Tips Hindarkan Anak dari Content Dewasa, Jadikan Keluarga Cerdas Berinternet

Moderator, Lucian Teo, User Education and Outreach Manager, Trust & Safety, Google APAC  dan   Tari Sandjojo, Direktur Akademik Sekolah Cikal dan Co-Founder Yayasan Matahati 


Orang tua mana yang nggak galau kalau melihat anaknya selalu berkutat di depan gadget seharian. Kayaknya fokus banget di depan HP, kita sebagai ibu kayak nggak diperdulikan. Dalam diskusi yang diadakan oleh Google, pada 8 Agustus 2019 lalu, banyak informasi baru yang saya dapatkan agar di rumah bisa menggunakan internet dengan cerdas. Ada dua narasumber yang menjelaskan bagaimana agar kita, di dalam rumah bisa menggunakan internet dengan maksimal tapi secara positif.


Adalah Lucian Teo, User Education and Outreach Manager, Trust & Safety, Google APAC pada acara #KeluargaCerdasBerinternet  menjelaskan mengenai tips dan trik tentang cara aman berinternet untuk keluarga di Indonesia.

Lucian Teo dan materi dalam diskusi

“Kemajuan teknologi telah membuat hidup kita lebih mudah, dan kami percaya dalam bekerja sama dengan orang tua untuk membantu keluarga mengadopsi teknologi secara bijak dan aman. Perlindungan dan pengaturan telah dikembangkan dan integrasi ke dalam banyak produk kami untuk memungkinkan orang tua memilih pengalaman dan pengaturan yang tepat untuk keluarga mereka.”

Sedangkan narasumber lainnya, Tari Sandjojo, Direktur Akademik Sekolah Cikal dan Co-Founder Yayasan Matahati mengatakan bahwa pentingnya edukasi dan peran aktif para orang tua dalam mengawasi kegiatan berinternet anak-anak saat ini.

Yang menarik dalam penjelasan Mbak Tari adalah soal bagaimana caranya agar anak terhindar dari kecanduan pornografi. Menurutnya, jika seorang anak lelaki dekat dengan ibunya, banyak melakukan komunikasi dan ada otomatis menjadi menghargai ibunya, anak lelaki bisa terhindari dari kecanduan pornografi.

"Bicara pornografi itu pastinya objek adalah wanita. Jika anak dekta dengan ibunya, tentu dia akan langsung memikirkan ibunya jika mengakses content pornografi. Kalau intip sesekali menurut saya nggak masalah, tapi yang terpenting tidak menjadi kecanduan," kata Mbak Tari.

Lucian Teo juga menegaskan untuk mengatur waktu anak bermain dengan gadget salah satunya adalah jangan memberikan hadiah atau reward kepada anak berupa handphone. "Karena dia akan merasa itu sudah menjadi miliknya dan bisa melakukan kapan aja tanpa ada batasan," katanya.

Sedangkan Mbak Tari mencoba menggunakan sistem privilage (hak istimewa). Ketika memberikan HP kepada anak lebih dulu membuat perjanjian (essential agreement), misalnya anak jadi mudah dikontak, jika susah dihubungi HP bisa ditarik kembali. "Kita harus ngobrol sama anak, kenapa dibatesin, mana yang prioritas. Essential Agreement akan berubah sesuai usia anak," katanya.

Nah untuk lebih jelasnya ini ada tips agar keluarga bisa akses internet secara sehat, menetapkan batasan dan menggunakan teknologi dengan cara yang sesuai kebutuhan keluarga .


1. Tetapkan aturan digital dengan Family Link

Family Link dapat membantu Anda memahami dengan lebih baik perilaku anak saat menjelajahi internet, sekaligus membantu mengelola akun mereka dan perangkat yang kompatibel. Anda dapat menetapkan batas-batas yang sesuai kebutuhan keluarga Anda dengan cara:

- Mengawasi waktu penggunaan perangkat dan membatasi akses harian.
- Memuaskan rasa ingin tahu anak dengan beragam aplikasi yang direkomendasikan para guru.
- Mengunci perangkat anak Anda dari jarak jauh.
- Melihat aktivitas mereka.
- Melihat lokasi keberadaan mereka.
- Mengelola akun dan aplikasi yang mereka gunakan.

2. Blokir situs dewasa di Google Search dengan filter SafeSearch

Setelan SafeSearch dirancang untuk memblokir gambar, video, dan situs dewasa dari hasil penelusuran Google Search untuk menghindari konten pornografi dan kekerasan. Tetapi, SafeSearch bukanlah alat yang sempurna, dan Anda mungkin masih menemukan hasil penelusuran eksplisit. Jika demikian, Anda dapat melaporkannya. Laporan dan masukan Anda dapat membantu kami menyempurnakan SafeSearch agar lebih baik bagi semua orang.


3. Temukan aktivitas untuk dinikmati bersama keluarga menggunakan Asisten Google

Asisten Google memiliki beragam aktivitas untuk menghibur keluarga Anda - mulai dari memberikan saran permainan untuk dimainkan bersama keluarga, hingga permainan seperti tebak gambar. Saat ini ada lebih dari 50 permainan, aktivitas, dan cerita dalam program Assistant for Families. Setiap aktivitas ini telah ditinjau dan disetujui oleh tim Trust and Safety, supaya Anda yakin bahwa permainan ini cocok untuk keluarga. Tak hanya itu, dengan menggunakan Family Link, Anda bisa memblokir akses anak-anak agar tidak bisa melakukan transaksi keuangan, dan orang tua dapat menentukan apakah anak-anak diperbolehkan mengakses aplikasi pihak ketiga di Asisten atau tidak.

4. Ciptakan tempat yang nyaman untuk keluarga di Google Play

Untuk membantu Anda menentukan konten yang cocok bagi anak, baca ulasan dan cari ikon bintang keluarga di aplikasi atau game. Ikon bintang ini menandakan bahwa konten telah ditinjau dengan saksama, dan aplikasi atau game tersebut dikembangkan dengan mengutamakan anak-anak. Ikon bintang ini juga menampilkan rentang usia yang disarankan untuk konten tersebut.
Periksalah rating konten untuk memahami tingkat kedewasaan suatu aplikasi dan mengatur filter berdasarkan rating tersebut guna menentukan aplikasi yang tepat bagi anak Anda. Jika Anda ingin mengetahui apakah suatu aplikasi berisi iklan, memiliki fitur pembelian dalam aplikasi, atau memerlukan izin perangkat, Anda dapat memeriksa bagian informasi tambahan di halaman aplikasi tersebut di Play Store.

5. Temukan dunia pembelajaran yang menyenangkan dengan YouTube Kids

Kami membuat YouTube Kids agar bisa menjadi ruang yang cocok bagi keluarga dan anak - anak di seluruh dunia untuk mengeksplorasi minatnya melalui konten video online. Kami juga memudahkan Anda untuk menyeleksi pengalaman menonton konten yang menyenangkan dan cocok untuk keluarga melalui serangkaian kontrol orang tua:

- Video dan kanal pilihan untuk anak - anak tersedia di aplikasi
- Pasang timer untuk membatasi waktu anak-anak menonton video.
- Hanya perbolehkan anak Anda menonton koleksi channel yang telah dipilihkan oleh penyedia konten pihak ketiga tepercaya atau oleh tim YouTube Kids.
- Pantau dan ketahui video apa saja yang ditonton anak Anda melalui fitur “Tonton lagi”.
- Nonaktifkan fitur penelusuran agar anak hanya dapat menonton channel-channel yang telah diverifikasi oleh tim YouTube Kids.
- Blokir video atau channel supaya tidak muncul di aplikasi yang dipakai anak Anda.
- Tandai video agar ditinjau jika Anda yakin bahwa video tersebut tidak boleh ditayangkan dalam aplikasi.


“Internet adalah platform kuat yang dapat digunakan dalam menyebarkan hal positif atau negatif. Berita baik (dan buruk) menyebar dengan cepat di internet, tanpa memikirkan anak-anak dan remaja yang mendapatkan berita tersebut. Inilah sebabnya, kita sebagai orang tua harus bisa menjadi teman yang membantu generasi penerus kita menjadi penjelajah dunia yang cerdas dan percaya diri dalam memanfaatkan internet sebaik-baiknya,” tutup Tari Sandjojo, Direktur Akademik Sekolah Cikal dan Co-Founder Yayasan Matahati.

Tidak masalah apakah anak-anak Anda masih kecil atau remaja, aplikasi Family Link memungkinkan Anda menetapkan aturan dasar penggunaan perangkat digital untuk membantu memandu mereka saat belajar, bermain, dan menjelajah secara online.

Semoga Bermanfaat

Alia Fathiyah

2 comments

  1. Makasiih banyaak sharingnya, bermanfaat bangeet. Baru tau kalau ada fitur safe search di google. . Salam kenal yaa mbaak 😁🙏

    ReplyDelete