Lupa Mute Sekolah Daring, Aib Kebongkar

 

 
Lupa Mute Sekolah Daring,  Aib Kebongkar- aliaef.com


Assalamualaikum,

Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) alias sekolah online atau daring sudah 2 tahun berjalan. Belum lama ini sudah mulai PTM (Pembelajaran Tatap Muka), seiring menurunnya kasus Covid-19. Saya happy banget. Drama di pagi hari terlewati. Pagi haripun bisa dilalui dengan tenang. Ngopi pagi pun bisa kembali terasa nikmat.

Eeetetiba si Om icron muncul tanpa permisi, memang nggak sopan. Setelah drama Delta lewat yang memakan banyak korban, Om Icron muncul dan sekolah pun kembali daring.

Si bontot yang baru masuk SD pada Juli 2021 lalu, alhasil harus sekolah online.  Dengan dramanya yang ngambek tak berujung, kepala emakpun nyut-nyutan lagi. Tombol kesabaran tingkat tinggi dipencet lagi. 

Si bontot ini emang gampang banget ngambek, masih mau main, nggak mau sekolah dan drama lainnya. Ketika harus sekolah di depan laptop, dia lelarian entah kemana, main robot, nonton Youtube atau kalau bosan tinggal tereak memanggil emaknya, dan emaknya jadi tameng dengan kejenuhannya lantaran sekolah hanya di depan laptop.

Kenapa saya bilang sekolah daring ini membuka peluang aib kebongkar? Namanya yang sekolah anak-anak, alhasil kadang mereka lupa mute mikropon. Karena mereka ikut terlibat dengan guru-gurunya. Asik berbicara dengan teman-temannya dan lupa mute.

Tak sedikit suara orang tua ketika mengobrol atau berbicara terdengar. Bahkan, tak sedikit yang terdengar jika ibunya marahi anaknya yang lagi sekolah. Kedengerannya berasa sama kayak ibu tiri itu. Tapi saya paham si, sekolah daring ini membuat para ibu harus menambah porsi kesabarannya karena beban tanggung jawab bertambah. Taulah urusan ibu-ibu itu banyak banget, urus anak, urus suami, masak, beberes rumah, nyuci baju, nyuci piring, jadi tukang ojek dan sekarang sekolah juga yang biasanya jadi tanggung jawab guru di sekolah. Kalau anak pergi ke sekolah, buat para ibu itu momen berharga banget lho. Bisa me time sesaat.

Belum lama saya ikutan mendengar di salah satu orang tua murid yang sedang bertengkar. Sepertinya mereka tidak menyadari jika anaknya belum mute. 


"Udah sana lo pergi kerja,," begitu kira-kira kalimat si ibu yang mengusir suaminya untuk pergi kerja. Si suami menjawab yang saya lupa kalimatnya dan mereka terdengar adu mulut meski tak lama.


Ternyata, kejadian yang memalukan itu juga menimpa saya. Kalau inget malu banget.

Pada suatu hari ibu saya sedang ke rumah. Namanya juga sama ibu, kita pasti ngobrol apapun dong. Gibahin orang siapapun itu, berasa seru aja apalagi kalau dapet pembelaan wkwkwk. Inget gak seorang artis yang sedang berghibah dengan ibunya dan sedang membicarakan temannya yang juga artis, ternyata di rekam oleh ART dan disebarkan lalu menjadi viral di media. Si artis saat itu dibela oleh salah seorang netizen, kalau ghibahin orang dengan ibu sendiri itu emang paling seru karena nggak bakal bocor, hahahaha.

Nah pasti semua anak cewek kalau ketemu ibunya begitu. Apalagi saya yang di rumah terus menerus, nggak ada teman ngobrol, karena semua penghuni rumah semuanya laki-laki yang notabene gak secerewet perempuan. Inget kan dalam sebuah studi di Amerika menyebutkan kalau  dalam sehari seorang wanita itu mengeluarkan kata sampai 20 ribu,  sedangkan laki-laki hanya 7 ribu. Kebayang gimana gatelnya ini mulut ketika di depan mata ada nyokap. 

Nah saat  nge-ghibah sama nyokap, bersamaan saat itu saya yang sedang menemani si bontot sekolah daring. Ternyata si bontot nggak mute mikropon nya, biasanya ini anak gercep untuk mute. Saat itu lagi seru ngibrol sama nyokap dan udah banyak banget yang diomongin, suaranya kenceng pula. Tersadarnya ketika suara di kelas daring itu tidak begitu ramai (biasanya kan anak-anak ngomong terus). Pas saya cek, ternyata belum di mute. Saya shock dan langsung istigfar berkali-kali.

Bukannya dibikin tenang, nyokap sama anak-anak yang gede, malah ditegor hahahahah. "Lagian ngomong melulu..." blablabl.

"Itu teguran Allah," kata nyokap. 

Gue diem, ada benarnya juga si nyokap. Ini mulut kayak gak melihat sikon. Duh malu banget. Perut berasa ada kupu-kupu, itu menandakan sikon di sekitar saya sedang tidak baik-baik aja. Lalu saya mulai menarik nafas panjang dan mulai mencerna, dan mulai intropeksi lagi. Saat itu yang ada di dalam pikiran, pasti 2 guru dan 30 wali murid mendengarkan ghibahan saya dong. Lalu...

"Okeh, itu pasti di dengar sama guru dan orang tua murid yang sedang mendampingi anaknya sekolah. Paling yang ngeh itu suara siapa, cuma gurunya. Ortu murid pasti nggak ada yang tahu, siapa yang sedang nge ghibah itu?" begitu pikiran saya menenangkan. 

Benerkan? Aib bisa kebongkar gegara sekolah daring ini. 

Bagaimana dengan kalian? pernah punya pengalaman yang sama? Sharing dong, supaya saya merasa ada teman dan nggak merasa bersalah, hahahaha.

Semoga virus corona ini hengkang dari dunia dan Indonesia sebelum bulan Ramadhan tahun 2022 ini, Aamiin YRA

Semoga Bermanfaat

Alia F


No comments