Friday, June 17, 2016

Rasanya Jadi Wartawan Gosip (2), Itu Gosip apa Setingan sih

google

Banyak pertanyaan yang masuk di bagian komentar, seperti ini.

"Mbak, itu setingan bener gak sih?"
"Mba, kalau gosip-gosip benar apa gak?"

Sebelum saya menulis soal pertama kali wawancara Krisdayanti, saya mau menjawab dulu pertanyaan di atas. Baca di sini postingan pertama soal gosip artis.

Setingan:
Jaman saya dulu (berasa gue udah tua yaksss Lols), ketika masih tebar pesona di lapangan, infotainment itu masih bisa dihitung dengan jari. Sedikit banget. Dan artis-artis yang masuk ke infotainment juga kebanyakan isu yang beredar untuk diminta konfirmasi kebenarannya. Mereka yang takut, tentu ngumpet dan lari untuk menghindari infotainment.

Kalau sekarang? Coba perhatikan artis-artis yang sering muncul di infotainment. Mereka apakah ada karya? Apakah mereka banyak job di TV.? Apakah mereka layak disebut artis, yang kalau dilihat dari kamus bahasa Indonesia itu artis = seniman. Walaupun yang muncul di infotainment itu memang penyanyi, seni peran, seni suara, tapi apa karya mereka (sinetron, film dan lagu-lagu) layak disebut karya kalau isinya justru nggak mendidik?

Semakin sering orang muncul di TV (baca infotainment), semakin banyak uang yang mengalir ke kantong mereka. Semakin banyak job yang datang, karena pemirsa sudah akrab dengan wajah mereka, semakin mereka kaya raya. Wajar, kalau jaman sekarang banyak artis (katanya) yang setingan demi mendongkrak popularitas dan UUD (ujung-ujung duit).

Jadi, itu setingan apa bukan mbak?

Tebak sendiri deh dari ulasan saya di atas, heheheh.

Terus, soal gosip.

Itu gosip si anu bener apa nggak mbak?

Jawaban saya : GOSIP ITU FAKTA YANG TERTUNDA

Hehehe, tambah bingung nggak? Nggak dong, itu udah ditulis gede sampai saya bold.

Kesannya saya expert banget soal beginian yaksss hahaha.
Ketika seseorang terlibat di sebuah komunitas atau lingkungan tertentu, kita akan paham secara alami seluk beluk di dunia itu. Seperti apa permainannya, bagaimana ceritanya, nanti rangkaian cerita itu akan menciptakan sebuah rangkuman.

Saya nggak mau omongin bahasa yang berat-berat ah, saya nggak jago soal yang berat-berat, bikin pusing, makanya saya memilih jadi wartawan hiburan aja yang liputannya di seputar kafe, hotel, atau tempat hiburan lain.

Saya punya cerita yang berkaitan dengan artis dan gosip. Dia ini nggak mau setingan, tapi keceplosan ke saya hingga pad akhirnya jadi heboh di infotainment. Ini cerita lama, tapi saya suka sekali membagi ceritanya, karena artis-artis yang terlibat ini masih eksis sampai sekarang.

Jadi, dulu itu ketika masih awal-awal jadi wartawan, saya di plot kantor untuk menulis berita artis sebanyak-banyaknya. Saya ingin berbeda dengan wartawan lain yang lebih banyak mendatangi tempat liputan lewat undangan. Jadi saya datangi studio-studio syuting kuis dan sejenisnya yang pastinya pesertanya artis semua. Nyaris semua studio stasiun televisi saya datangi, untuk hunting artis dan mengolah pertanyaan hingga menjadi berita menarik.

Nah, di sebuah studio, ada sepasang selebritas yang lagi pacaran (sekarang mereka sudah pisah dan menikah dengan orang lain, yang artis juga). Sebut saja artis cewek N dan cowoknya P. Si P ini terlihat posesiv ke ceweknya yang memang cantik dan lembut (pastilaaa namanya juga artis, piye iki aalll).

Jadi saya sok akrab sok kenal (jadi wartawan itu wajib SKSD ke nara sumber, catet) dengan mereka ngobrol aja, layaknya teman. Mereka tahu saya wartawan soalnya saya sambil menulis setiap kalimat yang keluar dari mulut mereka. Si N kebetulan lagi syuting sinetron sama si T yang terkenal playboy.

Saya iseng nanya. "P lo nggak cemburu si N syuting sama T, diakan playboy," ini pertanyaan kompor meleduk alias provokasi. Saya sadar si P ini temperamen, pasti bisa keceplosan. Eh ternyata benar.

*(Pelajaran pertama untuk jadi wartawan: Pahami karakter nara sumber, itu bisa mempengaruhi pertanyaan yang diajukan hingga memperoleh jawaban yang memuaskan dan bisa menjadi berita spektakuler).

P langsung berdiri. "Si T itu kambing dibedakin juga mau," sambil komat kamit ngomel.
N yang melihat pacarnya emosi wajahnya langsung berubah. Saya langsung cecer N dengan pertanyaan santai dan wajah dipolosin (padahal ini dada udah deg-degan antusias karena feeling bakal jadi gosip kece).

"Emang elo diapain sama T di lokasi syuting, P ampe ngamuk gitu."

"Dia ngerayu gue, ampir mau cium gue waktu syuting, untung nggak kesampaian. Gue cerita sama P dia langsung marah," N membeberkan ke saya. jrengjreng! Jadi beritaaaaaaa...

Dengan semangat 45 saya balik ke kantor dan buat berita itu. Keesokan harinya, foto 3 artis papan atas itu (saat itu ya) muncul di koran dengan judul bombastis. Waahhh, siangnya N telponin saya terus. Teman-teman wartawan juga banyak tanya soal kebenaran berita dan kepo karena saya bisa dapat gosip kece.

"Al, kenapa elo tulis beritanya? Gue dari tadi di telponin wartawan, infotaiment sampai ngikutin gue ke toilet," kata N dengan panik. Dia nggak marah ke saya, malah ngajakin berteman (tapi itu dulu, namanya artis ya booo).

Sedangkan T telponin saya nggak masuk-masuk dan meninggalkan di pesan suara. "Aal, ini T, saya sudah baca berita kamu, kenapa nggak conform ke saya soal itu."

Sebagai wartawan kita memang harus cover both side, harus confirmasi ke kedua belah pihak. Tapi, malam hari menjelang deadline, saya hubungi T sangat susah, pada akhirnya saya tulis "T sulit dihubungi di ponsel pribadinya."

Tapi sejak itu, mereka jadi lebih banyak main sinetron. Kabarnya, sejak itu,  P dan N jadi emoh main satu sinetron dengan T.

(Bersambung Lageee)

Alia Fathiyah


3 comments:

  1. Jeng jeeeng jd penasaran siapakah p N dan T itu

    ReplyDelete
  2. Asli penasaran... kasih clue dooong siapa P,N dan T... biar nggak penasaran... -_-

    ReplyDelete