politikus. Waktu itu saya dikenalkan oleh bos saya di kantor, kebetulan konglomerat ini sedang membutuhkan infotainment untuk meliput pernikahan putranya yang mewah dan tentu mahal.

Saya yang sedang asik meliput film, di telpon pak bos untuk datang ke kantor si konglo ini. Langsunglah saya ngacir. Ini pertama kalinya ketemu seorang konglo bukan kapasitas saya sebagai seorang wartawan dan narasumber.

Komentar pertama ke konglo itu dia seperti raja. Omongannya nggak boleh dibantah, harus manut dan nurut, dan apa yang dia inginkan harus dapat. Sejak itu berturut-turut saya diberi proyek oleh konglo ini. Mulai dari soft opening hotelnya di Bali, lagi-lagi saya harus membawa infotainment.

Lalu saya diberi proyek pembuatan buku, dan masih banyak lagi. Saya jadi diberi kemudahan datang ke rumahnya di malam hari, ketika si pak konglo ini dalam keadaan santai. Saya berada di tengah keluarganya yang sedang berkumpul (jadi tahu, orang setajir apapun, sehari-harinya nggak jauh dari kita kok, meski rumahnya segede istana).  Alhamdulillah, saat itu penghasilan saya (di luar gaji) terbilang lumayan besarla.

Itu bisa dibilang saat saya berada di atas ya.

Reuni itu Lebih Banyak Manfaatnya atau Mudharatnya


foto: google
Assalamualaikum,

ODOPFeb18 hari kedua ini, eng ing eng...

Reuni? Biasanya kalian dateng nggak kalau reuni?

Banyak orang yang semangat banget jika datang undangan reuni. Apalagi jika di dalam grup reuni itu ada mantan pacar, waduh bisa semangat 45 dan rajin memilah-milah baju yang bakal dipakai.

Weiitt...tunggu dulu. Inget pasangan di rumah! Jangan baper kalau reuni.

Nah, ini yang menjadi pertimbangan saya belakangan ini untuk datang ke reuni sekolah, entah SMP, SMA atau teman kuliah.

Sejak resign dari kantor dan memutuskan menjadi freelancer, tentu banyak waktu luang, meski kesibukan domestik sebagai IRT gak bisa juga dibilang luang. Saya beberapa kali datang ke majlis taklim, sehingga mengubah sedikit mindset saya soal reuni.

Pak ustad mengatakan, datang ke reuni lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya. Masa sih? Nih kita tengok omongan beliau.

1. Ketemu mantan pacar sehingga menimbulkan debar-debar asmara yang sudah berlalu puluhan tahun lalu. Ini bisa menimbulkan selingkuh hati atau jalan menuju perselingkuhan.

2. Jadi ngomongin orang. Secara nggak langsung, ketika reuni kita pasti menanyakan kabar teman lain, dan tentu bisa dijadikan bahan obrolan seru. Apalagi jika teman itu bercerai, selingkuh, atau jadi miskin dan bermasalah lainnya.

3. Ajang pamer dan riya. Tanpa disadari, ketika datang ke reuni, tentu kita akan memperlihatkan kesuksesan dan keberhasilan kita dong, bisa lewat kendaraan yang dibawa, penampilan yang semakin membahana juga keberhasilan dalam bekerja.

4. Menimbulkan minder. Nasib nggak ada yang tahu, kehidupan setelah sekolah yang tidak sebaik dulu, tentu menimbulkan minder dan tak percaya diri apalagi jika teman-temannya jadi tajir melintir.

Tapi, dibalik kekurangan pasti ada kelebihannya dari sebuah reuni, ini menurut saya.

1. Jadi lebih bersyukur. Setelah bertemu teman lama, tentu kita bisa lebih bersyukur karena mungkin kehidupan kita lebih baik dari teman lain, lantaran saat di masa sekolah dia orang yang popular, pintar dan cantik.

2. Saling membantu. Untuk teman-teman yang berhasil serta sukses, bisa membantu teman yang kesusahan dengan cara urunan uang. Atau memberikan lowongan kerja kepada teman yang nganggur, atau bahkan bisa dicarikan jodoh untuk yang jomblo.

3. Mengenang masa-masa indah di sekolah sehingga menimbulkan semangat baru.

Kalau saya pribadi ketika memutuskan untuk datang ke sebuah reuni, dilihat dulu apa yang paling urgent. Kalau misal dari reuni itu isinya teman-teman yang aktif kontak dan kadang beberapa dari mereka sering hang out bareng, biasanya saya skip.

Ada yang Nyebelin? Ini Cara Berdamai dengan Diri Sendiri ala Aal

foto: Google
Assalamualaikum..

Ini hari perdana saya ikutan ODOP018 (one day one post) yang diadakan oleh komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB). Tantangan banget dan saya serasa dipecut supaya jadi rajin isi blog. Selama 2 minggu saya mencoba konsisten untuk mengisinya, di blog yang ini dan satunya lagi (www.aliafathiyah.wordpress.com)

Lalu temanya adalah,

Bagaimana caranya berdamai dengan diri sendiri ketika kesal dengan seseorang dan tidak terjadi kebencian?

Baca juga: Cara Daftar Haji di Kabupaten Tangerang

Saya selalu berusaha melihat tiap manusia itu unik. Bisa dibilang saya tipe orang yang bisa (semoga) menerima pandangan, pikiran dan kritik serta saran orang lain yang berbeda. Bebaslah orang mau ngapain aja, yang penting jangan rese sama gue, begitu prinsip saya. Hehehehe

Yang namanya bersosialisasi, tentu kita menemukan banyak karakter orang yang suka seenaknya. Biasanya, jika saya menemukan karakter orang yang nggak cocok, saya langsung deh ambil jarak. Itu terjadi setelah beberapa kali ketemu, jalan bareng atau komunikasi. Alhamdulilah, saya dikasih Allah insting yang lumayan ketika interaksi dengan seseorang. Jika perasaan ini bawaan nggak nyaman aja deket orang itu, itu tandanya dia ada 'perasaan' beda ke saya. Dan benar saja, nggak lama masuk ke kuping kalau dia ngomongin saya di belakang.

Saya mah sebenarnya nggak mau perduli, soal orang ngomongin saya di belakang. Itu urusan dia sendiri, dia ini yang dosa ngomongin gue, malah dosa gue makin berkurang karena diomongin, hihihihi. ( kesannya egp banget yakss).

Yup. Nggak sedikit yang bilang saya orangnya cuek. Dalam artian bukan cuek nggak ada empati sama orang. Wah, saya mah malah paling nggak tega kalau ada orang yang susah, biasanya yang tau 'aslinya' saya ini sahabat yang kenal saya belasan tahun.

Saya cuek sama orang yang rese.

Dari berberapa pengalaman yang nyebelin, dan akhirnya ada yang jadi putus pertemanan atau nggak bicara samsek (baca: sama sekali), saya pilih cerita satu ini.

Jadi gini, yang namanya di lingkungan kerja, ada aja yang sirik kan. Apalagi saya, kerja sebagai wartawan yang selalu menghabiskan waktu di lapangan ketemu banyak wartawan lain dari media berbeda. Di antara mereka tentu ada yang merasa cocok dan berteman ikrib. Sama yang ikrib ini pada akhirnya berteman yang menjurus sahabat. (saya akan bilang sahabat ketika kita konsisten berteman secara baik, kontinyu komunikasi dan sudah saling curhat selama bertahun-tahun. Alhamdulillah sampai sekarang sahabat dari SD, SMP, SMA dan kuliah masih ada).

Nah, ada nih satu wartawan cewek. Menurut saya sih orangnya asik, kalau cerita seru, link nya menakjubkan. Nyaris semua artis musik dan film dia kenal, produser, sutradara, petinggi terkait dengan liputan, dia akrab. Cerdas, pinter, alhasil kerja jadi bos terus di kantornya. Selalu mendapatkan kesempatan liputan ke luar negri terus, karena link nya bagus.

Awalnya saya ikrib dengan dia. Liputan bareng, sering ngobrol, entah kenapa lama kelamaan berasa nggak nyaman. Dia nge-bossy, nyuruh-nyuruh kesannya saya orang bagian disuruh, dan dia mengatur saya ini dan itu. Ketika alarm di badan gue berbunyi tanda ketidaknyamanan, itu artinya saya harus menjauh.

Perlahan tapi pasti saya menjauh. Entah salah apa, tetiba banyak aja masuk ke kuping kalau dia ngomongin saya di belakang. Kalau saya bikin status di Facebook, komentarnya sering nyelekit. Kesannya dia yang paling pintar, paling bener (manusia itu tempatnya salah, yang benar dan sempurna itu hanya Allah SWT) lalu membandingkan dengan yang lain. Saya itu nggak mau bikin hati ini rusak karena satu orang, akhirnya saya unfriend dia dari list FB. Males bangetkan hari-hari jadi bete gegara baca komen dia di FB. Yegak.

Buat saya, kita sebagai manusia, sangat punya pilihan, hidup seperti apa yang kita inginkan. Teman seperti apa yang ada di lingkungan kita. Jangan karena nggak enak, atau takut nggak ada teman lagi, kita tersiksa berteman dengan dia. Wah, kasian banget kalau ada yang kayak gitu. Masih banyak orang lain yang baik dan mau berteman dengan kita di luar sana. Setuju yes?

Pandangan saya itu mungkin terkait dengan masa kecil saya yang bisa dibilang mandiri ya, prinsip nggak mau tergantung orang lain. Jadi ketika besar, saya nggak mau tuh ada di lingkungan pertemanan yang nge-gank, kesannya kita paling baik, genk lainnya nggak. Semua orang punya kelebihan, jadi jangan remehkan kemampuan orang lain. (Udah kayak motivator belom?).

Balik ke sini.

Nah, saya masih sering sih ketemu dia di liputan, dia udah dapet temen genk baru, pokoke paling happening karena bisa dekat dengan artis terkenal, (sekarang justru mantan temen-temen dia menjauh dan semua buka kartu soal dia dulu hohohoh).

Genks, sebenarnya saya mau lupain ini lho. Tapi nggak apalah untuk jadi pelajaran, siapa tahu ada yang senasib sama saya yes.

Dunia wartawan itukan kecil ya. 4L: lo lagi lo lagi. Mau pindah desk liputan, mau pindah arah liputan, tetap aja ketemu itu lagi-lagi. Nah, pada suatu ketika, seorang produser musik yang kondang menggelar pengajian khusus untuk wartawan dan artis.

Tiap jumat malam, semua wartawan hiburan kumpul, juga banyak musisi terkenal macam Ahmad Dhani, Armand Maulana, Maia Estianty (dulu blom cerai), Ikang Fauzi, Ussy Sulistyawati, Ari Lasso, dan masih banyak lagi.

Setelah ngaji berjalan lama, produser itu memberikan 15 wartawan untuk umroh gratis (hebat ya, sayangnya sekarang nggak ada lagi pengajian). Nah, dia nih yang memang dekat banget sama si produser kebagian memilih wartawan untuk umroh. Dan sudah bisa ditebak, dia melewati saya. Padahal, banyak yang ngomong, tadinya saya masuk list.

Sudahlah, itukan tergantung dari rejeki dan amal solehah masing-masing orang. Hahahaha, jadi amal saya masih belum cukup.

Itu baru kasus pertama. Ada lagi nih kasus kedua.

Sebuah production house (PH) ternama kerjasama dengan sebuah film religi besar. Saat itu si PH membuat kuis di mana pemenangnya akan pergi umroh gratis. Untuk acara tersebut tersebar ke masyarakat, tentunya harus ada wartawan yang ikut umroh sekalian meliput serta dimuat di medianya. Lalu keluarlah dua nama, saya dan teman saya lainnya.

Entah kenapa humas PH malah diskusi sama dia, dan bertanya siapa yang enak diajak umroh. Bisa ketebak kan jawabannya apa?

Saya dapat info ini langsung dari temen saya yang akan diajak umroh itu. Saya cuma tertawa dan kasiah sih, kenapa dia segitu bencinya sama gue? Dosa gue apa coba sama dia? Yang bikin kesel, dia pakai ngejelekin saya di depan humas PH itu. "Aal gini orangnya..aal tuh suka begitu lho.. bla bla blaaa..."

Tapi Allah Maha Adil sodara-sodaraku sebangsa dan setanah air.

Pada suatu hari yang cerah, Alhamdulillah nama saya keluar sebagai penerima umroh gratis dari kantor. Masya Allah saya bersyukur, impact orang dizolimi. Selain umroh, saya juga dapat uang saku dari seseorang yang jumlahnya fantastis. Bersyukur berkali-kali.

Semoga teman saya ini bisa menemukan seorang sahabat, yang benar-benar sahabat, yang bisa membuatnya intropeksi.

Dia tetap dengan kehidupannya yang menyenangkan, banyak link, banyak uang, kerjaan beres, tapi gue yakin di dalam hatinya yang paling dalam dia kesepian. Nggak ada sahabat dan nggak ada keluarga.

Tips :
1. Jika tidak nyaman dengan seseorang dan telah melihat kebanyakan ruginya, mending menjauh dari orang itu.
2. Jangan terperangkap dengan seseorang yang merugikan diri kita sendiri.
3. Jika ada yang menzolimi, doakan kalau orang itu bakal mendapatkan yang dia inginkan
4. Sendiri itu bukan berarti tidak ada teman
5. Doa orang dizolimi itu langsung diijabah lho sama Allah SWT.

Note: Maaf ya yang berasa sama tulisan gue ini, nggak ada maksud apa-apa, ini sebagai share pengalaman aja ke orang lain.  No hard feeling to anyone. Peace.

Semoga bermanfaat

AAL