Menginap di Hotel 'Berhantu'

Rasanya nyaris semua hotel berhantu, tentu untuk kamar tertentu. Biasanya, kamar yang berhantu itu ada sejarahnya, biasanya ada orang mati tidak biasa di kamar itu (baca bunuh diri). Saya pernah menginap di hotel yang bangunannya lama di Bandung, namanya hotel J*******a. Ceritanya waktu itu saya diundang RCTI untuk meliput audisi Indonesian Idol. Sudah lama banget si.

Karena waktu itu saya wartawan yang telat mendaftar untuk meliput, jadi saya disatukan kamar dengan dua teman yang lain, sebab itulah saya tidur di sofabed. Seperti biasa saya masuk kamar mengucapkan Assalamualaikum (ini wajib), ketika malam saya terlelap, saya erep-erep, pasti kalian udah pernah merasakan bagaimana erep-erep itu. Seperti susah nafas, mau membuka mata seperti sulit, di tengah usaha untuk membuka mata itu, saya melihat seperti sama seorang wanita berbaju putih duduk membelakangi di pinggir tempat tidur. Dia menoleh ke saya. Segala bacaan doa saya ucapkan dalam hati.

Saya terbangun, dan melihat dua teman saya masih tidur. Karena masih malam, sambil baca-baca saya tidur lagi (kebluk banget). Sampai di Jakarta, saya bertanya ke teman yang cenayang, katanya si saya menganggu tempatnya. Aneh, kan saya sudah ucapkan salam. Lagian bagaimana mau ijin, kenal juga gak.

Ternyata, teman saya yang lain, yang bisa 'melihat', mengatakan dia juga ada hantu bapak-bapak yang asik berdiri di belakang pintu. Tapi dia cuek aja, selama tidak menganggu.

Nah, Sabtu kemarin, 17 Oktober 2015, saya dengan komunitas AXIC (Avanza Xenia Indonesia Club) melakukan touring ke Cirebon. Sekaligus dalam rangka ulang tahun chapter Karate (Karawaci, tangerang dan sekitarnyalah). Sejumlah 14 mobil berkonvoy menuju Cirebon yang pertama kali melewati tol Cipali.

Ketika saya mengetahui kita akan bermalam di Hotel S*****a Cirebon, saya jadi teringat cerita seorang teman yang mengalami kejadian menyeramkan di hotel itu. Ceritanya dia ada liputan di Cirebon dan menginap di sana. Dia diberikan kamar nomor 319-320 (antara dua nomor itu) yang letaknya mojok.

Tanpa berfikir panjang, dia tertidur. Malamnya dia terbangun dan kaget melihat seorang pocong (ini seorang, sebuah apa sesuatu ya *dibahas) sedang tidur di sampingnya. Dia tidak langsung teriak kaget atau meloncat. Pikiran dia saat itu hanyalah, "kalau gue lari ke pintu, pasti itu pocong akan lebih dulu nyampe di depan pintu."

Dan dia mengaku sedang capek banget. Letih, lelah tak berdaya. Tanpa pikir panjang, dia langsung memegang itu pocong dengan tangannya, dia merasa tanganya mendarat di dagu pocong dan membaca Al Fatihah berkali-kali. Lalu...sleepp!! pocongnya lenyap!

Keesokan harinya, dia marah-marah ke front desk hotel dan meminta kamar diganti sekaligus meminta pertanggung jawaban ada apa dengan kamar itu. Ternyata, sekitar 7 bulan lalu ada yang bunuh diri. Dan teman saya itu bercerita ke temannya yang bisa menerawang lewat telpon, diberikan bacaan quran agar pocong itu tidak mengikuti dia. Konon, kalau kita memegang, dia akan ngintiilin kemana kita pergi. Hiiyy...

Alhasil, setelah sampe hotel itu, saya dan suami sudah siap-siap mencari nomor kamar hotel. Jika dapat nomor itu, kita akan minta pindah sekuat tenaga agar tidak menempatinya. Alhamdulillah, kita dapat nomor 414. Dan seluruh anggota Karate Axic berdiam di lantai 2, 4, dan 5 saja. Horeeee selamat dari siksaan pocong.

Anda punya cerita hotel berhantu juga?

Alsya Communications

Alsya Communications
Media Consultant untuk press conference, media gathering dan press release. Tim kami terdiri dari para mantan wartawan sehingga memudahkan untuk interaksi dengan media di Indonesia, baik media cetak, media online, atau blogger.