Thursday, February 4, 2016

Manajer Artis (2), Begini Rasanya


Kece-kece begini, gue juga pernah lhoo jadi manajer artis, huuahahaha..gak percaya? Seringnya sih, beberapa artis yang gue kenal nawarin kayak manajer artis freelance. "Kalau lo dapet job untuk gue, boleh deh honornya dipotong 20 persen untuk lo," kata beberapa artis yang gak terkenal banget ke gue.

Gue-nya yang juga ogah-ogahan (abis gak niat) jadi gak pernah dapat job beneran untuk mereka. Terang aja, artis nggak terkenal, jadi susah dapat job nya, Lolss.

Nah, jadi manajer artis beneran ketika ponakan dari suami yang cantik tertarik jadi artis. Kebetulan, saya kenal dengan Pak Leo Sutanto, big bos Sinemart, production house terbesar di Indonesia. Lalu, beliau meminta si ponakan datang, setelah sebelumnya ponakan sudah melakukan casting.

Supaya penampilan mirip artis belia, ponakan yang saat itu masih 16 tahun, saya permak. Pertama ke salon dulu, di blow dan make up tipis. (saya larang make up tebal untuk anak ABG, jadi kelihatan tante-tante). Lalu saya bawakan baju yang saat itu memang sedang tren. Semua ini dilakukan dari pengalaman sebelumnya ditolak oleh beberapa PH besar setelah casting bolak balik.

#Pelajaran pertama: Jadi manajer kudu keluar modal untuk dandanin artisnya, dan harus ngeh dengan tren mode terbaru. Ini tentu berlaku untuk artis baru yang belum beken.

Akhirnya, siang itu kita datangi kantor Sinemart yang di Kedoya. Masuk ruangan, sudah ada Pak Leo, Pak Dani, dan bapak lainnya (lupa), pokoke beberapa petinggi di PH yang sinetronnya sering tayang di RCTI itu. Oiya, juga ada beberapa sutradara sinetron, sepertinya sedang membahas sinetron selanjutnya.

Lalu, ngobrol dengan Pak Leo yang dikenal down to earth. Dari beberapa produser yang pernah saya temui, terutama yang bombayhe-bombayhe itu, Pak Leo yang paling asik. Ini ciyus lhoo, beneraannn..

Pak Leo langsung minta ke Pak Dani dibuatkan surat kontrak. Sebelumnya, Pak Leo sudah melihat casting ponakan dan katanya aktingnya bagus. Karena masih baru, bayarannya juga masih kecil banget. Kalau nggak salah, saat itu, satu episode nya itu Rp 1 juta. Itu belum dipotong pajak lhhoo.

Kalau artis papan atas, yang syuting stripping bisa dibayangin penghasilannya tiap bulan jika satu episode dibayar puluhan juta. Ckckckc, gak heran Nikita Willy masih muda udah tajir bangeetttt. Nggak heran juga, banyak orang yang kepingin jadi artis.

Supaya kerjasama itu beneran jadi, pihak PH memberikan DP sebesar 1 episode dengan cara transfer. Dan DP itu langsung diganti ketika si artis mendapatkan honor pertamanya. Saat itu, karena jadi manajer artis (ciyee ciyeee ) gue dapat fee 20 persen.

Nggak pake lama, ponakan langsung main sinetron kerjar tayang, judulnya Cahaya (tau dong itu sinetron happening tahun berapa). Langsung datang ke lokasi syuting di kawasan Pasar Minggu. Semua artis beken numplek di sana, ada Meriam Bellina, Dude Harlino, Ririn, Nay Mirdad, Glen Aliensky, Kimberly Ryder, dan lainnya. Jad ketahuan deh, mereka ngapain aja ketika break syuting, xixixixiix.

#Pelajaran kedua: Ini untuk artisnya, sebagai artis baru harus ramah, negor duluan sambil senyum, meski lo dibalas dengan wajah jutek. Kalau bisa semua kru dan sutradara lo salamin deh.

Tapi, artis-artis ini baik banget dan mau ngajarin ponakan gimana akting lho, hebat nih artis-artis sinetron kita.

#Pelajaran ketiga: Untuk manajer, ramah dan ngobrol, supel dengan kru terutama sutradaranya. Perkenalkan diri dengan sopan, perkenalkan siapa artis lo, diselingin dengan promosi dikit soal artis kita kelebihannya.  (Besok-besok kalau si sutradara ada sinetron baru, artis kita dikoling).

Setelah ponakan, dirasa udah muncul di beberapa sinetron dan FTV, mulai saya bergerak ke teman-teman media. Minta tolong mereka untuk memuat profil ponakan agar orang lebih kenal. Mun.cullah ponakan di koran dan tabloid, uuhuuyy

#Pelajaran ke empat: Promosi artis ke media penting banget. Selain bisa dapat job lebih banyak, wajah artis yang sering nongol di media juga mempermudah si manajer mendapatkan kolingan untuk artisnya. (Oneday, Insya Allah gue mau nulis soal artis vs wartawan yaaa).

So, siap jadi manajer artis? Atau jadi artisnya aja?

Tobe Continued.....

0 komentar:

Post a Comment