Wednesday, February 17, 2016

Artis Labil itu Menyeramkan, Ini Kisahnya



Jika di depan publik, wajah artis selalu penuh senyum dan tawa. Meski suasana hatinya sedang bete, kesal, sedih, marah, dia selalu tampil penuh senyum. Itu namanya jaim, jaga imej. Nyaris semua artis begitu, kalau dia nggak bisa menjaga sikap, jangan harap dia bisa terkenal, kaya dan dapat job. Orang akan pikir beribu kali kalau si artis punya jiwa labil,  terlebih untuk menjadi bintang iklan sebuah produk.

Tapi ada beberapa artis yang keceplosan keluarin aslinya di depan wartawan, sehingga menjadi bulan-bulanan media setiap hari. Seperti Luna Maya yang marah besar di sebuah acara ketika menggendong anaknya Ariel, pacarnya saat itu. Kemarahannya itu dibarengi dengan cuit di Twitter dengan kata makian. Pada akhirnya, karir dia sempat jatuh dan kini mulai merambat lagi untuk jadi artis termahal seperti dulu (susah x yeeeee secara udah regenerasi).

Saya ada pengalaman menarik yang berhubungan dengan artis labil. Saya perhatikan artis ini memang gampang senyum, jika jeli bisa dibilang senyum basa basi. Kejadiannya udah lama banget sih, laamaaaa bangeetttt. Tapi dari situ saya tahu, aslinya itu artis kayak gimana.

Jadi saat itu ada pemilihan artis terseksi versi sebuah majalah pria dewasa. Nah, pemenangnya adik dari artis ini, sebut saja Y. Dia datang terlambat sehingga tidak melihat ceremony pemberian piala adiknya, sebut saja S. Melihat ada Y kontan semua wartawan yang masih di tempat itu langsung mengerubunginya, melontarkan pertanyaan, termasuk saya.

Saya terbilang nyolot kalau bertanya ke narasumber, terlebih lagi ke Y, sasaran empuk. Beritanya pasti banyak yang baca, apalagi dengan angle berita yang menarik. Sambil berjalan menuruni tangga, membututi Y, saya kasih pertanyaan begini.

"Bagaimana komentar Mbak Y, adiknya menang sebagai artis terseksi? Bangga mbak? Apakah keluarga mbak semuanya dibolehkan tampil dengan bikini di majalah? Bisa dibilang satu keluarga seksi? Bagaimana orang tua menanggapi hal tersebut?"

Kira-kira begitulah pertanyaan saya. Direnteti pertanyaan itu, awalnya Y masih senyum, menjawab baik. Lama-lama dia enek juga, karena saya selalu bertanya soal itu dan mengkaitkan dengan keluarganya. Tanpa diduga (karena tadi senyum terus), wajahnya berubah, suaranya meninggi, dan jarinya menunjuk-nunjuk saya.

"Eh, elo tuh yang sirik sama keluarga gue. Karena badan lo nggak sebagus adik gue, dasar perempuan sirik!" katanya sambil berlalu dari hadapan wartawan yang semuanya ikutan bengong dengan reaksi labil si Y.

Lebih labil lagi, ketika dia masuk ke dalam mobil yang dijemput suami bulenya, wajahnya berubah lagi, tersenyum ramah sambil melambaikan tangan. "Terima kasih ya wawancaranya, bye," katanya sambil masuk mobil.  Menyeramkan bukan?

Ternyata, labil itu juga menurun ke adiknya yang satunya, sebut saja M. Seorang teman, yang juga wartawan mendapatkan kehormatan untuk mewawancarai M di dalam mobil. Sepanjang perjalanan, sambil wawancara, teman saya  melihat bagaimana emosi labilnya itu bekerja. Dia sambil menyetir, sering menurunkan kacanya lalu berteriak ke orang yang menghalangi jalan, atau yang menyerempet jalannya. "Heh, dasar bego lo!!! blabla$#%&^% (penghuni kebun binatang keluar semua)."

Dan adik satunya yang menang sebagai artis terseksi itu, si S, yang juga ikutan beken, pernah marah ke seorang artis. Mereka bertengkar, main kata-kataan lewat infotaiment. Si S yang merasa sering pulang pergi ke Amrik, dengan kencenganya ngomong Inggris gini di depan infotaiment. "Who do you think HE are?" LOLLSSSS

AAL


0 komentar:

Post a Comment