Friday, August 4, 2017

(Review) Film Dunkirk, Satu Lagi Kecerdasan dari Christopher Nolan


Siapa yang nggak kenal sutradara Christopher Nolan. Sutradara terkenal yang sering mencetak film box office, sebut saja The Dark Knight, Inception, The Dar Knight Rises dan Interstellar. Konon, dalam sebuah media web Amerika menyebut kalau Christopher Nolan adalah satu dari enam sutradara yang memiliki pendapatan tertinggi di seluruh dunia karena bisa mencetak film box office.

Tadinya gue nggak ngeh kalau Nolan yang sutradarain Dunkirk, gue hanya tahu itu film perdana Harry Styles.  Mengetahui Styles main film, gue langsung skeptis "Pasti ini anak mati gaya gak punya job," hehehe, nggak taunya main film Nolan.


Tau gak genks, seumur-umur nonton film, baru kali ini gue merasa tegang selama hampir 2 jam durasi film. Itulah pinternya Nolan, jalan cerita yang sederhana tapi diatur dengan sedemikian rupa sehingga menjadi tontonan yang menegangkan, dan bikin hati dag dig dug der.


Nolan mampu mengemas sebuah film yang minim dialog, dia secara cerdas bercerita lewat visual, mimik wajah pemain dan latar sinematography yang kece.

Bercerita latar perang dunia ke 2 pada akhir Mei 1940 ketika Jerman perang melawan Inggris dan Perancis yang besekutu. Di kota pelabuhan Dunkirk, Prancis sekitar 400 ribu tentara terperangkap di Dunkirk tanpa bisa pergi, sedangkan pasukan Jermain makin mendekat.

Ada kemungkinan bakal ada pemusnahan karena penyelamatan hanya bisa dilakukan sekitar 40 ribu saja. Prajurit itu berdiri antri di pinggir pantai, siap-siap naik ke kapal, tujuannya satu, pulang. Belum lagi masuk semua, tiba-tiba muncul pesawat tempur yang menjatuhkan bom, prajurit kocar kacir berlari di pinggir pantai. Setelah dirasa aman, mereka mengantri lagi untuk masuk ke sebuah lain yang lebih besar, tapi diprioritaskan yang sakit.

Film Dunkirk mengambil satu prajurit muda yang diperankan oleh Fionn Whitehead untuk menjadi  pengantar film hingga selesai. Bersama temannya yang baru dikenal diperankan Aneurin Barnard (ampe akhir film cuma ngomong satu dialog) mereka berusaha masuk ke dalam kapal dengan membawa tandu. Mereka berharap dengan cara itu bisa diterima masuk ke dalam kapal.

Nah pas adegan ini, gue deg-degan banget. Gimana nggak, mereka harus berlari ke ujung pantai di atas pasir yang lembut, belum lagi mereka harus melewati ratusan prajurit yang antri agar bisa masuk kapal. Ketika melewati prajurit, mereka nggak ada dialog sama sekali, misalnya "minggir..ada orang sakit.." atau.."permisi.. mau lewatt.."

Berhasil susah payah melewati prajurit, mereka melewati jembatan yang kayunya sudah rusak karena kena bom. Sedangkan di ujung kapal, siap-siap diperintahkan pergi karena dilihat nggak ada lagi pasukan yang sakit. Dan gue pun bernafas lega ketika akhirnya mereka masuk kapal, eh baru enak duduk, mereka diusir keluar. Lolss....


Nolan beneran kece bikin penonton menahan nafas, dia hanya diberikan waktu sedikit untuk kita yang menonton bernafas lega. Suwer...

Menariknya, Nolan menceritakan film dari tiga sisi. Buat penonton yang nggak ngeh mungkin bingung mengikuti gaya 'suka-suka gue' Nolan ini.

Yang pertama The Moles (Darat):
Di darat waktu berjalan selama satu minggu perang Dunkirk, Nolan menceritakan bagaimana dalam satu minggu prajurit tersebut, berusaha untuk pulang di tengah gempuran bom dari pesawat Jerman. Dengan diwakili oleh tiga prajurit yang berjuang untuk pulang dalam diam, minim dialog. Nolan menceritakan perjuangan mereka agar bisa menumpang kapal agar bisa pulang. Salah satunya si Harry Styles yang aktingnya terlalu biasa dan menurut gue nggak terlalu istimewa.

Lalu yang kedua dari The Sea (Laut):
Terakhir satu hari perang. Adalah mr Dawson, bersama anaknya dan teman anaknya yang nekat dan sukarela membantu para prajurit di Dunkirk. Mr Dawson pergi sendiri tanpa koordinasi dengan angkatan laut setempat. Di pertengahan terjadi tragedi sekaligus usaha penyelamat bagi prajurit yang berada di tengah laut.

Lalu yang ketiga The Air (Udara):
Menceritakan satu jam terakhir menuju perang usai. Dengan latar tiga pilot pesawat Spitfire dalam usaha mereka memberikan dukungan udara (air support)dalam melawan pihak musuh meskipun dalam keadaan bahan bakar pesawat yang terbatas. Salah satu pilot dimainkan Tom Hardy .

Nolan menampilkan cerita film ini bergantian, memang awalnya bikin bingung apalagi minim dialog tapi di ending film akan terlihat kaitan satu sama lain, yang menurut gue keren.  Pasukan akhirnya diselamatkan oleh kapal-kapal sipil yang kecil. Jangan berharap di sini ada antagonis atau protagonis, Nolan hanya ingin menceritakan bagaimana rasanya menunggu untuk di selamatkan dan pulang dengan damai, di tengah peperangan.

Happy Watching genks!


ALIA

8 comments:

  1. Langsung cuss nonton filmnya nih lama"

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete
  2. film bioskop bukan nih mbak? Menarik juga buat filmnya.

    ReplyDelete
  3. Dunkirk mmg juara bgt, bener bgt kalo org yg ntn dari awal hingga akhir pasti seakan masuk dalm film, dan itu semua karena efek suara yg gokil. Kalau menurut saya. Calon nominie Oscar pokoknya ni film...

    ReplyDelete
  4. With TV systems worldwide on the consistent post for new motion pictures to communicate, it can be moderately simple to twofold or triple your speculation without breaking a sweat. movies 123

    ReplyDelete