Belanja Kerudung di Thamrin City untuk Dijual Lagi (Reseller)

 



Assalamualaikum gais,


Dalam salah satu hadits Rasulullah, 9 dari 10 rejeki itu dari berdagang. "Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rizki.”  Diriwayatkan oleh Ibrahim Al Harbi dalam Ghorib Al Hadits dari hadits Nu’aim bin ‘Abdirrahman, (dikutip dari rumaysho.com).

 Sejak lama saya sudah berdagang, banyak banget yang dicoba. Tahun 2002 jualan baju, belanjanya di Mangga 2. Waktu itu masih tinggal di jakarta pusat. Lumayan tuh, sampe buka stand toko di mal. Ikut bazar, titip di pameran dan lainnya. Tapi gak berhasil. Skip.

Percobaan kedua pada 2007 jualan batik Jogja. Ada sahabat tinggal di Yogyakarta, dia yang belanja, saya yang jual..laku banget ini. Malah udah balik modal. Tapi sayangnya dia diminta suaminya untuk bantu-bantu di perusahaan yang baru dirintis. Gagal lagi. Skip.

Yang ketiga jualan tas import tahun 2012. Jaman itu belum ada e-commerce, jadi jualan via Facebook dan offline. Lumayan itu sampai ada pelanggan dari Papua dan Pontianak. Tapi gagal lagi karena saya hamil dan kehamilannya bermasalah jadi gak bisa mobile, harus bedrest. So skip lagi.

Setelah dipikir-pikir, semua kegagalan bisnis dagang itu karena saya sambilan dengan pekerjaan kantor. Jadi gak fokus.  Sempet kapok nggak mau dagang lagi, karena mungkin rejekinya gak disitu. Mungkin rejeki gw di satu itu dari 10 pintu rejeki, begitu pikiran saya.

Nah sekarang kepikiran pingin berdagang lagi itupun mendadak. Jadi di tempat saya mengaji itu para santrinya diperbolehkan untuk berjualan dengan cara dititipkan. Tetiba kepikiran mau dagang kaos kaki. Karena kaos kaki pasti dipakai semua muslimah yang mengaji, kaki bagian dari aurat gais.

Terus tanya pimpinan ngaji, boleh gak ditambah kerudung dan jilbab. Ternyata boleh. Mulailah saya buka semua e-commerce. Niatnya mau beli dan pastinya dikasih harga reseller. Tapi saya nggak srek dengan motif dan warna-warna kerudung di sana. Belum lagi gak bisa pegang bahannya. Sedangkan untuk kaos kaki udah aman, saya sudah membeli via online khusus untuk reseller. 

Mulailah hunting kerudung offline, yaitu ke Thamrin City Jakarta Pusat.


Hunting kerudung dan jilbab di Thamrin City 




Pilihan pertama untuk belanja adalah di Thamrin City Jakarta. Kebetulan hari itu ada undangan liputan di Sarinah Thamrin (eyke di media website (getpost.id) ini gak full kayak waktu dulu di Tempo ya). Jadi masih bisalaya sambilan jualan.

Janjian sama mbak Evi, temen hunting makanan juga dan jam 10 pagi kita janjian udah sampai di Thamcit,karena liputan jam 13.00. Sepi dan sudah banyak toko yang buka, tapi tentu tidak seramai Tanah Abang. Doain dagangan saya laku, jadi nanti belanjanya di Tanah Abang dan akan saya buat blog dan vlog juga untuk kalian gais. Aamiin Yra.

 Khusus untuk pakaian muslimah itu ada di lantai 5, so kita mulai mencarinya. Sebenarnya saya naksir dengan motif Turki dan lokasinya ada di Thamcit juga karena terburu-buru akhirnya tidak sempat mampir. Tapi memang harganya lebih mahal, yang paling murah aja Rp80 ribu.

Mulailah hunting keliling Thamcit di lantai 5. Saya mencari motif yang berbeda dan gak pasaran. Dari hasil pengamatan (ini mungkin objektif ya), kebanyakan orang suka memakai motif bunga kecil, warna cenderung coklat, atau berbagai macam warna coklat, warna soga dan warna-warna peach. 

Dan saya mencari ukuran minimal 115-130 cm, ini ukurannya dari saya sendiri si Karena teman-teman ngaji saya pakai kerudung itu yang syar'i.

Di toko pertama ketika saya tanyakan harga untuk reseller dia menunjuk kerudung yang ada di atas, dari kejauhan saya melihat warnanya kurang suka, motifnya juga pasaran. Harganya 1 kodi (isi 20 pieces) Rp 450 ribu -500 ribu. Skip




Lalu ada juga toko yang menjual 100 ribu bisa dapat 7 pieces kerudung. Jatuhnya murah, bisa pilihan beragam. Tapi lagi-lagi gak suka motif dan warna nya. Skip.

Ketika asik jalan, di depan saya ada ibu-ibu sedang membereskan tumpukan kerudung yang diletakkan di pinggir jalan. Di luar toko juga banyak kerudung yang tidak ditata seperti toko lainnya. Malah nggak ada patung.  Kayak gak niat dagang nya. Dikasih space sedikit untuk orang lewat, untung posisi tokoknya di pojok belakang.

Terus saya menemukan kerudung di sini bahan halus, harga murah tapi sayang nya cuma 1 warna dan 1 motif. Saya beli 1 kodi aja. Karena murah itu dan warna hitam motif juga kalem.

Hunting lagi... Ketemu toko yang besar. Suka dengan motif-motif nya. Tapi sayangnya mahal. Dia jual satuan Rp 70 ribu. Dan jual untuk reseller kalau satuan jadi 45 ribu.  Katanya bisa dijual 70 ribu. 

Saya skip. Karena bingung mau jual berapa karena saya mau jual di bawah 50 ribuan aja. Asumsi melihat dari persaingan dengan toko online yang kasih harga murah.

Lalu ketemu toko yang lokasinya di depan ATM mandiri. Sebenarnya biasa aja. Tapi saya suka dengan mbak yang menjaganya. Itu pengaruh banget dengan mood kita mau beli disitu atau gak. Dia welcome, ditanya apapun dijawab semua dengan baik, saya secerewet apapun sama dia dijawab gak terlihat kesal.

Akhirnya saya beli disitu dengan motif agak berbeda, bukan motif bunga. Dengan 1 morif tapi pilihan warna beragam dan bahannya halus. Nah salahnya, dia bilang ukuran 115cm. Ternyata ketika sampai rumah, saya WA ke nomor admin untuk minta foto tertulis ukuran 110 cm. Yah sutralah 

Saya juga beli 6 kerudung dengan ukuran 130 cm. Ini baru motifnya bunga kecil dan di tengahnya polos dengan berbagai warna. Pedagangnya welcome kita jadi nyaman belanjanya ya. Karena ada pedagang yang judes, malas-malasan menjawab dan kurang komunikatif. Bikin ilfil. 

Selain kerudung segiempat, saya juga tanya-tanya kerudung instan yang ternyata beda harga untuk reseller cuma 5000k. Menurut saya juga terbilang mahal ada yang 65 ribu, 90 ribu dan di atas 100 ribu. Berapa mau jual coba. Jadi ini skip aja.




Waktu menjelang jam 12. Perut keroncongan karena belum sarapan. Merasa cukup dengan belanjaan yang dibeli, kita menuju ke lantai bawah dan memilih makan gado-gado Boplo dulu. Soalnya di BSD gak ada.

Pulang. Puas? Alhamdulillah,kita lihat reaksi para pembeli ya. Semoga laku dan habis. 

Tips;

 - Belanja di tokonya yang ada di bawah (melantai) karena lebih murah.

- Ada toko yang gak terima cashless, jadi siap-siap bawa duit cash

- Gak bisa ditawar

- Agak nyesel gak beli yang 100 ribu dapat 7. Murah juga itu hihihhih


Semoga bermanfaat

Alia


Vlog Belanja ke Thamrin City


No comments