Berkunjung ke Oman, Negara dengan Kurs Rp 40 Ribu

 



Assalamualaikum geys, 

Negara Oman selama ini bisa dibilang sebagai negara yang saya 'abaikan'. Mungkin karena kurang terkenal seperti negara Islam lainnya seperti Qatar atau Dubai. Atau bisa jadi karena saya nya yang kudet soal negara satu ini.

Ketika akhir tahun lalu saat saya akan umrah ada paket mampir ke negara Oman, saya ambil paket perjalanan itu. Pingin tahu seperti Oman? Kaget juga pas tahu kursnya Rp 40 Ribu. Beneran terkejoet. Soalnya selama ini saya kira yang kurs tinggi itu Euro.

Lalu saya mulai browsing soal Oman ternyata negaranya makmur, modern dan indah. Jadi makin penasaran.


Oman Air di toiletnya sempet2nya selfie hihihiih

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam, saya yang menggunakan maskapai Oman Air mulai mendarat di Bandar Udara Internasional Muskat. Bandaranya cakep dan modern juga luas dan tidak terlalu ramai malah cenderung sepi. 

Baca:
Pengalaman Ikut War Tiket Konser Coldplay
- Cari Travel Umroh yang Amanah itu Susah atau Gampang?
- Rasanya Umroh di Bulan September, Suhu 44 Derajat Celcius 

Bandaranya juga terlihat banyak kursi dari kayu yang berbentuk unik, meliuk. Terkesan futuristik. 


Bandara Internasional Muscat


Baca:
9 Hikmah #DirumahAja Karena Wabah Covid-19
- Ke Gunung Uludag Turki, Indahnya Kota Bursa
6 Hal yang Perlu Diwaspadai Jika Pergi ke Luar Negeri
Ke Turki Lebih Baik Membawa Dolar US, Lira atau Rupiah?
Penerbangan Panjang ke Turki 


Lalu saya mencoba toiletnya, bersih juga dan wangi. Yang saya suka jika berkunjung ke negara yang mayoritas Islam adalah di toilet umum juga disediakan air untuk cebok dan tisue. Tak berbeda jauh dengan Indonesia. Cobain ke negara yang Islam minoritas, hanya ada tisue tanpa air. Berasa kurang bersihkan.

Mendarat di Oman malam hari dan kita menuju ke luar bandara yang sangat sepi jika dibandingkan dengan Bandara Soeta. Beneran sepi, tanpa ada pengunjung. Oiya, di bandara juga ada musola lengkap toilet dan tempat wudhu. Malah di depan musola ada mesin untuk mengambi air minum.

Lantaran udah malam, tidak terlihat jelas bagaimana Kota Muscat (Ibu Kota Oman) wujudnya. Badan juga letihkan, kelamaan di pesawat. Lalu saya dengan seorang teman sekamar, Santi mendapatkan kamar di lantai 3.

Baca:
- Cara daftar Paspor Anak di Bawah Umur di WTC Serpong

Hotel di Muscat


Hotel di Oman

Hotelnya tidak begitu luas tapi desainnya unik. Di dalam kamar tak berbeda dengan hotel lainnya, cuma agak lucu aja dengan model sofa 3 seat yang diletakkan horisontal. Ketika televisi dihidupkan, saya kepo isi acara TV- dan melihat semua channel. Bahasanya tentu susah dimengerti karena menggunakan bahasa Arab, Lol.

Keesokan paginya, sarapan sekalian check out hotel karena akan city tour sekaligus sore harinya terbang ke Madinah. Restoran untuk sarapan juga tidak terlalu luas, letaknya di lobi dekat resepsionis. Ddisediakan makanan berat yang isinya nasi mandi, sosis, telur puyuh, dan makanan khas lainnya yang jujurli nggak bikin saya napsu. Saya termasuk susah emang cobain makanan baru di sebuah negara atau daerah.



Juga ada spot untuk salad, kopi, roti beserta selai dan mesin roti panggang. Saya memilih yang aman, yakni cappucino, roti panggang dan telur rebus. Itu juga udah kenyang geys.

Setelah pepotoan sebentar di sekitar hotel kita rombongan menuju ke Masjid Agung Sultan Qaboos (ini akan saya tulis khusus ya jangan dicampur di sini. Insya Allah). Masjidnya Masha Allah indah dan luasnya. Desain, ornamen, bangunan semuanya bikin decak kagum.

Di Masjid Agung Sultan Qaboos


Dari masjid kita dibawa ke Pasar Muttrah Souq di Oman (Ini Insya Allah juga saya tulis sendiri, sayang fotonya nggak bisa pamer kalau dicampur dengan tulisan ini heheheh). 

Pasar Muttrah Souq di Oman 


Setelah puas kedua tempat itu, kita menuju bandara menuju Madinah.

Tips:

- Oman negara yang makmur dan maju. Kebanyakan penduduknya menggunakan bahasa Inggris dan Arab. Kalau bisa bahasa Inggris, berarti kamu aman.

- Berbeda dengan negara Arab Saudi, wanita yang berkunjung ke Oman bisa mengenakan pakaian terbuka serta tanpa jilbab atau kerudung. Kebayang udah segitu modernnya mereka.

- Tour Guide lokal mereka baik dan dengan senang hati mengenalkan kota Muscat. Rata-rata mereka fasih berbahasa Inggris.

- Kalau lagi berkunjung ke Oman di musim panas, gunakan topi atau payung. Dan memakai sun block ya

- Gunakan pula pakaian yang nyaman dan dari bahan yang menyerap keringat.

Semoga Bermanfaat

Alia F




No comments