Cara Daftar Kuliah di Malaysia tanpa Agen

 



Bismillah,

Assalamualaikum, Cara Daftar Kuliah di Malaysia tanpa Agen- aliaef.com

Kuliah di Malaysia banyak diincar oleh calon mahasiswa di Indonesia. Alasannya biaya tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan Indonesia, lokasi lebih dekat, bahasa dan makanan juga tidak berbeda jauh.

Itu yang menjadi alasan saya mengincar kampus negeri di Malaysia untuk si sulung. Kampus negeri di Indonesia itu susah banget dapetnya, selain butuh nilai tinggi, persaingannya ketat banget. Bukan berarti nilai sekolah anak saya kecil geys, nilainya di atas 8 kok. Sedangkan kampus negeri di Malaysia hanya berdasarkan nilai raport, dan nilai tes bahasa Inggris, IELTS atau TOEFL IBT. Posisi universitasnya di Asia pun terbilang bagus untuk universitas terbaik, jadi paling nggak, jika nggak dapat UI, UGM, ITS atau IPB bisa dapat universitas negeri sejajar di Malaysia, begitu pikiran saya.

Survei

Nah, sejak setahun sebelum si sulung lulus saya sudah mulai survei kecil-kecilan. Mulai dari brosing, nonton youtube, tanya-tanya temen, atau tanya langsung mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana.  Pokoknya siapa aja yang anaknya kuliah di Malaysia pasti kena sasaran saya untuk ditanyai. Pas mendekati dia akan lulus SMA, saya semakin nyolot mencari informasi sekalian dibarengin doa (ambisius bingit). 

Jadi ketika ada informasi di website soal pendaftaran kuliah di Malaysia, langsung si sulung mengumpulkan semua persyaratan yang diperlukan: 

1. Nilai raport 1-5 atau USBN
2. Paspor
3. Foto
4. Form yang ada di website

Semua di submit ajah.

Alhamdulillah setelah sebulan submit, akhirnya mendapatkan dapat email kalau si sulung diterima di dua tempat sekaligus, yakni Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universitas Utara Malaysia (UUM). Keduanya negeri dan masuk jajaran 5 terbaik kampus di Malaysia, sedangkan UKM masuk kampus terbaik di Asia.

Nah, sekarang mumpung masih baru, ingatan masih fresh takut hal-hal kecil terlupakan jadi saya buru-buru tulis di blog. Selain itu si sulung belum berangkat ke Malaysia jadi bisa tanya-tanya ke dia soal cara pendaftarannya. Soalnya, ini semua pure dia yang daftar sendiri, paling tanya ke saya atau paksu hanya untuk make sure aja atau diskusi.

Okeh..begini awal ceritanya. Saya mau cerita dari awal jadi alurnya enak.

Hunting Kampus di Malaysia




Ini waktu datang ke Edufair di Kedubes Malaysia, Jakarta

 
Baca:
Naik Cable Car di Piere Loti Hill 

Sekitar bulan Oktober 2019 ada Edu Fair di Kedutaan Malaysia, Kuningan Jakarta. Event ini saya tungguin lho, takut kelewat. Lalu saya dan si sulung datang untuk melihat dan mencari informasi, ternyata ada beberapa universitas negeri dan swasta yang buka stand. Tapi beberapa universitas juga hanya melayani untuk sekolah master saja (S2). 

Lalu saya tertarik di stand UUM (Universitas Utara Malaysia) lantaran tertulis kuliah di sana murah hanya Rp 15 juta include biaya asrama. Lalu saya juga bertanya di beberapa stand, tapi memang nggak ada stand untuk beberapa universitas negeri yang saya brosing seperti Putra Malaysia, Malaya, UKM, Universita Teknologi Malaysia (UTM).

Yang didapat dari Edufair


Soal UUM ini memang letaknya jauh dari Kuala Lumpur dan kota besar lainnya. Di bagian utara Malaysia, dekat ke Aceh dan Thailand. Kawasan Sitok namanya, masih banyak area hutan dan lahan kampusnya luas. Saya udah langsung tertarik, selain murah, lokasinya kayaknya sehat gitu, alam, banyak hutan, binatang dan pepohonan, pas banget dengan karakter si sulung yang suka alam dan fotografi.

Baca: 
Cari Info Kuliah di Malaysia Katanya Lebih Murah, Ada 1 Semester Hanya Rp 10 Juta

Lalu ketika di websitenya ada pembukaan untuk mahasiswa baru, si sulung mulai mengurus dokumennya. Lantaran tahun ini nggak ada UN, jadi nilai persyaratan diambil dari nilai rata-rata raport yang minimal 7, si sulung juga salah mengambil tes TOEFL. Harusnya TOEFL IBT tapi sulung malah TOEFL IPT. Pantes beda harganya jauh, kalau yang IBT sampai jutaan. Alhasil tes ulang, ikut IELST, Alhamdulillah skore nya sudah sesuai persyaratan.

Target awal dia mendaftar di UUM. Semua berkas dikirim via online, sekaligus membayar uang pendaftaran kalau dirupiahkan kurang dari Rp 400 ribu. Nggak beda jauhkan dengan di sini. Pembayaran melalui kartu kredit dan transfer (tapi hanya di beberapa bank saja yang bisa). 

Nah, sejak tahun lalu saya berkenalan dengan seorang mahasiswi  asal Indonesia yang kuliah UTM (Univeritas Teknologi Malaysia). Dia merekomendasikan seniornya di UTM asal Aceh yang juga menjadi agen. Menariknya, dia tidak menarik bayaran dari student, jadi dia sudah diberikan fee dari kampusnya. Wah saya senang bangetkan, dimudahkan.

Lalu saya bertanya-tanya dan konsultasi soal jurusan, persiapan dan soal uang kuliah.  Lalu dia mengirim semua persyaratan dan rincian biaya kuliah selama 4 tahun, semua jurusan dan uang kuliah per semester. Melihat angka lalu saya hitung di kalkulator, mendadak migren saya tuh. Angkanya nggak masuk ke anggaran uang kuliah si sulung. Mihhil geys. Pantes UTM mahal, selain masuk terbaik 5 besar untuk kampus tehnik , uang pendaftarnya saja lebih dari Rp 1 juta. okeh, ini skip.

Lalu untuk back up, saya menyarankan si sulung untuk mendaftar di universitas lain, selain UUM. Dia menuju ke UKM (Universitas Kebangsaan Malaysia), ini juga salah satu yang terbaik. Malah taglinenya daftar tanpa ada tes bahasa Inggris, IELTS atau TOEF. What?

Melihat uang pendaftaran nggak beda jauh dengan UUM, nggak nyampe Rp 400 ribu. Jadi asumsi saya uang kuliahnya juga nggak beda jauh dengan UUM dong. Si sulung mulailah daftar dan submit semua dokumen via website.

Menariknya, ketika submit dokumen selesai, langsung ada pemberitahuan kalau telah diterima semua dokumen di UKM. Saya deg-degan, kok UUM nggak ada pemberitahuan, apakah ditolak? Perbedaan pendaftaran ke UUM dan UKM itu berjarak 2 minggu. 

Namanya emak-emak rempong, saya sampai tanya ke Kastrat (Kajian aksi strategis) PPI UUM, apakah ini ditolak. Lalu mereka menyarankan untuk bertanya langsung dengan cara menelpon. Oiya, saya juga bertanya ke admin Ayo Kuliah di  Malaysia via IG dan dia memberikan kontak langsung ke direktur marketing UUM lho. Ambisius kan gueeee.

Sayapun menelpon langsung ke UUM geys, untuk make sure, kenapa ini berkas anak gue nggak ada kabar? LOLS... 


Awal tahun 2020 kita sempat ke Kuala Lumpur, kiddos menikmati banget main di outdoor (taman belakang di Menara Petronas), mereka amazing melihat Malaysia yang lebih 'teratur' dari Indonesia.

Bacaan Penting:
Kuliah di PTN Dijamin Sukses, Yakin?
10 Kelebihan atau Keuntungan Menjadi Jurnalis
Mau Jadi Jurnalis? Ini Syarat Pentingnya
- Cara Meliput Berita untuk Jurnalis Baru, Ini Tipsnya

Kabar Baik 

Ini yang lucu bin gmz sama si sulung. Jadi semua info dan kabar kan pastinya ke email dia. Ketika sulung dapat email dari UKM kalau dia diterima kita happy banget. Pas berbarengan di hari yang sama dia mendapatkan email dari UUM dengan tulisan in englis, "semua berkas anda sudah sukses kami terima.''

Saya nggak liat emailnya secara detil, saya hanya minta forwad ke email saya, tapi si sulung dengan kekeuh bin sotoy ngomong, ''isinya gitu doang.'' okeh. 

Nah, pas dapat pengumuman UKM kita happy banget. Semua berkas untuk urus visa, pendaftaran, dan pembayaran dikirim dari kampus. Dan ada waktu deadlinenya untuk kepastian diambil gak nih tawaran. Tapi pas melihat bagian pembayaran ini bikin mules, karena  biaya kuliahnya nggak sama dari yang saya brosing. Mihhhiill bangett geyss untuk saya. Migren tingkat dua ini. Tapi pastinya UTM lebih mihil.

Lalu untuk memastikan angkanya, saya Itung-itung lagi pake kalkulator dengan nilai rupiah, waduh untuk awalnya saja masuk tuh ke angka Rp 50 juta (soal biaya nanti saya tulis rinci di bawah, UTM, UKM dan UUM ya).  Untuk awal pembayaran ini meliputi seperti uang visa, registrasi, deposito (yang bisa diambil saat kelulusan), kelas intensive bahasa Inggris (karena nggak dimasukan nilai IELST) dan lainnya.

Kita keep dulu soal UKM, si sulung membalas dengan klik Agree. Kalau klik Agree, kita masih dikasih waktu sekitar satu bulan untuk terima atau gak dengan cara membayar pendaftarannya. Kalau nggak klik Agree, bisa terhapus sendiri dari sistem kalau kita menolak dalam jangka waktu yang pendek.

Itu telah 3 hari berlalu, kita belum ambil keputusan untuk UKM, lantaran masih sabar menunggu dari UUM. Saking nggak sabarannya, saya telpon langsung ke kampusnya di Sintok, langsung ke bagian pendaftaran mahasiswa baru.  Dari obrolan tersebut ternyata si sulung udah dikirim email dan diterima di UUM.. Lalu saya minta buka emailnya yang tertulis "semua berkas anda sudah sukses kami terima.''

Tau gak geys, di bawah tulisan itu ada banyak link yang sama dia nggak dibuka samsek, oemji. Padahal di link-link itu semua ada penjelasan kalau dia diterima, proses pendaftaran, kuliah online atau tatap muka lagi, juga soal  uang kuliah. Si sulung berasumsi kalau proses penerimaan bakal sama kayak UKM, hanya pemberitahuan dokumen telah diterima. Itulah anak generasi Z ini, sotoy banget (maklumin, saya sama anak emang kayak temen jadi ngomong sotoy no problemo, lols).

Dan saya bersyukur banget, Alhamdulillah si sulung diterima diterima dia dua universitas negeri di Malaysia.

Tips untuk daftar sendiri tanpa agen (lumayan banget bisa mengurangi biaya Rp 50 juta): 

1. Harus sabar banget, kalau nggak sabar bisa mundur. Karena semua proses pakai bahasa Inggris, ini pertama kali urus anak sekolah ke luar Indonesia, dan ada beberapa istilah yang kita nggak paham.

2. Sering-sering googling kalau ada yang bikin bingung.

3. Sering-sering tanya ke PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Malaysia. Atau ke PPI universitanya, misalnya PPIUUM. Follow Instagramnya, bisa bertanya via DM atau simpan nomor kontak dari bio.

4. Sering-sering tanya ke Instagram Ayo Kuliah di Malaysia (which is Kedubes Malaysia di Jakarta). Itu adminnya kooperatif banget, pertanyaan kita selalu dijawab. Kalaupun gak langsung dijawab, dia akan tanya ke bagian lain baru kita dikasih info yang valid.

5. Follow Instagram Kajian Aksi Strategis (Kastrat) PPI UUM. Di sini juga ada kontaknya untuk mahasiswa, dicatet, disimpan dan bisa ditanyai. Kooperatif dan membantu banget.

6. Cari sebanyak-banyaknya informasi di google atau youtube. Ini juga ngebantu banget supaya kita ada bayangan bagaimana prosesnya.

7. Belajar untuk tes IELTS. Bisa dicari di Youtube simulasi cara mengisi tes IELTS . Atau buka website British Council, IELTS Asia dan IELTS Online Test (IOT) .

Dokumen yang perlu disiapkan, yaitu:

1. Passport, halaman identitas. Pastikan passport masih aktif hingga 18 bulan kedepan.
2. Photo background putih, bukan hasil photoshopped.
3. Rapor dari semester 1-6.
4. Biaya Processing Fee sebesar RM330. Bisa dibayarkan dalam rupiah.
5. Ijazah/SKL (atau ijazah sementara) yang memuat nilai rata-rata rapor dan nilai USBN.
6. Sertifikat IELTS (score > 5.5) atau TOEFL PBT (score > 500) atau TOEFL IBT (score > 59).  TOEFL ITP tidak diakui di luar negeri.

Nah jika nilai bahasa Inggrisnya tidak sesuai skore, bisa tetap kuliah tapi ada kelas tambahan. Tiap kampus berbeda-beda, jika UTM  diwajibkan berbarengan kuliah mengambil IELTS Class di semester pertama + IELTS test di akhir semesternya. Jadwal IELTS Class akan menyesuaikan dengan jadwal kuliah student sehingga IELTS Class tidak akan mengganggu timetable student di fakultas masing-masing.

Biaya kuliah dengan Agen

Berbicara soal agen, anak saya pernah iseng bertanya ke sebuah agen terkemuka berapa biayanya untuk memakai jasa agen kuliah di UUM. Yunowat, untuk pendaftaran awal saja, yang cuma submit-sumbit di websitenya itu dikenai biaya Rp 8 juta.  Jadi total keseluruhan, kalau anaknya cuma duduk, nggak buka email, pokoknya gak mau ribet, semua udah diurus, tinggal bawa tas aja ke kampus, itu kurleb habis Rp 50 juta. Kaget? Banget. 

Ini saya jabarkan yang didapat si sulung ya

Pembayaran dibagi 3 termin (UUM):

- Termin 1 (RM 2300): RP 8 jt (ketika mendaftar)
- Termin 2 (RM 8050) RP 28 jutaan (ketika sudah diterima)
- Termin 3 (RM 7840-eng)

Ketika berangkat

*menggunakan nilai tukar 1 RM = IDR 3500

Biaya Kuliah

Ini coba saya rinciin biaya kuliah tahun 2020: (ini saya copas plek dari yang bersangkutan, nggak ada dikurangi atau ditambah): 

Universitas Utara Malaysia (UTM): 


PERSYARATAN NILAI: (untuk nilai rata-rata rapor dan nilai USBN)

1. Engineering
Nilai > 80 untuk ke-3 pelajaran berikut:
•Matematika
•Fisika
•Biologi/Kimia

2. Science
Nilai > 80 untuk 3 dari 4 pelajaran berikut:
•Matematika
•Fisika
•Biologi
•Kimia

3. Architecture
Sama seperti Science, ditambah syarat berikut:
•Essay in English "why are you interested in architecture"
•Drawing a view of a room, paper size A3
•Artworks (Drawings/Sketch/Art/Paintings/Figures/etc)
•Interview via Skype

4. Social Science
Nilai > 80 untuk 3 dari 7 pelajaran berikut:
•Matematika
•Fisika
•Biologi
•Kimia
•Geografi
•Ekonomi
•Akuntansi

5. Computer Science
Nilai > 80 untuk Matematika dan 2 dari 4 pelajaran berikut:
•Fisika
•Biologi
•Kimia
•Teknologi Informasi dan Komunikasi


Ini lebih detial biaya kuliah tiap fakultas dan jurusan di UTM

Baca:
Pengalaman Makan di Nasi Kandar Pelita, Kuala Lumpur Malaysia
- Cari Jaket Winter Murah di Pasar Senen, Cuma Rp 85 Ribu
Berkunjung ke Anitkabir, Makam Mustafa Kemal Ataturk di Ankara Turki
- Hidden Gems, Beli Souvenir Malaysia yang Murah
Itinerary 4D3N Murah Meriah ke Kuala Lumpur
Pengalaman Belanja di Outlet Munira Turki, Ini Tips nya Agar Gak Kemahalan

Biaya diatas belum termasuk:
VAL (Visa Approval Letter) application : RM1,900
Deposit personal bond : RM500 (bisa diclaim setelah tamat belajar)
SEV (Single Entry Visa) application : Rp890,000
Medical check up : RM250
Dormitory/hostel : RM2,000-2,500/semester
Perpanjang visa di tahun kedua dan seterusnya : RM220/tahun
Convocation/biaya wisuda : RM200

Untuk living cost tidak dirincikan karna terpulang kepada kebutuhan personal masing-masing.

Sebagai gambaran;
1x makan : RM5.00 (nasi+ayam+sayur)
Teh manis dingin : RM1.20
Laundry (kapasistas mesin 4kg) : RM5.00 + RM4.00 (drying machine)
Ada juga mesin cuci kapasitas 4kg di dormitory : RM3.00 (harus jemur sendiri).
Telekomunikasi : RM30.00 (15GB + unlimited social media), disamping akses free wifi tercover seluruh kawasan kampus.
Transport : Free shuttle bus kampus.  Ada juga Grab.

Universitas Utara Malaysia (UUM) 

Ini rincian biaya kuliah tiap fakultas dan jurusan di UUM

UNIVERSITAS KEBANGSAAN MALAYSIA (UKM)






Ketika link di email dibuka lagi, udah nggak ada detil lengkap biaya kuliah. Mungkin karena sudah menolak dan lewat waktu deadline. Intinya, biaya kuliah (semoga saya nggak salah, saking banyaknya biaya kuliah yang dilihat) selama 4 tahun kurang lebih Rp 200 juta sekian.

Jadi karena pandemi, Malaysia melarang WNI dan mahasiswa Indonesia untuk datang ke sana. Alhasil sampai ada pengumuman kelanjutan, si sulung mengikuti kuliah lewat online. Kita juga belum ada bayangan kayak gimana tekhnisnya, kuliahnya sendiri akan dimulai awal Oktober 2020 ini. Nanti Insya Allah akan saya tulis lagi progressnya.

Semoga Bermanfaat

Alia Fathiyah

Ini Vlog yang dibuat ketika ke Edufair, subscribe VLOG AAL ya

















No comments

Alsya Communications

Alsya Communications
Media Consultant untuk press conference, media gathering dan press release. Tim kami terdiri dari para mantan wartawan sehingga memudahkan untuk interaksi dengan media di Indonesia, baik media cetak, media online, atau blogger.