Tip Kencan Online Anti Gagal



Jodoh di tangan Tuhan, begitu yang sering kita dengar. Tapi mencari jodoh tanpa berusaha tentunya juga sulit mendapatkan pendamping. Di era serba digital dan internet, belum lagi kesibukan dengan pekerjaan, membuat para lajang baik laki atau perempuan kesulitan mencari jodoh. Usia setiap tahun bertambah, tentu bagi perempuan ada deadline untuk menikah, berbeda dengan lelaki (Bukan maksudnya gender ya).

Jika sudah masuk ke sebuah kencan online, tentu kita (perempuan) berharap mendapatkan lelaki yang sesuai keinginan. Apalagi, media online alias dunia maya kebanyakan orang memberikan jati diri palsu. Ditaruh foto ganteng ternyata pas kopdar jauh dari bayangan. Ingat, ganteng itu anugerah, jelek itu mutlak. Artinya, kalau udah ketemu pria jelek, dari online pula, nggak sesuai dengan di foto, mending langsung cuzzz alias bubarr.

Tapi, insting jangan diabaikan. Ini ada tips singkat, jika sudah menemukan lelaki yang pas di hati lewat kencan online, sudah kopdar dan ternyata srek. Apalagi jika ditargetkan untuk ke pernikahan. Nah, biar tidak menyesal jika sudah menikah, lihat beberapa detil ini. Untuk mengetahui apakah pria itu baik atau tidak. Bibit, Bebet, Bobot itu perlu.

1. Sekolah/Kampus/Kantor
KIta harus tahu apakah memang dia bekerja di sana. Apa pekerjaanya, bagaimana pergaulannya, serajin apa dia selama bekerja. Dari sini kita bisa mengetahui, konsep ke depannya untuk berumah tangga.
2. Orang Tua

Ini yang paling penting. Dari orang tua, kita bisa mengetahui bagaimana latar belakang calon kita. Apa pekerjaan orang tuanya, bagaimana karakternya, bagaimana hubungan orang tua dan anak. Pola pengasuhan orang tua ke anak, mempengaruhi sifat dan karakter juga kebiasaan. Jangan abaikan hal-hal kecil yang biasanya luput dari pengamatan, karena bisa menyesal di kemudian hari

3. Teman
Apakah dia memiliki teman, atau sahabat. Apakah dia bergaul, ini sangat penting. Berbicara cara dia sosialisasi kita bisa tahu apakah dia bisa dijadikan pemimpin kita di rumah. Jika seseorang tanpa memiliki teman, itu perlu dicurigai.

Selebihnya, kita bisa melihat apakah dia serius menjalin hubungan dengan kita atau hanya mencoba-coba. Tinggalkan jika pria itu terlihat lebay atau berlebihan. Dia memborbardir kita dengan hadiah atau kata-kata manis.
Semoga Bermanfaat, Salam

ALIA F

Khasiat Tape Ketan Hitam

Hasil penelitian Nur Fauziyah, dosen Politeknik Kesehatan Bandung mengungkapkan kalau tape ketan hitam, bisa mencegah sindrom metabolik. Gangguan metabolik adalah kombinasi dari obesitas, kadar lemak (trigliserida) yang mengalir dalam darah tinggi, kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah, hipertensi, dan gula darah yang terganggu. 

Gangguan itu ditandai dengan meningkatnya ukuran lingkar pinggang, meningkatnya kadar trigliserida darah, dan tekanan darah tinggi. Jika sudah mengalami sindrom ini, penyakit serius seperti serangan jantung, stroke, dan diabetes melitus tipe 2 mudah menyerang. "Separuh penderita sindrom metabolik mengalami penyakit ini," kata Fauziyah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 21 persen orang dewasa berusia 40 tahun ke atas menderita sindrom metabolik. Angka lebih tinggi didapat The Adult Treatment Panel III of the National Cholesterol Education Program, yakni 24 persen. Di Amerika Serikat prevelansinya mencapai 25 persen. Sedangkan di Indonesia 24-31 persen

Nah, sindrom ini bisa dicegah dengan mengkonsumsi tape ketan hitam. Dalam penelitian untuk menuntaskan program doktoralnya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu, Fauziyah meneliti sebagian masyarakat di Kecamatan Cililin dan Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, yang memproduksi tape ketan hitam. Sebanyak 57 orang berusia 40 tahun ke atas di antaranya menderita sindrom metabolik, 57 lainnya tidak.

Pola makan dan aktivitas fisik mereka diteliti. Hasilnya, mereka yang mengkonsumsi tape lebih dari 11,5 gram atau satu sendok per hari tak mengalami gangguan metabolisme. Dari berbagai penelitian sebelumnya, diketahui kandungan fenolik, antioksidan jenis flavonoid, antosianin, dan serat pada ketan hitam berpengaruh terhadap pencegahan obesitas dan diabetes.

Tape juga lebih gampang dicerna dibanding ketan hitam yang belum difermentasi. Biasanya, saat makan ketan hitam dalam jumlah banyak, perut terasa sedikit kembung. Tapi tak demikian dengan tape. Orang bisa melahap beberapa bungkus sekaligus.

Namun tak sembarangan tape bisa dikonsumsi dalam jumlah banyak. Fauziyah menyarankan tape ketan hitam yang baru saja matang. Kalau yang sudah lama didiamkan akan mengandung banyak alkohol. Tape yang sudah lama ini, selain lebih asam, kandungan alkoholnya bisa membuat pencernaan terganggu. Bagi penderita gangguan maag, asam lambung bisa meningkat tajam jika terlalu banyak makan tape ini.

 "Lebih baik yang baru disimpan 3-5 hari," ujarnya. "Masih lebih manis dan tak asam."

Ahli gizi dan guru besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Teknologi Bandung, Made Astawan, mengatakan warna pada ketan hitam yang tak dimiliki beras lain membuat jenis ini istimewa. Kandungan antioksidannya bisa menangkal reaksi oksidasi kolestrol jahat (LDL) dalam darah. Jika oksidasi ini tak dihambat, radikal bebas akan mengoksidasi LDL, yang memicu banyak penyakit seperti diabetes, kanker, termasuk penuaan dini.

Menurut Fauziyah, jika dibanding saat masih berupa ketan, aktivitas antioksidan pada tape jauh lebih besar. Dari sekitar 30 persen menjadi 72 persen setelah diberi ragi.

AL

Tahu Tempe Lebih Baik Diberikan Bayi di Usia 1 tahun


Baby Fatih sudah masuk usia 7 bulan. Awalnya saya hanya memberikan dia bubur beras merah dan putih, ditambah sayuran seperti brokoli, wortel, bayam, kangkung, jagung. Sesekali diselipkan tahu dan tempe, juga kaldu. Tadinya saya ingin memberikan Fatih daging, baik daging ayam, sapi atau ikan itu di usia 9 bulan. Tapi kemarin, ketika imunisasi, saya sekalian konsultasi ke dokter soal kebiasaan baru nya keluarin lidah, dan kulitnya yang memerah akhirnya menghitam setelah digigit nyamuk. (Kasian liatnya, serasa kepengen membasmi semua nyamuk di dunia inni, jadilah saya si mosquito slayer..hajjar bleh!)

Kata dokter, setelah memeriksa mulutnya, Fatih akan tumbuh gigi, itu sebabnya dia suka keluarin lidah dan memang kadang rewel (biasanya anteng banget), suka keluar liur di mulitnya. Sedangkan kulit Fatih sesitif, kemungkinan besar bisa sensitif dan alergi terhadap debu mengingat kami (saya dan suami) ada keturunan asma dari orang tua. Lalu dokter menanyakan sudah diberi makan apa saja.

Ketika si dokter mengetahui saya sudah berikan tahu dan tempe, dia berujar. "Justru jangan kasih tahu dan tempe bu, itu ada ragi. Sebaiknya diberikan setelah usia 1 tahun. Kalau daging malah bagus, boleh ati ayam, ikan..."

Saya bengong. Bener juga, selama ini orang berfikir (saya juga) tahu dan tempe itu bagus karena dibuat dari kedelai, tapi kita lupa dengan prosesnya, dibuat dengan ragi.
Lalu, pulang dari dokter saya mampir ke Farmers Market di Sumarecon Mal serpong, meski daging lagi mahal, tapi untuk bayi sendiri, apa yang nggak.

Hehehe fotonya lagi ngambek



Dan dokter juga menyarankan, untuk memberi makan bayi dengan menu yang sama selama 2-3 hari, untuk mengetahui apakah dia alergi dengan makanan tersebut. Tapi, jika si bayi alergi dengan makanan itu, biasanya dalam waktu 1 jam kemudian akan terlihat di kulitnya jadi memerah.
So...mom...semoga tulisan ini bermanfaat. Saling memberikan info, terutama untuk bayi itu sangat berguna sekali kann...Nantikan postingan selanjutnya tentang bayi yaaaa. Salam


Mpasi Baby Fatih di usia 6 bulan


Nah ini baby Fatih siap-siap mau makan, duduk manis di bouncer sambil bermain dengan boneka gantung. Biasanya saya balapan masukin bubur ke mulutnya sebelum itu boneka dimasukkan ke mulutnya sendiri, Lol

Pas usia 6 bulan pada 5 Juli 2015, saya sudah mempersiapkan beberapa alat untuk masak serta makanannya. Meski saya sudah pernah mempunyai baby, tapi ini berbeda. Saat kedua abangnya Fatih masuk jadwal Mpasi, saat itu belum dicanangkan kalau Asi ekslusif itu sampai usia 6 bulan. Jadi Uton dan Rafa (kedua abangnya) di usia 4 bulan sudah diberikan Mpasi.

Selain itu, mereka diasuh oleh pembantu dan ibu saya karena saya bekerja. Tapi Fatih saat ini pure oleh saya karena saya memutuskan untuk bekerja freelancer.

Bingung juga si, kalau Uton dan rafa di usia 6 bulan sudah diberikan nasi tim blender. Lantaran sejarah Fatih dengan usus bermasalah, saya mencoba meraciknya selembut mungkin.

Saya sudah beli beras merah organik, beras putih organik dan kentang organik. BUkannya mau sok2 an organik, kebetulan ke toko yang menjual bahan makanan dan terselip yang organik, langsung saya beli untuk baby.

Hari pertama, saya buatkan tepung bubur beras merah. Caranya:

Beras merah saya rendam selama 12 jam. Tiriskan, lalu saya oseng (tanpa minyak) hingga berubah warna. Lalu saya blender menggunakan alat yang kecil dari kaca, memang khusus untuk makanan kering.

Saya taruh di kotak tapperware (sori kalau spelingnya salah), lalu simpan di lemari es. Jadi jika ingin membuat bubur tingga saya ambil seperlunya.

Note:
Sebaiknya, jika kotak itu dikeluarkan langsung ditaruh di tuperware lagi. Saya pernah kelupaan beberapa hari di luar kulkas, tau-tau berasnya sudah berbulu.

Cara Membuat bubur Beras Merah:
Saya mengambil berbentuk piring kecil dari stainless steel, saya larutkan tepung dengan air matang. Lalu taruh di atas kompor, jika terlihat masih keras, tambahkan air hingg tekstur sesuai yang diinginkan. Lalu saya beri ASI dan siap diberikan ke baby Fatih.

Sama hal nya dengan beras putih. Bedanya beras putih hanya saya rendam selama 3 jam saja.

Cara Membuat Pure Kentang Baby Fatih

Kentang dikupas kulitnya, lalu dicuci, dipotong dadu dan saya  kukus. Lalu saya masukkan blender, beri air sedikit dan siap diberi ke Baby Fatih. Kadang bisa diberi ASI atau susu formula (Fatih tidak saya berikan sufor).

Ini penampakan pure kentang setelah di blender dan siap diberikan ke baby.



Awal masih dengan Asi, lama kelamaan saya mencobanya dengan sayuran seperti bayam, brokoli, wortel dan campuran dengan tahu, tempe, jagung. Lalu saya berikan air kaldu ayam, daging dan ati ampela. Alhamdulilla, Fatih suka semua yang dihidangkan.

Untuk memberikan tekstur lembut, setelah dimasak biasanya saya saring. Saya pernah tanpa saring, baby  nya keselek, jadi untuk amannya saya saring meski memakan waktu agak lama.

Semoga membantu ya, besok-besok saya sharing lagi soal makanan dan perkembangan baby Fatih yang kini sudah 7 bulan.

Note: Maaf ya, saya lupa terus mengabadikan semua menu ke foto untuk di tag di sini. Namanya emak2 rempong semuanya jadi rempong Lol.