Tuesday, April 12, 2016

Baby F Mulai Susah Makan


Punya anak susah makan, pasti bikin pusing. Apalagi kalau anak bayi yang belum bisa ngomong, hopeless rasanya. Seperti Baby F yang sekarang sudah berusia 15 bulan. Banyak yang bilang, anak di usia segitu memang sedang susah makan, karena dia sedang explorasi lingkungan dan mulai bisa berjalan.

Tapi seperti yang saya amati, Fatih bukan susah makan, tapi pemilih, terutama soal rasa. Saya juga bingung apa penyebabnya. Pasalnya, makanan Fatih saya berikan perasa (garam) setelah 12 bulan, sebelumnya dia hanya mengenal rasa alami makanannya. Sama seperti kedua abangnya dulu.

Sekitar sejak dua minggu lalu, Fatih nggak mau makan nasi. Jika saya suapin, mulutnya ditutup serapat mungkin dan kepalanya melengos. Dia juga akan melihat bentuk makanannya, kalau dia tidak kenal, dia tak akan mau sambil dahinya berkerut. Sangat susah, saya putar otak,  makanan apa yang dia suka. Tapi lucunya, jika melihat roti dia langsung mengangguk, "mau..mamam.." Dia tak pernah menolak roti. Tapi saya merasa dia harus makan nasi, karbohidrat, meski memang karbo tidak hanya didapat dari nasi, bisa juga kentang, ubi, roti, gandum atau cereal.

Suatu hari saya iseng membuat lontong isi khusus untuk Fatih. Sebelumnya saya tidak pernah membuat lontong isi, kebetulan waktu itu sudah saatnya jam makan. Nasi saya giles jadi lembek dan halus (nasi di alasi plastik lalu dilembekkan dengan botol kaca), lalu saya beri isi campuran wortel dan ikan, (caranya: tumis bawang merah dan putih, lalu saya masukin wortel sampai lembek lalu ikan, beri sedikit kecap, garam dan air). Saya taruh di daun lalu di kukus! Alhamdulillah, Fatih doyan! Kayaknya lega banget.

Tapi itu hanya sementara ibu-ibu, dia mulai bosan, menolak lontong. Lalu saya buat makaroni skotel kukus (kalau panggang keras), sengaja saya beri keju lebih banyak. Dia mau, tapi hanya sedikit lalu bosan lagi. Benar-benar hopeless bukan?

Untungnya Fatih suka tahu. Jadi saya beri tahu dan diselipkan nasi. Kadang, tahu dihaluskan dicampur dengan telor kocok lepas, beri garam dan di orak-arik di teflon, dia suka. Atau saya masak sop, biasanya tanpa kentang. Kini, sengaja sop saya pakai kentang khusus untuk Fatih dan dia suka meski tidak banyak. Uniknya, Fatih mau makan jika disuapi dengan tangan, jika dengan sendok dia emoh makan. Bisa dibayangkan, bayi bontot ini jarang makan diberi kuah.

Anehnya, jika bepergian, misal ke mal, Fatih mau aja makan, apa aja dikasih dia akan menganga. Bikin bingung tingkat dewa emaknya ini. Nggak mungkin saya bawa dia ke mal tiga kali sehari hanya untuk makan. Nanti kayak Tina Toon. (promo buku tulisanku sis, Tina: Metamorfosis seorang Tina Toon). Dia gendut waktu kecil karena dibawa ke mal sehari tiga kali sama oma karena susah makan. 

Agar kebutuhan gizinya terpenuhi, saya beri Fatih madu isi kurma atau vitamin madu. Sedangkan buah bisa dari pisang, buah naga, alpukat, pepaya dan buah lainnya. Selain itu, intesitas menyusui jadi lebih banyak agar dia tidak kelaparan.

Mungkin moms ada masalah yang sama dengan saya, kita bisa sharing di bagian komentar ya. Saya masih bingung, makanan apalagi yang akan diberikan ke Fatih.

Warm Regards
EmakBingung

1 comment: