Film Spectre, Kebingungan Sam Mendes Menggarap James Bond

Banyak yang berharap lebih dengan film James Bond terbaru, Spectre. Apalagi film ini, terakhir Daniel Craig menjadi agen 007 itu. Tapi, kekecewaan muncul, sama seperti film sebelumnya untuk Skyfall. Sam Mendes, si sutradara belum mampu meracik film aksyen tersebut menjadi enak ditonton, terutama dalam hal jalan cerita yang digawangi tiga penulis, John Logan, Neal Purvis, Robert Wade & Jez Butterworth.

Bercerta tentang Bond yang diminta mantan bos nya M (Judy Dench) untuk membunuh seorang teroris berkebangsaan Italia, Marco Sciarra. Pembunuhan itu mengarah kepada Spectre,  sebuah organisasi teroris rahasia yang menguasai dunia.  Misi kali ini ternyata berhubungan erat dengan tugas-tugasnya terdahulu dan bahkan dengan masa kecilnya. Hal itu membuat James Bond bukan hanya menguras fisik dan mempertaruhkan nyawa tapi juga menguras emosinya. Spectre minim kecanggihan teknologi yang selama ini menjadi 'jualan' film tersebut, Mendes kurang mengasah lebih dalam untuk Craig. Musuh terlihat besar seperti dewa, bisa dengan mudahnya dilumpuhkan. Well, namanya juga film yaa, hiks.

Lalu aliran cerita berlanjut dari petunjuk janda Marco, artis seksi asal Perancis Monica Belluci dan ke Madeleine Swann (Léa Seydoux), anak dari White mantan anggota Spectre. Dua gadis Bond memang selalu ada di setiap aksi inetelijen asal Inggris itu.
Sosok Madeleine Swann yang memiliki wajah klasik dan pucat, dan sepanjang film lebih banyak menatap tanpa kedip dengan mata sinis serta wajah datar, ternyata tak sesuai yang diharapkan. Saya menunggu dia berkelahi mengeluarkan aksi bela diri.

Bahkan, dalam adegan menuju akhir, ketika Madeleine dan Bond berpisah (Madeleine menoleh ke belakang dengan penuh misteri), saya berharap mendapatkan klimaks yang mengejutkan, yakni Madeleine adalah otak dari Spectre, dia yang mengatur semua jaringan dan organisasi mafia itu di seluruh dunia. Tapi nyatanya? Membosankan. Dia lagi-lagi ditangkap dan Bond harus membebaskannya atau dia mati. Biasa bangetkan?

Lalu apa peran Monica Belluci? Poor... Saya nggak habis pikir, kenapa aktris cantik yang wajahnya sudah berkerut itu dilibatkan dalam film James Bond, menjadi gadis bond. Terlambat!! Itu kata yang tepat menggaet Belluci masuk dalam ke film ini, kenapa sekarang? Kenapa tidak 20 tahun lalu ketika Belluci wajahnya masih kencang dan menarik. Dia memang masih cantik dan seksi, tapi kerutan wajahnya menurut saya menganggu jika dipasangkan dengan Daniel Craig. Haii Mendesss....apa yang ada dipikiranmu untuk bagian ini? Sama halnya dengan Skyfall, Mendes seperti kebingungan menggarap film sebesar James Bond. Mendes yang dikenal dengan American Beauty dan meraih Oscar untuk film itu sepertinya kurang 'gahar" untuk memvisualisasikan James Bond ke film.

Sejak dulu saya suka dengan film James Bond, tepatnya sejak Pierce Brosnan menjadi Bond (karena itu umur saya sudah boleh menonton film dewasa, hehehe), dan hanya Brosnan yang pas menjadi agen M16 itu jika dibandingkan dengan yang lain seperti Sean Connery, Roger Moore atau Timothy Dalton, apalagi Craig yang memiliki struktur wajah keras dan sadis.
Nah, yang sedikit berbeda (hanya sedikit) dari Bond versi Craig ini muncul beberapa sisi humor, salah satunya ketika di intro film, bangunan rubuh di Meksiko, Bond jatuh malah terduduk di sofa di antara reruntuhan, itu khas Bond versi Brosnan lho. Di siniCraig tidak lagi sebagai sosok Bond yang serius dan galak, sudah ada senyum dan tatapan menggoda. Coba bandingkan dengan yang sebelumnya seperti Quantom of Solace dan Casino Royale, serius banget kan.
Ayooo siapa yang layak menjadi Bond selanjutnya?

Ingin Cantik? Jangan Percaya Mitos Ini

Setiap wanita pasti ingin terlihat cantik. Salah satu cara untuk mempercantik diri ialah dengan menggunakan make up. Namun sayangnya, masih banyak yang percaya beberapa mitos tentang penggunaan make up yang belum tentu benar. Dilansir dari Boldsky.com, dibawah ini adalah 7 mitos tentang make up yang harus Anda ketahui.

Foundation Gelap Membuat Kulit Eksotis
Bagi Anda yang memiliki kuit pucat, mungkin Anda ingin menggunakan foundation dengan warna uyang lebih gelap. Tapi sayangnya, hal ini malah akan menjadi musibah karena warna kulit wajah menjadi tidak natural. Jadi, pilihlah foundation dengan warna yang mendekati warna kulit Anda.

Make Up Menyebabkan Kulit Berjerawat
Pernyataan ini tidak benar kecuali Anda mengguankan make up kadaluarsa. Umumnya, jerawat dan komedo muncul karena wajah tidak bersih. Jadi pastikan, bersihkan wajah sebelum mengaplikasikan make up dan sebelum tidur.

Produk Mahal Lebih Baik dari Produk Murah
Ada produk yang jelek dan produk yang bagus dalam industri kecantikan. Jangan membeli make up karena harganya lebih mahal atau mereknya lebih populer dari produk lainnya. Pastikan Anda selalu mengecek produk yang Anda gunakan sebelum benar-benar membelinya.

Sabun Adalah Pembersih Wajah Terbaik
Tidak heran jika kulit wajah Anda terasa lebih bersih setelah Anda mencucinya dengan sabun. Tapi tahukah Anda kalau sabun sangat efektif menghilangkan minyak alami dalam kulit wajah. Pilihlah pembersih wajah yang larut dalam air sehingga bisa menyeimbangkan pH kulit Anda.

Pori-Pori Mengecil
Banyak produk kecantikan yang mengklaim bisa mengecilkan pori-pori. Pori tidak seperti otot yang dapat mengecil. Sebaiknya, rawat kulit wajah dengan rutin membersihkan agar pori tidak melebar.

Mengaplikasikan Concealer Sebelum Foundation
Mengaplikasikan Concealer Sebelum Foundation adalah kesalahan yang sering dilakukan. Aplikasikan dahulu foundation untuk menutupi noda di wajah. Lalu gunakan concealer untuk menutupi noda yang susah tertutupi oleh foundation.

Menggunakan Pinsil Alis Dengan Warna Yang Sama dengan Alis Alami
Menggunakan warna yang sama akan membuat alis terlihat tidak alami. Gunakan pinsil alis dengan warna yang sedikit lebih mudah dari warna alis karena efektif membuat alis terlihat natural dan terisi.

BOLDSKY

Asiknya Ngobrol dengan Dena Rachman

Nama Dena Rachman ada dalam google trend, artinya banyak pembaca setia google yang mencari berita tentang mantan artis cilik itu. Ternyata, jagat dunia maya sedang heboh dengan foto Dena yang memakai bikini di pinggir pantai sambil tiduran. Yang menjadi kehebohan adalah, Dena adalah seorang transgender, belum operasi pula, hiks. Tapi bentuk tubuhnya seksi dan mulus seperti wanita normal umumnya.

Saya jadi ingat pertemuan dengan Dena sekitar dua tahun lalu. Waktu itu, Dena juga menjadi perbincangan karena tampil menjadi perempuan. Ketika kecil, anak dari penari Acan Rachman ini (yang masa kecil dan remajanya tahun 80-90an pasti tahu sapa Acan, penari profesional dulu sering nongol di TVRI menjadi pernari latar para penyanyi *Duh ketauan de setua apa gue,hiks), lahir sebagai lelaki, namanya Renaldi.

Saya ingat, waktu kecil Dena jadi laki-laki gemulai, senyum manis rambut lurus. Banyak orang yang bingung bandingin dengan Geofany, teman duetnya Saskia lewat lagu Menabung (Gileyeee apalnya gue).

Nah, janjian lah gue sama Dena. Dia minta ketemuan di restoran TWG, Plaza Senayan pas makan siang. Saya agak aneh sama restoran itu, gak familiar, posisinya ada di depan Sogo PS. Unik dan berbeda, didominasi warna emas dengan banyak kaleng2 berisi teh.

Saya datang duluan, duduk dengan manis di restaurant mewah itu. Tak lama Dena menelpon dan sudah masuk restauran. Waaaaa, orang nggak akan menyangka dia dulunya  laki. Cantik banget, rambutnya lurus panjang sebahu, dagunya panjang, kulit wajah dan tangannya mulus. Minder juga ketemu laki mulus kinclong begitu, Lol.

Cara jalan dan gesturenya juga sudah cewek banget, anggun duduk sambil mengibaskan rambutnya. Lalu saya disodori menu yang makanannya nggak kenal dan nggak familiar (huh, bopung dah). Dena sepertinya sadar, dia rekomendasi egg benedict (ini jenis makanan dua roti bulat diatasnya dilapisi krem keju kuning, ketika dipotong dengan pisau, keluar telor dan lapisan daging asap, Fyi, versi Master Chef Gordon Ramsey, ini makanan susah dibikin lho dan gw udah pernah nyobaaa, yeayyy noraakk).

Sambil makan kita ngobrol, jari lentiknya (saya langsung memandang jari-jari sendiri yang gemuk, duh) asik memencet gadget. Kukunya panjang dilapisi kutek. Ketika dia bicara, agak asing dikuping. Satu masalah seorang transgender adalah tidak bisa mengubah suara lakinya. Tapi menurut saya suara Dena itu mirip anak laki mau puber, jadi mau pecah tapi nggak jadi (ibarat anak laki puber mau mimpi basah tapi batal karena pubernya harus haid *absurd abaikan).

Lalu dia cerita kalau sedari kecil dia memang merasa berbeda. Dalam keluarganya dia laki sendiri. Dia lebih suka boneka dan suka dandan sebagai perempuan. Dan dia mengaku tidak pernah mengubah bentuk tubuhnya, tidak operasi (tapi itu dulu sekarang dia udah ngaku operasi dadanya kan).

"Saya harus mengeluh apa, saya sekolah di FISIP UI, S2 di Italia, saya dapat pekerjaan bagus dan yang saya suka, untuk apa saya mengeluh dengan keadaan saya seperti ini. Saya yakin Tuhan sudah memberikan saya jalan seperti ini, jadi saya all out aja dan happy," kata Dena dengan santai.

Banyak yang diceritakan Dena soal dirinya, masa kecil, masa remaja dan dewasanya. Dia asik-asik aja tuh dan ggak perduli dengan ejekan, hujatan orang tentang dia yang transgender. "Saya harus bersyukur karena saya nggak cacat, saya sehat," katanya.
Jakunnya masih terlihat sedikit, dan di dagunya terdapat bulu halus. Saya melihat dia seperti seorang wanita pada umumnya, cantik, muda dan memiliki banyak mimpi.

AAL

Lecehkan Wartawan, Kenapa Raffi Ahmad Minta Maaf

Lagi heboh soal Raffi Ahmad melecehkan wartawan? Akhirnya dia minta maaf juga secara resmi lewat PWI. Padahal kemarin gue baca di salah satu portal, dia menantang jika wartawan mau lapor ke polisi, tapi sekarang berubah pikiran. Itu namanya artis cerdas, dia sadar cari rejeki lewat wartawan.

Kalau nggak ada media yang beritain dia mana dapat duit. Mau dikasih makan apa Gigi dan Rafathar.
FYI, banyak artis yang namanya udah tenggelam pada akhirnya dia telpon-telpon media minta diwawancarai. Atau yang tadinya pasang muka jutek ketika sedang di puncak popularitas, karena udah sepi job, mulai baik-baikin wartawan supaya di wawancara dan muncul di media.

Raffi bukan artis pertama yang melecehkan wartawan, dulu ada Luna Maya. Dia maki-maki lewat Twitter bukan? Tapi sempat  minta maaf gak ya, lupa gue. Tapi dia kena kasus besar yang pada akhirnya namanya mulai melorot ampe ke bawah hingga semua kontraknya dibatalkan meski sekarang dia pelan-pelan mulai banyak job lagi.

Well, promotor Adrie Subono pernah ngomong begini. "Ketika ada artis baru dan wartawan sama-sama makan di warteg. Wartawan ngeberitain dia, terus si artis langsung terkenal dan menjadi kaya. Si artis mulai meninggalkan warteg dan makan di restoran mahal, sedangkan wartawan yang ngeberitain dia tetap aja makan di warteg." Ngerti kan maksudnya?

Gue sangat jarang wawancara Raffi Ahmad, tapi pernah dan itu udah lama banget. Waktu itu peluncuran film dia berjudul Liar soal balapan motor. Dia masih baik banget, semua pertanyaan wartawan dijawab dengan senyum dan tawa. Belum gitu terkenal cyiinnnn.

Lalu gue wawancara dia lagi ketika dia mau duel tinju dengan Mario Lawalata. Gue lupa itu dalam rangka apa. Waktu jumpa pers, di atas panggung ada Raffi, Mario dan promotor. Wartawan duduk di tribun di hadapan mereka. Saya memberikan pertanyaan lumayan kritis (gue gitu locchhh), ternyata Raffi gak suka sama pertanyaannya. Dia jawab sekedarnya.

Jumpa pers selesai, dan seperti biasa wartawan maju ke depan kembali wawancara nara sumber. Saya yang masih belum puas dengan jawaban Raffi, ikutan maju. N you know what? Ketika melihat saya bertanya, dia melengos booo. Nggak dijawab sedikitpun meski gue ulang. Ok, fine! Skip!

Itu terakhir kali wawancara seorang Raffi Ahmad. Dikira artis dia doang apa? Maaf-maaf aja gue harus menunggu dengan sabar dia menjawab pertanyaan gue. No way!

Raffi sih kalau di depan TV keliatan asik ya, lucu, nggak pernah marah, ketawa terus dan kayaknya cowok nyenengin gitu. Coba deh, deketin dia, ngobrol dan bertanya. Lihat aja bagaimana reaksi dia, Lol.

AAL