Monday, August 8, 2016

Rasanya Jadi Wartawan Gosip (4), Dijutekin Sarah Azhari


Hay-hayyy... udah lama banget saya nggak sharing soal pengalaman jadi wartawan gosip. Habis lebaran, agak-agak gimana gitu mau nulis soal ajang pergosipan. Kayaknya, aura Ramadhan masih lengket, jadi agak apalah apalah meski tulisan ini nggak gosipin orang. 

Yang ketinggalan episode satu dua tiga, silahkan di klik ya jadi enak bacanya. Berasa kayak sinetron, ihihihi.

Jadi bahasan soal setingan artis, kita skip selesai. Sekarang saya lanjutin cerita soal kedapatan imej sebagai wartawan porno lantaran redaktur saya lihay sekali mempoles berita biasa, jadi berita spektakuler yang bisa menggiring pembaca untuk berimajinasi sensual.

Apalagi dengan memberikan kode AAL di akhir tulisan, yang identik dengan nama lelaki, komplit sudah derita hidup saat itu. Namanya masih wartawan baru, jadi ketika ke lapangan dan bertemu wartawan lain yang lebih senior, mereka agak kaget juga. "Oo ternyata AAL Rakyat Merdeka ini? Elo udah terkenal lewat tulisan lo."

Saya cuma ketawa-ketawa aja, padahal sebel sih masa dikenal dengan otak porno? Ada juga wartawan lain, cewek, sampai kepo banget dan mencari-cari saya. Ketika bertemu dia cuma ketawa. "Orangnya kecil ya, bisa nulis kayak begitu."

Lagi-lagi saya cuma bisa cengar cengir, oke deh kakaakkk..

Biasanya, kalau meliput dan wawancara narasumber suka barengan, kecuali untuk berita ekslusif. Saya tentu mentargetkan artis perempuan (dan memang itu suruhan dari bos sih, "artis perempuan bisa 'dijual' (banyak yang baca), kalau laki nggak laku," katanya). Hiks

Saya mah manut saja. 

Jadi ceritanya di sebuah acara saya dan seorang teman melihat Sarah Azhari lagi duduk menunggu syuting. Sarah Azhari gitu locchhh, siapa sih yang nggak kenal dia. Cantik, seksi, pakai baju selalu tahu bagian yang menjadi kelebihannya, pokoknya saat itu, target utama saya Sarah Azhari harus dapet! Pasti bos seneng nih, bisa ditaro halaman depan.


Sarah sedang duduk dengan seorang wanita, manajernya. Sarah lalu dikelilingi tiga wartawan, termasuk saya. Diakan kalau diwawancara agak-agak males kalau pertanyaanyan nggak penting. Dan jawabannya juga biasa aja sih, kecuali sama infotainment, jawabannya akan panjang. Banyak kok artis kayak begitu, kalau diwawancara media cetak, jawabannya satu dua, tapi kalau kamera teve datang dan mengarah ke mereka, langsung wajahnya sumringah, tersenyum ceria bahkan ada yang dandan dulu, supaya kinclong.

Dan kalian tahu dong, bagaimana pertanyaan saya. 

Sarah cuma menjawab pertanyaan dari dua wartawan lain, sedangkan pertanyaan saya sama sekali nggak dijawab! Menoleh pun tidak. Perih-perih bete kan.

Awalnya saya nggak 'ngeh', masih berfikir positif dong. Lama kelamaan mikir juga, ngapain gue nungguin orang yang nyuekin gue. Dipikir artis lo doang. 

Saya langsung ngacir dari hadapan Sarah. Tak lama teman saya nyusul."Sarah sebelumnya tanya ke yang lain, elo siapa, pas tau Aal Rakyat Merdeka dia nggak mau diwawancara elo. Katanya berita yang lo tulis porno," kata temen saya itu sambil ngakak.

Nah, kan. Begitulah nasib jadi reporter baru yang mau aja disuruh nanya aneh-aneh.

AAL




9 comments:

  1. wadaw, bs jd gt imejnya ya mbk, yg penting skrg imejnya gk gt, ya kan mbk ya,
    btw rasanya ketemu artis scra langsung itu gmn mbak ? deg2an gk, duh soalnya eikeh suka katrok gt kalok lihat artis, pdhal lihatnya jg dr jauh bgd, maklumin yak, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hay sori baru respon. Hahaha itukan imej dulu waktu awal jadi wartawan, jaman jahiliyah laahhh, hihiihi

      Delete
  2. gyahahahhaa walopun udah punya image 'agak porno' ternyata dia males juga ya mak diwawancara wartawan AAL :D

    keep posting ya maak, aku selalu menunggu tulisanmuuuu *gosiper

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, makasih yaaa selalu berkunjung ke blog akuuhh, jangan bosaannn

      Delete
  3. Waah pengalaman seru mba, jadi profesi mba Al jurnalis ya, kereen

    ReplyDelete
  4. Mbaaak, aku seneng baca-baca updetan ceritamu soal gosip menggosip ini. Semacam jadi tahu behind the scene nya artis di balik layar. Halah #mamak-mamak doyangosip. :p

    ReplyDelete
  5. Jadi ngikutin cerita petualangan wartawan nih.. Lanjutkan mbaak..

    ReplyDelete