![]() |
| Dokjef (kaus putih) dan asistennya |
Assalamualaikum gaisss...
Punya anabul itu memang harus effort ya. Siti, kucing yang kita pelihara sejak 2019 di pagi hari, 17 Maret 2026 kena tabrak lari. Dibandingkan anaknya, si Zoro, Siti ini memang masih suka kabur-kaburan keluar rumah. Dan pagi itu jalanan kompleks rumah lagi rush our lantaran banyak ke kantor, sekolah atau aktivitas lainnya.
Kita kaget ketika tetangga datang ke rumah dan laporan kalau Siti tergeletak di tengah jalan kena tabrak lari. Entah motor atau mobil. Kucing yang memiliki 3 warna di tubuhnya yang gemoy serta bulu yang lebat dan panjang itu tak berdaya.
Si sulung yang emang paling intens urus Siti langsung memeluknya sambil tiduran di pinggir jalan. Dia takut jika diangkat akan memberikan efek tidak baik ke Siti. Sedangkan si tengah langsung ambil mobil dengan panik. Mereka berdua ngacir ke klinik hewan yang sudah buka di dekat rumah. Waktu itu sekitar pukul 07.30 pagi.
Siti di bawa ke klinik hewan-lebih tepatnya rumah sakit hewan- karena terbilang besar sampai 7 lantai di Gading Serpong dan buka 24 jam pula. Siti di diagnosa saraf kepalanya kena benturan, kaki dan tangan kanannya sepertinya kena terlindas karena lemah. Siti mendadak lumpuh. Kepala dan matanya sering bergerak. Kasihan melihat Siti yang selama ini selalu cantik dan berjalah anggun bak peragawati.
Selama 5 hari dirawat dengan biaya yang tidak murah, lalu dibawa pulang ke rumah setelah si sulung mendapat kabar ada dokter hewan yang jago menangani binatang lumpuh di Bekasi. Lalu Siti dibawa pulang. Pihak klinik menyarankan untuk terapi seperti laser atau disarankan bertemu dengan animal communicator, untuk menjembatani komunikasi dengan kucing.
Si sulung minta saran, saya suruh skip melihat 5 hari dirawat nggak ada perubahan dan biayanya sangat mahal. Apalagi saya lihat dokter hewan di klinik itu masih sangat muda, mungkin baru lulus. Jadi ketika ditanya panjang kali lebar mereka gagap menjawab, malah seringnya buka HP untuk mencari informasi.
Jawabannya juga tidak membuat puas. Saya bertemu sekitar 4 dokter berbeda semuanya sama, masih muda, belum menguasai masalah, gagap kalau ditanya lebih dalam, dan jam terbang terlihat belum banyak. Bingung, kenapa dokter baru lulus ditugaskan di RS hewan itu yang tentunya pasien-pasien orang kaya semua.
![]() |
| Siti waktu masih sehat di kanan bawah, sisanya ketika masuk klinik awal kecelakaan |
Hunting ke Dokjef di Harapan Indah Bekasi
Setelah browsing dan mendapatkan kontak adminnya, kita pun ber-appointmen. Jarak Gading Serpong dan Bekasi jauhkan, bisa 2 jam dengan segala drama macetnya. Tapi demi suntikan 'dewa' dari dokjef yang mampu menyembuhkan kucing lumpuh dengan cepat, kita pun berkomitmen harus datang.
Ternyata proses daftarnya lumayan berbeda. Jam 12 siang pendaftaran untuk registrasi baru dibuka. Sedangkan praktek dimulai pukul 15.00.
Karena ini pertama kali dan kita gak ada bayangan seperti apa teknis dan kondisinya, si sulung minta tolong temannya yang rumahnya tidak jauh dari klinik. Temannya datang jam 12.30 siang. Dapetlah kita nomor 20, sedangkan pasien dibatasi satu hari itu cuma 25 pasien.
Kita datang jam 14.00, waktu itu kebetulan baru selesai lebaran dan klinik penuh. Hasil dari obrolan pasien. mereka sudah sampai di klinik pukul 07.00 pagi. Nggak heran mereka mendapat nomor awal. datang dari pagi hari agar bisa mendaftar di nomor kecil.
"Saya dari Bogor, tadi pesan shopee food ke sini dan minta tolong abangnya untuk absenin, Untungnya mau," kata seorang wanita yang membawa kucing di pangkuannya.
"Kalau nomor 20 paling jam 9 malam, " kata seorang pasien yang. What??
"Bahkan waktu bulan puasa kemarin, ada orang datang dari BSD mendadak tanpa daftar. Dia ketemu dokter pas mau sahur," kata pasien lain. "Katanya tanggung balik jadinya nunggu."
Ambiss banget kan ini dokter rela praktek di luar jam normal.
Sudah pukul 21.00, tapi masih nomor belasan. Lantaran sudah malam hari akhirnya kita cari OYO yang murah hanya untuk meluruskan badan. Kita tiduran untuk tubuh yang letih ini. Kita ngecek update terbaru lewat story Instagram dokter yang selalu update urutan pasien.
Lalu pukul 01.30 pagi kita balik ke klinik, dan masuk ke ruang praktek jam 02.00 pagi!
Dokjef awalnya meminta Siti untuk berjalan. Siti diletakkan di lantai, dia hanya golekan tanpa bisa bangun. Dibantu bangun, Siti badanya melorot lagi. Dokjef curiga ada masalah di jantung dan di kandung kemih yang akkhirnya diberikan kateter. Sedangkan mata Siti yang selalu berputar, Dokjef beradignosa kalau Siti kena vertigo.
Dokjef ini karakternya blak-blakan dan to the point, yang baper mending jangan ke sini deh. Kalau saya malah seru ketemu dokter model begini. Penampilannya hanya mengenakan kaus, celana jeans dan sendal jepit. Jadi kalau ada masalah atau gak, dokjef ngomong apa adanya.
Lalu Siti diberi suntikan dewa, dan Dokjef memberikan obat jantung yang 1 tablet dibagi 3. Selebihnya keteter yang dipasang untuk menormalkan Siti untuk kemih. 4 hari kemudian Siti balik lagi dan mendapatkan suntikan lagi. So far Siti terlihat membaik.
![]() |
| Siti di tempat praktek Dokjef |
Di dalam kandang Siti terus latihan berdiri dan memanjat meski tubuhnya terjatuh terus. Sayangnya, si Dokjef harus mudik ke Aceh selama 1 bulan lebih. Alhasil kita hanya merawat Siti seperti terakhir bertemu dokjef.
Berjalannya waktu tiba-tiba Siti mengalami masalah di pencernaanya. Dia pup nya lembek, mencret terus. Anusnya memerah dan bengkak. Kita mengira ini disebabkan oleh keteter yang dipasang dokjef. Selain itu Siti bagian sebelah matanya kena benturan akibat sering manjat dan terjatuh. Lalu kita membawa kembali Siti ke RS hewan yang besar berlantai 7 itu.
Selama 3 hari Siti dirawat, dan ketika dibilang dokter boleh dibawa pulang kitapun menjemputnya. Dokter hanya memberikan salep untuk mata dan anus nya agak tidak bengkak. Setelah seminggu diberikan salep tidak ada perubahan sama sekali. Saya bingung beneran sama ini RS, gunanya apa? Ini terakhir membawa anabul ke sana.
Dan di waktu yang bersamaan si Dokjef udah balik dari Aceh lalu kite kembali ke kliniknya di Bekasi. Tahu gak apa diagnosa Dokjef melihat Siti? Dia hanya melihat lho dari kejauhan, belum mendekat untuk memeriksa.
"Itu disembuhin dulu mencretnya baru dia bisa normal lagi," katanya santai. Lalu kembali diberikan suntikan.
Dokjef menyarankan agar Siti puasa 24 jam, setelah itu hanya beri makan 1 x sehari dengan Royal Canin Gastro sampai pup nya normal lagi. Setelah puasa 24 jam, dan makan sekali Royal Canin, pup Siti langsung kembali normal dan anusnya kembali normal. Sebelumnya dia mengerang kesakitan kalau sedang dibersihkan.
See??
Dari sini terlihat klinik besar, mahal dan mewah belum tentu memiliki dokter yang kompeten. Ketika membawa Siti yang pup nya mencret, itu dokter harusnya paham dong kalau pup nya nggak normal untuk kucing. Kita sebagai pemilik anabul mana paham soal begituan.
Tips dan Trik ke Dokjef:
1. Yang rumahnya jauh lebih baik minta tolong sama tukang parkir. Minta Wa nya, lalu H-1 WA si bapak untuk diabsenin. Nanti setelah selesai kasih aja bapaknya duit Rp50 ribu.
2. Kalau bisa di weekdays menggunakan jasa pak parkir ini. Karena pernah ada kasus waktu weekend setelah Dokjef balik dari mudik, pasien membludak. Dan mereka marah ke Pak Parkir ini karena pasien yang baru datang di siang hari bisa langsung masuk ke tempat praktek tanpa antri.
3. Sering-sering cek Instagram Story dokjef.
4. Biar gak bosan menunggu, siapin aja minuman dan cemilan di dalam mobil. Ruang tunggunya kecil jadi nggak bisa masuk banyak orang
Semoga Bermanfaat
Wassalam
Ini Videonya waktu ke Dokjef:
https://youtu.be/D5GjFhZ1DLk?si=I-bOMzqrrTfdz_rv
.


.jpeg)

No comments