Genap 1 Tahun, Panggil Aku Pelari Kalcer

 



Assalamualaikum gaisss,

Aliaef.com, BSD- Ikut race runnnung gak prnah ada di dalam pikiran gue. Gue memang suka olahraga dan nyaris gak pernah off sejak remaja (paling pas lagi hamil dan melahirkan aja). Dan selama itu selalu mencari olahraga yang aman, maksudnya yang nggak membutuhkan speed tinggi kayak lari.

Waktu SMA ikut pecinta alam dan silat. Kuliah kadang naik gunung. Lulus kuliah dan kerja karena punya duit daftar ke gym, itupun ikutanya aerobik dan main alat. Setelah punya anak milih aerobik aja, kadang body languange. Dan beberapa tahun lalu jatuh cinta ke yoga. Paling nggak, seminggu sekali yoga. 

Gongnya tahun lalu nih. Akhirnyaaaaaa....gue ikutan jadi pelari kalcer hahahaha. Genap 1 tahun lalu, sekitar Januari awal 2025 gue pertama kali banget ikut lari lomba (race) di Bintaro yaitu Run for Humanity. Itu juga tiketnya tiba-tiba dibeliin paksu yang katanya sebagai hadiah ulang tahun. Gak lama si sulung ngebeliin emaknya sepatu lari.  Nikmat Tuhanmu Manakah yang kamu dustakan?

Sekitar 3 tahun lalu sempet kepikiran, '"apa gue coba lari ya..." melihat banyak teman-teman dari medsosnya kayak udah kecintaan sama lari.Kayaknya seru dan asik.

Lalu gue share di WAG yang isinya teman-teman wartawan yang usianya notabene se-gue, minta insight dari mereka. 

"Cari olahraga yang aman aja yang seumuran kita," kata seorang wartawan wanita ketika gue bikin  polling di WAG. Gue ikutin apa katanya apalagi dia wartawan kesehatan yang pasti udah banyak refrensinya.  Pas makin ke sini baru nyadar, temen gue ini emang gak suka olahraga ngapain juga gue dengerin dia hahahaha.

Sebelum beneran ikutan lari,  tiap minggu pagi sama paksu dan si bontot aktif jalan pagi di The Breeze BSD atau sekitaran. Gue jalan, paksu lari. Dia memang udah aktif lari sejak beberapa tahun lalu. 

Akhirnya tahun lalu gue nyerah dan ikutan lari di usia yang udah setengah abad ini.Sebelumnya browsing apa boleh mulai lari di usia segini? Ternyata banyak yang mencoba di usia 50-60 tahun dan mereka masih aktif. Waahhh gassss.



Pertama lari 5k rasanya seru, nyenengin, adrenalin meletup-letup, Keluar itu semua hormon bahagia dopamin, seretonin, dan endorfin. Ketika masih di garish start, vibesnya beda dan berasa semangat banget. Sambil ikutin yang lain untuk pemanasan gue melihat peserta lari semuanya memancarkan wajah bahagia. Wah positif vibe ini.

Apalagi MC di podioum depan kasih semangat yang bikin adrenalin tambah laju. Detik-detik race akan dimulai, MC teriak, "satu....dua...tigaaaa." Terompet berteriak dibarengin dengan bertebaran konfeti makin menambah drama dan gimiick lari. Peserta berseru kesenangan dan race pun dimulai.

Selain itu banyak rupa-rupa orang yang niat lari bisa ditemui. Ada yang cuma kebutuhan konten medsos biar kelihatan keren dan terkesan wow dia sporty banget. Jadi tiap ada spot bagus dia foto dengan teman-temannya gais. Lalu ada juga yang kebanyakan ngobrol,  kebanyakan jalan daripada larinya. Tapi ada juga yang serius lari beneran. Kalau pelari beneran kelihatan laya dari kostum dan bentuk badannya yang bugar dan berotot di kaki.

Kalau gue? Panggil aku pelari kalcer hahahah.

Udah setahun ini makin tambah suka lari apalagi gabung dengan komunitas Eastvarun. Komunitas ini bagian dari Mall di Eastvara BSD City baru dibentuk Oktober lalu. 

Virgin 10K



Gila lu yeee belum genap setahun udah ikut yang 10K. Mau tau ceritanya karena nggak sengaja.

Jadiii gue sama paksu kan wartawan dan kita suka dapat slot untuk wartawan dari beberapa event lari. Apalagi paksu masuk ke komunitas lari khusus wartawan jadi makin banyak aja kolaborasi dengan event lari. Nah, waktu event Astra Half Marathon 2025 paksu dapat voucher yang 5K, dia daftar lah untuk dirinya sendiri. Gak lama dia dapet lagi voucher yang 10K, lalu dia daftarin gue tanpa gue ngeh yang 10K. Karena gue pikir bisalah dituker gw yang 5K dia yang 10K.

Menjelang H-1 ketika mau ambil racepak, baru ketahuan kalau gue 10k. gue speechless bengong. Lha kalau lewat COT (Cut Off Time) gimana? Malu dong diliatin. Gue malah mikir COT dan malu hahaha. Pablebuat udah kecebur dan sayang juga gak dipake. Untungnya gue tipe orang yang suka tantangan dan coba hal baru. Gue afirmasi ke diri sendiri pasti bisa. 

"Sering-sering aja cek heart  rate di jam, kalau udah 150an jalan aja. Jangan sampe kebablasan," kata paksu.

Gue manut sebagai seorang istri solehah. Gue yakin bisa. Apalagi 8 bulan belakangan gue juga masuk gym dan rajin olahraga. Dalam seminggu gue olahraga bergantian, yoga 2 minggu sekali, zumba seminggu sekali, itu dibarengin dengan treadmil, kadang lari tiap sabtu atau jumat sama komuniras. Bismillah bisa. Malah sekarang gue tambah renang, pengen happy dan bugar aja terus tiap hari, Aamiin.

Jelang Hari H, yang malamnya udah carbo loading. Belt run gue masukin air botol kecil, gula merah sachet (suka gue ambilin kalau ke kafe atau hotel), energi gel, sama handuk kecil. Gue gerahan anaknya jadi supaya keringet gak ngucur bawa handuk kecil. Eh ternyata semua itu gak kepake gaisss.

Area start udah ramai, yang 10K lebih dulu. Si paksu melepas gue masuk arena 10k kayak kasihan gitu hahahha. Gue pemanasan lalu ketemu beberapa temen wartawan juga yang memang udah ambiissss banget larinya. "Tenang mbak, gue temenin. Gue mau santai aja race ini," kata Dwi salah satu wartawan bisnis yang udah malang melintar di dunia run-run an ini.

Awal start dia di samping gue, karena gue banyakan berhenti dia melaju dan ninggalin gue. Hahahha manaaa yang katanya mau santai?? Etapi jujurli lebih enak lari sendiri lebih fokus. Gue biasanya lari couple sama paksu, tapi kali ini sendiri malah lebih enak. Atur sendiri kecepatan larinya, fokus di race dan Alhamdulillah ikut yoga membantu banget gue bisa mengatur nafas.

Berbeda dengan 5k, di 10k yang gue rasain pesertanya lebih ambiss yaa. Water station ada beberapa sekaligus disediakan pisang dan semangka. Juga ada spon basah (nah di 5k gak pernah ada nih), belum gimmick hore-horenya banyak jadi tambah semangat. "Ayo tanteee semangattt..." kata beberapa orang di bagian hore-hore. Tante? Emang kliatan? kan gue udah ngumpet di balik kacamata hitam dan topi. Gak pengen banget yakss dilihat tua wkwkwk.

Ikut race 10k gue berasa nggak nyampe-nyampe, untungnya di BSD yang tempatnya enak banget banyak pepohonan, sepi, pijakan jalanannya juga rata. Sisa 9K kaki berasa pegel banget, gue keluarinlah jurus streaching yang gue pelajari di yoga, LOL.

500 meter lagi akan sampai garis finish. Di depan terlihat gedung Astra Biz Center, gue cuma fokus ke diri sendiri. walau gue merasa orang yang di pinggir jalan melihat gue kayak kasian gitu hahahah. Masuk area Biz Center Dwi dan Herning udah duluan finished, mereka manggil-manggil sambil kasih semangat sekaligu di videoin. Tak lama gue liaat paksu juga siap dengan HP nya. 

"Ini mana sih plang finished nya?" batin gue yang lari antara niat apa gak. Padahal pas finished kan pas lari difoto sama Fotoyu jadi bagus ya, tapi kaki ini kurang bisa diajak kompromi. Ketika melihat garis finished gue lari lah sambil berharap hasil fotonya bagus sambil teriak, "Yessss I did it welll my virgin 10k!!!"



Berasa banggggaaaa bangeettt sama diri sendiri ya Allah. Sumpah dah, bangga, kalau bisa meluk pengen meluk diri sendiri.

Di garis finish paksu udah nungguin, gue digeret ke ruangan khusus media di ujung. Di sana udah tersedia fasilitas rendem kaki dengan es, dipijat kaki sama badan di cooling down sama terapisnya.

Alhamdulillah selesai. Beberapa teman wartawan memberikan selamat. Emak-emak 10k nih bossss.

Habis ini 5k aja dulu layaaaa.

Lantaran udah seneng lari, ketika keluar kota gue usahain paginya lari dan pengen rasain vibesnya. Kayak belum lama ke Majalengka dan ke Yogyakarta. Dari tempat menginap, gue lari ke Malioboro itu enak banget yaa banyak yang lari juga. Vibesnya beda kalau di luar kota.

Trail Run



Nah ini membagongkan lagi, tanpa sadar kita daftar Trail Run dari Run for Humanity di Sentul. Karena pernah ikut sebelumnya, kita daftarlah tanpa ngecek lebih lanjut. Apalagi tiketnya juga untuk bantuan Palestina.

Pas beberapa hari sebelum race dan penyelenggara posting lokasi race dan medannya di medsos gue sama paksu bengong. Untungnya ini untuk pemula dan medannya gak berat- berat amat. Bahkan gue suka banget karena area pegunungan dengan segala sawah dan pepohonannya. 

Ketika melewati area sawah yang jalanannya setapak, seru banget. Sebelah kanan banyak air jadi mirip empang, sebelah kiri sawah agak kering. Alhasil jalannya agak miring ke kiri, bisa ditebak jatoh lah tangan masuk sawah. Belum lagi tanpa sadar hp kecemplung di sawah yang untung gak terlalu basah. Lalu karena malamnya hujan otomatis jalannya licin dan becek, merosotlah ke bawah dan celana jangan ditanya kotornya kek mana. Tapi seruuu tauuu dan bikin fun.

Yang menarik race selama setahun ini:

1. Trail Run dengan segala meninggalkan kekotorannya

2. Virgin 10K

3. Hujan-hujanan di Hijab Run 2026

Insya Allah tahun ini mau coba lari di Belitung. Bismillah dimudahkan. Ada apalagi yang menarik di 2026 ini ya. Let's see.


Semoga bermanfaat

Aal

No comments