Tanpa Disadari, Orang Tua Lakukan Kesalahan dalam Pola Asuh Gizi pada Anak


Talkshow 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak
Di zaman teknologi digital sekarang ini, mudah sekali mendapatkan informasi apapun. Termasuk saya, jika muncul pertanyaan di kepala, saya langsung buka google. Semua lengkap, apapun pertanyaanya, nyaris selalu ada jawaban di internet.

Apalagi soal tumbuh kembang anak. Saya termasuk emak digital, jika ada perubahan kecil pada si bontot, Fatih, 3 tahun, saya pasti langsung googling. Bisa dibilang parnoan. Kalau sakit ringan misal hanya flu, demam, saya tetap saja bukan hape. Padahal ini anak ketiga, pastinya sudah lebih berpengalaman. Tapi demi merasa nyaman, saya googlinglah.


Nah, dengan semakin bebasnya informasi yang didapat di internet, tentu banyak banget informasi hoax, alias yang tidak bertanggung jawab. Kalau saya ke dokter dan konsultasi, pasti dokternya ngomong begini. "Jangan tanya sama google bu, belum tentu bener."


Sebagai seorang ibu, kadang saya merasa rancu, informasi atau website manakah yang benar dan isinya dapat dipertanggung jawabkan?

Saya bersyukur sekali ketika mengetahui kini ada aplikasi atau website www.Halodoc.com Bukan cuma mencari informasi tapi juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter, bahkan bisa memesan obat tanpa harus keluar rumah.

Apa itu Halodoc


Halodoc  merupakan aplikasi kesehatan yang memberikan solusi  kesehatan lengkap dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan. Bisa diunduh gratis di App Stroe atau Google Play,  ini merupakan ekosistem layanan kesehatan terpadu bagi penggunanya. Lewat aplikasi tersebut, akses pasien terhadap layanan kesehatan bisa dipersingkat.


Ekosistem kesehatan seperti ini bisa dibilang sudah menjadi sebuah kebutuhan, bukan lagi sebuah tren. Dalam aplikasi HaloDoc, pengguna bebas memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan dan biaya yang bervariasi.

Pengguna juga bebas memilih fitur voice, video call, atau chat, untuk berkomunikasi dengan dokter. Ada lebih dari 1000 dokter dari seluruh Indonesia yang sudah bergabung dalam aplikasi ini. Setiap dokter yang bergabung sudah memiliki surat tanda registrasi dan juga surat izin praktek.

Fitur apa saja di Halodoc

Apotek Antar
Di salah satu aplikasi Halodoc ada fitur apotek antar. Platform ini bisa menghubungkan apotek terdekat dari si pengguna dengan layanan antar menggunakan gojek dan bebas biaya pengantaran.

Konsultasi tim medis
Berkonsultasi langsung dengan dokter melalui video call. Aplikasi Halodoc memiliki tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis, hingga spesialis mata yang online 24 jam.

Laboratorium
Sedangkan aplikasi lab dapat memudahkan pengguna untuk memesan jasa tes laboratorium dari laboratorium resmi (Prodia) yang sudah bekerja sama.  Untuk pengambilan darah atau sampel urine akan dilakukan di rumah oleh petugas lab. Fitur Labs dapat dimanfaatkan oleh pengguna di sekitar Jakarta Pusat dan Selatan.


dr Herlina, Sp.A

Talkshow 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak

Belum lama ini saya menghadiri talkshow mengenai kesalahan orang tua mengenai pola asuh gizi pada anak. Acara tersebut diadakan di restaurant Dailycious di kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan. Acara yang diadakan oleh Halodoc bekerjasama dengan MBC (Momblogger Community) itu dihadiri beberapa mom blogger yang aware dengan masalah kesehatan pada anak.

Restoran Dailycious

Dalam acara tersebut, Halodoc menghadirkan dr Herlina, Sp A untuk menjelaskan apa saja kesalahan orang tua dalam gizi yang diberikan ke anak. Dokter spesialis anak ini yang juga praktek di RS Ciputra Citra Garden, Jakarta, dan juga salah satu tim medis di Halodoc.

Menurutnya, banyak orang tua yang tidak menyadari pola pengasuhan gizi yang keliru sehingga anak tidak mendapatkan gizi yang maksimal. Biasanya, para orang tua hanya mendengarkan ajaran dari orang tuanya dan mendapatkan informasi yang keliru.

Pasti banyak dari kita yang mendengarkan ibunya ngomong begini, ini contohnya, "dulu anak-anak, mama kasih pisang umur 40 hari nggak masalah. Kalian sehat-sehat semua." Sounds familiar, right?

Yes...

Ternyata hal tersebut kurang tepat menurut ilmu medis.

Hingga kini, masih banyak ibu yang memberikan anaknya MPASI (Makanan Pendamping ASI) ketika usia belum masuk enam bulan. Namanya MPASI hanya sebagai makanan pendamping, sedangkan makanan pokok tetaplah Air Susu Ibu (ASI). Nah, untuk para ibu yang kebingungan seperti ini, jangan khawatir. Halodoc menyediakan layanan konsultasi ketika para ibu tak bisa datang setiap waktu ke rumah sakit.

"Kalau mau mencari informasi soal pengasuhna gizi yang tepat, semua bisa di Halodoc. Bisa ngobrol langsung dengan dokter melalui voice, video call atau chat," kata Blessy, Manager Offline Marketing Halodoc.

MomBlogger se-Jabodetabek
Lalu kesalahan apa saja yang dilakukan orang tua pada anak soal pola asuh gizi. Ini kata dr Herlina, Sp.A :

1. Memaksakan anak untuk makan.
Saat anak nggak makan, jangan dipaksa. Ini akan membuatnya merasa terpaksa sehingga jadi tidak menyukai kegiatan ini. Ketika si anak menolak, biarkan saja dulu. Lalu tawarkan kembali setelah beberapa saat. Namun, ingatkan untuk biasakan jam makan tidak berubah. Singkirkan makanan jika jam makan berakhir, sehingga anak tahu kalau ia tidak mau makan di jam tersebut, dia harus menunggu di jam berikutnya.

2. Pemberian MPASI sebelum 6 bulan.
Hingga anak berusia 6 bulan, sebaiknya anak diberi ASI ekslusif bukannya MPASI. Pada usia ini, pencernaan belum sempurna. Sehingga pemberian MPASI justru bisa menimbulkan reaksi atau gangguan pencernaan seperti konstipasi atau timbulnya gas (kembung).

3. Memberikan makanan yang tidak seusianya.
Cemilan untuk anak dan untuk orang dewasa itu berbeda. Meskipun berupa jus atau buah, tapi harus sesuai porsi. Misalnya memberikan jus buah pada balita, disarankan hanya maksimal setengah gelas jus 100 persen buah dalam sehari. Jika lebih dari takaran, akan menambah asupan gula yang berakibat anak tidak lapar pada jam makan. Cemilan dan nutrisi seimbang yang disarankan adalah buah-buahan, sayur, protein, gandum atau produk susu.

4. Pemberian makanan yang manis.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan gula harian untuk anak tidak boleh melebihi 10 persen dari total energi yang dikonsumsi. Ini untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak.
Untuk anak usia 1-3 tahun hanya 10 persen yang nilainya sama dengan 4-5 sendok teh gula, sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun kalau 10 persen itu sama dengan 5-8 sendok teh gula. Pemberian makanan manis yang terlalu banyak juga bisa menyebabkan gigi rusak, obesitas dan anak kehilangan nafsu makan.

5. Pemakaian dot pada bayi yang terlalu lama.
Pemakaian dot terlalu lama bisa berpengaruh buruk pada pembentukan struktur rahang dan gigi si anak.Mengurangi penggunaan dot baiknya setelah usia anak lebih dari 6 bulan, lalu beberapa bulan kemudian menghentikannya sama sekali.

Instagram: @Halodoc
#KatadokterHalodoc #Sehatlebihmudah

Semoga Bermanfaat

Alia Fathiyah

8 comments

  1. Mkasih infonya mbak aliaef... 😀👍

    ReplyDelete
  2. Saya pernah jadi anak, seperti banyak yang salah nih pola asuh makannya. Sekarang saya lebih gembul dari sebelumnya 😊🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha namanya mbak tutty pinter mengasuhnya wkwkkw

      Delete
  3. Saya juga emak digital yang apa-apa langsung nanya google. Beruntungnya bisa ketemu aplikasi Halodoc. Saya jadi tahu harus nanya ke dokter yang mana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener, ngebantu banget kalau panik anak kenapa kenapa ya

      Delete