Jalan-jalan ke Pasar Cipadu, Pusatnya Kain Tekstil



Sudah lama saya mendengar soal Pasar Cipadu yang lokasinya di Kreo Cileduk. Nah kebetulan, akhir pekan kemarin saya ada kesempatan datang ditemani suami dan anak-anak (ini kayak mau kondangan semua diajak, hihihhi). Selain penasaran banget, saya ingin tahu seperti apa pasarnya.

Setelah melakukan browsing, artikel soal Pasar Cipadu sudah banyak yang kadaluarsa.  Kebanyakan mereka meresensi pasar itu tahun 2009, atau 2012 , nggak ada yang terbaru. Nah, untuk pembaca setia blog saya, ini saya tulis kembali soal Pasar Cipadu, jika kurang puas silahkan puaskan sendiri alias langsung datang saja yahhhh.



Selain penasaran, saya juga ada misi mencari seprai untuk di rumah. Katanya bahan seprai di Pasar Cipadu murah dan banyak pilihan. Dibantu dengan GPS, akhirnya sampai juga di Pasar Cipadu. Oiya, lokasi rumah saya di Serpong. Jadi saya melewati tol BSD dan keluar di pintu tol Bintaro (Pondok Aren). Dari sana saya menuju ke arah Jurang Mangu dan sisanya silahkan mengikuti petunjuk.

Masuk ke lokasi Pasar Cipadu mengingatkan saya dengan lokasi Batik Trusmi, di Cirebon. Di sepanjang Jalan Trusmi di setiap rumah sudah banyak toko batik yang dijual. Tak jauh berbeda dengan Pasar Cipadu, meski di sini kebanyakan toko dan ruko. Juga ada lahan yang dibuat toko-toko untuk berjualan berbagai jenis bahan. Jadi jangan bayangkan seperti Tanah Abang.

Kanan-kiri toko di tengahnya jalan raya lumayan ramai. Saya memilih untuk memarkirkan mobil dekat masjid, dan mulai berjalan ke beberapa toko. Jika ingin dibandingkan dengan Tanah Abang, tentu sangat berbeda. Tanah Abang sudah disiapkan gedung-gedung besar yang di dalamnya banyak toko, dengan banyak pilihan barang. Kalau di Pasar Cipadu terbilang sepi dan toko-tokonya juga kecil.



Belanja di sini lebih lengang, tidak sepadat di Tanah Abang. Tapi memang saya akui, meski Tanah Abang selalu ramai dan padat, memang lebih menyenangkan belanja di sana karena banyaknya pilihan dengan harga murah.

Lalu bagaimana soal harga? Untuk bahan kiloan, semua toko memberikan harga sama, yakni Rp 65 ribu/kilonya. Jika pintar menawar, silahkan dicoba. Biasanya mereka tanya, "mau ambil berapa kilo?" Nah, kalau sudah begitu, tandanya pedagang memberikan kode bisa ditawar.

Sedangkan bahan meteran harganya beragam, tergantung bahan yang diinginkan. Saya membeli bahan kaos 2 kilo dengan warna berbeda. Saya udah ukur, bahan 1 kilo itu saya dapet sekitar 4 meter. Murce bangetkannn. Lalu bahan kemeja yang harga per meternya Rp 29 ribu dan Rp 35 ribu. Membeli seprai berukuran 200 cm x180 cm. Untuk bahan katun jepang Rp 285 ribu sedangkan katun lokal Rp 125 ribu.
Ini hasil belanjaan saiiaahhh
Ada seorang ibu yang menyapa melihat belanjaan saya. "Punya butik ya mbak?" Saya nyengir. Pingin sih punya butik tapi sepertinya susah karena nggak bisa jahit, tapi pertanyaan ibu itu jadi bikin saya nyadar, untuk apa saya belanja bahan segitu banyak? hahaha, emak-emakkkk nggak bisa lihat bahan kece.

Yang sudah pernah ke Cipadu silahkan berbagi di bagian komentar yaaa

AAL