Dibalik Kesulitan Pasti akan Ada Kemudahan, Life is a Circle


Foto: AAL

Assalamualaikum,

One day one post day 3...

Hidup itu nggak ada yang sempurna. Hidup itu naik turun, kadang berada di bawah, kadang berada di atas. Life is a circle.

Baca juga: Reuni itu Banyak Manfaat atau Mudharatnya

Ada banyak kejadian di dalam kehidupan ketika kita di posisi atas dan banyak pula kesedihan ketika berada di bawah. Itu udah fitrahnya kehidupan. Namun, yang namanya manusia, meski udah menyadari hal itu, tetap saja kadang lupa untuk bersyukur.

Beberapa tahun lalu...

Saya merasa sangat beruntung dan banyak mendapatkan rezeki itu ketika mengenal seorang konglomerat sekaligus politikus. Waktu itu saya dikenalkan oleh bos saya di kantor, kebetulan konglomerat ini sedang membutuhkan infotainment untuk meliput pernikahan putranya yang mewah dan tentu mahal.

Saya yang sedang asik meliput film, di telpon pak bos untuk datang ke kantor si konglo ini. Langsunglah saya ngacir. Ini pertama kalinya ketemu seorang konglo bukan kapasitas saya sebagai seorang wartawan dan narasumber.

Komentar pertama ke konglo itu dia seperti raja. Omongannya nggak boleh dibantah, harus manut dan nurut, dan apa yang dia inginkan harus dapat. Sejak itu berturut-turut saya diberi proyek oleh konglo ini. Mulai dari soft opening hotelnya di Bali, lagi-lagi saya harus membawa infotainment.

Lalu saya diberi proyek pembuatan buku, dan masih banyak lagi. Saya jadi diberi kemudahan datang ke rumahnya di malam hari, ketika si pak konglo ini dalam keadaan santai. Saya berada di tengah keluarganya yang sedang berkumpul (jadi tahu, orang setajir apapun, sehari-harinya nggak jauh dari kita kok, meski rumahnya segede istana).  Alhamdulillah, saat itu penghasilan saya (di luar gaji) terbilang lumayan besarla.

Itu bisa dibilang saat saya berada di atas ya.

Perasaan? Biasa aja si, yang bikin seneng saldo tabungan jadi buncit aja, hahahahah. Saya bukan tipe orang yang terlalu excited lalu mengumbarnya, nggak banyak teman yang tahu saat itu saya lagi mengerjakan banyak proyek.  Saya hanya menjaga penghasilan saya saat itu agar tidak foya-foya dan jadi royal. Sadar banget, semua itu nggak bakal tahan lama.

Harusnya setelah mendapatkan link bagus gitu saya pertahankan ya. Nah saya paling nggak bisa tuh, basa-basi dan melobi orang supaya saya bisa terus kerja sama , seperti beberapa teman saya yang bisa terus 'berhubungan mesra' dengan orang-orang besar (baca: tajir melintir).

Entah ini kelebihan atau kekurangan, saya nggak bisa 'menjilat' orang yang akhirnya terus kerjasama dengan saya dengan iming-iming entah apa, mungkin pujian yang diberikan bertubi-tubi, entahlah. Saya yaaa begini. Kadang kesel juga sama diri sendiri, kenapa si nggak bisa menjaga klien mahal begitu.

Alhasil lepas dari Pak Konglo kerjaan saya kembali fokus sebagai wartawan yang gajinya bikin ngenes deh, hahahahah.

Hidup itu kadang di atas, dan kadang di bawah, saya sadar banget. Balik lagi, rejeki itu udah ada yang atur.

Jujur si, ketika sedang berada di bawah dan penghasilan sangat minim,  kadang kesel juga, udah berusaha kemana-mana, kontak konglo lagi, kontak klien, tapi semua nggak ada respon. Well...mau nangis kejer? Mau guling-guling cantik? Hahahaha, yaa terima aja. Yang pentingkan udah berusaha maksimal, udah ikhtiar, tabungan masih cukup untuk dipake, saya jadi merasa nggak bersyukur kalau terus-terusan marah.

Jadi mikirnya gini supaya tenang: Selama masih hidup, selama masih berusaha, Insya Allah ada aja rejeki yang akan dicukupkan.

Kalau lagi sedeng nih, liat temen-temen di medsos yang bahagia banget dengan limpahan rejeki mereka, suka iri banget. Tapi sudahlah...Toh itu giliran mereka berada di atas, giliran gue sekarang ada di bawah. Nanti waktunya lagi gue akan di atas, karena roda itu akan terus berputar selama kita hidup dan ikhtiar. Agree ganks?

Semoga bermanfaat

AAL

1 comment

  1. Wah kita sama mbaaa, aku juga paling ga bisa basa basi atau bermanis-manis gitu. Entah itu kekurangan atau kelebihan sih ya?

    ReplyDelete