Monday, January 11, 2016

Begini Jika Bertemu Rhoma Irama



Kaget, ketika melihat google trend ada tulisan Rhoma Irama meninggal dunia. Ketika di cek dan ricek, ternyata bukan Rhoma si raja dangdut, tapi seorang mahasiswa dari Nusa Tenggara Barat. Hahahia sampai ketawa nggak berhenti ketika menulis ini.

Saya jadi mau cerita tentang raja dangdut yang fenomenal dan hebat ini. Tapi saya boleh jujur ya (gak bakal dituntut sebagai pencemaran nama baikkan?? hihihih), kalau saya nggak nge-fans  sama dia. Ketika masih aktif menjadi wartawan hiburan ke lapangan untuk meliput selebritas, saya beberapa kali bertemu bang haji ini (dia biasa disapa begitu katanya). Sebelumnya, saya hanya membaca dan mendengarkan lagu-lagunya yang bagus (buat dangduters lhoo), dan pencetus musik dangdut di Indonesia.

Tentu, tak lupa dengan sepak terjangnya yang sudah sering diulas media. Banyak banget wanita yang kepincut, jumlah istrinya dan yang paling kesohor soal menikah siri dengan Angel Lelga. Oiya satu lagi, perseteruannya dengan Inul Daratista. Ini menguasa hedaline media hiburan pada 2003 lalu ckckckc.

Lalu, pada suatu hari, beberapa tahun lalu dalam sebuah acara saya datang. Ternyata salah satu nara sumbernya si bang haji ini. Saya penasaran, apa yang membuat dia istimewa sehingga banyak dipuja-puja wanita (Lol, kepo). Untuk ukuran pria, tidak tinggi, cambangnya memang panjang ya, itu juga jadi fenomenal dan ditiru banyak orang. Selebihnya, biasa saja, yang memang ciri khasnya cara bicara yang sering ditiru banyak orang. Judiii...tet!!

Lalu usai acara banyak wartawan yang menghampiri untuk wawancara lebih lanjut. Tahu gak, saya ikutan maju ke depan cuma untuk melihat dia dari dekat, bukan untuk wawancara saking kepo-nya. Di hadapan dia, saya perhatikan dari ujung rambut sampai kaki. (Saya melakukan ini hanya dengan dua orang saja seumur hidup saya, Rhoma Irama dan Ariel! (hiks, nanti one day saya tulis soal dese yang fenomenal itu yaaa).

Sepertinya bang haji sadar saya perhatikan dengan khidmat dan sebenar-benarnya. Dia lalu menoleh ke saya, jadi saya yang nggak enak, lalu mundur teratur dari kerumunan itu.

Beberapa tahun kemudian, banyak muncul pemberitaan tentang penyanyi asal Inggris Joss Stone yang kebelet ingin bertemu bang haji sebagai raja dangdut Indonesia. Majalah Tempo tertarik untuk menulis dalam Pokok Tokoh. Jadilah saya yang diminta untuk menghubungi beliau. Karena sudah mendekati deadline dan sulitnya bertemu, akhirnya saya mewawancarai dia lewat telpon.


Hebatnya, bang haji yang udah kesohor ini tidak menggunakan manajer. Dia bebas memberikan kontak direct nya ke wartawan. Saya beberapa kali telpon nggak diangkat, lalu saya kirim SMS. Akhirnya saya lupakan dia, karena sulitnya untuk diwawancarai.

Ketika sedang asik dengan tuts komputer di kantor, tetiba handphone saya berdering. Suprise juga di monitor tertulis nama Rhoma Irama. Lagi-lagi saya ngikik tertawa. Entah, jika berhubungan dengan Rhoma Irama saya pasti tertawa geli dan ngikik.

Ternyata, ayah Ridho Rhoma ini menelpon karena sudah saya kirim SMS perihal wawancara tentang Joss Stone. Dan dia welcome sekali menjawab semua pertanyaan saya. Dia mengaku emoh ketika Joss Stone memintanya untuk bernyanyi. "Saya kalau bernyanyi itu sesuai mood. Kalau ada acara TV yang minta saya show, tapi sayanya nggak mood, saya tolak," kata Bang Haji dengan suaranya yang khas.

Konon, kabarnya, sekarang Bang Haji sudah buat partai untuk siap maju pada 2019 ya. Selamet ye bang haji! Gudlak dah! Hidup dangdut! (%&$#@!*)





0 komentar:

Post a Comment