Ayo Hijrah Bank Muamalat, Tidak Melulu Soal Komersial




Belakangan banyak sekali ditemukan fenomena hijrah di kalangan anak milenial. Di kalangan artis tak sedikit mengubah penampilan, yang wanita menggunakan hijab dan memakai baju tertutup, sedangkan yang pria memelihara jenggot sesuai sunnah Rasulullah dan meninggalkan dunia sinetron.
Berhijrah bisa bermakna bertekad untuk mengubah diri demi meraih rahmat dan keridhaan Allah SWT. Selain itu, hijrah juga diartikan sebagai salah satu prinsip hidup. Seseorang dapat dikatakan hijrah jika telah memenuhi dua syarat, yaitu ada sesuatu yang ditinggalkan dan ada sesuatu yang ditujunya (tujuan).


Lalu apa arti hijrah itu? Saya kutip beberapa hadist Rasulullah mengenai hijrah.

"Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya." (HR Bukhari dan Muslim).

“Seorang Muslim ialah orang yang Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhori dan Muslim).

"Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR Ahmad).


Untuk saya pribadi jika berbicara mengenai hijrah yang terkait dengan perbankan adalah mulai meninggalkan hal-hal yang terkait riba. Saya memindahkan tabungan ke bank syariah, meski di bank konvesional tetap ada untuk kebutuhan sehari-hari. Pertimbangannya, lantaran ATM yang mudah ditemukan juga akan habis setiap bulannya.

Selain pindah ke Bank Syariah, saya juga tidak lagi memakai kartu kredit, tidak lagi memakai asuransi serta menutup investasi saya yang terkait dengan saham. Juga tentunya tidak ada lagi cicilan yang harus dibayar tiap bulan. Rasanya? Lega banget. Alhamdulillah

Namanya berusaha menjadi lebih baik lagi dengan istiqomah, saya juga mulai meninggalkan pekerjaan lama saya yakni menjadi jurnalis. Lho kok?

Well, saya suka menulis, tidak menjadi jurnalis toh saya juga bisa menulis hal kebaikan, salah satunya di blog. Saya bisa menulis yang temanya tidak ditentukan oleh bos di kantor. Saya bisa menulis yang isinya diusahakan bermanfaat bagi yang membacanya. Saya berbagi cerita dan informasi mengenai hal yang saya lakukan semoga bisa menginspirasi banyak orang setelah membacanya.

Perubahan ke arah lebih baik ini, Alhamdulillah disambut baik ketika saya mendapatkan undangan dari Bank Muamalat yang menggelar forum diskusi dan edukasi bertajuk Hijrah Talk.

Hijrah Talk


Pada 2018, Bank Muamalat meluncurkan kampanye #AyoHijrah . Untuk melanjutkan kampanye tersebut,digelarlah diskusi Hijrah Talk di di Muamalat Hijrah Coffee sore itu, Jumat 26 Juli 2019 yang mengangkat tema Ayo Hijrah untuk hidup lebih baik dan penuh berkah. Diskusi tersebut dihadiri oleh CEO PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk Achmad K Permana dan ustad kondang Ercik Yusuf.

Ustad Erick Yusuf mengeluarkan sebuah hadist Rasulullah, " Barang siapa yang menunjukkan kebaikan, sehingga memotivasi orang untuk melakukannya, pahalanya sama dengan orang yang mengerjakan kebaikan itu."

Menurut ustad Erick, hijrah itu adalah mengubah menjadi sebuah kebaikan. Yang sudah baik, menjadi lebih baik lagi. Jikapun ingin berhijrah harus ada niat kuat untuk berubah dan yakin untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

CEO PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk Achmad K Permana

Sedangkan Pak Achmad K Permana yang baru  1 tahun menjabat sebagai CEO, merasa ingin memberikan perubahan yang lebih untuk bank syariah pertama di Indonesia itu. "Saya ingin Bank Muamalat tidak melulu soal komersial, nggak melulu mencari keuntungan, tapi ingin ada sisi sedekah. Ingin tiap aspek dari kemampuan infrastrutur dibangun agar orang bisa melakukan hal-hal yang baik.

Achmad K Permana menambahkan, tren gaya hidup hijrah di kalangan milenial saat ini memang menjadi suatu hal yang positif. Namun, generasi milenial sebaiknya juga harus paham mengenai pengelolaan keuangan yang sesuai syariat. Karenanya, Bank Muamalat ingin mengajak generasi milenial untuk hijrah dengan mengenal bank syariah.

Salah satu terobosan pelayanan baru yang menyasar target generasi milenial, yakni Muamalat Hijrah Coffee. Muamalat Hijrah Coffee, merupakan perpaduan pelayanan nasabah Bank Muamalat berkonsep tempat nongkrong, yang modern, tetapi tetap profesional.

Melalui gerai Muamalat Hijrah Coffee, nasabah dapat merasakan pengalaman baru pelayanan perbankan yang dipadukan tempat ngopi. Dengan layanan operasional di hari kerja, Senin-Jumat, selama jam kerja, diharapkan dapat memudahkan dan mendekatkan nasabah dengan semua layanan Bank Muamalat.

Pada kesempatan yang sama, Bank Muamalat juga menyerahkan hadiah umrah gratis kepada pemenang Juara 1 Kompetisi Blog #AyoHijrah yakni Triani Retno Adiastuti yang telah membuat tulisan inspiratif dengan judul #AyoHijrah Bersama Bank Muamalat Indonesia, Hidup Tenang dan Berkah.

Pemenang pertama, Mbak Retno, Pak Permana dan Pemenang kedua Mbak Katerina

Kompetisi blog ini merupakan salah satu program dari gerakan #AyoHijrah, karena Bank Muamalat memahami bahwa semua orang memiliki momen hijrahnya masung-masing dan ingin mengajak para blogger untuk berani berbagi cerita tentang momen hijrah yang mereka terapkan.

Hijrah punya makna yang luas. Bagi yang belum berhijrah, kampanye #AyoHijrah ini bisa jadi momentum untuk memulai, dan bagi yang sudah memulai berhijrah agar dapat melengkapi serta menyempurnakan diri dengan ajaran yang sesuai syariat.

“Bank Muamalat tidak berhenti berinovasi untuk mengajak masyarakat untuk berani meningkatkan diri kearah yang lebih baik dan menciptakan solusi layanan perbankan berbasis syariah yang aman dan praktis, sehingga niat untuk berhijrah ke bank syariah dapat dilakukan lebih mudah,” kata pak Permana.

 Semoga Bermanfaat

Alia Fathiyah

No comments