Friday, March 18, 2016

Celotehan Kecil tentang Kasus Zaskia Gotik


Saat ini di media, baik media jurnalis atau media sosial sedang heboh kasus Zaskia Gotik yang kebablasan dalam bersikap. Dia menyebut Hari Kemerdekaan itu tanggal 32 Agustus dan lambang sila ke-5 dalam Pancasila ini adalah bebek nungging. Buat orang-orang (baca pemirsa televisi) yang enek sama gaya artis yang lelucuan gak jelas tentu merupakan 'kebahagiaan' untuk melihat para artis itu sengsara. "Wah, kacau nih, pasti besok heboh media, rasain lu!" Mungkin begitu pikir mereka.

Artis memang banyak pemujanya, tapi juga banyak haters. Haters di sini bukan haters  anak-anak alay yang sering komentar pedes di Instagram artis lho. Haters di sini, para penonton yang sudah enek dengan acara televisi yang isinya tidak mendidik. Artis-artis yang mudahnya tekenal hanya dengan membuat sensasi dan wara-wari di televisi.

Dalam pengamatan saya (cieecieee), acara televisi itu kebanyakan berisi orang yang kepingin terkenal, tanpa ada karya yang bermanfaat. Coba hitung, berapa banyak acara yang isinya lucu-lucuan, komedian norak, saling lempar candaan kasar yang mengejek fisik (padahal itu ciptaan Allah lho) dan ketawa ketiwi. Nggak perlu pinter untuk jadi artis.

Jadi artis sebenarnya banyak nggak enaknya. Ketika ditimpa masalah kayak Zaskita Gotik, itu seperti sebuah alasan untuk menghujatnya di media sosial, yang berimbas dengan laporan ke polisi.  Ada kutipan dari seorang di LSM, "meski Zaskia hanya lulusan sekolah dasar, itu bukan sebuah alasan untuk memaklumi tindakannya."

Biasanya, dalam sebuah acara televisi sebelum take gambar, para talents itu (si artis) di briefing. "Pokoknya lo harus lucu, gimana caranya itu acara bikin orang tertawa. Jangan ja'im, lo bikin gimmick supaya acara ini banyak ditonton."

Hasilnya, banyak gimmick atau setingan di acara televisi sehingga sering diliput media, banyak ditonton pemirsa dan menaikkan rating serta share acara itu. Nggak heran, jika banyak artis yang dijodohin dalam sebuah acara supaya acara itu banyak ditonton orang. Sebut saja Saipul Jamil yang dijodohkan dengan Rina Nose di sebuah acara musik dangdut (taukan sekarang aslinya si bang Ipul, xixixix), lalu dulu ada alm Olga Syahputra dengan Jessica Iskandar, ada Ivan Gunawan dengan Ayu Ting Ting atau Cita Citata. Masih banyak setingan atau gimmick lain dengan tujuan popularitas trus UUDC (ujung-ujung duit cyiin).

Jadi artis itu nggak selalu enak. Jika sedang berada di atas, pasti kena sandungan. Jadi artis itu banyak haters. Lebih enak itu jadi artis yang berkualitas, gak perlu pake gimmick tapi pake karya. Agree?

*CatatanPengamatArtis

0 komentar:

Post a Comment