Traveling Anti Mainstream ke Lombok (2)


Hehehhe, padahal nggak ada niat bikin tulisan ini bakal berseri. Pas endingnya menggantung, dan ternyata responnya pada penasaran, yaudah deh gue terusin ceritanya.

Baca: Cari Air Minum Gratis di Singapura

Belakangan, pas jadi sering traveling sendiri (maksudnya tanpa ada undangan untuk kerja gitu), ada aja drama yang bikin deg-degan. Sejak drama menghebohkan di Kuala Lumpur, baca di sini, gue jadi deg-degan terus kalau ada kejadian di luar expetasi. Lalu gue membatin sendiri (secara gue orangnya ceroboh), apa yang salah ya? Apakah ada yang kelupaan? Apa lagi sih ini?

Nah, kejadiannya sama ketika tiket pulang dari C*t*l*nk gue dibatalkan karena nggak ada penerbangan hari itu. Untuk yang belum baca kejadian pertama, baca di sini. Jadi setelah gue kontak direct ke petugasnya berhasil, dia menjanjikan gue bakal dapet penerbangan dengan B*T**k. Tapi sampai malam, gue hubungi dia untuk conform susah banget masuknya. Telpon nggak diangkat, telpon kantor C*t*l*k nggak diangkat juga (anehkan, padahal itu kantor, masa nggak ada operatornya?), SMS nggak dibales, email juga sama.

Gue jadi suuzon apakah mereka berkonpirasi supaya gue nggak dapet penerbangan pengganti? (hehehe kebanyakan nonton film detektif). Kenapa semua jalur komunikasi susah banget masuknya. Padahal semua temen seperjalanan, udah janjian mau ke Gili Terawang Senin paginya, lalu Selasanya ada yang lanjut ke Bali dan Pinky Beach. Jadi gue gimana dong?

Nggak mungkin juga ikut mereka. Pertama ijin pak suamik cuma ampe hari Senin. Ada si bontot di rumah yang tiap video call bikin kangen, lalu banyak tanggung jawab sebagai emak yang menanti.


Setelah deg-degan hampir malam gak ada kabar, eng ing eng... tak lama masuk SMS yang memberikan kode booking. Phuiihh..gue lega. Supaya bener itu kode bookingnya, gue pun langsung mencoba check in online ke B*t*k , Alhamdulillah lancar jaya. Gue udah dapet nomor kursi di penerbangan.

Berpisah

Senin pagi, yang pingin ke Gili Terawang udah siap-siap pergi, ada Elf yang menanti mereka. Gue pun sendiri di penginapan (eh ada sih Trio Guru Sulawesi itu yang nggak ikut karena ada penerbangan sore).