Cari Daycare Yuukkk


Sejak hamil, saya sudah berencana untuk resign dari kantor dan memutuskan menjadi freelancer. Jika sedang ada pekerjaan, baby akan saya titip di daycare, begitu pikiran saya. Jadi selama bedrest di kehamilan itu saya brosing daycare di daerah Gading Serpong dan sekitarnya. Ada beberapa yang masuk catatan, seperti Chrysalis, Rodeo, Zak, dan NTo. Oke noted!

Lahirlah si baby, dan saya resign beneran. Baby baru berusia beberapa bulan, ada tanda-tanda sepertinya bakal ada job nih. Lalu saya mulai hunting daycare yang saya sebut di atas. Rodeo alamatnya nggak jelas, coret. Chrysalis belum sempat didatangin. Zak yang lokasinya di ruko terlihat kosong dan digembok. Bengong juga, ternyata kata satpam sudah tutup beberapa bulan lalu. Terus ke Nto, hohohoo, kosong! Alias belum ada satupun baby yang ada di daycare itu meskipun perawatnya ada. Mereka baru buka hitungan bulan, dan ketika melihat harganya udah ilfil duluan, mehong ccyiinnnn..

Lalu, terlupakan soal daycare.

Nah beberapa hari belakangan si baby udah usia 1 tahun lebih. Saya mulai serius jadi blogger dan tebar pesona lagi (baca: kontak teman2 jika ada job media relation). Untuk jejaga, tetiba ada job saya hunting daycare lagi. Sekarang kawasannya lebih lebar, BSD dan Bintaro.

Huntingnya juga udah mepet, jelang sore. Jadi sedapetnya dan beberapa saya kontak by phone. Ini hasilnya:

1. Chrysalis
Ruko Paramount Sparks No 12-15 Gading Serpong
Ph: 021-29015095/ 021-34107225

Saya datangi miss yang duduk di meja depan, Chrysalis memakai dua ruko jadi terlihat luas. Untuk daycare dan sekolah ada di atas. Ternayata mereka terima anak yang sudah bisa jalan, meski sudah 1 tahun. Ok, skip! Mehong pulaa!!

2. Mutiara Ummi
Sektor 1.3, Griya Loka BSD.
Saya dikasih kontak pemiliknya, Bu Yusran: 081388323751

Ketemunya juga nggak sengaja. Ketika mau ke arah Grand Serpong, terlihat sebuah rumah gede di pinggir jalan tertulis Tempat Penitipan Anak. Jadi ruang luas itu ada permainan anak-anak, dipinggirnya kasur. Ada beberapa kamar untuk anak-anak tidur. Waktu ke sana ada 9 anak dengan empat penjaga.

Sepertinya ini benar-benar untuk menitipkan anak saja, jangan berharap lebih. Juga ada satu perawat laki yang ikutan menjaga.

3. Little March Daycare
Grand Serpong 2 Blok G/15, Ciater,-Serua Raya
Ph: 081281206280

Di antara tiga yang saya datangin sepertinya ini yang paling cocok. Sebelumnya saya sudah telpon ke sini. Masuk kompleknya, satpam tanya, apakah sudah ada janji? Saklek juga si satpamnya.

Perumahan dengan rumah-rumah yang gak gitu besar. Menurut saya aman, karena tetangga daerah rumah situ bakal tahu kalau ada anak yang dimacem-macemin, hikss (gue parno ih).

Sampai sana sore, jadi ada beberapa pahmud (papah2 muda) yang jemput anaknya. Pada kemana si Mahmud (mamah2 muda)? Saya diterima sama Mbak Feby, dia salah satu pemilik bersama 6 temannya. Katanya, rumah itu milik salah satu temannya yang suaminya lagi tugas ke luar negri.

Yang bikin saya sreg, ada pemiliknya yang mengawasi, dan perawat ada 4 orang memakai seragam.  Little daycare ini juga memberikan beberapa aktivitas untuk anak-anaknya.

Karena saya niatnya hanya perdatang, untuk pendaftaran Rp 150 ribu (ini untuk semua, juga untuk anggota bukan yang perhari doang).


Lalu untuk non membership infant: 2,7 juta. Toddler: 2,3 juta. Half day (I): 2 juta. T: 1,6 juta. Untuk 60 jam/1 bulan : 1,2 juga (I dan T). Sedangkan yang harian kayak saya nih. Rp 220K fullday dan Rp 140K halfday.

4. Wahana Balita Sehat (by phone)
Lokasi di RS Bunda Dalima, Nusaloka,BSD

Saya telpon, katanya sudah penuh, ada 25 anak dengan 11 pengasuh yang dibagi 2 shift. Saya hanya bertanya per-harinya itu Rp 115K (half day) dan Rp 125K (full day) dengan uang pendaftaran Rp 100 ribu.

5. Brought Ichsan Generation (by phone)
Bintaro sektor 7, Ph: 081213824492

Saya direkomendasi teman katanya ini bagus, pemiliknya seorang dokter. Di bawahnya ada klinik, jadi daycare nya ada di lantai 3. Tapi yang bikin saya ilfil ketika bertanya berapa biaya untuk perdatang (bukan anggota). Uang pendaftarannya mehonnggg,  Rp 500K berlaku selama 6 bulan. Untuk perdatang Rp 85 ribu.

Oke, kalau saya nanti hunting daycare lain saya tulis ya. Baru segitu dulu sharingnya. Happy Hunting Daycare Moms!!

AAL


Serial Oshin is Back!! #OSHINWWJ

Akhirnya, setelah coba terus menerus tanpa pantang mundur, saya terpilih juga untuk datang ke sebuah acara yang melibatkan Blogger. Selama ini, dari belasan acara yang saya daftar, selalu lewat alias gagal. Sebagai blogger newbie, pingin tahu juga bagaimana cara kerja blogger di lapangan, buka saja menulis yang kemudian diumumkan di blog.


Acaranya menarik, tentang serial Oshin yang dulunya pernah disiarkan TVRI dan menjadi sangat populer di Indonesia pada  1983-1984. Pada tahun yang sama di Jepang, drama tersebut tayang tiap pagi. 


Saya ingat, waktu itu saya masih sangat imut (baca: kecil) ketika Oshin ada di televisi. Karena saat itu, TV hanya ada TVRI, tentunya tayangan Oshin menjadi pilihan yang paling ditunggu. Apalagi ceritanya bagus, menarik dan menguras hati nurani melihat perjuangan anak kecil miskin agar bisa hidup. Banyak yang terharu dengan kisah sedih masa kecil Oshin yang diperankan oleh Ayako Kobayashi. Rating pemirsa tertinggi untuk sebuah episode sebesar 62,9 persen dengan rating pemirsa rata-rata sebesar 52,6 persen.


Pagi pukul 10.00 saya sudah sampai di The Lounge, Plaza Senayan. Ruangan itu sudah ramai, ternyata undangan juga diberikan untuk wartawan. Senang rasanya, bertemu teman-teman lama. 
Kini, serial Oshin itu akan tayang kembali di channel WakaWaku Japan mulai 29 Februari 2016 dengan tampilan baru, menggunakan kualitas prima- high definition. Dengan gambar yang lebih jernih dan cemerlang, penonton bisa menikmati serial itu dengan nyaman.

Lantaran banyaknya permintaan penonton Indovision (tentunya penonton setia WakaWuku Japan), serial tersebut tayang kembali pada pukul 20.00 sebanyak 297 episode. 

Si Oshin kecil, yang dulunya diperankan oleh Ayako Kobayashi masih mengingat proses kreatif ketika serial tersebut dibuat, padahal telah berlalu selama 30 tahun.  Ayako datang ke Indonesia demi menyapa wartawan dan blogger di ruangan itu. Mengenakan baju khas Jepang, Ayako terlihat cantik, juga ramah. "Yang paling berkesan adalah adegan ketika saya berpisah dengan ibu saya. Saya berteriak-teriak memanggil ibu, ibu," kata Ayako menggunakan bahasa Jepang tentang pengalaman berkesan ketika syuting Oshin.


Ayako ternyata juga pernah ke Indonesia 20 tahun lalu. Dia mengaku Jakarta kini telah berbeda dari terakhir dia kunjungi. Saat ini, katanya, Jepang sedang musim salju. Melihat Indonesia yang lembab, dia merasa senang. "Banyak pohon-pohon hijau, menyenangkan sekali. Tapi sekarang Jakarta lebih padat dibandingkan 20 tahun lalu, selain itu motor-motor semakin banyak dan macet," katanya ramah.

#OSHINWWJ

ALIA FATHIYAH



Film The Revenant, Its All About Leonardo DiCaprio


Keterlaluan, jika Leonardo DiCaprio tidak diganjar Oscar tahun ini karena aktingnya di film Revenant. Pria 42 tahun itu sudah langganan masuk nominator Oscar tapi tak pernah sekalipun membawa pulang piala bergengsi itu. Sebut saja Eating Gilbert Grape, The Aviator, Blood Diamond dan yang terbaru The Wolf of Wall Street, pria lajang itu hanya tersenyum kecut ketika namanya tidak keluar sebagai Aktor Terbaik.

Dengan latar film pada 1823, diceritakan tentang sekelompok pemburu bulu di bawah komando Kapten Andrew Henry di Luisiana, sebuah padang gurun. Bersamaan dengan itu, penduduk asli Amerika, suku Indian meluncurkan serangan ke kamp tim tersebut dan banyak dari mereka yang tewas.

DiCaprio berakting sebagai Hugh Glass, sebagai pemandu dan memiliki pengalaman berburu serta mengetahui lokasi dan mengerti bahasa penduduk asli Amerika itu. Lalu mereka meninggalkan perahu dan mulai melakukan perjalanan menuju pos mereka. Di pertengahan jalan, Hugh melakukan pertarungan sengit dengan seekor beruang brutal. Tubuh Hugh habis dicakari oleh beruang dan selangkah lagi dia bisa tewas. Di tengah sekarat itu, Hugh malah ditinggal tim nya untuk melakukan perburuan yang telah direncanakan sejak awal.


Hugh yang tak bisa bergerak hanya ditemani oleh John Fitzgerald (Tom Hardy), yang sejak awal memang tidak menyukainya, anak angkatnya, Hawk dan anak muda Jim Bridger (Will Poulter).

Kapten dalam tim itu memberikan imbalan 300 dolar kepada John jika mampu menjaga Hugh hingga dilakukan pemakaman yang terhormat. Ternyata itu hanya bualan John, dia membunuh Hawk yang disaksikan Hugh tanpa bisa bergerak sedikitpun, lalu dia membuang tubuh Hugh dalam sebuah lubang dan nyaris menguburnya.

Film yang berdasarkan novel karya Michael Punke dan disutradarai oleh Alejandro Gonzales berdasarkan pengalaman dari Hugh Glass sendiri. Film ini lebih banyak keheningan dan nyaris sepanjang film memperlihatakan kepiawaan akting DiCaprio. Bagaimana Hugh menyembuhkan tubuhnya sendiri di tengah gurun yang liar, bagaimana cara mempertahankan hidup tanpa bisa berjalan, semua dilakukan Hugh seorang diri. Yang paling menegangkan dan bagian paling sadis, ketika mantel bulunya hilang. Hugh harus membalut tubuhnya sendiri agar tidak mati beku. Dia mengeluarkan isi perut seekor kuda yang mati, dan dia masuk ke dalam tubuh kuda tersebut hingga keesokan harinya.

Ini film kedua, DiCaprio bertemu dengan aktor asal Inggris Tom Hardy, setelah Inception. Hardy yang diidentikkan dengan antagonis juga memberikan akting memukau (selalu). Jadi kepo  mau nonton?

AAL

Jangan Sedih, Artis Tidak Semulus yang Terlihat


Banyak orang yang kepo ingin melihat artis secara langsung. Beragam komentar pun muncul ketika artis yang sering muncul di televisi ada di depan mereka. Ada yang takjub karena kecantikannya.

"Cantik ya, tapi sayang dandannya tebel banget, jadi kayak waria," komentar seorang ibu labil.
"Itu artis biasa aja, kirain cantik banget," komentar yang lain.
"Ternyata pendek dan kecil," kata seorang lagi ketika melihat seorang artis mungil.
"Cantikkan aslinya," kata cewek minder.
"Cakepan juga pacar gue," kata seorang cowok galau.
"Biasa aja, keliatan idungnya di oplast," kata seorang cewek yang kesel susahnya jadi artis.

Pokoknya beribu komentar artis yang sering didengar sudah nggak heran. Jika dilihat lewat TV, artis itu memang kelihatan mewah, cantik, gemerlap dan serba hebat lainnya. Jangan sedih cyin, artis sama aja dengan orang biasa. Artis juga manusia.

Saya pernah menyelinap ke belakang panggung dalam sebuah pementasan teater. Karena udah kebelet ingin medapatkan wawancara, saya nekat ke ruang belakang yang sebenarnya dilarang untuk wartawan. Ternyata di dalam ada beberapa artis yang siap pentas.

Ada seorang artis cantik yang cueknya mengganti baju di depan saya. Saya sempat melirik, hhmmm..ternyata perut dan pahanya banyak batik (baca: strech mark). Perutnya juga agak endut, dibalut korset ketat.

Lalu ketika saya datang ke sebuah acara, ada seorang artis terkenal banget. Nggak sangka ketika melihat kakinya, beberapa bintik hitam. Tapi dia terlihat pede aja tuh, nggak berusaha menutupinya dengan memakai celana panjang misalnya. Mungkin, untuk seorang artis, bintik hitam itu sah saja, dimaklumi, bukan aib.

Yang paling bikin ngikik geli ketika melihat seorang bintang film mendadak beken. Dulu kulitnya agak gelap yang menjurus kusam (sekarang kelihatan udah putih, suntik keputihan kali *abaikan), dia pedenya mengenakan celana pendek, padahal di pahanya terlihat dua bekas luka (baca: antara bekas koreng atau bisul). Mungkin, itu sebagai penanda dulu masa kecilnya yang suram dan susah, jadi dia belum move on.

Masih banyak lagi kisah artis dengan kulitnya yang tidak semulus dibayangkan. Jika di foto kelihatan mulus, bisa saja lewat potosop, atau teknik lain yang canggih. 

Ada satu artis seksi yang sering bikin sensasi. Kalau dari foto dan tayangan infotainment dia memang kelihatan seksi banget, teti kadi hasil oplast (karena tetiba jadi membesar gitu), baju ketat meretat, rambut yang indah memanjang. Tapi ketika lihat aslinya, menurut saya justru tubuhnya nggak proposional. Wajahnya yang lebih besar dan penuh make up tebal, dagunya panjang, dipadukan dengan tubuhnya yang kurus langsing. Jadi terlihat aneh.

Lalu soal jari jemari. Jangan salah, banyak artis yang jarinya itu bantet, gak selentik terlihat. Kukunya terlihat jelek, ternyata artis kebanyakan memiliki kebiasaan menggigiti kuku kalau sedang galau. Kalau di event serius, dia mungkin memakai kuku palsu lengkap dengan pewarna. Coba, lihat dia ketika sedang jadi 'orang biasa', itu kuku jauh dari kata syantikk.

So, ladiesss...Jangan minder kalau punya jari bantet, tubuh nggak mulus, badan nggak proposional, artis yang jualanannya aja dari fisik tak seindah aslinya. "Cantik itu dari dalem kelles," kata seorang artis yang cantik beneran, cantik dari luar dan dalam.


Manajer Artis (2), Begini Rasanya


Kece-kece begini, gue juga pernah lhoo jadi manajer artis, huuahahaha..gak percaya? Seringnya sih, beberapa artis yang gue kenal nawarin kayak manajer artis freelance. "Kalau lo dapet job untuk gue, boleh deh honornya dipotong 20 persen untuk lo," kata beberapa artis yang gak terkenal banget ke gue.

Gue-nya yang juga ogah-ogahan (abis gak niat) jadi gak pernah dapat job beneran untuk mereka. Terang aja, artis nggak terkenal, jadi susah dapat job nya, Lolss.

Nah, jadi manajer artis beneran ketika ponakan dari suami yang cantik tertarik jadi artis. Kebetulan, saya kenal dengan Pak Leo Sutanto, big bos Sinemart, production house terbesar di Indonesia. Lalu, beliau meminta si ponakan datang, setelah sebelumnya ponakan sudah melakukan casting.

Supaya penampilan mirip artis belia, ponakan yang saat itu masih 16 tahun, saya permak. Pertama ke salon dulu, di blow dan make up tipis. (saya larang make up tebal untuk anak ABG, jadi kelihatan tante-tante). Lalu saya bawakan baju yang saat itu memang sedang tren. Semua ini dilakukan dari pengalaman sebelumnya ditolak oleh beberapa PH besar setelah casting bolak balik.

#Pelajaran pertama: Jadi manajer kudu keluar modal untuk dandanin artisnya, dan harus ngeh dengan tren mode terbaru. Ini tentu berlaku untuk artis baru yang belum beken.

Akhirnya, siang itu kita datangi kantor Sinemart yang di Kedoya. Masuk ruangan, sudah ada Pak Leo, Pak Dani, dan bapak lainnya (lupa), pokoke beberapa petinggi di PH yang sinetronnya sering tayang di RCTI itu. Oiya, juga ada beberapa sutradara sinetron, sepertinya sedang membahas sinetron selanjutnya.

Lalu, ngobrol dengan Pak Leo yang dikenal down to earth. Dari beberapa produser yang pernah saya temui, terutama yang bombayhe-bombayhe itu, Pak Leo yang paling asik. Ini ciyus lhoo, beneraannn..

Pak Leo langsung minta ke Pak Dani dibuatkan surat kontrak. Sebelumnya, Pak Leo sudah melihat casting ponakan dan katanya aktingnya bagus. Karena masih baru, bayarannya juga masih kecil banget. Kalau nggak salah, saat itu, satu episode nya itu Rp 1 juta. Itu belum dipotong pajak lhhoo.

Kalau artis papan atas, yang syuting stripping bisa dibayangin penghasilannya tiap bulan jika satu episode dibayar puluhan juta. Ckckckc, gak heran Nikita Willy masih muda udah tajir bangeetttt. Nggak heran juga, banyak orang yang kepingin jadi artis.

Supaya kerjasama itu beneran jadi, pihak PH memberikan DP sebesar 1 episode dengan cara transfer. Dan DP itu langsung diganti ketika si artis mendapatkan honor pertamanya. Saat itu, karena jadi manajer artis (ciyee ciyeee ) gue dapat fee 20 persen.

Nggak pake lama, ponakan langsung main sinetron kerjar tayang, judulnya Cahaya (tau dong itu sinetron happening tahun berapa). Langsung datang ke lokasi syuting di kawasan Pasar Minggu. Semua artis beken numplek di sana, ada Meriam Bellina, Dude Harlino, Ririn, Nay Mirdad, Glen Aliensky, Kimberly Ryder, dan lainnya. Jad ketahuan deh, mereka ngapain aja ketika break syuting, xixixixiix.

#Pelajaran kedua: Ini untuk artisnya, sebagai artis baru harus ramah, negor duluan sambil senyum, meski lo dibalas dengan wajah jutek. Kalau bisa semua kru dan sutradara lo salamin deh.

Tapi, artis-artis ini baik banget dan mau ngajarin ponakan gimana akting lho, hebat nih artis-artis sinetron kita.

#Pelajaran ketiga: Untuk manajer, ramah dan ngobrol, supel dengan kru terutama sutradaranya. Perkenalkan diri dengan sopan, perkenalkan siapa artis lo, diselingin dengan promosi dikit soal artis kita kelebihannya.  (Besok-besok kalau si sutradara ada sinetron baru, artis kita dikoling).

Setelah ponakan, dirasa udah muncul di beberapa sinetron dan FTV, mulai saya bergerak ke teman-teman media. Minta tolong mereka untuk memuat profil ponakan agar orang lebih kenal. Mun.cullah ponakan di koran dan tabloid, uuhuuyy

#Pelajaran ke empat: Promosi artis ke media penting banget. Selain bisa dapat job lebih banyak, wajah artis yang sering nongol di media juga mempermudah si manajer mendapatkan kolingan untuk artisnya. (Oneday, Insya Allah gue mau nulis soal artis vs wartawan yaaa).

So, siap jadi manajer artis? Atau jadi artisnya aja?

Tobe Continued.....