Jalan-jalan ke Pasar Tegal Gubuk Cirebon, Pasar Tekstil Terbesar Se-Asia Tenggara



Saya suka banget sama pasar, apalagi yang unik dan tradisional. Nah, saya sempat mendengar soal Pasar Tegal Gubuk di Cirebon yang katanya agak mirip dengan Pasar Chatuchak di Bangkok. Masa si?? Saya penasaran banget, even saya belum pernah ke Chatuchak, masih wacana yang belum terlaksana, itung-itung ke Chatuchak ala Cirebon dulu, Lols..
Baca juga:
1. Naik Jetstar, Pengalaman Ketinggalan Tas di Bandara Changi
2.  Ada yang PHP, Ada yang Bikin Ngakak, Ini Serba Serbi Meeting
3. 5 Makanan Seru ala Italia di Iceberg Pizza and Gelato Cikini


Saking penasarannya, saya daftar ketika Komunitas Bunda Ngebolang dimana saya jadi anggotanya Open Trip ke Pasar Tegal Gubuk di Cirebon.


Akhirnya, pada Sabtu pagi dengan beberapa anggota Bunda Ngebolang kita jalan menggunakan mobil Elf. Excited bertemu dengan para Bunda Ngebolang Squads di mepo yang telah ditentukan, lets journey has begun.

Sekitar pukul 07.00 dari Bekasi Elf meluncur, tidak terlalu macet lah. Sekitar pukul 11.00 lewat, di pinggir jalan sudah terlihat beberapa lapak yang digelar. Agak surprise juga kalau itu Pasar Tegal Gubuk.  Bertebaran lapak, penilaian pertama pasar tersebut tidak sesuai dengan yang saya bayangkan.

Mungkin karena saya datang hari Sabtu, jadi barang-barang yang bagus dan bikin kalap sudah diborong. Pasar Tegal Gubuk itu buka hanya Hari Senin sampai Selasa. Sedangkan weekend Hari Jumat sampai Sabtu.

Nah, katanya sih barang bagus itu adanya di hari Jumat, banyak pembeli dari luar daerah sudah menunggu dengan mobil untuk dijual kembali.

Namanya juga ada kata gubuk, so lapak-lapak tersebut memang berbentuk gubuk, seadanya aja. Jalanan sempit, lapaknya berjarak dekat. Pasar yang konon luasnya 12 hektar itu, tidak bisa saya eksplore semua. Kenapa? Pertama panas, kedua bersama rombongan agak sulit untuk eksplorasi maksimal seperti perjalanan saya sebelumnya, dan ketiga yaaaa panas itu Lols.

Tapi saya yakin untuk para perempuan yang gila belanja murah, pasar ini bikin kalap dan nggak perduli mau panas atau sesak, dihajar bleh!


Bagaimana soal kualitas barang? Ada harga ada mutu. Ini bener banget. Jujur nih saya pribadi kurang tertarik sama model dan bahan baju yang dijual di sana. Untuk tunik, gamis, dress, modelnya kurang updet, bahannya juga gak senyaman yang biasa saya pakai.

Kalau disuruh memilih Pasar Tegal Gubuk atau Tanah Abang? Off Course saya akan memilih Tanah Abang dan Thamrin City. Kualitas dan model lebih bagus, dan harganya memang di atas harga barang di Tegal Gubuk. But thats ok.


Barang apa Saja yang murah

Salah satu niat ke Pasar Tegal Gubuk memang mencari seprai kalau ada yang murah. Mau sekalian dibandingin juga harga seprai waktu saya belanja di Pasar Cipadu Tangsel. Baca: Jalan-jalan ke Pasar Cipadu, Pusatnya Kain Tekstil

Pendaratan pertama di toko penjual bahan dan sarung batik. Ukuran 2 meter hanya Rp 30 ribu. Murah sih, bisa dibikin baju. Tapi saya nggak tertarik beli batik, di rumah banyak banget dan jarang dipakai. Tapi bunda-bunda lain malah banyak yang beli tuh.

Nah penjual itu juga menjual seprai, merk Bonita ukuran 180 x 200 Rp 100 ribu. Saya cek di online harganya beragam, ada yang di bawah 100 atau di atas 100. Lalu gak jauh dari pelapak itu, ada juga yang khusus menjual seprai murah cuma Rp 55 ribu. Kalau dipegang sih bahan lembut dan adem.


Katanya ini Bonita versi curah, Lols. Kan ada orang jual minyak sayur atau telor curah yang murah dibandingkan yang ber merk, nah kira-kira begitu. Banyak bunda-bunda yang kalap beli sampai 3. Saya mah satu aja, udah kebeli juga Bonita asli. Lagian belum tau juga nyaman atau nggak.

Lalu saya membeli dua kemeja polos untuk anak yang lagi nyantri di pondok. Secara susah dapet kemeja polos ukuran anak ABG, pas banget ketemu, harganya  murah Rp 40 ribu. Bahannya yang satu adem, satunya lagi agak tebal, entah adem atau nggak. Semoga adem deh, tar ditanya anaknya yang make.

Bunda Ngebolang Squads

Ada juga kerudung segi 4, murah sih Rp 25 ribu dapat dua. Saya pernah beli di Pasar Kwitang Jakarta Pusat itu 1 Rp 25 ribu. Lantaran udah banyak kerudung saya nggak beli. (yeay...iman saya cukup kuat di pasar ini, bisa sortir mana yang butuh atau gak. Yesss).

Pasar Tegal Gubuk ini memang kebanyakan jual barang tekstil, ada juga buah, benang-benang, alat jahit, kaos anak, baju anak, dll. Niat saya mau beli baju dan celana untuk si bontot , tapi saya nggak srek sama bahan dan modelnya. Terlalu biasaaaaa...Saya berharap bisa ketemu penjual barang butik dengan harga miring, seperti di beberapa pasar tumpah yang saya datangi, tapi sepanjang saya bolak balik nggak ketemu.

Baca Juga:
- Selain untuk mainan anak, Disney Coll Egg Tible Series, Bisa juga jadi pajangan di mobil
-Cicipi Makanan Khas Belgia di Bazar The Best of Belgium

Testimoni:
Biar lebih enak dan jelas ini ada beberapa testimoni dari anggota Bunda Ngebolang. Jadi bisa ada bayangan, perlu gak jauh-jauh ke Pasar Tegal Gubuk, kalau ketemunya kayak begini.

Bun Tiah

Bunda Tiah (founder Bunda Ngebolang)
Pasarnya panas, banyak debu sebaiknya bawa masker. Kita memang nggak total eksplore pasar segede itu. Kalau untuk kualitas barang ada harga ada rupa.  Contohnya handuk. Kemarin harga itu beragam, ada Rp 25 ribu, 35 ribu dan 30 ribu. Untuk yang harga 35 ribu bahan dan jaitan bagus,  sama kayak Terry Palmer (yg di mall). Juga sama kayak handuk yang saya beli di Ace Hardware Rp 99.900 dapat 2. Tapi kalau yang 25 ribu kasar,  belem pernah nemu kayak itu di mall. Untuk handuk anak anak,  tipis lembut. Kayak model microfiber yang tipis.  Ukuran besar 35 itu pun guede bgt.

Bunda Ariesa Santosa
Beli Seprei harga 55 ribu, udah dicuci tapi belom dipake. Dicuci gak luntur. So far okelaahh dengan harga segitu.
Bun ariesa

So.. ada yang minat ke Pasar Tegal Gubuk yang dibuka sejak tahun 90-an itu.?? Menurut saya, pasar ini kalau diurus sama pemda setempat, dibagusin, dibenerin, infrastruktur, pedagang, lapak, dan lainnya bisa jadi tempat tujuan wisata Cirebon dan Indramayu.

Semoga Bermanfaat

AAL

2 comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Pasar tumpah ini, jadi biang macet kalo pagi. Pernah diupayakan relokasi, pedagang di lapak-lapak di pinggir jalan tetap bertahan disitu.
    Soal harga, kalo pura-pura buat dijual lagi, biasanya kena lebih murah.

    ReplyDelete