Rasanya Jadi Wartawan Gosip (10), Dian Sastro si Indonesian Sweetheart


Kaget juga, ketika gue pantengin Instagram banyak banget yang mencela Dian Sastro yang dibilang artis sombong dan susah diajak foto dengan fans. Belum lagi, tersebar video ketika seorang wanita yang mencoleknya, tapi ditepis Dian lalu dia reflek seperti jijik.

Wah, viral, dan itu  keuntungan gue dengan memanfaatkannya menulis di blog, Lol.

Gue mengenal Dian sejak baru menapaki karir di dunia film lewat Ada Apa Dengan Cinta 1. Anaknya rame, kalau ngomong cepet dan sebenarnya asik diajak ngobrol.

Sejak AADC itu Dian sudah dilabeli sebagai artis ekslusif kelas A.  Manajemennya beda dibanding artis kebanyakan, dia hanya menerima kontrak iklan yang produknya baik,  imej bagus, film juga yang berkualitas dari sutradara serta jalan cerita, pokoknya semua yang ekslusif. Sikap itu juga mempengaruhi dia bagaimana interaksi dengan wartawan.

Pertama kali banget lihat Dian itu ketika menonton film horor, gue lupa judulnya, Jelangkung apa bukan ya. Waktu itu press screening di H Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan Dian salah satu yang diundang. Film AADC waktu itu belum dirilis, tapi gue mengenal dia dari Gadis sampul.

Waktu itu Dian memakai kemben, celana jeans, rambut panjang hitamnya digerai, dia ketawa heboh bersama teman-temannya ketika melihat anak kecil yang jadi hantu di film itu. Anaknya rame dan menyenangkan, itu penilaian pertama gue. Anak remaja kekinian.

Nah, pas AADC jadi box office, mulai deh dia dikejar-kejar wartawan. Untuk wawancara dia saja harus berlapis, melewati manajer dulu lalu pihak humas PH film. Ketika AADC berpromosi ke media, untuk wawancara soal film AADC aja dibagi beberapa sesi, dan gue termasuk yang 'diterima' wawancara dia.
Ditaro di sebuah ruangan dengan beberapa wartawan, di depannya Dian yang siap ditanya soal film. Jadi kayak wawancara kerja aja, Lol.

Gue yang kepo soal kehidupan percintaan artis, tentu tanya dong di luar film. Itu juga pake celingak celinguk, soalnya wawancara itu dijaga 'satpam', ada petugas dari PH yang menjaga wawancara wartawan, supaya nggak keluar dari tema. Namanya wartawan pasti ada aja yang iseng bin jahil tanya di luar tema. Bukan wartawan namanya kalau manut sama peraturan ketika bertemu narasumber, Lol.

Waktu itu isunya Dian sedang pacaran dengan seorang pembalap. Di luar bicara film dia mau lho ditanya soal pembalap itu. Wajahnya berseri-seri, dia tersipu malu, kayaknya bahagia banget pacaran sama pembalap itu yang dulunya ganteng, kok sekarang biasa sih (eeaaa). Meski sedikit ngomongnya tapi Dian mengiyakan kedekatannya itu.

Karena karirnya yang cemerlang serta aktingnya yang bagus, Dian diberi julukan Indonesian Sweetheart. Lihat akting dan segala prestasi, mana mungkin ada haters (dulumah haters belum ada x yakss). Cantik, pinter, pendidikan baik, karir cemerlang, dan nggak lebay.

Di dunia artis atau wartawan hiburan itu ada urutan kelas. Nah, Dian ini masuk artis kelas A+. Dia akan menerima media tertentu saja untuk wawancara (tentunya media wanita kelas atas, taulah kalian apa aja), mana mau dia diwawancara media harian (koran) atau online atau majalah dan tabloid yang kelasnya B atau B+, lokal pula. Banyak banget temen gue dari media itu yang mengeluh susahnya minta Dian untuk pemotretan dan wawancara. Ditolak mentah-mentah. Tentunya sikap  itu untuk membentuk imej baik dan mempengaruhi kerjanya dengan klien terutama iklan.

Mana mau juga artis kelas A diwawancara infotainment yang pertanyaannya bisa ketebak. Kapan kawin? Kapan punya anak? Gimana perasaanya jadi ibu? Ada rencana go internasional? Biassaaaa.


Padahal kalau kita lihat jaman sekarang, banyak banget artis bikin setingan supaya terkenal dan banyak duit. Dalam sebulan wajah mereka wara-wiri di infotainment, demi label 'sudah jadi artis'.

Artis sekelas Dian mana mau seperti itu. Tanpa melakukan setingan, dan muncul di infotainment, iklan yang harganya miliaran sudah banyak antri menawarkan ke dia. Dulu, banyak diberitakan, Dian dibayar mahal miliaran untuk jadi bintang iklan sabun mandi. Pokoknya, saat itu artis yang dikontrak sabun itu, udah keren banget dan ekslusif. Tentunya, bukan artis sembarangan yang dikontrak.

Alhamdulillah sih, selama ini kalau ketemu Dian untuk wawancara, dia selalu welcome. Selalu ketawa dan menjawab apa adanya. Intinya, Dian lebih suka diberikan pertanyaan nggak biasa. Dia anti mainstream, yah namanya artis pinter  mana mau dikasih pertanyaan standar yang jawabannya udah ada di google.

Jadi, kalau jadi wartawan dan ketemu Dian, harus cari pertanyaan yang berbeda dibandingkan dengan wartawan lain. Misal pengalaman gue ketika peluncuran produk sabun mandi, waktu itu Dian barengan sama Tamara Blezinsky dan Luna Maya. Kedua artis itukan bule banget, sedangkan Dian asli Indonesia, terlihat dari wajah (kadang gue bilang mirip Zhang Ziyi). Bentuk tubuh yang mungil juga kulit sawo matang. Sabun mandi itu kalau nggak salah kampanyekan soal kulit lebih cemerlang dan putih (Tolong diralat kalau salah ye, piss). Nah, gue tanya ke Dian bagaimana dia bisa merawat kulitnya dan menggunakan sabun itu, secara dia bukan bule dibandingkan dengan dua artis lain.

Dian menjawabnya dengan santai dan dia menyadari kalau kulitnya memang nggak bule, malah dia bercerita ketika masa kecilnya panas-panasan jadi kulitnya terlihat hitam. Intinya, dia menjawab apa adanya, nggak merasa terintimidasi kalau dia bukan bule ketika disandingkan dengan artis lain.

Baca Juga: Produk LG Inverter Sangat Hemat Listrik

Gue pernah lagi hamil masih lenjeh liputan melulu. Saat itu gue datang ke acaranya Dian, seperti kebiasaan dia dan manejemennya, abis jumpa pers, dia pasti pergi tanpa mau diwawancara. Pas lewatin gue dengan perut buncit, Dian sempet berhenti sambil megang perut gue. "Ih hamil, lucu banget mbak." Terus dia jalan, gue cuma nyengir lihat dia excited sama orang hamil. Mungkin waktu itu muka gue udah terlihat lelah tak berdaya, Lolss.

Ketika dia sudah menjadi ibu sekarang ini, gue belum lagi sih wawancara dia. Diakan sempat vakum lama tuh, menikah, punya anak, ngantor, sekolah S2 dan jadi dosen (begitu yang gue baca). Dian juga aktif dengan kegiatan sosial, gue pernah stalking IG-nya, Dian membuat cover Al Quran sendiri yang dibagi-bagikan. Keren bangetkan.

Sekarang dia lebih dewasa, perannya menjadi ibu dan istri otomatis mengharuskannya protect dirinya sendiri dengan tidak sembarangan menerima foto bareng dengan orang lain. Gue juga nggak ada nih foto bareng Dian Sastro, ketemu doi lupa terus, Ayo Yan foto bareng kita, Hahahah.

Well, pasti banyak yang kecewa nih, fans series Rasanya Jadi Wartawan Gosip yang tidak menemukan tulisan nge-gosip di sini. Lagian apa yang mau dijelekin, sebagai artis Dian itu paket lengkap, profesional, pinter dan itu pilihan dia ketika harus memposisikan diri sebagai artis ekslusif. Meski begitu, Dian tetap populer, duit tetap banyak, kerjaan selalu ada, intinya bagaimana kita memposisikan diri di dunia artis yang banyak 'drama ' ini demi popularitas dan uang.

Bettul??
Have a nice day, guys!

AAL