Cara Daftar Haji di Kabupaten Tangerang

Throwback umroh 2011...Labaikallahumma labaik... (abaikan wajah saya yang bluwek ya, fokus aja ke atasnya)

Alhamdulillah, setelah sekian lama menunggu dan berharap, akhirnya saya bisa juga daftar haji, meski harus menunggu sampai 20 tahun. Serius? Yes! Saya mendapatkan porsi di tahun 2038, entah sudah umur berapa, hiks. Semoga saya dipanjangkan umur dan bisa pergi haji dalam keadaan sehat walafiat, Amin Yra.

Baca: Belanja Murah di Kuala Lumpur

Sebelum daftar haji ini, saya sudah browsing bagaimana prosedurnya untuk Kabupaten Tangerang. Nyaris, semua yang saya baca tidak memenuhi harapan, karena kurang detil. Lantaran itulah saya memutuskan untuk menulis pengalaman saya ini di blog, semoga bisa membantu dan bermanfaat ya.

Awalnya, saya lebih dulu datang ke bank Syariah. Saya memutuskan memilih Bank  Syariah Mandiri, bukan alasan khusus. Karena posisi Bank Syariah Mandiri lebih dekat dari rumah dibandingkan Bank Syariah lain yang ada di kawasan Gading Serpong.

Saya bertanya-tanya ke bagian costumer service bank, persyaratan apa yang harus saya penuhi. Lalu si embak yang ramah dan sopan itu memberikan saya secarik kertas untuk membawa data lengkap dan foto dengan backgorund putih (sama sih sebenarnya sama foto waktu umroh beberapa tahun lalu).

Jadi saya harus foto dulu dan mencetaknya sebanyak 33 lembar. Foto untuk bank diambil sebanyak 3 buah, sisanya untuk Kemenag. (Tapi pada akhirnya kepake juga sedikit, foto saya sebanyak lebih dari 10 lembar dikembalikan. Entah kenapa).

Cek kapan haji di sini (kok website kemenag pake blogspot si *salfok)

Soal foto, saya sempet bingung nih. Soalnya kakak yang pernah daftar haji duluan mengatakan kalau foto di Kemenag. Dan jumlah segitu katanya kebanyakan. Lalu saya konfirmasi ke mba costumer service bank, katanya ini peraturan baru jadi foto sendiri. Lumayan banyak juga yang harus dipenuhi sebanyak 33 lembar (ukuran 3x4 dan 4x6) untuk bank dan Kemenag. Dan ternyata yang dibutuhkan memang nggak sebanyak itu. Sedangkan soal biaya foto, habislah sekitar Rp 65 ribu. (jangan foto di mal, lebih mahal. Mendingan di cari di ruko-ruko aja).

Persyaratan untuk ke Bank:
1. Buka tabungan haji mabrur dan isi sebesar Rp 25.100.000. (seratus ribu untuk jejaga supaya saldo nggak nol, karena 25 juta akan disetorkan ke Kemenag).
2. FC KTP
3. Foto 3X4 = 5 lembar (background putih dan tampak wajah 80%).



Semua disetor ke bank. Lalu Bank melakukan validasi ke Kemenag, uang kita yang Rp 25 juta itu dibayarkan ke Kemenag. Nah, setelah mendapatkan nomor validasi itu, kita hanya punya waktu 5 hari untuk datang ke Kemenag menyodorkan data dan kita akan mendapatkan nomor kursi. Kalau lewat 5 hari , urusan akan panjang waktunya karena akan melewati proses ke Kanwil (begitu kata orang Kemenang yang saya tanyaken).

suasana di Kemenag Tigaraksa
Oke urusan ke Bank selesai. Lalu saya mulai mencari info di mana lokasi Kemenag Kabupaten Tangerang. Kaget juga pas tau lokasinya di Tigaraksa. Buat saya terbilang jauh, apalagi saya nggak tahu daerah situ.

Menuju Kekementerian Agama (Kemenag)
Demi istri tercintah, si pak suamik rela mengantarkan saya ke Kemenag di Tigaraksa, sekaligus bawa si bontot. Lantaran menunggu 'si tengah' pulang sekolah, akhirnya saya sampai Kemenag itu pukul 12.15 siang.

Berkas untuk Ke Kemenag:
1. FC Buku Tabungan
2. FC KTP (diperbesar 330 %)
3. Foto 3x4 dan 4x6 
4. SPCH dari Bank'
5. Nomor validasi dari Bank
6. FC Kartu keluarga
7. FC Akte lahir
8. FC Ijaza (optional)
Alhamdulillah di Kemenag sudah gak ada lagi korupsi dan grafitasi
9. Foto Buku Nikah

Ternyata petugas haji di Kemenag lagi istirahat. Terpaksa kita menunggu dan melipir ke mesjid yang ada di sebelah Kemenag. Balik ke Kemenag pukul 13.15, udah penuh saja yang mengantri. Saya menyodorkan berkas, ditemui oleh ibu E***i.

"Sebelah sana bu. Kalau nggak offline, bisa cepet bu," katanya.
"Maksudnya? " 
"Biasanya suka offline bu, jaringan internet suka mati, mudah-mudahan bisa hari ini."
Saya mah manut saja. Lalu saya sodorkan berkas ke seorang bapak di meja yang berbeda. Ternyata, berkas saya ada yang kurang untuk di foto copy, lalu saya ke belakang gedung untuk foto copy dan sudah banyak antrian.  And you know what? Mesin Foto copy nya rusak! Ada dua mesin, dua-duanya rusak, dan yang satunya lagi diperbaiki. Nggak habis pikir, di kantor yang menjadi tempat daftar haji untuk masyarakat Kabupaten Tangerang, dan foto copy merupakan hal yang penting, malah rusak.

Mulailah drama mendaftar haji dimulai. Eng ing eng....

Ada beberapa orang yang kecewa dan bingung, di mana tempat untuk foto copy. Untuk meredam kekecewaan, ada seorang ibu yang ngomong.

"Sabarlah, mungkin memang gini jalannya." (?????)

Saking lamanya mesin foto copy nggak benar juga, lalu beberapa orang berinisiatif mencari tempat foto copy lain menggunakan motor. Sayapun juga ikutan titip berkas yang akan di FC.

Setelah semua berkas lengkap, saya kembali ke dalam. Dan si bapak menanyakan beberapa hal untuk isi formulir, seperti golongan darah, jenis rambut ikal atau lurus, dan lainnya. Lalu saya menunggu lagi untuk di foto dan cek sidik jari.


Waktu terus berjalan. Tertulis pukul 16.00 loket daftar haji tutup. Lumayan lama, nama saya dipanggil untuk foto serta sidik jari. Lalu menunggu lagi....menunggu...tungguu...

Pas pukul 15.00 saya melihat ada tulisan di meja 'offline'. Saya tanya maksudnya offline itu apa.

"PLN seluruh Kemenag di Indonesia mati, jadi jaringannya berhenti," kata si ibu e***i itu.
Bapak yang lain menjawab, "Mungkin saking banyaknya yang daftar haji di seluruh Indonesia, jadi mati listrik di Kemenag."
Really??
Tertulis Offline 

Sayanya yang mungkin kudet (karena baru pertama kali daftar haji) dan gagal paham dengan maksud 'PLN seluruh Kemenag Indonesia' mati, mulai mencoba cover both side. Maklum, belasan tahun jadi wartawan, gak bisa telen bulet-bulet dapet informasi sepihak. Terbiasa konfirmasi dengan pihak lainnya yang disebutkan.

Inikan zamannya teknologi canggihkan? Udah nggak perlu lagi pakai telpon. Lalu saya mulai bertanya ke Kemenag RI lewat Twitter. Saya juga bertanya kepada Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin lewat Twitternya dan Instagram Kemenag RI. Dan hasilnya nol! Karena si adminnya nggak menjawab pertanyaan saya.

Padahal kalau menjawab Ya doang itu sudah cukup.

Tapi sudahlah, siapa saya ini sampai bapak pejabat itu menjawab pertanyaan sederhana saya.
Yasudah, akhirnya saya pulang. Karena sampai jam 4 sore, tulisan offline masih 'nangkring' di meja depan.

Besoknya, saya kembali lagi ke Kemenag Tigarasaksa sendiri, berbekal GMAPS. Untung banget nggak nyasar karena kemarin udah ke sanakan. (Meski pas pergi sempet deg-degan takut nyasar, maklum kata 'nyasar' sepertinya akan ada di tengah nama saya).

Nama dan kontak pejabat Kemenang Tigaraksa

Sampai Kemenag jam 10 pagi, para calon haji yang datang kemarin, sudah terlihat berkerumun di ruangan yang himpit-himpitan itu. Setelah saya laporan,  15 menit kemudian nama saya dipanggil dan disodorkan surat sekaligus nomor kursi.

"Perkiraanya ibu pergi tahun 2038 untuk jelasnya nanti bisa cek di website lewat hape," kata si bapak di depan sambil menunjuk tulisan yang ditempel di kaca. Lalu saya pulanglah dengan rasa syukur. Tinggal Allah yang 'bekerja', kapan rejeki saya ke Tanah Suci untuk menunaikan Rukun Islam ke 5 itu bisa terlaksana. Bismillah.

Baca juga: Keceblos Jadi Solo Traveler

Tips:
Melihat pengalaman saya waktu daftar haji, saya berikan beberapa tips penting.

1. Sebelum ke Kemenag, foto copy semua peryaratan. Jangan foto copy di kantor Kemenag, kalau kejadian kayak saya nanti susah sendiri. Jangan diharapkan.
2. Datang pagi hari, buka pukul 08.00, nanti kena 'offline' suruh balik besoknya kan ribet. Emang kita nggak kerjaan lain?
3. Nah ini yang nggak pernah saya dapatkan informasinya, padahal menurut saya penting. Nggak semua orang punya rejeki sama, yang bisa daftar haji berdua sama pasangan. Ternyata, jika baru punya rejeki hanya untuk satu orang (suami atau istri), dan satunya lagi daftar belakangan, bisa lho tetap pergi berdua. Misalnya, saya baru daftar sendiri, nah suami baru bisa daftar 10 tahun kemudian, ketika waktunya saya untuk pergi haji, saya bisa 'menarik' suami untuk menemani saya , dengan dibuktikan dengan buku nikah. Enakkan? Bisa ditemenin mahram sendiri.

Yuk ah, daftar haji, untuk memenuhi Rukun Islam ke 5. Semoga bermanfaat.

AAL





7 comments

  1. Alhamdulillah mba Alia sudah mendaftar. InsyaAllah niat baik semoga terwujud ya, mba :)

    ReplyDelete
  2. Wowh 2038. Apalagi aku yg belum apa2 nih mbak. Duhh semoga ada rejeki ya. Punya uang 25 juta sudah bisa dapat porsi haji ya mbak. Duhh jadi merinding, semoga Allah segera menyegerakan urusan kita dalm menyempurnakan rukun islam ke 5 ini ya terutama yg belum berhaji. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. maafff baru kedetekk...Amin Ya Allah, semoga cepet bisa daftar haji juga ya feb

      Delete
  3. Mbak mau tanya, pas ke kemenag perlu surat domisili sm surat keterangan sehat?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kemarn gak pake, cuma surat-surat yang aku tulis di atas aja, daftar tergantung dari KK dan KTP kan

      Delete
  4. mbak, jika mau daftar di tangerang karena ktp tangerang apakah banknya juga harus wilayah tangerang? bisa tidak wilayah jakarta?

    ReplyDelete