Kelas Blogger 17, Belajar Blogging on The Spot

Foto: Kelas Blogger
Raksa Online

Tiba waktunya untuk ikut Kelas Blogger ke 17. Tentu seneng banget bisa kepilih dari 100 yang terdaftar. Ini kedua kalinya saya ikut Kelas Blogger, dan pastinya selalu mendapat tambahan ilmu usai pulang dari sana.

Atas kerjasama dengan Raksa Online, Kali ini, Kelas Blogger memberikan materi seputar "Bagaimana Melakukan Reportase dan Blogging On The Spot“. Kegiatan ini tidak hanya membekali blogger akan dasar-dasar reportase, melainkan juga praktik di lapangan.

Pagi-pagi saya sudah duduk manis di ruangan yang lokasinya di kantor Raksa Online, di kawasan Jakarta Pusat.  Ruangannya kayak sebuah ruang di sekolah  (yaiyalaa namanya kelas, heheh), para peserta duduk dengan rapi dan tertib.

Dorprize (Foto: Kelas Blogger)
Tak lama Pak Junardi, Direktur Asuransi Raksa memberikan sambutan mengenai Raksa Online yang telah berdiri sejak 1975. Ternyata dibandingkan dengan asuransi mobil lainnya, Raksa Online memiliki berbagai fasilitas untuk melayani nasabah.

Menariknya di Kelas Blogger 17 ini, royal banget bagi-bagi hadiah. Sebentar sebentar kocok dorprize. Lagi bengong cantik, tau-tau pengumuman mau bagi dorprize, lagi makan manjah diteriakan mau kocok dorprize, asik bangetkan. Untung saya dapet dorprize juga, lumayanlah dateng jauh-jauh dari Sepong pulang bawa hadiah.

Setelah Raksa Online presentasi, para blogger diminta untuk menulis blogging on the spot mengenai Raksa Online. Nah sebelum menulis berjamaah di kelas, para blogger diajak tur keliling kantor Raksa Online. Diperlihatkan ruangan untuk manicure, pedicure dan refleksi.


Ruangannya luas dan nyaman, jadi betah.

Sekitar 2-3 jam, peserta dibebaskan untuk menulis reportase tersebut. Semua serius, memandang laptop di hadapannya. Emoh lirak lirik. Maklumlah, hadiahnya bikin nyeces. Laptop dan hape boooo.

Blogging on The Spot ala Bang Gapey

Setelah makan siang, perut kenyang, pasti enaknya tidur dong. Eitss, jangan dulu. Ada Gaper Fadli yang biasa disapa Bang Gapey, dikenal sebagai penyiar radio dan wartawan senior (udah keliatan sih dari kesingnya kalau senior, Lolss Piss bang). Bang Gapey berbagi ilmu untuk kita semua, berbagi pengalamannya sebagai jurnalis puluhan tahun.

Bang Gapey memberikan tip bagaimana reportase sebuah berita ketika di lapangan. Nggak jauh beda sih sebenarnya cara kerja blogger dan wartawan ketika meliput sebuah event. Yang paling penting itu menurut Bang Gapey dalam membuat berita hasil liputan:

1. Jeli
Kita harus jeli mana berita yang menarik untuk ditulis. Yang berbeda yang saya rasakan ketika menjadi blogger dan wartawan adalah, di dunia wartawan harus jeli mengambil angle berita sehingga pembaca ingin membacanya sampai selesai. Angle berita yang berbeda dari media lainnya, bahkan kalau bisa kita pencetus awal, pembuka isu. Sedangkan kalau blogger lebih harus mendalami sebuah produk

2. 5W1H
Sebenarnya ini harus ada di semua tulisan bukan cuma untuk blogger atau wartawan. 5W1H ini sebagai pegangan kita dalam menulis apapun.

3. Kepo
Kesannya mau tau aja. Tapi memang harus kepo jika ingin menulis sebuah produk. Kalau nggak kepo, susah juga tulisan dijadikan refrensi oleh pembaca. Yang ada pembaca ogah balik ke blog kita, yegak.

4. Runut
Dalam membuat sebuah tulisan harus runut, dari A sampai Z, dari atas sampai bawah. Jadi yang ngebaca juga nyaman dan enak. Kronologisnya yang bener, jangan loncat-loncat.

5. Akurat
Nah, akurat itu penting dalam menulis sebuah isu. Sama juga dengan blogger, jangan asal comot informasi. Fakta yang kita temukan di lapangan, paling nggak harus kita dapatkan dari kedua belah pihak, cover both side kalau kata wartawan. Jadi kita sebagai penulis objektif.

6. Bermanfaat
Ngapain kalau kita menulis tanpa ada pesan yang disampaikan? Ngabisin waktu dan capek ngetik kan. Pembaca juga nggak dapet manfaatnya.

7. Etika dan eklusif
Kerja di dunia wartawan itu penting. Mencari wawancara narasumber jangan asal tabrak etika, kenalkan diri dulu, dari mana dan kasih pertanyaan yang sopan. Kalau soal ekslusif, mana ada sih orang yang nggak mau eklusif dalam menulis berita? Paling nggak yang pertama dia mendapatkan isu itu.
Kang Arul dan Bang Gapey (Foto: Kelas Blogger)

Kang Arul, Si Dosen Galau

Nah pas bagian Kang Arul (Ketua Kelas Blogger) cuma sedikit kasih masukan tapi ngena. Kata Si Dosen Galau ini, kalau menulis blog itu poin of view nya adalah 'aku'. Jadi tulisannya enteng, menceritakan peristiwa (bukan menulis peristiwa, beda ya bro), layaknya kayak curhat di diarylah.
Kang Arul juga kasih pesan, kalau mau ikut lomba, 2 paragraf pertama itu harus menarik. Kalau udah bikin bosen, juri udah males baca, langsung di banned itu blog. Nggak mau gitukan.

Happy Blogging Genks!

ALIA F

Lagi Mager? Asuransi Astra Tawarkan Layanan Garda Oto Digital

Teknologi digital kini sudah menyebar ke berbagai sektor. Revolusi digital tentunya mengubah cara individu dalam berinteraksi. Sekarang memang semua serba ingin praktis, akses inginnya yang mudah dan cepat.

Nah, Perusahaan Asuransi Astra juga harus mengikuti zaman dengan meluncurkan layanan baru yakni Garda Oto Digital. Layanan ini menawarkan kemudahan dalam membeli polis dan melakukan klaim asuransi mobil melalui aplikasi mobile.

Launching Asuransi Astra Garda Oto Digital



Wait, sebelum saya nulis panjang kali lebar soal produk Asuransi Astra terbaru itu, saya mau cerita soal acara launchingnya yang kece banget.

Begini:

Pas 10 Oktober 2017 saya diundang untuk peluncuran  layanan terbaru Asuransi Astra yakni Garda Oto Digital. Tempatnya di Ciputra ArtPreneur Jakarta.

Acaranya dikemas mewah dan private. Nggak sembarang orang bisa lewat karena ada pemeriksaan beberapa lapis. Begitu masuk ke ruangan acara, wuiihh keren. Di beberapa tempat diberikan spot untuk selfie dan narsis.



Melihat spot kece gitu, saya foto-foto dong dengan kehebohan yang bisa dilihat di foto-foto ini dengan beberapa blogger. Ada latar bola-bola dengan bantuan lighting dari laptop sehingga bisa berubah warna.

Selain itu juga diberikan permainan yang lucu, ada permainan papan dipenuhi gambar bola warna-warni, yang ditentukan dengan perputaran seperti jam.  Ada papan segiempat yang disusun, agar papan yang di atas tidak jatuh diperlukan keahlian. Lalu ada pula gambar tanpa warna soal sejarah Asuransi Astra. Undangan dipersilahkan untuk mewarnai sebebas mungkin. Lalu ada kolam bola warna-warni. Menarik dan kreatif.


Yang bikin saya mupeng adalah lomba foto yang diunggah ke medsos, hanya dengan memberikan tagar #MakinGampang foto-foto di Instagram dan di Twitter langsung bisa dicetak lho. Saya pun bolak balik selfie dengan latar yang berbeda. Sayangnya, semakin siang, semakin ngeh semua undangan dan mengerubungi bagian foto untuk minta hasil cetakan. Jadi susah narsis lagi. Pablebuat.

Setelah kenyang mencoba semua makanan (diet lupakan), dua pembawa acara yang heboh membagi hadiah kepada undangan, meminta kita semua untuk masuk ke ruangan teaternya. Acara peluncuran Garda Oto Digital mau dimulai. Eng Ing Eng....

Apa itu Garda Oto Digital?



Garda Oto Digital merupakan layanan penjualan produk Asuransi Kendaraan Bermotor Garda Oto melalui internet.

Perkembangan dunia digital yang pesat, tentunya berimbas ke hampir semua segmen bisnis di Indonesia. Lebih dari 50 persen, orang Indonesia sudah melek internet.

Sadar akan pertumbuhan tersebut, Asuransi Astra mengedepankan teknologi digital dalam pemasarannya, sehingga melalui Garda Oto Digital akan memudahkan pelanggan dalam mendapatkan perlindungan mobil yang komprehensif.


Peluncuran Garda Oto Digital dilakukan oleh CEO Asuransi Astra, Rudy Chen. Bapak Rudy Chen menjelaskan bahwa dengan diluncurkannya layanan Garda Oto Digital ini merupakan kesempatan yang baik untuk memberikan pelayan yang terbaik bagi pelanggan.

Menurutnya, membeli polis asuransi sudah bisa dilakukan melalui situs www.gardaoto.com yang bisa diakses kapan dan di mana saja, namun masih terbatas di wilayah Jakarta.

"Buat yang mager, nggak perlu datang. Kami melayani dengan datang ke lokasi, membawa mobil ke bengkel lalu dikembalikan lagi ke rumah," kata Bapak Rudy Chen.

Makin Gampang Klaimnya, Banyak Bonusnya.

Jika berbicara asuransi, pasti pertanyaan yang penting soal klaim.  Garda Oto Digital memberikan kemudahan kepada pelanggan karena bisa memilih sendiri lokasi klaim yang diinginkan baik di rumah, kantor, atau tempat lainnya.

Kemudahan yang didapat dengan layanan Garda Oto Digital: 

1. Makin Gampang Pilih Lokasi Klaim
Biasanya kalau mau urus asuransi kita datang ke kantor. Belum lagi kalau soal klaim, sekalian membawa berkas mobil. Di kantor asuransi harus antri, menunggu giliran dan keribetan lainnya (hihihi pengalaman saya inih).

Nah dengan menggunakan layanan Garda Oto Digital jadi makin gampang klaim di manapun kita berada. Di rumah, kantor atau dimanapun lokasi pilihan Anda.

2. Gampang Antar Jemput Kendaraan
Biasanya kalau mobil rusak masuk bengkel, bakal ribet tuh prosesnya. Tapi dengan Garda Oto Digital, bisa antar jemput kendaraan jika kita lagi mager.

3. Makin Gampang Pantau Status Klaim
Dengan layanan Garda Oto Digital kita bisa memantau status  perbaikan kendaraan. Kita bisa memilih fitur dari ponsel dan memantau bagaimana progress dengan mobil kita.

"Dalam proses klaim pelanggan biasanya merasa khawatir, mobil saya udah beres belum ya, kapan bisa diambil," Rudy Chen menceritakan kegalauan pelanggan jika berbicara soal klaim.

Menurutnya pelanggan bisa memantau status kendaraanya yang sedang dalam perbaikan. Klaim perbaikan pun bisa dilakukan on the spot. "Jangan tanya kapan bisa klaim, besok, lusa atau minggu depan? Ngapain lama, klaim sekarang aja," kata Bapak Rudy Chen yang dibarengi tepuk tangan para undangan.

Lebih lanjut Rudy mengatakan bahwa Garda oto Digital melengkapi platform digital Asuransi Astra yang terdiri dari berbagai aplikasi seperti Garda Mobile otocare, Garda Mobile Medcare, Garda Mobile HRakses, Garda Mobile CRakses, Garda Mobile otosales, dan Garda Mobile otosurvey.


Pelanggan Garda Oto Digital akan mendapatkan banyak bonus:
- Hadiah Langsung:
  E-Toll On Board Unit (hanya untuk pembelian tipe perlindungan Comprehensive)
- Voucher Optik Melawai (Khusus untuk pembelian tipe proteksi TLO & Comprehensive selama  bulan Oktober)
- Spin to Win Samsung Galaxy Note 8 (hanya untuk pembelian tipe perlindungan Comprehensive)
- Cicilan 0% dengan kartu kredit Bank BCA, Bank Mandiri, PermataBank

Untuk informasi lengkap tentang Garda Oto Digital bisa cek langsung www.gardaoto.com 

Alia Fathiyah

Ketika PR Kebingungan Perlakukan Wartawan


Public Relation (PR/humas) itu bisa dibilang pasangannya wartawan. Kerjaan mereka nggak mungkin sukses dan berhasil tanpa wartawan bukan? Namanya sepasang, takdirnya begitu pasti saling membutuhkan satu sama lain.

PR membutuhkan wartawan untuk mempublikasikan informasi dari kliennya ke masyarakat. Nah wartawan butuh berita lewat tangannya PR (walaupun nggak semua berita wartawan dari PR jugak).

Bisa kebayangkan nasibnya PR jika keinginannya kliennya tidak terpenuhi, alias tak ada wartawan yang mau mempublikasikan informasi kliennya. Yang ada kantor PR itu metong tong, alias bangkrut. Udah banyak kantor PR yang tetiba namanya hilang ditelan hembusan angin.

Nah, pada suatu hari di grup WA wartawan yang isinya wartawan kritis, ngomongin soal PR yang rese dan asik. Kita lebih fokusin ke PR rese yang mau enaknya sendiri tanpa melihat kebutuhan wartawan.

Awalnya, ada seorang teman yang skrinsut keluhan wartawan dari Twitter dan dilempar ke grup. Ramailah itu grup dengan curhatan masing-masing. Jangan sedih, wartawan kalau udah ghibah berjamaah itu kejam-kejam jendral! itu aib diubek-ubek, sampai dibeberin kelakuan masing-masing.

Saking sadisnya, PR rese itu sampe ditelusuri dan foto serta kantornya di skrinsut ke grup lho. Hahahaha. Jadi kalau ada PR yang merasa  kupingnya panas karena kita ghibahin, tolong komen di bawah yes?

Baca Yuk: Bandara Balikpapan Bikin Betah Jadi Berharap Delay

Nah ini keluhan wartawan yang diskrinsut itu:

"Launching sukses, influelancer top di medsos, kesannya glamour, dan premium. Tapiiiii preskon utk wartawan aja cuma ngasih aqua botol kecil dan harus menahan lapar. Padahal acara dari pagi sampai jam 12.30"

Gue sih nulis ini supaya para PR itu ngerti bagaimana memperlakukan wartawan semestinya, bagaimana  'approach' to media, bagaimana 'treat' media. Jangan bingung ketika udah bikin 2-3 event, trs event ke empat wartawannya sedikit, malah diisi sama wartawan bodrek alias gak punya media. Mau situ begitu?


Ini dia curhatan wartawan soal PR : (tolong disimak ya PR, jangan baper)

"Ada yang merasakan pertemanan jadi nggak usahlah dibaikin nanti ngelunjak," ini kata seorang wartawan senior.

"Ada yang musuhan sama media, sampai-sampai karena harus mengundang media disuruh nunggu di luar kayak pembantu. Pembantu gue aja, gue suruh duduk manis."

"Ada PR yang sehat ada yang sarap. Selama 15 tahun jadi wartawan, belakangan jadi makin sarap."

"PR banyak meraup duit dari kita yang susah dateng ke acara dia. Dia yang untung, kita keringetan doang. Emang nggak ada acara lain apa?"

"Ada PR yang undang ke luar kota pulangnya cuma dibungkusin sambel. Kayaknya itu PR udah nggak kedengeran lagi tuh." (ini contoh PR yang bangkrut broh).

"Kalau gue salut sama PR yang sibuk telpon dan tanyain, kapan terbit? Bahkan tanya halaman berapa? Kerjaanya ngapain coba? Emang nggak punya tim news track?" (ini langsung di blacklist tebel, di bold, matanya dikasih spidol item).

Ada lagi temen wartawan yang curhat panjang banget, ini gue edit yes:

"Gue diundang ke Singapura untuk launching acara TV. Malemnya disuruh kumpul di lobi untuk jalan dan menikmati Singapura. Jalan kaki keliling, tau-tau udah jam 10. Si PR gak menawarkan untuk makan malam, akhirnya para wartawan makan sendiri, pake uang sendiri. Ketika ditanya jawaban PR: Kan udah dikasih makan waktu presconf (itu jam 4 sore cuy).

Besoknya pulang ke Jakarta. Rombongan naik pesawat jam 3 sore dan sudah di bandara jam 11. Lalu setelah wartawan dianter ke bandara (PR gak ikut pulang bareng), mereka balik ke hotel. Ketika ditanya wartawan soal jadwal makan siang, jawaban PR: Kan di pesawat di kasih makanan."


Sampai Jakarta wartawan yang ikut ke Singapura bertanya ke brand (klien) yang punya acara soal cara kerja PR itu. Akhirnya perusahaan besar dan PR nya mengundang kita makan malam, dan ditolak wartawan. "Kita butuh makannya waktu di Singapura."


See? Gue yakin PR itu langsung gak dipake lagi sama kliennya setelah wartawan complain. Imej penting bro!

Gue beberapa kali bantuin PR untuk koordinator di lapangan. Alhamdulillah selama ini baik-baik saja. Perusahaan itu mengerti dan welcome ketika gue kasih masukan dan saran.

Memang banyak perusahaan yang hire wartawan atau mantan wartawan untuk menjadi bagian dari PR. Karena sesama wartawan itu mengerti bagaimana psikolognya wartawan, ngerti otaknya wartawan, ngerti harus diperlakukan seperti apa.

Bahkan, hasil browsing gue menemukan artikel di Forbes.com berjudul: How to approach journalist. Dia lebih sadis menulisnya, begini: kalau journalist itu sekelompok orang yang egois, journalist itu miskin waktu dan memiliki ego tinggi. Jangan sedih jika email-email PR itu dicuekin. Ada beberapa aturan untuk mendekati journalist agar PR 'dicintai' wartawan. (catet tuh).

Kesimpulan dan Saran:


Dari beberapa curhatan wartawan di atas gue cuma memberikan saran, ini juga berdasarkan pengalaman gue bertahun-tahun magang kerja PR di beberapa tempat. Dan pengalaman ketika ketemu PR yang rese dan menyenangkan selama jadi wartawan:

1. Komunikasi.
Kalau undang wartawan, menyapa, ngobrol dan basa basilah biar ikrib.

2. Bikin press release sepadet mungkin. Jangan bertele-tele, intinya menggambarkan acara yang berlangsung saat itu dan sebutkan siapa narsumnya.

3. Gue tau, ketika PR mendapatkan klien pasti mereka udah prepare budget yang diajukan. Include untuk makanan dan goodie bag. Hey, jangan pelit. Sediain makanan sesuai waktunya, kalau pagi sarapan, kopi, teh, makanan kecil. Kalau pas jam makan siang, sediain makanan berat, nasi dan teman-temannya. Jangan mau dapet untung gede, tapi lo pelit keluarin duit. Coba kalo lo pasang iklan di satu media? Berapa uang yang dikeluarin? Lebih gede dari biaya press conference yang bisa mencakup 10 media atau lebih.

4. Jika wartawan diundang ke luar kota atau luar negri, pastikan wartawan diservis sesuai kebutuhan. Wartawan cuma duduk manis di pesawat, nyampe di lokasi dan meliput serta mengirim berita. Mereka nggak perlu diribetin harus check in tiket sendiri, cari transpotasi dan akomodasi sendiri. Lalu pulangnya bekelin wartawan oleh-oleh khas makanan daerah itu.

*Alhamdulillah selama ini gue selalu dapet PR kece jika ada undangan ke luar kota. Fasilitas mumpuni, malah malemnya suka kuliner khas daerah itu.

5. Kalau mengundang media dan mereka hadir di sebuah acara, jangan pernah berharap media akan memuatnya. Jika lo undang 20 media, yang muat 10 media aja lo udah bersyukur banget. Jangan berharap 20 wartawan itu akan menulis. Kenapa? Tiap media mempunyai standar berita sendiri. Jika undangan itu memang layak diberitakan, pasti kantor akan memintanya. Jika ternyata hasil presconference gak bagus, itu hak wartawan untuk nggak manulisnya dan memuatnya.

Jadi jangan pernah bolak balik tanya, "kapan turun?" Sekali atau dua kali bertanya juga cukup, kalau keseringan pake ngancem segala, karir lo diujung tanduk broh.

Ngeselinya pas udah turun pake ngeluh, "kok kecil sih, kok sedikit sih?" Coba kalo lo pasang iklan kecil begitu, berapa nilanya? Cek sendiri deh.

6. Jangan pernah berfikir semua wartawan ngarepin duit, nop! Jika isu yang ditawarkan bagus dan menarik untuk diberitakan, pasti wartawan akan datang. Apalagi jika narsumnya punya nama, udah deh, itu PR bisa dipuji-puji kliennya karena berhasil memberitakan gede-gede meski cantelan si narsum.

Sepertiya segitu dulu. Gue belum bisa menulis terkait blogger, karena masih newbie dan interaksi dengan event blogger masih sedikit (gue lebih banyak curhat di blog booo).

Semoga tulisan ini bermanfaat yes.

AAL