Kumpulan Cerita Seru Ketika Menginap di Hotel, Ada yang Dipelototin Setan sampai Minta Ditemenin Cewek Seksi


 Assalamualaikum,


Kali ini saya mau sharing cerita seru, lucu dan menyeramkan soal pengalaman menginap di hotel. Jujur, kalau saya pribadi takut tidur di kamar hotel sendiri. Kalaupun kepepet, TV akan hidup semalaman dan HP saya hidupkan murotal. Tapi sebenarnya nggak ada apa-apa, hanya parno sendiri. Lols.


Pastinya tak sedikit mendengar cerita soal diganggu mahluk halus sebagai penunggu kamar. Tercetus menulis soal ini juga secara tak sengaja.  Jadi, begini awalnya, saya dan beberapa teman jurnalis mempunyai sebuah grup WA yang membahas apa saja. Grup yang kebanyakan perempuan itu memang seru dan kita satu frekwensi lantaran meliput di area yang sama ketika aktif menjadi jurnalis , mulai dari liputan wisata, entertainment dan kesehatan juga gaya hidup.

Nah, mulai deh mereka bercerita bagaimana pengalaman saat liputan ke daerah dan harus menginap di hotel. Bagaimana suka duka mendapatkan teman sekamar yang menyebalka, meski harus bertahan 3 hari 2 malam. Setelah cerita mengalir, lalu kepikiran mau menulisnya di blog, siapa tahu bermanfaat.


Salah satunya seorang wartawan wisata dan juga salah satu pendiri sebuah komunitas traveling, Rahma. Saking seringnya meliput wisata ke daerah, Rahma menjadi hafal siapa saja yang bakal menjadi roommate nya yang asik atau tidak.

"Gue udah sekamar dengan siapa saja, tapi ada dua wartawan yang gue nggak pernah mau tidur sama mereka, karena kebiasaan tidur yang bertolak belakang," katanya memulai bercerita.

Dia menyebut seorang wartawan dari sebuah media majalah wanita. Menurutnya orang ini aneh, kalau tidur semua lampu harus dimatikan, bahkan TV dan AC lantaran dia nggak kuat dingin. Dan parahnya lagi dia meminta pintu kamar dibuka. "Egois banget. Dia cuma bilang boleh pintu ditutup atau nyalakan satu lampu. Jadi gue harus menunggu dia tidur dulu baru gue tutup pintu," cerita Rahma dengan gemas.

Rahma juga menceritakan pengalamannya satu kamar dengan seorang wartawan sebuah koran ibu kota. Meski sesama wanita dia merasa risih melihat dia tidur hanya menggunakan pakaian dalam dan tidak mau pula ditutupi selimut.

"Akhirnya gue tinggalin dia sendirian di kamar, gue pindah ke kamar sebelah jadi tidur bertiga," ceritanya.

Ini belum seberapa kata Rahma, ketika dia pergi ke sebuah daerah. Teman sekamarnya sekitar jam 3 pagi pergi ke toilet yang berada di luar kamar, jadi posisinya dekat ruang TV. Ketika terbangun Rahma kaget karena teman sekamarnya itu sedang duduk di kasur sambil matanya melotot ke arahnya. 

"Yun, kok tidur matanya melotot gitu," tegurnya. Tapi Yuni hanya diam saja. Sambil merinding Rahma menutup seluruh tubuhnya dan membaca bacaan Al Quran.

Keesokan paginya Rahma menegur Yuni tapi Yuni justru tak merasa pelototin dia. Tapi dia memang ke toilet dan bertemu Ubay yang sedang menonton TV. Kata Yuni, Ubay pun melotot ke arah dia tanpa berkata-kata. Tapi Ubay mengatakan kalau dia malam itu tidak menonton TV. Whuaaaa..dikerjain penunggu kamar.

Lain halnya dengan Hakim, wartawan tabloid gosip. Saat itu dia harus meliput ke Makassar dengan beberapa jurnalis. Lantaran hanya perempuan sendiri, dan penakut, yaitu Dina seorang wartawan TV, Dina meminta Hakim untuk menemaninya tidur di kamar dan satu ranjang pula. Kata Hakim, Dina tidak ingin ditemani oleh kameramennya lantaran sudah menikah. Alhasil sepanjang malam Hakim tidak bisa tidur karena Dina terus memeluknya semalaman.

Menurutnya semalaman Dina terus menarik dan memeluknya, tidak boleh menjauh. "Tiap gue tinggal berdiri,  dia tarik lagi terus meluk gue. Lha kan lama-lama gue teransang, anaknya bohay lagi. Gue takut aja digrebek yang mengundang terus lapor ke kantor, gue bisa dipecat," kata Hakim yang disambut ketawa ngakak dari penghuni grup tersebut.

Soal cerita seram, Rahma juga punya pengalaman saat itu liputan ke Lombok yang baru saja terkena musibah gempa. Saat itu pas masuk azan maghrib. Rahma masuk ke dalam tapi pintunya sulit sekali dibuka. Kamarnya saat itu ada di lantai 3 dengan balkon menghadap rumah yang kena dampak gempa beberapa waktu lalu. Rahma mengaku mendengar suara rintihan yang sedih dan menyeramkan.

Setelah pintu bisa dibuka dan berhasil masuk kamar, gantian pintunya tidak bisa dikunci. Rahma langsung feeling kalau ini kerjaan penunggu kamar. Lalu dia mencoba bicara melalui batinnya untuk tidak menganggu karena niatnya meliput untuk menyelamatkan kota ini akibat musibah gempa. 

Tidak itu saja, Rahma pernah berada di sebuah vila. Dia masuk ke dalam kamar temannya yang menghadap ke sungai. Lalu dia kibaskan hordeng agar bisa melihat sungai dari jendela kaca. Tapi dia terkejut malah melihat pocong.

"Gue kayak disedot sama si pocong sampai badan gue nggak bisa bergerak sama sekali. Badan gue kaku, pucat dan dingin. Untung teman gue juga melihat pocong, lalu kita baca ayat kursi kenceng-kenceng," cerita Rahma yang bikin bulu kuduk merinding.

Cerita seram yang tak jauh berbeda juga terjadi pada Wati. Saat itu dia sedang ada kerjaan di Yogyakarta. Ketika asik ketemuan dengan teman, lalu dia masuk ke kamar hotel sendiri. Watipun baru sadar kalau dia takut tidur sendiri di kamar hotel. Ternyata ketakutannya itu membawa efek buruk di malam hari.

Dia nggak bisa tidur semalaman, lantaran banyak orang yang mengobrol di kamar sebelah, padahal saat itu pukul 03.00 pagi. Alhasil malam itu dia tidak tidur dan paginya baru sadar kalau semalam dia diganggu penunggu hotel.

Cerita Danis agak berbeda ketika dia liputan ke sebuah kota untuk tugas peliputan. Danis heran melihat salah seorang teman wartawan hanya membawa tas goodie bag padahal itu bepergian 2 hari. Ternyata dia hanya membawa baju sedikit dan tidak mandi selama 2 malam. Hahahahah...kebayang baunya. Apalagi ada teman yang kalau tidur selalu kentut tanpa disadari, wkwkwwk. 

So...banyak cerita lucu dan seram selama menginap di hotel. Pastinya lebih banyak cerita menyeramkan. Kalian gimana? Cerita dong pengalaman seramnya kalau di hotel.


Semoga Bermanfaat

AAL


2 comments

  1. Ya ampuun yg duduk dipelototi itu serem sih :D. Aku bacanya aja merinding mba.

    Samaaa kita, aku ga prnh mau tidur di hotel sendiri. Mau sebagus apapun, tapi aku pasti merinding. Pernah dong sekali nyobain, di salah satu hotel berbintang di Palembang. Yg ada aku ketakutan, dan sorenya nelpon suami, suruh nyusul wkwkwkwkwkwk. Makanya sampe skr aku ga mau traveling solo. Hrs ada temen.

    Naaah tapi akukan suka staycation dan rutin. Jujur blm prnh ngerasain secara lgs diganggu sih mba. Walopun ada bbrp hotel yg spooky dan auranya memang ga enak . Tp aku kan ga bisa melihat begituan, jd cuma sekedar merinding doang.

    Naah cuma, asistenku yg baru ini, bisa melihat makhluk halus hahahah. Aku blm sempet ngajakin dia staycation , Krn galau. Lah setiap kali diajak kluar, dia lgs bilang, di situ ada makhluk dengan muka begini, di sana ada makhluk LG nangis, di pojok ada wanita muka pucat dll wkwkwkwkwk . Bahkan di rumahku juga ada , tapi untungnya dia bilang, 'yg di rumah ibu baik. Makanya saya ga takut. Tapi maaf di rumah mertua ibu, mukanya serem banget. Ada banyak pula'

    Uwaaaahhhhh rumah mama mertua memang serem. Remang2, Banyak guci pula. Apalagi setelah mama meninggal, itu tempat kosong. Aku sndiri slalu merinding kalo kesana, ga betah. Eh setelah dibilang begitu, makin males ke rumah mama hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha itu asistennya nyeremin ya kalau diajak staycation. Sama mbak, aku juga gak bisa lihat hanya merasakan kalau nggak nyaman. Semoga jangan pernah kena penampakkkan, hihiii

      Delete

Alsya Communications

Alsya Communications
Media Consultant untuk press conference, media gathering dan press release. Tim kami terdiri dari para mantan wartawan sehingga memudahkan untuk interaksi dengan media di Indonesia, baik media cetak, media online, atau blogger.