HUT 150 Tahun, Serunya Berkunjung ke Pabrik Cerelac


Belum lama ini saya bersama Kumpulan Emak Blogger diundang oleh produk Cerelac mengunjungi pabrik PT Nestle di Karawang.  Tentu saya excited banget, mau tahu seperti apa pabrik yang memproduksi nyaris semua produk makanan di Indonesia. Tau dong, produk apa aja yang ada di Nestle, jumlahnya ribuan.
Emak2 Blogger narsis

Pagi hari saya dan 14 emak blogger sudah ada di dalam bus menuju Karawang. Bus-nya saja udah kece banget. Selain jejeran kursi seperti bis pada umumnya, pada pertengahan badan bus dibuat berbeda. Ada ruang untuk merokok, toilet di samping tangga deket pintu, paling belakang dibuat ruangn yang berisi kursi sofa melingkar yang tengahnya ada meja dan mentok belakang di buat area untuk tiduran. Di depan sofa itu ada seperangkat alat dan televisi untuk karaoke. Kecekan.

Selama dua jam perjalanan, kita sampai dan disambut oleh pihak Cerelac. Undangan ini dalam rangka ulang tahun 150 tahun Cerelac, dan tentunya PT Nestle untuk menengok pabriknya yang memproduksi lebih dari 70 ribu produk yang tersebar di seluruh dunia.

Sedikit saya ulas soal sejarah Cerelac
Henri Nestle
Kaleng produk pertama Cerelac
Jadi singkat ceritanya begini, Henri Nestle pada 1866 sudah membuat susu kental manis di mana lokasi pabriknya terletak di Cham Swiss. Nah, setahun kemudian, Henri yang seorang imigran Jerman lalu pindah ke Vevey, Swiss, tergerak hatinya melihat anak tetangganya yang lahir prematur karena tidak bisa menerima air susu ibu (ASI). Henri yang ahli farmasi  ini lalu membuat Mpasi (makanan pendamping ASI) yang disebut Farine Lacte, yakni campuran susu sapi dan tepung gandum yang diproses secara khusus.

Hingga kini Cerelac telah banyak membantu ibu-ibu yang kebingungan untuk memberikan makanan bergizi pada anaknya. Fase penting pertumbuhan seorang anak itu adalah dua tahun pertama kehidupannya. Setelah seorang bayi melepas Asi ekslusif di usia enam bulan, maka dibutuhkan makanan pendamping ASI  untuk menambah pasokan gizi yang semakin berkurang, efek dari berkurangnya jumlah ASI.

Saat ini Cerelac sudah di kembangkan dalam berbagai varian rasa, seperti rasa pisang, beras merah, kacang hijau,wortel labu ati ayam, rasa apel, jeruk, pisang, juga rasa ayam dan bawang.
Selain itu Cerelac juga mengeluarkan varian baru yang mengandung susu dan harganya tentu lebih mahal dari yang ekonomis, yakni rasa kurma dan madu, beras merah, serta wortel bayam labu.

Tips Cerelac
Banyak gizi yang terkandung di Cerelac

Saya juga baru tahu nih, untuk mengolah bubur Cerelac tidak perlu air mendidih, hanya perlu air hangat kuku, Cerelac langsung bisa diberikan ke bayi. Selain itu, Cerelac tersebut lebih baik dihabiskan dalam waktu 20 menit saja, karena Cerelac yang mengandung bahan alami dikhawatirkan terkena bakteri setelah diolah.

Sedangkan tepung Cerelac yang sudah dibuka, disarankan dimasukkan ke dalam box kedap udara. Tidak disarankan melipat kemasan aluminium foil usai digunakan karena dikhawatirkan robek tanpa kita sadari. Setelah itu letakkan di dalam lemari es.

Tour Galeri 
Galeri Nestle
Menuju ruang galeri, kita disuguhkan informasi menarik beberapa produk Nestle yang di produksi di Karawang. Galeri ini luas, dan diberikan setiap spot (ruangan) untuk produk Nestle. Galeri tersebut banyak memberikan informasi serta edukasi soal nilai gizi yang ada di produk Nestle, seperti Cerelac, Milo, Coffee, Lactogrow dan Dancow Batita. Banyak spot menarik yang menurut saya sangat bagus jika anak-anak bisa mengunjunginya.

Ternyata galeri tersebut dibuka untuk umum, dan jika ada yang berminat bisa menghubungi pihak Nestle lewat akun media sosial. Bahkan di belakang produk Nestle juga tertera call centre untuk memudahkan komunikasi.

Selain menengok pabrik Cerelac, kami juga disuguhkan resep Mpasi dari Cerelac. Ternyata Cerelac bisa dimodifiksi dengan makanan lain, selain untuk penambah gizi, resep ini bagus banget untuk anak-anak yang susah makan yang disuguhkan oleh Cheff cantik Wibisono Vania.
Chef kece Vania

Resep Cerelac Traffic Light Scrambble Egg


Cerelac Traffic Light Scramble Egg

Bahan:
3 sdm Cerelac rasa wortel bayam labu
Bawang bombay dicincang halus
Paprika hijau dan merah dicincang halus
2 butir telur ayam kampung (ayam negri juga boleh)
1sdt mentega
roti tawar kupas

Cara Membuat: 
Kocok telur yang dicampur bawang bombay dan paprika. Panaskan mentega di pan teflon, lalu masukkan kocokan telur sambil diaduk. Jika terlihat sudah matang, masukkan bubur cerelac dan aduk kembali, angkat. Bisa dimakan dengan roti tawar.


Alia Fathiyah








Bisnis Kosmetik, Cara Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama Atasi Kritikan Blogger


Foto: Ruhul Gobel
Akhirnya yang ditunggu datang juga, event "Gathering Beauty Blogger with Dissy".  Pasangan selebritas Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama mengundang beauty blogger untuk memperkenalkan produk kosmetiknya, Dissy yang dirintis sejak 2014.

Jujur nih, menunggu event ini ada deg-degan juga. Deg-degan jika tiba-tiba yang datang tidak sesuai undangan, lantaran waktunya mundur seminggu. Deg-degan karena saya yang koordinir blogger untuk hadir, hihihihi.

Nah untuk tulisan kali ini saya coba mengulik sedikit soal event dan produknya ya. Taarrraaaa....

Event Dissy

Pada Sabtu, 10 September 2016 di Restoran Lowville, Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, acaranya digelar. Dalam undangan, tertulis acara dimulai jam 11, dan saya yang saat itu menjadi "pelayannya blogger",( Lol), udah sampe di lokasi jam 9.30 pagi.

Restoran masih sepi, tampilan masih seadanya, meja dan kursi menyatu untuk pengunjung. Tidak lama, Mbak Hesti, yang bertanggung jawab di Lowville menghampiri saya untuk menanyakan layout venue mau dibuat seperti apa.

Saya yang diuntungkan sering membantu acara seperti ini, hanya meminta kursi yang dijejerkan seperti acara-acara dalam press conference. Sedangkan untuk narasumber yakni Ussy dan Andhika disediakan sofa merah dan standing banner Dissy ada di samping kanan dan kiri.

Meja registrasi diletakkan di pintu masuk, dan meja khusus untuk semua display produk Dissy ada di samping kursi. Interior restauran yang dibuat dengan nuansa kayu dan western, acara tersebut jadi terlihat kece ketika produk Dissy bertebaran di tempat tersebut.

Foto: Ruhul
Tak lama satu persatu blogger datang. Namanya juga beauty blogger, mereka muncul full make up, dandanan yang ca'em dan tren, juga terlihat percaya diri. Mereka seperti menguasai hal-hal yang berbau produk kecantikan. Display produk yang ada, mereka jadikan objek foto dengan berbagai pose, tentunya untuk keperluan penulisan. Keren.

Nah, blogger tentu sangat berbeda dengan wartawan.

Jika saya menggelar acara serupa untuk wartawan, deg-degan saya menumpuk, handphone tak lepas dari tangan menelpon teman-teman wartawan untuk menanyakan keberadaan mereka. Seringnya sih, pada last minute, mereka mengabari tidak bisa hadir dengan alasan macet, sedang deadline atau diminta kantornya untuk meliput tempat lain. Alhasil, jumlah wartawan yang diundang gak pernah full.
Foto by me
Tapi untuk blogger? Alhamdulillah mereka datang tepat waktu dan full 30 beauty blogger,  seneng banget. Makasih yaaaaa (pokpokpok..tepung tangan untuk blogger).

Foto: Ruhul
Sebelum acara dimulai, para blogger makan siang dulu, karena jika di tengah-tengah acara mereka kelaperan, bisa-bisa nggak fokus. Tak lama, Andhika yang muncul belakangan karena habis syuting di Bandung nongol. Yang bikin saya tersenyum geli, para beauty blogger itu kasak kusuk sambil bisik-bisik melihat Andhika, hahaha. Ganteng ya..

Pasangan yang nyenengin itu membawa anak terkecil mereka, Elea atau disapa Cibul (Cina Bule qiqiqiq, dia dipanggil nengok lho). Sedangkan dua anak mereka yang lain, kata Ussy sudah ada acara lain.

Alhamdulillah banget, acaranya berjalan sukses dan komunikatif. Ussy dan Andhika dengan detil menjelaskan soal perjuangan mereka untuk membesarkan Dissy seperti sekarang. Yang saya kagum itu, ternyata blogger-blogger kece itu kritis lho. Mereka tak sungkan-sungkan memberikan kritiknya soal produk Dissy. (Gue pikir, secara mereka baru ketemu artis kayak Ussy dan Andhika pastinya bakal nggak enak kalau kasih kritik, tapi ternyata tidak. Keren!).

Dan hebatnya lagi, Ussy dan Andhika justru menerima semua kritikan dengan besar hati dan menjawabnya dengan santai. Wajah mereka justru senang mendapatkan masukan dan saran untuk Dissy.

Biasanyakan nara sumber memberikan jawaban asal saja jika dikritik, yang penting enak didengar dan ditulis, nggak tahu kebenarannya. Tapi Ussy dan Andhika menjawab beberapa hal dengan jujur. Soal kemasan produk, soal wangi buah dari luluran yang kurang "nendang" atau bahkan kata Andhika, kemasan produk yang kece itu harus dibuat di Cina yang harganya muahalll..

Di sela-sela acara juga dibuatkan lomba live tweet, sehingga hastag Dissy (#Dissy) langsung trending topic dalam beberapa jam! Waaaa...cooll.

Foto by me
Selain lomba live tweet juga ada lomba Instagram. Jadi 30 beauty blogger ini sudah mendapatkan produk Dissy sebelum acara dan diminta dengan sukarela untuk memposting ke IG masing-masing dengan Hastag Dissy. Pada akhir acara ditemukan lima pemenang untuk kedua lomba. Masing-masing pemenang mendapatkan produk Dissy yang buanyak, juga ada uang tunai.

Lalu di akhir acara seperti biasa, diadakan foto bersama. Cheers!

Nah sekarang cerita sedikit soal Lipstik Matte 

Hmmm..jujur nih saya bukan tipe perempuan yang suka dandan. Dari kecil udah sering dibilang kayak laki, jadi agak alergi sama make up. Tapi itu dulu, dulluuu lhooo.

Jadi mengenal produk kecantikan semenjak kerja saja, itupun cuma memakai lipstik, bedak dan body lotion doang. Jadi saya me-review ini sebagai orang awam aja ya. Bukan seperti beauty blogger lain yang kelihatan sudah expert banget dan jago memoles wajahnya sehingga berubah drastis.

Saya kebetulan mendapatkan bedak two way cake dan bedak tabur, juga ada lipstik matte dan yang natural. Selain itu juga ada sabun pembersih wajah dan maskara (ini dipake kayaknya pas kondangan deh, Lol).
Ini Lipmatte yang kece itu
Pertama pake two way cake Dissy langsung nempel dan bikin wajah saya jadi cerah cemerlang, sedangkan lipstik matte-nya bikin saya jatuh cintrong. Nih, lipmattenya beda sama matte dari brand lain. Bentuknya panjang dan memakai kuas, berbentuk cairan karena menggunakan moisturizer. Jadi ketika kuas lipstik disapukan ke bibir, langsung lancar dan mengikuti bentuk bibir. Awalnya memang basah, tapi dalam hitungan detik langsung mengering! Kecekan.

Ajaibnya, biarpun sudah makan apapun, yang basah atau berminyak, itu lipstik masih saja nongkrong manis di bibir, tidak bergeser sedikitpun. Konon, lipmatte ini bisa bertahan selama 6 jam. Saya mendapatkan yang tipe sherly, jadi ketika sudah banyak makan dan menjelang 6 jam, lipstik saya berubah warna menjadi coklat dengan warna yang merata di seluruh bibir. Secara bibir saya tergolong gelap, memakai lipmatte Dissy ini tertolong banget sehingga wajah saya tetap terlihat cerah, wuiihhh.


Saya kenal Ussy sudah lama, dia memang salah satu selebritas yang jago soal bisnis. Sebelum membuat produk kosmetik, Ussy sudah pernah berbisnis sepatu dan baju muslim. Semua bisnisnya itu memiliki kualitas bagus. Pastilah, saya tahu bagaimana Ussy memandang sebuah bisnis pasti serius. Melihat gaulnya ke kalangan atas, which is ke artis dan sosialita, nggak mungkin kalau Ussy membuat produknya asal-asalan. Dengan harga yang tergolong murah, Dissy ini terobosan baru untuk produk kosmetik buatan Indonesia. Saya tahu, siapa saja artis dan sosialita yang menggunakan Dissy. Hebat dong, kalau produk kosmetik kita sama dengan artis dan sosialita. Eaaaa..

Jika ingin menjadi reseller, silahkan hubungi Instagram Ussy, di sana ada informasinya. Oiya, Dissy sudah ada di Taiwan, Singapura, Hongkong dan Brunei. Sedangkan di Indonesia sudah menyebar nyaris ke seluruh propinsi yang ada di Indonesia. Dalam waktu dekat, Dissy akan mengeluarkan produk BB Cream dan kutek halal, yaitu yang bisa digunakan muslimah karena bisa tembus air. Semoga, Dissy bisa bertemu blogger lagi di event lain.  Gudlak Dissy!

AAL

Rahasia Youtuber Lifia Niala Bisa Hasilkan Puluhan Ribu Dolar



Beberapa pekan lalu saya diminta kantor untuk meliput pembukaan Youtube Space di Jakarta, tepatnya di My Studio, Bintaro. Saya yang memang sedang belajar menjadi vlogger, tentu semangat untuk datang.

Apalagi katanya, ada seorang Youtuber asal Pekan Baru yang memiliki penonton di akun Youtubenya hingga ratusan juta. What??

Dan benar saja. Ketika petinggi Youtube yang bule itu mengenalkan beberapa creator untuk mengisi studio di Youtube Space, mereka muncul yang terdiri dari satu keluarga. Pak Ady Kuswara yang berperan sebagai sutradara, kameramen, dan editor. Lalu kedua anak perempuannnya yang menjadi pelakon, Lianindya Alifia, 7 tahun, dan Anindita Niala, 5 tahun, serta istrinya  Syahliany.

Di antara creator atau Youtuber yang hadir di acara itu, hanya mereka yang tampil sederhana dan apa adanya. Kalau boleh jujur, Youtuber lain yang masih muda-muda itu tampil seperti selebritis. Emang sih udah jadi selebritis Youtube.. Mungkin berasa udah banyak fans seperti artis beneran. Entahlah.

Lalu saya ngobrol dengan Pak Ady ini, yang sebelumnya juga seorang blogger. Jujur nih, sebelum ketemu pak Ady saya nggak tahu model video akun Lifia Niala itu seperti apa. Pas pulang baru saya nonton ternyata memang menarik untu anak-anak. Baby F yang umurnya masih 20 bulan juga "anteng" menonton ketika kakak beradik itu asik berenang dan main air.

Pak Ady mengakui jika kekuatan videonya adalah gambar yang menarik, warna-warna cerah khas anak-anak, dan tentu suara atau musik yang mudah dinikmati anak-anak.

Pak Ady menceritakan, jika video yang mampu meraup penonton sebanyak 214 juta itu adalah video pertama yang diunggahnya.  "Awalnya saya hanya ingin mendokumentasikan mereka saja ketika bermain. Juga  dokumentasi untuk mereka nanti jika sudah besar," kata Pak Ady.

Selain itu, Pak Ady memiliki rencana yang idealis, yakni ingin memberikan tontonan menghibur untuk anak-anak yang sudah terkontaminasi oleh sinetron. Dalam video yang diunggahnya, memang kebanyakan aktivitas Alifia dan Niala bermain sambil belajar. Mulai dari berhitung, abjad, huruf, pengenalan warna dengan cara yang gembira. Dan ternyata banyak anak-anak kecil jadi bisa berhitung karena menonton video mereka.


Hingga saat ini, Pak Ady telah mengunggah 200 video dengan jumlah penonton jutaan ckckck. Dan gue baru tahu, kalau penonton dari negara bule itu menghasilkan dolar yang lebih besar daripada penonton Indonesia. Maklum, Indonesia dikenal sebagai negara berkembang sehingga hitungan dolarnya sangat kecil. Misal untuk seribu penonton dari Amerika, Inggris atau Swedia bisa menghasilan  5 US dolar. Sedangkan seribu penonton dari Indonesia tidak sampai 1 dolar. Miris ya Indonesia, Lolss.

Selama 2 tahun jadi Youtuber, Pak Ady bisa membeli mobil, merenovasi rumah dan menabung untuk sekolah ketiga anaknya. Mau tahu berapa yang didapat Pak Ady sebagai Youtuber? Puluhan ribu dolar booooo...OemJiii..


Bahkan, mereka mendapatkan undangan dari brand produk anak-anak lebih sering dari luar negri dibanding negara sendiri. Dan gue sebagai seorang ibu yang seminim mungkin mengunggah foto dan video kiddos ke media sosial, penasaran juga dan bertanya ke Pak Ady. Apa nggak takut jika kedua anaknya dijadikan target oleh para "penjahat2" media sosial?


Ini Jawabannya: "Seminim mungkin saya memberikan info soal identitas anak terutama lokasi rumah," katanya.

Nah, Pak Ady juga memberikan tips cara buat vlog yang menarik.

1. Ide harus menarik dan berbeda dari video di Youtube lainnya. Ady menampilkann aktivitas kedua anaknya Alifia dan Niala ketika sedang bermain sambil belajar dengan cara yang menyenangkan.

2. Tampilan gambar, warna dan musik enak dinikmati oleh pengunjung Youtube. Ady selalu memberikan warna-warna cerah khas anak-anak, biasanya dari mainan dan barang khas anak-anak.

3. Durasi yang ideal adalah 5-7 menit. Jika durasi lebih dari 7 menit, penonton akan bosan dan tidak akan berkunjung lagi. Ady pernah mengambil video selama 30 menit dan dipangkas hingga 7 menit.

4. Video kualitas HD yang digunakan Ady sehingga memberikan gambar dan warna yang cerah. Ciri khas video Alifia Niala adalah dengan title Lifia Tube HD, cara tersebut menurut Ady telah diikuti nyaris oleh semua Youtuber. Memakai kualitas HD memang menjadi ciri khasnya.

5. Gunakan peralatan yang ada secara maksimal. Ady biasa menggunakan Canon Powershoot dalam mengambil gambar kegiatan kedua anaknya. Tapi terkadang dia juga menggunakan handphone.

6. Untuk menggaet penonton dari luar Indonesia yang mempengaruhi penghasilannya, Ady memberikan subtitel menggunakan bahasa Inggris dalam videonya. Menurutnya, anak-anak di seluruh dunia memiliki tipikal yang sama, yakni senang dengan keceriaan, warna, air dan balon.

7. Ady antimainstream, dia tidak mengikuti tren. Hanya menampilkan hal yang unik dan berbeda.

AAL


Perkenalan Ussy Sulistiawaty dengan Blogger

Ussy setelah acara Gathering Blogger. Foto: Rahul
Artis Ussy Sulistiawaty senang banget bisa bertemu rekan blogger hari Sabtu lalu, 10 September 2016 di Restoran Lowville, Kemang Village Jakarta Selatan dengan tajuk Gathering Beauty Blogger with Dissy. Kata Ussy, blogger itu jujur dalam memberikan kritik serta refrensi yang sesuai pengalaman yang mereka alami. Horeee, tepuk tangan untuk para bloggers.

Yup. Ini pertama kalinya Ussy "bersentuhan" dengan blogger yang saat ini makin ngehits seiring majunya teknologi internet. Saya rasa masih banyak masyarakat, juga artis tentunya yang belum ngeh dengan profesi satu ini (blogger itu sebuah profesi lho).

Perkenalan Ussy dengan blogger diawali dengan obrolan saya bersama artis yang sedang hamil 4 bulan itu via BBM. Ketika dia tahu saya juga seorang blogger, dia minta ketemu. Akhirnya kita bertemu di Kafe Liberica Citos, Jakarta.

Ngopi kece bareng Ussy di Liberica, Citos
Lalu dia tertarik untuk bertemu bloggers sekaligus mengenalkan bisnis produk kosmetik miliknya bernama Dissy (gabungan Andhika dan Ussy).

Asiknya bekerjasama dengan Ussy dia respek dengan saran yang saya berikan, dia percaya penuh pada saya untuk mengatur acaranya. Jarang-jarang lho saya dapat klien menyenangkan begitu. Saya memberikan ide ini itu dia mengangguk saja.

"Iya mbak, aku mau. Aku ikut aja," begitu kata Ussy sambil menganggukkan kepalanya.

Senangkan kalau dikasih kepercayaan begitu sama artis dan bisnis women hebat begini.  Diberi kepercayaan penuh gitu, justru saya jadi memberikan yang terbaik untuk Ussy yang terkenal humble itu. Saya memilah bloggers yang baik, yang blog nya kece dan tentu dengan viewers dan folllowers yang banyak. (*cheers)

Dia nggak neko-neko, nggak ribet, semuanya dibawa santai dan asik.


Beauty Bloggers dan Produk Dissy
Saya mengenal Ussy sudah lama. Pertemuan intens dengan Ussy ketika kita sama-sama suka datang ke pengajian Kopaja (Komunitas Pengajian Java Musikindo) yang diprakarsai promotor musik Adrie Subono yang kondang itu. Setiap bulan, Mas Adrie selalu mengundang wartawan dan artis untuk datang ke pengajian di rumahnya yang mewah dan luas di kawasan Pondok Indah Jakarta.

Kolam renang gedenya itu sengaja ditutup untuk menggelar pengajian di taman belakang rumahnya. Semua artis-tentunya yang kebanyakann musisi- dan wartawan bercampur baur, nggak ada gep, lo wartawan, elo artis. Itu pengajian paling keren yang pernah gue datengin. Terutama makanan yang disediakan, wwuihhhh bikin kangen sama bakso dan sop kambingnya *salahfokus.

Tapi entah kenapa Mas Adrie tidak melanjutkan pengajiannya lagi ya. Padahal dari situ silaturahmi jadi terjaga antara wartawan dan narasumber lho. Silaturahmi yang positif maksudnya. Yang mau ngegosipin artis yang datang ke pengajian juga jadi nggak tega, hahahha wong suasana pengajian masa ngegosip sih, Hahahah Lolss..Ghibah!

Dan Ussy yang waktu itu mengeluarkan single Klik dan diproduseri oleh Mas Adrie, salah satu yang datang setiap bulan.

Jadi meski udah tahunan nggak ketemu Ussy dan hanya kontak by BBM, kita tetap aja nyambung ngobrol. Saya semakin takjub dan kagum ketika dia menceritakan perjuangannya untuk membesarkan produk Dissy, ditolak oleh toko-toko dan mengeluarkan modal yang tidak sedikit.

Saya pernah melihat beberapa artis yang mengeluarkan produk kosmetik dengan namanya, tapi dengan embel-embel brand besar di belakangnya. Misalnya dulu pernah ada Krisdayanti lipstik dan bedak, tapi yang mengeluarkan M**tha Ti***r. Saya dapet tuh produknya dengan ukiran KD. Sejak pake itu, saya jadi terus-terusan menggunakan P*C Ma**ha Til**r. Tapi dasar cewek labil, saya pindah ke W**dah dan sekarang sudah kenal Dissy jadi jatuh cinta ke Dissy (eeaaa *tepok2pipi).

Tapi Ussy beda, dia benar-benar sendiri mengeluarkan produk mulai dari racikan, desain dan semuanya, tentu dibantu suaminya yang ganteng, Andhika Pratama. (Next tulisan saya soal event Dissy-nya dan review produk .)

Jadi saya senang, Ussy mempercayakan saya untuk meng-handle acaranya. Semoga kerjasamanya terjalin panjaanggg...dan panjaanggg...panjaanggg... amin.

AAL


(REVIEW) Fim Warkop DKI Reborn Jangkrik Bos, Puaskan Rindu Legenda Komedi



Akhir pekan lalu, saya diundang oleh operator Three (3) untuk menonton film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 1. Ketiga pemainnya juga muncul, Abimana Aryastya (Dono), Vino G Bastian (Kasino) dan Tora Sudiro (Indro). Film yang disutradarai Anggi Umbara ini bisa dibilang sebagai pelepas rindu penggemar film Warkop yang saat ini masih suka tayang di televisi.


Film ini ceritanya juga simple menurut saya. Namanya film komedi, di mana-mana pasti pemeran utamanya kebanyakan sial. Mereka bukan superhero bro, mereka komedian yang harus bergaya tolol dan sial untuk memancing tawa. Iyakan? Coba aja liat film-filmnya Ben Stiller, Adam Sandler, Eddie Murphy dan masih banyak lagi. 

Nah, sama kayak Warkop DKI Reborn ini. Keliatannya sial terus, padahal mereka CHIPS, setara dengan polisi. Dan mereka sadar kalau mereka selalu sial. Tengok adegan dialog ini ketika mereka diminta menangkap begal motor oleh bosnya. "Kita kerjaan biasa aja nggak selesai bos, apalagi menangkap begal," kata Dono.

Namanya mereka sadar ya nggak bisa diandelin. Dan benar saja. 

Film Warkop DKI nggak sah kalau nggak ada wanita seksi. Tapi menurut saya, si Anggi Umbara ini terlalu berlebihan menampilkan sosok wanita seksi. Kayaknya maksain, yang penting ada cewek seksi, mau  nyambung mau nggak. Coba seandainya peran Nikita Mirzani dipanjangin, nggak cuma sebagai tempelan. Misalnya, Nikita ikut ke Kuala Lumpur dengan gayanya yang lenje dan manja itu, pasti lucu.

Saya tadinya membayangkan, Warkop's Angel itu muncul, seperti Nurul Arifin, Meriam Bellina, Lidya Kandao, meski hanya cameo. Saya menuntut mereka muncul di Part 2. Harus ada! Titik! (Lho, maksaa).


FIlm-film Warkop itu jumlahnya sudah puluhan. Dari genre horor, drama, action semua dimasukin dan menjadi legenda. Nah, si Anggi kalau menurut saya lagi-lagi kebingungan nih. Awalnya film itu berjalan sesuai "fitrahnya", drama komedi. Kenapa tiba-tiba ada horornya ketika wajah si Ingrid Widjanarko bisa dilepas dan ketuker dengan Hengky Solaeman  yang jadi suaminya. Absurd.

Mungkin dipikir, kalau film komedi apa saja sah, mau masukin horor kek, action kek, nggak boleh ada yang complain. Oke deh kalau memang begitu maunya.

Lalu bagaimana soal cast? Menurut saya di antara semua pemain, yang menjurus mirip itu si ganteng Abimana. Nggak kebayangkan, muka ganteng Abimana yang ditunjang indo-indo apalah bisa berubah jadi Dono. Giginya yang ke depan serta sisiran rambutnya yang disesuaikan dengan Dono asli. Belum lagi gesture tubuhnya, cara bicara dan jemari kedua tangan khas Dono ditiru oleh Abimana. Tapi perutnya menganggu yaa.


Lalu si ganteng satunya lagi, pahmud (papah  muda) Vino G Bastian. Melihat aktingnya Vino sebagai Kasino, pikiran saya melayang kepada semua film Warkop, apakah Kasino seceriwis itu? Perasaan, sepanjang film lebih banyak suara Vino yang terdengar. 

Lalu Tora Sudiro. Nah, Tora sebagai Indro dengan logat Batak, kayaknya ini peran "biasa" untuk Tora, peran gampil (gampang). Karena yang saya lihat, di film itu Tora jadi dirinya sendiri, dia nggak akting. Dan Tora udah sering berperan dengan logat Batak seperti itu.

Untuk menjadi hiburan dan pelepas rindu bolehlah, lumayan meski ceritanya pendek dan penonton harus menunggu Part 2. Semoga Part 2 lebih baik dan lebih lucu juga lebih greget. Seneng sih, film Indonesia sekarang mampu meraup penonton sampai jutaan. Bravo Film Indonesia! 


AAL



Jalan-jalan ke Pasar Cipadu, Pusatnya Kain Tekstil



Sudah lama saya mendengar soal Pasar Cipadu yang lokasinya di Kreo Cileduk. Nah kebetulan, akhir pekan kemarin saya ada kesempatan datang ditemani suami dan anak-anak (ini kayak mau kondangan semua diajak, hihihhi). Selain penasaran banget, saya ingin tahu seperti apa pasarnya.

Setelah melakukan browsing, artikel soal Pasar Cipadu sudah banyak yang kadaluarsa.  Kebanyakan mereka meresensi pasar itu tahun 2009, atau 2012 , nggak ada yang terbaru. Nah, untuk pembaca setia blog saya, ini saya tulis kembali soal Pasar Cipadu, jika kurang puas silahkan puaskan sendiri alias langsung datang saja yahhhh.



Selain penasaran, saya juga ada misi mencari seprai untuk di rumah. Katanya bahan seprai di Pasar Cipadu murah dan banyak pilihan. Dibantu dengan GPS, akhirnya sampai juga di Pasar Cipadu. Oiya, lokasi rumah saya di Serpong. Jadi saya melewati tol BSD dan keluar di pintu tol Bintaro (Pondok Aren). Dari sana saya menuju ke arah Jurang Mangu dan sisanya silahkan mengikuti petunjuk.

Masuk ke lokasi Pasar Cipadu mengingatkan saya dengan lokasi Batik Trusmi, di Cirebon. Di sepanjang Jalan Trusmi di setiap rumah sudah banyak toko batik yang dijual. Tak jauh berbeda dengan Pasar Cipadu, meski di sini kebanyakan toko dan ruko. Juga ada lahan yang dibuat toko-toko untuk berjualan berbagai jenis bahan. Jadi jangan bayangkan seperti Tanah Abang.

Kanan-kiri toko di tengahnya jalan raya lumayan ramai. Saya memilih untuk memarkirkan mobil dekat masjid, dan mulai berjalan ke beberapa toko. Jika ingin dibandingkan dengan Tanah Abang, tentu sangat berbeda. Tanah Abang sudah disiapkan gedung-gedung besar yang di dalamnya banyak toko, dengan banyak pilihan barang. Kalau di Pasar Cipadu terbilang sepi dan toko-tokonya juga kecil.



Belanja di sini lebih lengang, tidak sepadat di Tanah Abang. Tapi memang saya akui, meski Tanah Abang selalu ramai dan padat, memang lebih menyenangkan belanja di sana karena banyaknya pilihan dengan harga murah.

Lalu bagaimana soal harga? Untuk bahan kiloan, semua toko memberikan harga sama, yakni Rp 65 ribu/kilonya. Jika pintar menawar, silahkan dicoba. Biasanya mereka tanya, "mau ambil berapa kilo?" Nah, kalau sudah begitu, tandanya pedagang memberikan kode bisa ditawar.

Sedangkan bahan meteran harganya beragam, tergantung bahan yang diinginkan. Saya membeli bahan kaos 2 kilo dengan warna berbeda. Saya udah ukur, bahan 1 kilo itu saya dapet sekitar 4 meter. Murce bangetkannn. Lalu bahan kemeja yang harga per meternya Rp 29 ribu dan Rp 35 ribu. Membeli seprai berukuran 200 cm x180 cm. Untuk bahan katun jepang Rp 285 ribu sedangkan katun lokal Rp 125 ribu.
Ini hasil belanjaan saiiaahhh
Ada seorang ibu yang menyapa melihat belanjaan saya. "Punya butik ya mbak?" Saya nyengir. Pingin sih punya butik tapi sepertinya susah karena nggak bisa jahit, tapi pertanyaan ibu itu jadi bikin saya nyadar, untuk apa saya belanja bahan segitu banyak? hahaha, emak-emakkkk nggak bisa lihat bahan kece.

Yang sudah pernah ke Cipadu silahkan berbagi di bagian komentar yaaa

AAL