Akhirnya Pelihara Kucing

 

Siti selagi gadis

Assalamualaikum, Akhirnya Pelihara Kucing-aliaef.com

Mau menulis soal kucing sebenarnya udah lama tapi baru mood mau nulis sekarang. Saya sebenarnya nggak suka binatang, binatang apapun, termasuk kucing pastinya. Karena menurut saya binatang itu menjijikkan, kotor, bau, kalau pup dan pip sembarangan, nggak bisa diajak ngomong pula. Manusia yang punya akal aja susah diajak ngomong gimana binatang?

Intinya, sebenarnya saya nggak mau ribet aja urus pup dan pip nya. Saya nggak kuat bau-bauan, hidung saya termasuk tajam dalam hal penciuman. Orang belum mencium apapun, saya sudah menghendus ada bau lain di ruangan itu. Bau parfum aja emoh, gimana bau pup?

Kiddoss di rumah sudah sejak lama merayu minta pelihara kucing. Di rumah hanya ikan dan kura-kura aja dipelihara. Karena nggak ribetkan, eek disitu, pipis disitu, hahahah. 

Nah pada akhir tahun 2019, ketika saya akan pergi ke Turki saya minta nyokap ke rumah. Biasalah, mengawasi anak-anak. Kebetulan nyokap baru beberapa minggu pelihara kucing betina persia, dikasih temannya. Lantaran nggak ada yang menjaga, nyokap membawanya ke rumah. Lucu sih kucingnya, cantik, ada 3 warna yaitu oranye, putih dan hitam. 





Si sulung menamai kucingnya Siti, gadis desa banget yakss, Lols. Umur kucingnya kemungkinan 6 bulan atau lebih. Anak-anak langsung jatuh cinta sama Siti, bulunya bagus banget, lebat. Yasudah, akhirnya saya mengalah. Apalagi banyak yang bilang kalau kucing ras itu masih lebih sopan, pup dan pip nya nggak sembarangan, di pasir aja. Oke, saya setuju, asal bukan saya yang membersihkan.

Semakin besar si Siti semakin menjadi gadis desa yang ranum, cantik, seksi dan menggoda (halahhh, hahahah).  Mulai deh, diincer kucing-kucing garong yang berkeliaran di depan rumah. Siti termasuk galak, anaknya cuek, kalau kita ajak main ogah, cuma melirik doang. Anak gadis pemalas, kerjaanya tidur terus, jarang bergerak. Beneran cuek banget jadi kucing, kalau diajak ngomong melengos, bahkan tanpa pamit jalan aja ninggalin saya yang lagi ngoceh. 

Pada suatu hari pernah Siti hilang, nggak balik-balik. Si sulung yang paling serius pelihara dan sayang sama Siti mulai panik, semua orang rumah sih, pertanggung jawaban ke neneknya kan. Siti nggak pulang udah dua hari, telusuri semua komplek, perumahan, tanya di WAG RW kompleks, sampai menyebar flyer di tempel-tempel pinggir jalan. Nggak ketemu. Saya lumayan merasa kehilangan juga, biasanya kalau bangun subuh ada Siti di depan kamar. Kayak ada yang nemenin, tapi sekarang nggak ada.

Seminggu berlalu, tetiba di pagi hari Siti yang biasanya pendiem dan jarang meong, muncul dengan suaranya yang kenceng banget. Kagetlah satu rumah dan seneng banget Siti pulang. Kalau dari tubuhnya yang bersih, kita berasumsi ada yang ngambil Siti dan mau dipelihara. Kemarin paginya saya kembali tanya ke WAG RW sambil perlihatkan foto Siti. Dan Siti pun pulang, Alhamdulillah.

Banyak yang mengatakan Siti nggak pulang karena dibawa pacarnya, lagi musim kawin. Really? Emang bisa? Nah, karena takut Siti beneran mau kawin sama kucing garong, si sulung pinjem kucing jantan temannya, ras himalaya. Ganteng, badannya tinggi besar, six pack, jalannya macho, namanya Grey Yanto. Awalnya keren namanya Grey, ada lanjutan Yanto. Jadi dipanggil Yanto. Cocoklah sama Siti, sama-sama nama desa, Lols.


Greyanto, bapake

Yanto melihat Siti langsung tebar pesona. Siti yang lagi santai langsung berdiri, mata melotot dan mengeluarkan suara mengeram, tanda tak nyaman. Siti galak banget. Yanto tetep usaha mau deketin Siti, tapi Sitinya galak. Menariknya, ketika Yanto mendekati Siti pelan-pelan, baru mau ditomplok, Siti langsung berkelit badannya menyamping dan menyakar Yanto. Keren kan? Ibarat manusia Siti punya silat kayaknya. Sampai 3 hari Yanto amsyong nggak dapat Siti, akhirnya Yanto dibalikin ke pemiliknya.

Setelah Yanto pulang, Siti nyariin Yanto dan mendadak gatel. Dia kawin dengan kucing di luar rumah, whuahhh si sulung kesel banget. Akhirnya Yanto dibawa lagi ke rumah, happy ending mereka kawin. (kayak drama korea gak hahahah).

Siti Melahirkan

Akhirnya Siti bunting. Badannya tambah melar, tapi kasian melihatnya nggak tega. Tiduran terus, makan jadi banyak, tapi beneran nggak tega deh. Kayaknya susah ngapa-ngapain, tidur pun kakinya nggak bisa dilipat. Keliatan ngos-ngosan karena perutnya makin membesar.

Setelah dua bulan, Siti melahirkan. Tadinya bingung, tanda-tanda melahirkan gimana? Kalau dia melahirkan di lemari gimana? Akhirnya menjelang due date, lemari yang kebuka kita rapet-rapetin. Dan tanda-tandanya adalah kucing jadi sering mencari tempat melahirkan dan mengeong terus. 

Pada malam dia mengeong terus, kita feeling nih, Siti dimasukkan ke kandang yang sudah dialas kain empuk. Beneran, jam 3 pagi kedengeran mengeong suara kecil halus, dan melahirkan berlangsung sampai jam 5 pagi. Siti punya anak 5. Abu, Suki, Bule, Kira dan Zoro. Yang cowok Bule doang, semuanya cewek.

Kira, Bule, Zoro, Abu, Suki

Kini anak Siti sudah berusia 2,5 bulan. Ternyata Siti yang selama ini cuek, sama anak sayang banget, emak penyabar. Anaknya dijagain banget, dijilat-jilat, kalau kelimanya menyusu, Siti merebahkan badanya, dan kakinya diangkat supaya semua dapat susu. Waktu pertama menyusu kelihatan Siti kesakitan, tangannya ditekan ke lantai kayak sambil mengais. Kasian ya. Kalau ada salah satu yang mengeong, Siti langsung lari. Kalau ada salah satu kita bawa mau diajak main, Siti ikutin di belakang. Kalau anaknya main jauh-jauh, Siti kasih peringatan sambil usap-usap anaknya. Cocwitttt.


Dan saat ini Siti lagi proses untuk disteril. Kenapa?

Siti siap2 mau disteril setelah puasa lebih dari 8 jam

1. Kasian nggak tega kalau bunting lagi

2. Takut nanti anak-anaknya terlantar meski akan diadopsi juga

3. Ribet punya kucing banyak

4. Kucing lebih sehat jika disteril, lebih betah di rumah dan berumur panjang

5. Silahkan googling, 

Lucunya tadi nggak ada kucing sama sekali, sekarang ada 6. 6. Sudah ada yang mau adopsi 3 dan kita Insya Allah (kalau gue nggak berubah pikiran) akan keep 3.

Punya peliharaan itu harus banyak sabar dan berkorban. Kulit sofa jadi terkelupas kena cakar kucing. Karpet juga sama kasusnya. Kadang suka pup sembarangan karena masih kecil, gak bisa yoga tenang, ada aja yang gigitin celana, kaki, baju. Pengeluaran jadi makin bertambah untuk makanan, minuma, pasir dan vaksin, mainan dan lainnya.

Suki, my fave


semua diinvasi




Tapi karena lagi pandemi begini, punya kitten bikin seneng sih. Dan saya sudah berani peluk-peluk kucing, usap-usap, kalau cium cuma ke pipi aja, kitten ini ngegemesin ternyata. Sampai sekarang untuk urusan kotoran masih si sulung yang bersihin, kepikiran juga kalau kuliah sudah aktif dan si sulung pindah ke negara upin ipin, kucing tangggung jawab siapa? Gak mungkin paksu kan, Lolsss..

Kita Lihat Saja nanti. Tulisan Siti disteril menyusul ya.

Semoga Bermanfaat

Alia Fathiyah



4 comments

  1. Menyerah tak sanggup melihat keunyuan dan kelucuan Siti dan anak anaknya Masha Allah ya aku jg sepanjang masih sigle ngga pernah kepikiran suka kucing, anakku suka kucing akhirnya piara beranak sekarang aku yg bucing...gemeeees

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah mungkin bawaan umur kita ya makk, jadi seneng sama kucing habisnya lucuuu

      Delete
  2. Hai Siti....cakep banget mba kucingnya. Aku suka kucing...di rumah melihara juga, tapi kucing jawa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya siti cantik tapi cuek bangettt. itu kucing jawa apa bedanya sama kucing lain, baru ngeh aku hihihi

      Delete

Alsya Communications

Alsya Communications
Media Consultant untuk press conference, media gathering dan press release. Tim kami terdiri dari para mantan wartawan sehingga memudahkan untuk interaksi dengan media di Indonesia, baik media cetak, media online, atau blogger.