Tuesday, April 4, 2017

Pengalaman Hunting Mobil Bekas dan Begini Tips Kecenya



Membeli mobil bekas itu susah-susah gampang. Gampang tentunya bagi orang yang mengerti otomotif, susah tentunya bagi emak-emak seperti saya yang buta dengan mobil. Yang penting nyetir udah selesai, gak ngerti soal oli, soal aki, soal servis, bayar pajak, ganti STNK atau isi angin untuk ban (menyusahkan sekali emak ini).

Saya punya pengalaman beberapa tahun lalu ketika hunting mencari mobil bekas. Budget pas-pasan banget, tapi kepengen punya mobil karena butuh jika bepergian jauh dengan anak-anak. Naik taksi mahalnya minta ampun, apalagi kalau udah lewat tol secara rumah saya di Serpong dan bepergian ke Jakarta terus. Naek bis repot nenteng dua anak (saat itu anak masih dua).

Akhirnya, dengan berbekal tabungan yang ada, saya hunting ke beberapa tempat penjualan mobil bekas. Target saya mobil kecil atau city car, selain murah juga gampang dikendarai di jalanan yang macet.

Saya yang nggak ngerti mobil melihat semua mobil bagus-bagus aja dari penampakkan luar. Namanya bekas, tentu mobil jadul yang tahunnya bisa beda sampai 10 tahun. Ada TV nya, anak saya udah jingkrak kesenangan lihat di mobil ada TV, tapi itu lewat karena harganya ketinggian. Lalu ada mobil tahun jadul banget, jarang dipake terlihat dari kilometer masih kecil tapi nggak jadi, karena ragu. Lalu cari-cari di internet, tanya temen-temen yang kira-kira ada info jual mobil bekas dan sesuai dompet.

Beli mobil itu memang jodoh-jodohan. Setelah lama hunting, semua nggak ada yang srek. Akhirnya saya berfikir, jika beli mobil bekas dengan pengetahuan yang minim, bisa kena tipu. Kalau rusak, tambah masalah baru karena uang udah menipis. Ngerinya jika tiba-tiba mogok di jalan dan nggak ngerti apa yang harus dilakukan apalagi membawa anak. Gagal beli mobil bekas, tertolong dengan  mobil kecil keluaran Astra yang baru diluncurkan beberapa tahun lalu. 

Tapi namanya orang, tentunya kepingin ganti mobil yang lebih baik lagi. Mungkin bisa beli bekas yang model terbaru dengan tahun lebih muda pula. Apalagi jika bisa tuker tambah.


Nah, beberapa hari lalu, tepatnya, Jumat 31 Maret 2017 di The Hook Cafe, Jakarta Selatan situs portal mobil123.com yang dikenal sebagai Portal Otomotif No 1 di Indonesia itu mengadakan Blogger Gathering dengan tema Mobil Bekas Solusi Kebutuhan Anda. 

Materinya aja udah kece banget, belum lagi narasumbernya yang mumpuni alias memang mengerti soal dunia mobil bekas. Ada  Halomoan Fischer Lumbantoruan, Chief Operational Officer  Mobil 88, Hendrik Wiradjadja, Deputi Marketing Director PT.Hyundai Mobil Indonesia, serta tentu saja Indra Prabowo dari Mobil123.com.

Indra Prabowo dari Mobil123.com.

Acara tersebut juga didatangi dua bule dari iCar Asia yaitu Hammish Stone (Chief Executive Officer dari PT iCar Asia) dan Joe Dische (Chief Finance Officer dari PT iCar Asia).

Dari materi yang disampaikan saya jadi ngeh bagaimana mencari mobil bekas yang mudah ketika pertama kali melihatnya.

Baca Ini juga ya: Film Labuan Hati: Cinta Lola Amaria pada Labuan Bajo

Mobil 88

Kenapa disebut mobil88? Karena pada tahun 1988, mobil88 didirikan di bawah naungan PT. Arya Kharisma,  lalu pada tahun 2000, menjadi satu bagian dengan Auto200 PT. Astra International, Tbk. Dan pada  2010 mobil88 mengembangkan sayapnya menjadi perseroan tersendiri sebagai PT Serasi Mitra Mobil, anak perusahaan dari PT Serasi Autoraya.

Halomoan Fischer Lumbantoruan, Chief Operational Officer  Mobil 88

Mobil 88 memang dikenal memiliki kualitas mumpuni untuk penjualan mobil bekas. Om saya selalu membeli mobil bekas di Mobil88 dan selalu happy ending.

Halomoan Fischer Lumbantoruan, Chief Operational Officer  Mobil88 memberikan sedikit tips bagaimana kesan pertama melihat sebuah mobil bekas itu layak beli atau tidak.

1. Dari dalam mobil, apakah kotor atau tidak. Apakah ada bekas putung rokok, noda membandel di jok mobil, yang menandakan pemiliknya apik bersih atau justru sembrono.
2. Tape mobil apakah masih bagus dan berfungsi. Cek wiper, naik turun kaca mobil, lampu sen, dan lainnya.
3. Eksterior  mobil

Halomoan juga menuturkan bahwa di Mobil88 semua mobil bekas sudah dalam kondisi sangat baik. Pasalnya, Mobil88 memiliki staf khusus yang dididik untuk bisa 'menerawang' bagaimana mobil bekas yang bagus layak beli dan kemudian dijual kembali.

"Kami jamin, mobil bekas di Mobil 88 tidak ada bekas tabrakan atau banjir," katanya. Pasalnya, jika sebuah mobil pernah mengalami dua kejadian itu, otomatis harga pasarannya turun drastis.

Membeli mobil bekas tentu ada kelemahannya, nah ini dia:

1. Mobil Disita
Tanpa kita ketahui dari sejarah mobil sebelumnya, tiba-tiba mobil bekas yang kita beli ada masalah hukum dan harus disita.
Saran: Cek kelengkapan surat-surat. Pastikan BPKB dan STNKnya asli nama yang tertera di surat-surat sama dengan nama asli pemiliknya. Datangi kantor Samsat untuk mengecek data dan informasi.

2. Tidak Bisa BBN
Ketika membeli mobil bekas kita tentu ingin mobil tersebut di suratnya memakai nama kita. Untuk ganti nama kepemilikan tentu nggak semudah yang dikira. Tanpa kita ketahui, mobil tersebut bermasalah dengan pajak misalnya. Nangis meraung-raung?

3. Penjual Nakal
Kalau kita awam dengan mobil, seperti saya ini tentu sudah seneng duluan melihat mobil dari kesingnya. Dicat mengkilap, dicuci bersih, pokoknya kinclong. Ketika di tes mesin dan tes nyetir keliling, semua dalam keadaan lancar jaya. Tapi ketika mobil sudah dibeli dan dibawa pulang, baru hitungan minggu mobilnya rewel nggak bisa jalan. Apa yang akan kita lakukan? Gigitin besi sampai habis?

Tapi membeli mobil bekas juga ada kelebihannya. Di mana-mana, semua itu ada kelemahan dan kekurangannya, jangan baper dulu baca tulisan di atas. Ini kelebihan membeli mobil bekas.

1. Cepet Dipake
Kalau beli mobil bekas, keluar tempat penjualan kita bisa langsung ngibrit ke manapun. Nggak harus menunggu 2 minggu sampai nomor polisi dan STNK keluar. Kayak pengalaman saya beberapa tahun lalu, secara baru punya mobil hasil keringet sendiri bangga dong. Itu mobil nangkring lama banget di carpot rumah, kayaknya gatel mau dibawa nge-mal. Tapi pablebuat, STNK dan nomor polisinya belum ada, alhasil cuma bisa pandang-pandangan dengan mesra saja ke mobil.

2. Tanpa DP besar.
Kalau mau ambil mobil baru tentu pakai DP (uang muka), itupun kita berasa banget harus bayar nyicil tiap bulan. Gaji setiap bulan harus disisihkan untuk membayar cicilan mobil, terpaksa beberapa bagian rutinitas dilupakan, misal nggak bisa belanja dulu (emak-emak gitu loch), nggak nonton bioskop dulu, nggak main spa salon dulu, nggak makan restoran enak dulu.
Tapi kalau beli mobil bekas, bayar langsung lunas tanpa harus mikirin, bulan depan gue gimana bayar cicilannya ya.

3. Harga Murah
Pastilah, di mana-mana beli yang bekas tentunya lebih murah dibandingkan yang baru.

Oya, Mobil88 juga menerima tuker tambah semua tahun. Meski Mobil88 hanya menjual mobil kisaran maksimal usia lima tahun, nantinya mobil tuker tambah melebihi usia 5 tahun akan dilelang. Azeekkk...

Hendrik Wiradjadja, Deputi Marketing Director PT.Hyundai Mobil Indonesia,

AutoSAFE Used Car Centre,  PT. Hyundai Mobil Indonesia. 

Acara blogger gathering itu juga memaparkan soal AutoSAFE Used Car Centre dari PT. Hyundai Mobil Indonesia yang diwakili oleh bapak Hendrik Wiradjadja, Deputi Marketing Director PT.Hyundai Mobil Indonesia.

Mungkin belum banyak yang tahu (kayaknya saya doang, lols) kalau PT Hyundai Mobil Indonesia sudah memiliki divisi mobil bekas khusus Hyundai yang dinamai AutoSafe Used Car Centre.

AutoSafe ini sudah berdiri sejak 2005 dan strateginya adalah jaminan beli kembali setelah 3 tahun atau setelah mobil mencapai 65.000 KM. Ini membuktikan jika Hyundai bisa memberikan kepercayaan dan rasa aman bagi pecinta mobil asal Korea Selatan itu.

Silahkan hunting mobil bekas? Cuzzz



ALIA FATHIYAH


8 comments:

  1. Hwaaah ingat mobil pertamaku. Harganya cuma 15jt sedan. Buat ngebut enak banget tapi bisa tiba2 ngambek, mogok di perempatan. Wwkwkkk

    ReplyDelete
  2. selama kita pinter2 milih, teliti, serta beli di tempat yang terpercaya, harusnya beli mobil bekas malah menguntungkan ya mba Alia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener karena harganya lebih murahkan

      Delete
  3. asek, mobil itu jodoh-jodohan.. sebagaimana cari jodoh, harus teliti juga yak.. siapatau dari tongkrongan yang biasa aja, tersimpan mutiara #eaaa

    ReplyDelete